
"Kamu tenang aja, ngga akan ada yang masuk tanpa seijin aku" Balas Aldi. Tanpa aba aba laki laki itu langsung saja mencium bibir Lolita dan menjelajahi isinya.
Ciuman itu pun semakin panas, hingga membuat Aldi memutuskan untuk menggendong Lolita yang masih berada di dalam pangkuan nya itu masuk ke dalam sebuah ruangan yang sempat dimasuki oleh Aldi tadi.
🌼
Satu jam kemudian, Lolita terlihat sudah tertidur dengan posisi memeluk tubuh Aldi, wanita itu sepertinya terlihat sangat kelelahan setelah memenuhi tugasnya sebagai seorang istri.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu dari luar itu membuat Aldi terpaksa harus beranjak dari tidurnya, dengan gerakan perlahan Aldi melepaskan pelukan Lolita, lali laki itu kemudian beranjak dari tempat tidur, mengambil setelan formal baru dan mengenakannya. Dan Aldi pun segera keluar dari dalam kamar mini yang berada di ruang kerjanya tersebut.
Terlihat Sekretaris Viona yang sudah berdiri dengan sebuah paper bag di tangannya. "Ini yang mas Aldi minta tadi" Ucap Sekretaris Viona sambil meletakkan paper bag yang ia bawa di atas meja kerja Aldi.
"Mbak Viona tolong kosongkan jadwal saya untuk nanti malam ya" Pinta Aldi. Sekretaris Viona terseyum dan mengangguk. "Mas Aldi mau kencan ya sama pacarnya?" Tanya Sekretaris Viona.
Aldi terseyum dan mengangguk, "Iya, sudah lama tidak menghabiskan waktu bareng" Balas Aldi. "Ya udah nanti jadwalnya saya kosongkan, selamat bersenang-senang mas Aldi" Ucap Sekretaris Viona.
"Iya terimakasih ya mbak" Ucap Aldi. "Ya udah kalau sudah tidak ada yang perlu saya bantu saya permisi dulu." Aldi mengangguk, dan Sekretaris Viona pun pergi meninggalkan ruang kerja Aldi.
🌼
Waktu terus berjalan, detik demi detik berlalu menjadi menit, menit demi menit pun berlalu menjadi jam.
Sekarang sudah pukul 18.35
Aldi beranjak dari kursi kebesarannya, ia berjalan menuju ke dalam kamar mini yang masih menyatu dengan ruang kerjanya tersebut.
Dilihatnya Lolita yang masih tertidur dengan begitu pulasnya di balik balutan selimut yang menutup tubuhnya sampai dengan dada.
Aldi mendudukkan dirinya di sebelah Lolita, menatap dengan lekat wajah ayu Lolita yang sedang tertidur dengan pulas dengan sebagian rambut yang menutupi sebagian wajahnya.
Tangan Aldi pun bergerak untuk menyingkirkan anak rambut tersebut, dan diciumnya kening Lolita penuh dengan cinta. "Sayang bangun" bisik Aldi tepat ditelinga Lolita.
Lolita pun mengerjapkan matanya, mencoba menyesuaikan dengan cahaya yang masuk ke dalam Indra penglihatannya.
"Emm, jam berapa sekarang?" Tanya Lolita dengan suara parau dan nyawa yang masih belum genap terkumpul.
"Jam setengah tujuh" Balas Aldi. Mendengar itu, Lolita seketika membulatkan matanya dengan sempurna. "Aku ketiduran lama banget" ucap Lolita gugup.
"Udah ngga papa, sekarang kamu mandi dan ganti pakaian kamu" Aldi menyerahkan papar bag yang sempat dibelikan oleh sekretaris Viona kepada Lolita.
Lolita pun menerima paper bag tersebut, dengan dililit selimut ia berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di kamar tersebut.
Tak perlu memakan waktu lama, Lolita sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian lengkap dan rambut yang di lilit dengan handuk.
__ADS_1
Lolita berjalan mengampiri Aldi yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya dipinggiran ranjang.
"Ada hair dryer ngga sayang?" Tanya Lolita, "Ada tuh, di laci meja rias" Jawab Aldi tanpa menatap ke arah Lolita. "Ini ruangan sudah seperti kamar pribadi aja ya" saut Lolita.
Aldi memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya, Laki laku itu kemudian berdiri sambil menatap Lolita, "Iya sengaja aku buat seperti di rumah, supaya enak aja kalau kamu disini kan ada semua" Jelas Aldi, Lolita pun mengangguk paham.
"Ya udah kalau gitu aku mau mandi dulu" Ucap Aldi yang kemudian berjalan menuju ke dalam kamar mandi yang ada disitu. Sedangkan Lolita berjalan ke meja rias yang ada di ujung ruangan untuk mengeringkan rambutnya.
Lolita menatap pantulan dirinya di cermin "mau pulang aja pakai gaun mewah segala" gumam Lolita sambil mengeringkan rambutnya.
Setelah selesai mengeringkan rambutnya Lolita berjalan menuju ke tempat tidur untuk mengambil ponselnya untuk menghubungi bundanya.
Namun suara pintu yang terbuka mengalihkan atensi Lolita, terlihat Aldi dengan handuk yang melilit pinggangnya dan juga rambut yang masih basah.
Tanpa banyak bicara Aldi langsung mengambil outfit dan memakainya.
"Aku mau ajak kamu jalan malam ini" Ucap Aldi sambil merapikan rambutnya.
