Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Ulang Tahun Bunda


__ADS_3

Malam harinya, pukul 19.25 pm kediaman Putra.


Semua orang kini sudah berkumpul di rumah utama kediaman Putra, tetapi tidak dengan Wilna. Wanita paruh baya itu dari dua anak berjenis kelamin laki laki itu nampak belum terlihat batang hidungnya.


"Mama kapan pulang pa?" Tanya Lolita kepada Putra.


"Tadi mama nelfon sih sudah di jalan dan sebentar lagi akan sampai" Ujar Putra.


"Mending sekarang lampunya dimatikan dan kita segera pergi ketempat persembunyian masing-masing" Titahnya.


"Oke pa" Jawab Lolita. Semua orang pun segera berpencar untuk bersembunyi, tak lupa lampu sudah dimatikan.


Tetapi tidak dengan baby Aksa, dia sedang di kamar dengan di temani oleh Mbak Lili, karena tidak mungkin kan Aksa jika harus ikut gelap gelapan bersama dengan orang dewasa? Bisa kacau nanti semua rencananya.


Tak berselang lama setelah orang orang mulai bersembunyi, pintu utama pun terbuka.


"Ini kenapa gelap banget sih, terus orang orang pada kemana juga" Ujarnya sembari berjalan menghampiri dimana letak saklar.


Ia segera menekan saklar hingga lampu pun menyala dan


"SURPRISE" Ucap semua orang serentak keluar dari dalam persembunyiannya dengan, Aldi, Loli, Aldo, Satya dan Nara masing masing memegang party paper ditangannya.


Wilna yang terkejut pun refleks memejamkan matanya sembari menutup telinganya. "Selamat ulangtahun bunda" Ujar mereka semua serempak kecuali Nita dan Doni.


"Astaga kalian semua" Ucap Wilna setelah membuka matanya dan menurunkan tangannya.


Putra pun datang dari belakang dengan sebuah tart ditangannya. "Happy birthday sayang, happy birthday sayang, happy birthday sayang, happy birthday sayang" Ucap Putra. Ia mengehentikan langkahnya didepan istri tercintanya.


Wilna yang mendapatkan kejutan tidak terduga itu pun merasa terharu, matanya berkaca-kaca dengan senyuman yang mengulas sempurna.


"Happy birthday sayang" Ucap papa Putra lembut kepada Wilna sembari memberikan ciuman penuh sayang di keningnya.


"Ayah, Bunda kan malu" Ucap Wilna dengan suara yang terdengar sangat manja.


"Kenapa harus malu, toh mereka semua sudah menikah" Ujar Putra.


"Ayo bunda tiup lilinnya" Ucap Lolita.


"Iya, Bunda nanti meleleh lo" imbuh Nara.


"Jangan lupa berdoa bunda" Kini si kecil Aldo yang menyahuti.


Wilna pun memejamkan matanya, dalam hatinya ia berdoa sebelum akhirnya ia kembali membuka matanya lalu meniup lilin yang angka dengan nomor 37 itu.


"Horeeeee" Ucap semua orang senang sembari bertepuk tangan.


"Ayo sekarang potong kue" Ucap Lolita dengan semangat sembari memberikan pisau kepada ibu mertuanya itu.


Wilna pun langsung menerima dan mulai memotong kue pertamanya.


Wilna langsung meletakkan kue potong pertamanya itu diatas piring kue yang sudah di siapkan.


"Potongan pertama buat siapa nih?" Ujar Satya menggoda.


"Pastinya buat ayah dong" Jawab Putra dengan pedenya.


"Bunda, ayo suapi ayah dong!" Seru Aldi.


"Iya bunda, ayo suapi ayah" Timpal Satya.

__ADS_1


Wilna pun dengan malu malu menyuapkan kue kedalam mulut Putra.


"Bersama masih muda ea" Ujar Satya.


"Meskipun kita sudah tua, tapi masih jiwa muda loh Satya" Seru ayah Putra.


"Sekarang gantian" Ujar Lolita.


Putra pun menusuk kue menggunakan garpu kecil yang sama dengan yang digunakan Wilna untuk menyuapinya kemudian menyodorkan kedalam mulut istri tercintanya. Wilna pun dengan senang hati menerimanya.


"Hore cie cie cie" Sorak semuanya.


Setelah acara potong kue dan suap suapan kue, Putra memberikan kuenya itu kepada Aldi, dan Aldi pun menerimanya lalu memberikan kepada bi Tuti untuk disimpan.


"Sekali lagi selamat ulang tahun ya sayang" Ucap ayah Putra sembari memeluk singkat Bunda Wilna dan memberikan ciuman di puncak kepalanya.


"Terimakasih ayah" Ujar Bunda Wilna.


"Aldi" Panggil ayah Putra.


Aldi pun berjalan mendekati papanya dan memberikan sebuah kotak dengan pita yang sangat cantik kepada sang ayah.


Putra pun menerimanya. "Ini untuk kamu" Ucap Putra sembari menyerahkan kotak itu kepada Wilna.


"Apa ini?" Tanya Wilna setelah menerima kotak tersebut.


"Kamu buka saja!" pinta Putra.


