Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Aku Memang Tidak Baik Baik Saja


__ADS_3

Kevin menghempaskan dengan kasar tangan Rere hingga membuat perempuan itu sedikit mengaduh kesakitan.


"Kasar banget sih" Ucap Rere sembari mengelus pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkeraman tangan Kevin yang terlalu kuat.


"Itu tidak sekasar dengan kalimat dan perbuatan lo" Ujar Kevin. "Maksud lo apa ngomong kaya gitu? Lo mau bikin Lolita malu didepan umum?" Tanya Kevin dengan nada sedikit tinggi.


"Gue ngomong kenyataannya kan, emang dimana yang salah? Lolita emang wanita ******, dia itu sudah mengencani seorang om om" Tegas Rere.


Plakkkk


Satu tamparan kembali mendarat dipipi mulus milik Rere. "Asal lo tahu, Lolita tidak pernah mengencani om om. Asal Lo tahu, dia adalah papa Lolita. Jikalau saja lo tahu yang sebenarnya lo akan malu karena sudah melakukan itu semua kepada Lolita, karena nyawa lo adalah nyawa Lolita" Ucap Kevin penuh penekanan sembari menegaskan jari telunjuknya tepat dihadapan Rere kemudian berlalu pergi meninggalkan gadis itu sendiri dihalaman depan.


Rere menatap kepergian Kevin dengan tatapan penuh tanda tanya. "Karena nyawa lo adalah nyawa Lolita" Kalimat terkahir Kevin terus terngiang ngiang di kepala Rere.


"Apa maksud dia mengatakan nyawa gue adalah nyawa Lolita" Gumam Rere.


*****


Aldi memperhatikan Lolita yang sudah terlelap sembari menghadap kearah Aksa yang berada di antara mereka. Kejadian tadi sungguh membuat ia menjadi geram dan ingin pulang secepatnya. Tetapi apa boleh buat? Ia tidak mungkin pulang sekarang dengan membawa Aksa. Itu akan sangat berbahaya.


Aldi membuang nafasnya kasar, ia kemudian beranjak turun dari tempat tidur. Ia mengambil gelas kosong yang berada diatas nakas dan membawanya keluar untuk diisi air.


Sesampainya di dapur ia segera mengisi gelasnya itu dari dalam dispenser hingga setengah kemudian meneguknya hingga habis. Setelah itu ia kembali mengisi gelasnya hingga penuh.


Setelah gelasnya penuh ia membawa gelas itu kembali kekamar, tetapi saat ia sampai di ruang makan, ia berpapasan dengan seseorang yang sangat tidak ia harapkan. Yaitu Rere.


"Aldi" Ucap Rere pelan.


Aldi mengehentikan langkahnya, ia menatap Rere tajam. "Gue harap lo lebih bisa menjaga mulut lo, kalau sampai Lolita kenapa napa gara gara ulah lo dan Lolita sampai ninggalin gue gara gara mulut sampah lo, gue pastikan lo engga akan bisa hidup tenang hingga berfikir bahwa mati itu lebih baik" Ancam Aldi dengan penuh penekanan.


"Aldi tapi gue cinta sama lo" Ujar Rere.


Aldi metakkan dengan kasar gelas yang digenggaman itu diatas meja makan berlapis kaca sehingga menimbulkan suara nyaring dan membuat air dari dalam gelas tersebut sedikit tumpah.


"Omong kosong apa yang lo katakan?" Ucap Aldi sembari mencengkram kuat dagu Rere hingga membuat gadis itu meringis menahan sakit.


"Aldi sakit" Ringis Rere dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sakit lo bilang? Ini bahkan tidak seberapa dari rasa sakit dan luka yang telah lo torehkan kepada Lolita" Ucap Aldi sembari melepaskan cengkraman dari dagu Rere dengan kasar.

__ADS_1


"Gue tidak pernah membenci orang melebihi apapun kecuali lo" Ucap Aldi lalu pergi dari dapur itu tak lupa membawa gelasnya.


Mendengar perkataan Aldi dada Rere serasa sesak. Matanya memanas dan buliran bening pun akhirnya lolos.


Ia mengingat bagaimana pertemuan pertamanya dengan Aldi sehingga membuat ia jatuh cinta dan tergila gila kepada Aldi.


Aldi menolongnya saat ia terjatuh karena berlari, saat itu sedang masa ospek dan ia datang terlambat. Ia terjatuh hingga membuat semua orang menertawakannya, bahkan senior tidak mau menolongnya dan melarang semua orang untuk menolongnya sebagai hukuman karena ketidak tertibannya. Tetapi Aldi dengan berani mengulurkan tangan kearahnya, membantunya berdiri dan membawanya keruang kesehatan dan mengobati lukanya.


"Lain kali berhati hatilah" seperti itulah kalimat yang dikatakan oleh Aldi sebelum ia pergi meninggalkan Rere sendiri saat itu.


Tapi apa tadi? Aldi mengatakan benci? Ia membenci dirinya bahkan tidak lebih benci dari yang lain, ia adalah sosok yang paling dibenci oleh Aldi.


Tubuh Rere pun luruh kelantai, ia memeluk erat lututnyaa, menangis sejadi jadinya dan menyembunyikan wajahnya diatas lututnya. Kalimat Aldi benar benar menusuknya dengan sangat dalam.


******


Keesokan harinya, semuanya masih membicarakan tentang Lolita yang mengencani om om. Aldi yang mendengar itu pun merasa telinganya sangat panas.


Mereka semua menatap Lolita seakan akan Lolita adalah wanita rendahan. Melihat itu Aldi merasa sangat geram.


