Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Pertemuan


__ADS_3

Lolita terbangun tetapi perempuan itu tidak mendapati Aldi disampingnya. Tetapi ia masih mendapati tas kerja Aldi yang tergeletak diatas meja sofa. Sepertinya Aldi tidak pulang semalaman.


Tanpa berfikir panjang Lolita langsung berlalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan tidak perlu waktu lama ia pun sudah keluar dengan pakaian lengkap.


Diliriknya Aksa yang masih terlelap di dalam box bayinya. "Tumben masih bobo sayang" Gumam Lolita.


Lolita mengambil ponselnya yang diletakkan di atas nakas dan membukanya. Ternyata ada sebuah pesan masuk. Karena rasa penasarannya yang tinggi Lolita segera membukanya.


"Nomor tidak di kenal" Gumam Lolita.


Temui aku di sebuah Coffiee shop dekat dengan kampus mu! ~ 0815×××××


Lolita hendak mengabaikan pesan tersebut, tetapi satu pesan lagi masuk dari nomor yang sama.


Jangan mengabaikan pesan ini, aku tahu sekarang kamu sedang mencoba untuk mempertahankan rumah tanggamu ~ 0815×××××


"Siapa dia, bagaimana bisa orang ini tahu kalau aku dan Aldi sedang tidak baik baik saja" Gumam Lolita.


Siapa kamu? ~ Lolita.


Lolita mendudukan dirinya dipinggir tempat tidur sembari menunggu balasan dari pesanan. Tapi ia tak kunjung mendapatkan balasan juga padahal pesannya sudah di baca. Lolita kembali mengetikan sebuah balasan.


Ini masih terlalu pagi, apakah aku harus kesana sekarang? ~ Lolita.


Dan tak butuh waktu lama pesannya pun sudah di baca dan orang itu pun segera mengetikan balasannya.


Iya ~ 0815×××××


Lolita melirik ke arah Aksa yang masih terlelap dalam box bayinya. "Aku titip sama mbak Lili saja" Gumamnya.


Lolita langsung beranjak berdiri, ia mengambil kunci mobil dan juga tas slempangnya lalu menyimpan handphonenya. Dengan tergesa gesa ia keluar dari dalam kamarnya dan bersamaan itu pula Aldi membuka pintu. Laki laki itu terlihat sangat lesu.


"Mau kemana pagi pagi sudah rapi?" Tanya Aldi.


"Pergi, aku titip Aldi kalau kamu mau pergi ke kantor titipkan saja sama Mbak Lili" Ujar Lolita dengan terburu buru, terapi langkahnya terhenti tatkala Aldi mencekal pergelangan tangannya.


"Apalagi sih aku buru buru ini" Seru Lolita sembari menepis tangan Aldi dengan kasar, tetapi laki laki itu tidak melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Lolita.


"Pergi kemana?" Tanya Aldi.


"Ya pergi, emang cuma kamu aja yang bisa pergi sesuka hati kamu" Seru Lolita, seketika itu Aldi melepaskannya pegangannya tangannya kemudian melanjutkan langkahnya dengan buru buru.


"Bi Ima" Seru Lolita ketika melihat Bi Ima yang melintas didepannya. Bu Ima pun seketika mengentikan langkahnya dan Lolita mempercepat langkahnya untuk menuruni anak tangga.


"Bik, nanti tolong katakan sama mbak Lili, tolong minta mbak Lili buat mandikan Aksa dan kasih sarapan soalnya saya ada sesuatu yang harus di urus" Terang Lolita setelah ia berdiri dengan sempurna didepan Bi Ima.


"Emang non mau kemana?" Tanya Bi Ima.


"Ada Bik, pokoknya nanti tolong sampaikan saja sama sama Mbak Lili, saya harus berangkat sekarang" Ujar Lolita yang kemudian berlalu meninggalkan Bi Ima dengan tergesa gesa.


******

__ADS_1


Aldi mendudukkan dirinya dipinggiran sofa, ia merasa sangat lelah karena semalaman dirinya berputar putar tidak jelas tanpa tujuan. Ia merasa tersiksa sendiri karena Lolita bukan karena perusahaannya.


Tangisan Aksa membuat Aldi yang hendak merebahkan tubuhnya itu mengurungkan niatnya, ia kemudian beranjak berdiri dari duduknya dan menghampiri putranya.


"Sayang sudah bangun" Ujar Aldi sembari mengangkat tubuh Aksa.


"Cup cup cup" Ujar Aldi mencoba mendiamkan putranya yang sedang menangis.


Ia mengusap air mata Aksa menggunakan ibu jarinya tetapi bayi berjenis kelamin itu tak kunjung diam juga.


"Ini papa, kenapa kok masih nangis hm?" Tanya Aldi. Tetapi Aksa tidak menjawab dan terus menangis.