Wilna pun segera membuka kotak tersebut. Terlihat sebuah kotak beludru berwarna biru dongker didalamnya. Wilna segera mengambil kotak tersebut dan membukakan.


"Astaga, ayah ini kan kalung yang mama inginkan waktu itu" Ujar Wilna menatap sebuah kalung berlian yang sangat fancy dari Harry Winston.


"Bunda suka?" Tanya ayah Putra.


"Suka banget, makasih ayah" Ucap Wilna sembari memeluk ayah Putra dengan sayang.


"Bunda, ini hadiah dari Aldi" Ujar Aldi sembari menyerahkan sebuah paper bag.


Wilna pun melepaskan pelukannya dari Putra, ia meletakan hadiah yang diberikan suaminya itu diatas meja kemudian menerima hadiah dari putra sulungnya.


"Apa ini sayang?" Tanya Wilna.


"Buka saja!" Jawab Aldi singkat.


Wilna pun segera membuka paper bag tersebut, dan didalamnya terdapat sebuah tas mahal keluaran terbaru. "Tas?" Tanya Wilna sembari menatap Aldi.


"Iya, Aldi sengaja membeli tas mengingat mama sangat suka mengoleksi dan bergonta ganti tas" Terang Aldi.


Mendengar penjelasan putranya, Wilna pun tersenyum senang, ia meletakkan tas tersebut diatas meja kemudian berjalan agar lebih dekat dengan Aldi kemudian memeluk putra sulungnya itu dengan sayang. "Terimakasih sayang" Ucap Wilna. Ia merasa terharu ketika mendengar penjelasan dari putranya itu. Ternyata selama ini putranya selalu memperhatikannya, padahal keduanya tidak terlalu dekat saking sibuknya Wilna dengan Putra sehingga tidak memiliki waktu bersama dengan anaknya sendiri. Berbeda dengan Aldo yang sekarang memiliki banyak waktunya.


Aldi perlahan namun pasti mulai membalas pelukan dari ibundanya. Meskipun kelihatannya keluarga mereka itu selalu harmonis dan terkadang juga kumpul bersama, tapi siapa sangka ternyata ibu dan anak itu tidak memiliki kedekatan layaknya Lolita dan Nita.


"Iya, sama sama bunda" Jawab Aldi sembari melepaskan pelukannya.


Lolita yang melihat itu pun merasa senang, ia juga merasa terharu hingga tidak sadar ada setitik air mata yang jatuh dari pelupuk matanya. Dengan cepat ia pun segera menghapusnya dan memberikan senyum termanisnya.


"Loli juga punya sesuatu buat bunda" Seru Lolita. Ia segera memberikan kotak yang dipegangnya kepada ibu mertuanya.


Wilna pun menerimanya dan langsung membukanya tanpa bertanya. "Cantik sekali" Gumamnya.

__ADS_1


"Lolita memilih itu karena Loli tahu, bunda sangat suka mengoleksi cangkir cangkir yang terbuat dari keramik, dan Loli juga tahu kalau setiap sore saat bunda memiliki waktu senggang bunda selalu menikmati teh di halaman belakang" Jelas Lolita.


"Loli sayang, Terimakasih ya" Ucap Wilna sembari memeluk menantunya dengan sangat erat.


"Iya bunda, sama sama" Jawab Lolita.


Keduanya pun melepaskan pelukannya. Wilna menggenggam tangan Lolita setelah sebelumnya ia menyimpan cangkirnya diatas meja yang sama. "Kehadiran kamu dan Aksa adalah hadiah terbaik buat bunda" Ujar Wilna lagi.


"Maukah kamu berjanji satu hal dengan bunda?" Tanya Wilna dengan serius.


"Berjanji untuk apa bunda?" Tanya Lolita.


"Berjanji untuk selalu berada di sisi Aldi, memberikan kasih sayang seorang istri untuk menebus kasih sayang yang tidak ia dapatkan saat kecil" Ujarnya.


Lolita sejenak menatap kearah Aldi yang kini sedang menatapnya sebelum akhirnya ia kembali menatap dalam manik mata bunda mertuanya. "Iya, tanpa bunda minta pun Lolita akan selalu ada buat Aldi, sekarang dan selamanya". Ucapnya dengan sungguh sungguh.


Mendengar perkataan menantunya, Wilna merasa sangat bahagia, sekali lagi ia memeluk Lolita. "Terimakasih ya sayang" Ucap Wilna sembari melepaskan pelukannya.


Setelah drama mengharukan itu, kini semua orang sudah duduk dimeja makan setelah memberikan hadiah masing masing.


"Aldi kamu mau aku ambilkan apa?" Tanya Lolita kepada Aldi yang duduk disebelahnya.


"Ayam aja" Jawab Aldi. Lolita pun menurut dan ia mulai mengambilkan nasi berserta lauk yang diinginkan oleh suaminya.


"Akhirnya, gue dilayani juga" Ucap Satya.


"Emang selama ini engga mama layani?" ujar Nita.


"Ya dilayani ma, tapi kan beda ini sama istri" Ujar Satya.


"Hahahaha" Tawa semua orang pun pecah kecuali Nita yang hanya menggelengkan kepalanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2