"Kemana sih?" Tanya Lolita sambil memberikan sepatu yang senada dengan pakaian Aldi. "Udah ngikut aja intinya ini waktu untuk kita berdua" Balas Aldi sambil menerima sepatu yang dipilihkan Lolita dan segera mengenakannya.
Tanpa banyak bicara Aldi langsung menggandeng tangan Lolita dan mengajaknya keluar, tak lupa ia membawa tas yang sempat mereka bawa ke kampus.
"Mbak Viona kami duluan ya" pamit Aldi. "Iya hati hati, selamat bersenang-senang" Ucap Sekretaris Viona, Aldi pun mengangguk dan menggandeng Lolita dengan mesra keluar dari gedung pencakar langit yang sedang ia pijaki sekarang.
Sesampainya di basement Aldi langsung membukakan pintu mobil untuk Lolita dan mempersilahkan wanitanya itu untuk masuk, diikuti Aldi yang juga kemudian ikut masuk. Dan Aldi pun melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan milik keluarganya, membelah jalanan malam yang lumayan ramai.
Sesampainya di tempat tujuan, Aldi langsung mempakirkan mobilnya di tempat yang di sediakan, Aldi terlebih dahulu turun dari mobil lalu diikuti Lolita.
Dengan tangan yang bergandengan mesra Aldi dan Lolita masuk ke dalam restauran tersebut.
Tanpa banyak bertanya, Lolita hanya mengikuti kemana langkah Aldi membawanya, Hingga kini mereka sampai di sebuah restoran dengan konsep Rooftop.
Aldi terus saja menuntun Lolita hingga kini mereka sampai di sofa yang ada di pinggir dengan pohon sebagai hiasan.
"Suka nggak?" Tanya Aldi. "Iya suka banget" Jawab Lolita.
Lolita dan Aldi pun saling mendudukkan dirinya bersebelahan, seorang pelayan datang menghampiri mereka berdua.
"Selamat malam, mau pesan apa?" Tanya pelayanan tersebut sambil menyerahkan buku menu kepada Lolita.
"Charcoal Beef Ribs 2 sama Strawberry tea 2" Ucap Lolita sambil menyerahkan buku menu yang di bawanya.
"Baiklah bisa di tunggu pesanannya, kalau begitu saya permisi" pamit pelayan tersebut, Lolita dan Aldi pun mengangguk.
"Eh sayang, aku ke toilet sebentar ya" Ucap Aldi, Lolita pun mengangguk mengiyakan, pandangan gadis itu menyapu pemandangan kota di malam hari.
🌼
"Dis, mending Lo berhenti deh kejar Aldi, itu si Rere ngebet banget udah bilang mau tunangan juga" Ucap Stella.
__ADS_1
"Ngga lah, gue ga bakal biarin si Rere tunangan sama Aldi, lagian siapa dia" Balas Disa dengan sewot lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Eh tapi gue masih penasaran sih sama anak baru itu siapa yang di gosipin di kampus itu" Saut Devi.
"Iya, masa iya cewek Aldi" Imbuh Stella.
Disa mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Rooftop, bukannya mendengarkan ucapan teman temannya ia malah asik sendiri dengan pikirannya.
"Dia" gumam Disa dengan suara pelan namun masih terdengar dalam pendengaran Stella dan Devi.
"Ha? Dia? Dia siapa Dis?" Tanya Devi sambil memasukkan potongan kentang goreng ke dalam mulutnya.
Bukannya menjawab pertanyaan Devi, Disa malah beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mengampiri sosok yang di kenalnya hingga membuat teman temannya begitu heran.
"Eh Disa lo mau kemana?" Teriak Stella. "Udahlah kita ikutin aja" Ajak Devi dan Stella pun mengangguk.
"Lo" Ucap Disa sesampainya di hadapan cewek itu. "Eh kita ketemu lagi disini ternyata" Ucap cewek itu, cewek itu tak lain dan tak bukan adalah Lolita.
"Mungkin Tuhan sengaja mempertemukan kita ya, agar aku bisa balas kelakuan lo di tempat umum yang lebih ramai" Ucap Disa sambil tersenyum licik.
"Sebaiknya lo jaga sikap saja deh, ini kan tempat umum nanti malu sendiri loh" Ucap Lolita masih dengan gaya santainya.
"Kenapa? Lo takut sama gue?" Tanya Disa. "Emm iya aku takut sekali" Jawab Lolita dengan nada yang meledek.
"Lo ngejek gue?" Tanya Disa. "Gini ya kakak senior yang terhormat, sebelumnya saya sebagai junior minta maaf banget soal kejadian tadi, abis kakak jahat banget, dia kan tadi udah minta maaf kenapa masih di suruh bersihin sepatu kakak" ucap Lolita sambil berdiri untuk menyamakan tinggi badannya dengan Disa.
"Udah ngga usah banyak omong lo, sekali lo buat masalah sama gue, selamanya gue bakal incar lo" Ucap Disa penuh penekanan kepada Lolita.
"Incar? Incar kenapa?" Tanya seseorang yang berdiri di belakang Disa.
Mendengar suara yang sangat familiar di pendengarannya, Disa, Stella dan Devi pun membalikkan badannya untuk melihat orang yang berada di belakangnya.
"Aldi" Ucap Disa, Stella dan Devi secara bersamaan.
.
.
.
.
.
Hai author comeback guys hehehe
Aldi kira kira bakal gimana ya????
Hehe jangan lupa jejaknya biar author tambah sayang 😘
__ADS_1