Brakkkk


"Apa seperti ini cara kalian melakukan sarapan? Dengan cara membicarakan seseorang?" Tanya Aldi dengan amarah yang sudah benar benar meledak.


Lolita yang duduk disebelah Aldi pun berdiri, ia mengelus punggung Aldi agar suaminya itu lebih tenang, Aksa yang berada distroller sudah di amankan oleh Amel dan Yolanda.


"Aldi sudah lah jangan hiraukan mereka" Ujar Lolita menangkan.


"Aku tidak bisa membiarkan mereka membicarakan kamu dengan seenak jidatnya tanpa tahu kejadian yang sebenarnya" Ucap Aldi kepada Lolita.


"Asal kalian semua tahu, Lolita adalah wanita baik baik dan dia tidak pernah mengencani om om, karena orang yang bersama Lolita itu adalah papanya" Seru Aldi dengan amarah yang masih menggebu gebu.


Mendengar itu semua bungkam dan ketakutan, ia tidak pernah melihat Aldi ketua OSIS nya yang ramah dan mudah tersenyum itu marah.


Aldi pergi meninggalkan meja makan tersebut. Lolita yang melihat itu segera mengejarnya.


"Acara yang kita harapkan semua hancur karena mulut kalian, sekarang acara selesai dan kalian semua boleh pulang sekarang" Ucap Evan yang kemudian ikut pergi diikuti dengan Regan, Sisi, Andra, kekasih Andra, kekasih Sisi, Salsa dan juga Kevin yang satu meja dengan Aldi dan Lolita karena disitu terdapat beberapa meja.


******

__ADS_1


Lolita mengikuti Aldi yang berjalan kearah halaman belakang, ia mengehentikan langkahnya tepat disebelah Aldi yang berdiri di tepi kolam renang.


"Sudahlah, aku tidak apa apa, toh kebenarannya tidak seperti apa yang mereka kira, dan yang paling terpenting adalah kamu yang masih percaya kepadaku" Ucap Lolita lembut.


"Jangan berbohong" Ucap Aldi. Ia memutar badannya menghadap Lolita.


"Berbohong soal apa?" Tanya Lolita.


"Berbohong kalau kamu baik baik saja, aku tahu sebenarnya kamu tidak baik baik saja" Ujar Aldi sembari memegang kedua bahu Lolita tetapi tidak menyakitinya.


Mendengar Kalimat Aldi, Lolita seketika menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman. "Kamu tahu dari mana kalau aku tidak baik baik saja? Aku bahkan merasa sangat baik baik saja".


"Karena tidak ada orang yang merasa baik baik saja saat ia sedang terluka" Seru Aldi.


Mendengar itu senyum Lolita seketika pudar. Ia memandang Aldi dalam. "Aku memang tidak baik baik saja, dan aku tidak pernah baik baik saja dan selama ini aku hanya mencoba untuk baik baik saja" Aku Lolita akhirnya.


"Tetapi aku akan selalu baik baik saja saat bersama dengan kamu" imbuh Lolita.


"Aku bahkan menjadi alasan kamu tidak baik baik saja" Seru Aldi yang akhirnya kesal dengan dirinya sendiri.


"Itu masalalu, kamu harus melupakan itu" Saut Lolita dengan cepat.


"Tapi itu semua juga bagian dari masalalu" Seru Aldi. "Aku tahu, akhir akhir ini luka lamamu itu terbuka kembali" Imbuh Aldi.


Hidup memang tidak terus tentang masa depan meskipun masa depan adalah sesuatu yang harus dipikirkan dan dituju, Karena masalalu adalah bagian bagian yang paling berkesan dalam sebuah perjuangan melewati adanya ujian ~ Lolita Fanesya Angel


Tadi telat updet ya say, alasannya udah aku kasih tahu di ig @indriantika26


Note \= Disini peran Rere sangat penting, jika kalian tidak suka dengan adanya Rere kalian boleh tidak membacanya, karena tanpa adanya Rere cerita ini tidak akan berjalan, saya sudah capek memutar otak untuk menentukan alurnya, ditambah lagi dengan daring jadi tidak mungkin saya dengan mudah menuruti permintaan kalian untuk menghilangkan peran Rere dari ceritanya. kalau Rere hilang berarti ceritanya kelar, ini juga belum masuk ke konflik yang sesungguhnya.


jadi kesimpulannya, tidak semua harus sesuai dengan keinginan kalian, karena terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan takdir yang sudah Tuhan tuliskan, dan kalian harus tetap menjalani itu. Jadi disini kita sama, apa yang kalian inginkan mungkin tidak sesuai dengan yang sudah saya tuliskan, jadi saya mohon maaf kalau tidak sesuai yang kalian harapkan. Jika kalian tidak suka boleh tidak di baca, jika kalian suka ikuti saja alur ceritanya sampai nanti saatnya penyesalan Rere tiba dan jangan lupa berikan dukungan kalian berupa like dan vote.


Bukane aku seneng karo Rere iku orak cah, cuma aku ra iso ngilangke tokoh Rere dadakan, nek Rere ilang berarti alure maleh, sedangkan aku ora Tuhan seng iso menentukan kehidupan manusia dengan kun fayakun, aku yo perlu ngotak atik utekku seng kapasitas,e mung semene 🤏🏻 mbok yo ngerteni🥺


Artinya boleh di translate


Ngehujat Rere boleh, tapi kalau dihapuskan tidak bisa.


Selama hari raya idul Adha, dan mohon maaf lahir batin jika Indri banyak salah sama kalian, dalam hal apapun itu🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2