Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Wajar Nggak Sih?


__ADS_3

95.


Wajar engga sih?


Keesokan harinya, Lolita terlihat sudah siap untuk pergi ke rumah Amel, pagi ini ia akan bermain dirumah Amel dan menghabiskan waktu bersama seperti semasa ia masih SMA, tetapi bedanya sekarang ada Aksa.


Tetapi tiba tiba ponsel Lolita berdering menandakan ada sebuah telfon masuk. Lolita segera membuka tas slempangnya dan mengambil ponselnya. Terlihat tulisan mama tertera di layar ponselnya.


"Siapa?" Tanya Aldi yang kini sedang menggendong Aksa.


"Mama, Bentar aku angkat telfon dulu" Ujarnya sebelum akhirnya ia menempelkan benda berbentuk pipih itu kedekat daun telinganya setelah sebelumnya ia menggeser icon hijau tanda ia menerima telfon tersebut.


"Iya ma?" Ujar Lolita terlebih dahulu membuka suara.


"Sayang, maaf mama engga ngabarin kamu, hari ini mama akan terbang ke Amsterdam menjenguk nenek karena tadi mama dapat telfon kalau nenek sedang sakit, jadi mungkin untuk beberapa hari kedepan mama engga bisa bantuin jaga Aksa ya" Terangnya.


"Astaga, ya udah engga papa, lagian di rumah ada bunda, mbak Lili dan bi Tuti yang bisa bantuin jaga Aksa, mama tenang aja" Lolita menjeda ucapannya.


"Mama sama papa kan?" Tanya Lolita lagi memastikan.


"Iya sayang, mama sama papa" Jawab Nita.


"Ya udah, mama hati hati ya dan titip salam juga sama oma semoga cepat sembuh" Ujar Lolita.


"Iya, ya udah ya mama matiin dulu karena pesawat mama udah hampir lepas landas" Seru Nita.


"Iya ma, hati hati" Ucap Lolita dan percakapan pun berkahir, Lolita kembali menyimpan ponselnya kedalam tas slempangnya.


"Kenapa?" Tanya Aldi.


"Itu, nenek sakit jadi mama sama papa hari ini terbang ke Amsterdam" Ujar Lolita.


"Ooo, ya udah kalau gitu ayo aku antar ke rumah Amel" Ujar Aldi.


"Sini sama mama" Lolita mengambil alih Aksa dari gendongan Aldi, sedangkan Aldi mengambil tas yang berisi keperluan Aksa dan membawanya keluar.


*******


"Kamu jadi main ke rumah Amel?" Tanya Wilna yang kebetulan berpapasan di pintu masuk.


"Iya Bunda, ya udah kalau gitu Loli sama Aksa berangkat dulu ya" Pamitnya, Lolita mencium tangan Wilna.


"Ya udah hati hati ya sayang" Ujar Wilna.


"Iya Bunda" Setelah mengatakan itu, Lolita dan Aldi pun masuk kedalam mobil Aldi setelah sebelumnya Aldi menyimpan tas yang berisi kebutuhan Aksa di jok belakang.


******


Selama di perjalanan Alsa terlihat sedang terlelap, ia tidak ribut seperti biasa.


"Nanti kamu mau aku jemput jam berapa?" Tanya Aldi.


"Aku main sampe sore engga papa kan?" Ujar Lolita.


Aldi diam, ia terlihat sedang berfikir. "Ayolah, sekali ini aja kan jarang kita punya waktu buat kumpul bareng" Bujuk Lolita.

__ADS_1


"Hmm, ya udah kalau gitu nanti sore setelah aku pulang kerja aku langsung jemput kamu ke rumah Amel" Ujar Aldi.


Mendapat persetujuan dari suaminya, Lolita pun mengulas senyumnya. "Makasih sayang" Ujarnya sembari menyandarkan kepalanya di bahu Aldi.


*****


"Gue titip Lolita sama Aksa, jangan sampai ada yang lecet" Ucap Aldi kepada Amel. Mereka berempat kini sedang berdiri didepan pintu rumah Amel dengan Aksa yang masih terlelap dalam gendongannya.


"Iya iya, udah lo santai aja engga bakal lecet" Jawab Amel.


