
"Aldi" Ucap Rere ketika melihat sosok Aldi yang baru saja keluar dari dalam toilet cowok.
Aldi yang merasa namanya di panggil pun menoleh kearah sumber suara. Terlihat Rere yang kini sedang berjalan ke arahnya.
"Kenapa?" Tanya Aldi dengan nada dingin dan juga wajah datar.
"Mau tanya" Jawab Rere berbosa basi sambil merapikan rambutnya yang bahkan tidak berantakan sama sekali.
"Apaan? Buruan gue sibuk" Jawab Aldi masih dengan nada dan wajah yang sama.
"Aldi kata anak anak Aldi berangkat kek kampus sama cewek, itu ngga bener kan? Itu cuma gosip kan? Rere tahu banget kalau Aldi itu setia, ngga mungkin ngehianatin Rere, secara kan sebentar lagi kita bakal tunangan" Cerocos Rere.
"Lo itu nanya atau cerita?" Tanya Aldi sambil menatap Rere dengan tatapan yang tak berubah dan juga nada bicara yang masih tetap sama.
"Ya nanya lah Al" Balas Rere.
"Itu semua benar, cewek itu adalah cewek gue, dan lo ngga usah ganggu gue atau dia" Balas Aldi.
"Ngga percaya ah, itu pasti cuma cara Aldi biar Rere cemburu kan? Aldi mau ngetes seberapa besar cinta Rere ke Aldi kan? Buktinya ceweknya ngga ada tuh" Balas Rere sambil melihat kanan kiri Aldi.
"Terserah lo mau percaya atau nggak itu bukan urusan gue" Setelah mengucapkan kalimat itu, Aldi pun melenggang pergi meninggalkan Rere yang masih berdiri sambil menatapnya.
Suara pintu yang terbuka bersamaan dengan seorang gadis yang baru saja keluar dari dalam toilet putri itu pun membuat atensi Rere yang tadinya menatap kearah punggung Aldi yang semakin mengecil karena jarak yang semakin jauh kini teralihkan menjadi menatap gadis yang baru saja keluar. Gadis itu tak lain dan tak bukan ialah Caca.
"Lama banget sih Lo" ucap Rere dengan nada kesal. "Iya maaf, ya udah ayo kita samperin Aldi" Balas Caca sambil menggandeng tangan Rere.
"Nggak, udah ketemu tadi sama Aldi" Balas Rere sambil melepaskan tangan Caca dan berjalan terlebih dahulu.
"Selalu saja begitu, kalau ngga karena Lo kaya Re, gue ngga bakal sudi jadi temen kayak lo" Cibir Caca sambil menatap kepergian Rere.
"BURUAN, LO MAU GUE TINGGAL" Teriak Rere. "Iya" Balas Caca yang kemudian berjalan mengikuti Rere.
🌼
"Wil, aku ngga bantuin jaga Aksa sampai Lolita pulang ngga apa apa kan?" Tanya Nita kepada Wilna.
"Iya ngga apa apa, Aksa biar aku yang jaga, kan aku juga neneknya" Balas Wilna sambil tersenyum.
"Iya, soalnya aku mau kerumah sakit untuk menjenguk Nara" Jelas Wilna.
"Iya ngga papa kamu tenang aja" Balas Wilna, "Ya udah sini biar Aksa aku yang gendong" Imbuh Wilna.
Nita pun mengangguk dan memberikan Aksa yang kini sedang tidur dengan begitu pulasnya kepada Wilna.
"Ya udah, kalau gitu aku duluan ya Wil" Pamit Nita, Wanita paruh bawa itu mengambil tas jinjing yang diletakkan diatas meja.
"Ya udah hati hari di jalan" Ucap Wilna, Nita mengangguk, kedua wanita paruh baya itu pun melakukan cipika cipiki setelah itu Nita pun meninggalkan ruang tamu rumah Wilna.
🌼
__ADS_1
"Nak Satya" Panggil Bunda Fatima. Satya yang sedang duduk di sofa yang berada di ruang rawat Nara sambil memainkan ponselnya itu pun mengehentikan aktivitasnya dan menatap kearah Bunda Fatima.
"Iya kenapa Bunda?" Tanya Satya sambil menyimpan ponselnya kedalam saku dan beranjak berdiri untuk menyamakan tingginya dengan Bunda Fatima.
"Nara sudah tidur, Bunda mau balik dulu ke panti, anak anak pasti belum makan siang" Ucap Bunda Fatima.
"Biar Satya anterin Bund" Tawar Satya. "Ngga usah, kamu jagain Nara aja, kasihan dia sendirian" Tolak Bunda Fatima dengan lembut.