Sedangakan Lolita, gadis itu terlihat baru saja sampai di Coffiee Shop yang dimaksud oleh si pengirim pesan. Lolita membuka kembali ponselnya sebelum masuk dan ternyata ia sudah mendapat pesan dari nomor tersebut yang mengatakan dirinyalah duduk di meja nomor 3.


Lolita kembali menyimpan ponselnya, ia segera turun dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam Coffiee Shop yang terlihat lumayan rame padahal hari masih sangat pagi.


"Selamat pagi nona" Sapaan itu Lolita dapat dari pelayanan yang betugas menyapa pelanggan di pintu masuk.


"Pagi" Jawab Lolita dengan ramah.


Lolita mengedarkan pandangannya mencari meja nomor 3 dan tak butuh waktu lama Lolita pun langsung menemukannya. Lolita melangkahkan kakinya dengan cepat menuju meja tersebut dan ada seorang laki laki yang duduk disana.


"Permisi" Ucap Lolita dengan sopan.


Laki laki itu seketika mendongakkan wajahnya, menyimpan ponselnya kedalam saku jaket kulit berwarna hitam yang dikenakannya kemudian berkata "Silahkan duduk Nona Lolita" Ujarnya dengan sopan.


"Bagaimana kamu bisa mengenalku dan siapa kamu sebenarnya?" Tanya Lolita tanpa berbosa basi kepada laki laki yang menurutnya asing di penglihatannya.


"Terus apa yang ingin kamu lakukan sekarang?" Tanya Lolita.


Laki laki itu mengambil sebuah map berwarna coklat yang terletak diatas meja kemudian membukanya dan menyerahkan kepada Lolita. Lolita pun dengan sedikit ragu menerimanya.


"Tanda tangani itu!" Ujarnya.


"Permisi, mau pesan apa mas mbak?" Suara pelayanan itu membuat Lolita mengurungkan niatnya untuk bertanya.


"Saya Coffiee Hitam dengan sedikit gula" Ujar laki laki didepan Lolita.


"Kalau anda nona?" Tanya Lolita.


"Cappucino" Jawab Lolita.


"Oke jadi semuanya lima puluh ribu" Ujar pelayan itu.


Laki laki yang berada di depan Lolita itu mengambil dompet dari dalam saku celananya, mengambil selembar uang seratus ribu dan memberikan kepada pelayan tersebut.


"Ambil saja kembaliannya" Ujarnya.


"Terimakasih, kalau begitu silahkan di tunggu pesanannya" Ujar pelayan itu yang kemudian berlalu pergi.


"Terimakasih" Ujar Lolita.

__ADS_1


"Terus ini maksudnya apa?" Tanya Lolita kembali pada topik utama.


"Kamu butuh itu" Ujar laki laki itu.


Lolita mengeryitkan dahinya bingung, ia masih tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh laki laki didepannya itu.


"Perusahaan kalian bukankah sedang dalam masalah besar dan butuh orang untuk menamakan saham?" Seru laki laki.


"Iya terus?" Tanya Lolita.


"Ambilah itu dan jadilah penanam saham baru di perusahaan itu" Ujar laki laki.


"Aku masih tidak maksud dengan apa yang kamu katakan, terus siapa kamu sebenarnya dan kenapa kamu mau membantu kita?" Tanya Lolita.


"Permisi, pesanannya" Ujar seorang pelayan menjeda percakapan serius keduanya.


"Terimakasih" Ujar Lolita dan laki laki yang berada di depannya itu secara bersamaan. Dan setelah itu pelayan itu pun pergi.


Laki laki di depan Lolita itu mengambil cangkir berisi air berwarna hitam yang masih mengeluarkan uap panas itu. Ia meneguk sedikit kopinya lalu meletakan kembali di atas meja.


"Jadi siapa kamu sbenarnya?" Lolita kembali membuka suara.


"Adrianata Arisena kakak dari Felisha Restu Arisena sahabat Aldi suami kamu" Ujar Adrian. Mendengar itu Lolita seketika membulatkan matanya dan meletakan dokumen yang dibawanya itu di atas meja.


"Maksud kamu kalian bersaudara?" Tanya Lolita dengan tidak percaya.


"Iya" Jawab Adrian.


"Aku nggak sudi menandatangi surat ini" Ujar Lolita yang kemudian berjanjak berdiri, Lolita langsung mengambil tasnya dan mengenakannya kemudian berlalu meninggalkan Adrian, tetapi suara laki laki itu berhasil mengehentikan langkah Lolita.


"Kamu harus mau karena ini semua ada hubungannya dengan matan sahabatmu Rere" Seru Adrian.


Lolita segera membalikkan badannya. "Rere? Apa maksudmu dengan Rere?" Tanya Lolita lagi.


"Duduklah dan aku akan mengatakan semuanya" Ujar Andrian.


Lolita kembali mendudukan dirinya didepan Adrian. "Cepat katakan!" Seru Lolita.


"Jadi.... jangan lupa tinggalkan jejak berubah vote dan like yang sebanyak-banyaknya"


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2