"Ngga papa bunda, ngga lama juga, nanti bisa di jaga sama suster" paksa Satya. "Ngga usah, nanti malah ngerepotin kamu" Tolak Bunda Fatima lagi.
Suara ketukan pintu bersamaan dengan pintu yang terbuka itu membuat Satya mengurungkan niatnya untuk membuka suara.
"Assalamualaikum" ucap seseorang yang baru saja masuk kedalam ruang rawat Nara.
"Waalaikumsalam" Balas Satya dan juga Bunda Fatima secara bersamaan.
"Mama" Cicit Satya. Ya, seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Nara adalah Nita.
Nita hanya tersenyum sambil berjalan menghampiri Bunda Fatima dan juga Satya. Tanpa banyak bicara Satya langsung meraih tangan mamanya dan menciumnya.
"Ada Jeng Fatima ya" Ucap Nita sambil tersenyum. "Iya jeng" Balas Bunda Fatima. Kedua wanita paruh baya itu pun kemudian saling berpelukan.
"Tadi kenapa? Kayaknya sedang ngobrol serius banget?" Tanya Nita sambil melepaskan pelukannya.
"Ngga ada yang serius kok, ini tadi Satya mau nganterin saya pulang, tapi saya tolak karena Nara ngga ada yang jagain" Jelas Bunda Fatima.
"Ngga lah Bu Nita, nanti merepotkan" Tolak Bunda Fatima.
"Ngga kok, ngga merepotkan sama sekali" Balas Wilna.
"Iya, ya udah yok Bund biar Satya aja yang anter" Imbuh Satya.
"Ya udah boleh" Putus Bunda Fatima akhirnya.
🌼
Sore hari
"Mau langsung ke kantor?" Tanya Lolita sebelum turun dari dalam mobil.
"Iya, soalnya sore ini ada pertemuan sama klien" Balas Aldi.
"Ya udah kalau gitu aku turun dulu, kau hati hati oke" Ucap Lolita, wanita itu kemudian membuka pintu mobil hendak turun, namun Aldi terlebih dahulu mencekal pergelangan tangan Lolita hingga membuat Lolita mengurungkan niatnya untuk turun.
"Kenapa?" Tanya Aldi?
"Isi energi dulu dong" Ucap Aldi sambil tersenyum.
Lolita yang memang aslinya **** tanpa di **** begoin itu pun mengernyitkan alisnya bingung dengan perkataan Aldi.
__ADS_1
"Ini energi apaan? Mau makan di dalam mobil?" Tanya Lolita. Namun Aldi menggeleng.
"Kalau bukan makan terus apa?" Tanya Lolita lagi yang masih tidak mengerti dengan maksud Aldi.
"Ini" balas Aldi sambil menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.
Lolita yang melihat itu pun tersenyum, tanpa banyak bicara Lolita langsung mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Aldi.
Aldi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan cepat Aldi mangunci kepala Aldi dengan cara menekan tengkuk Lolita.
Dan Aldi pun langsung menyerang habis bibir Lolita tanpa jeda, hingga akhirnya mereka berdua kehabisan nafas dan melepaskan ciumannya.
Aldi dan Lolita pun sama sama menghirup oksigen banyak banyak ketika ciuman mereka sudah terlepas.
"Curang banget, kenapa malah ciuman" Ucap Lolita setelah nafasnya teratur.
"Kenapa curang, orang kamu juga menikmati iya kan" Balas Aldi sambil tersenyum menggoda Lolita.
Mendengar ucapan Aldi, wajah Lolita seketika memerah.
"Ciumannya enak ya, seperti senja di sore hari, enak untuk dinikmati tetapi hanya sesaat" Bisik Aldi tepat di telinga Lolita, setelah itu. Cup.
Aldi mencium kening Lolita.
"Terserah" Ucap Lolita, wanita itu kemudian turun dari mobil, menutup pintu mobil Aldi dengan kasar dan berlari masuk ke dalam Rumah.
Aldi pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ia kemudian melajukan kembali mobilnya meninggalkan halaman rumah mewahnya, membelah jalanan sore yang yang lumayan ramaikan akan kendaraan yang berlalu lalang.
.
.
.
.
.
Hallo Readers semua, author mau minta saran sama kalian nih.
kemarin ada yang ngga setuju kalau author itu buat novelnya Sisi sekarang.
jadi bagaimana menurut kalian?
A. Dilanjutkan setelah novel MCW2 ini selesai agar biasa fokus dengan cerita ini saja
B. Tetep lanjut dengan fokus yang di bagi bagi.
saran dong!!! silahkan komen di kolom komentar okee
__ADS_1