"Ya udah, sayang kalau begitu aku berangkat ke kantor dulu ya" Ujar Aldi. Lolita pun menganggukkan kepalanya dan ia mendaratkan ciuman di kening Lolita dan juga Aksa.


"Gue titip istri dan anak gue" Ujar Aldi sembari menyerahkan tas yang berisi kebutuhan Aksa kepada Amel.


"Iya, bawel amat lo" Seru Amel sembari menerima tas yang diberikan oleh Aldi.


"Ya udah sono lo pergi" Usir Amel.


"Hmmm" Aldi kembali masuk kedalam mobilnya, ia melajukan mobil mewahnya itu menuju ke kantornya.


"Ya udah yuk masuk" Ajak Amel kepada Lolita.


Ketiganya pun masuk kedalam rumah Amel. "Lo mau tidurin Aksa di kamar engga sambil nunggu yang lain datang?" Ujar Amel.


"Ya udah deh, yok" Lolita, Aksa dan Amel segera naik ke lantai dua karena memang kamar Amel terletak disana.


"Lo pakein popok engga tuh anak lo?" Seru Amel.


"Engga, tadi gue sengaja engga pakein dia popok biar ngompol di kasur Lo" Ujar Lo.


"Sialan lo, ya udah tidurin dia disitu" Amel menunjuk tempat tidurnya menggunakan dagunya. Dan Lolita pun segera menidurkan Aksa dengan perlahan agar Aksa tidak terbangun.


"Eh ada Aksa juga" Ucap Sisi, gadis itu mendudukan dirinya di atas tempat tidur bersebelahan dengan Amel karena Lolita duduk disofa sembari menikmati camilan di tangannya.


"Jangan berisik lo berdua, ntar anak gue bangun" Peringat Lolita.


"Njirrr mama muda, hahaha anak gue katanya" Seru Sisi.


"Lah emang anak gue kan?" Seru Lolita.


"Iya iya anak lo, masa iya anak kucing" Ujar Sisi.


"Mulut lo kok cabenya engga pernah berkurang ya Si" Seru Lolita sembari berjalan mendekat ke arah tempat tidurnya dimana ada Aksa, Amel dan Sisi disana.


Bertepatan dengan Lolita yang mendudukkan dirinya di atas tempat tidur, saat itu juga Aksa pun terbangun. Terlihat bayi kecil itu mulai merubah posisinya yang tadinya tidur dengan posisi miring kini berubah menjadi telentang sembari menggeliat.


"Eh anak mama sudah bangun" Ujar Lolita, ia segera meletakan camilannya di semabrang tempat dan segera mengangkat Aksa agar bocah kecil satu itu tidak menangis.


Lolita memberikan beberapa ciuman di wajah Aksa yang terlihat seperti muka bantal karena baru saja bangun tidur.


"Mel, buatin susu Mel!" Pinta Lolita.


Tanpa banyak bicara Amel pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan mulai membuatkan susu untuk Aksa.


"Minum susu dulu sayang" Lolita menyerahkan dot yang baru saja dibuatkan oleh Amel.

__ADS_1


"Terimakasih ounty Amel" Ucap Lolita sembari menirukan suara anak kecil.


"Iya, sama sama Aksa ganteng" Seru Amel sembari mencubit gemas pipi Aksa.


******


Waktu sudah menunjukan pukul 2.15 menit. Kamar Amel terlihat sudah seperti kapal pecah, bungkus snak yang bertebaran di mana mana, serta mainan Aksa yang sudah tidak pada ditempatnya.


"Non, ini camilannya yang non minta" Seru Art yang bekerja di rumah Amel.


"Oh, iya bi taruh aja di meja" Ucap Amel.


Art itu pun mengiyakan dan meletakan kue yang sebelumnya di minta oleh Amel diatas meja sebelum akhirnya ia kembali menuju kedapur.


"Eh Aksa jangan makan ini, Aksa makan biskuit aja ya" Ujar Sisi sembari menahan tangan Aksa yang hendak meraih kue yang berada di atas meja.


"Ini ini biskuit buat Aksa" Sisi menyerahkan satu keping biskuit yang baru saja di ambilkan oleh Lolita. Aksa pun menerimanya dan langsung memasukan kedalam mulut mungilnya.


Lolita melirik kearah Yolanda yang sedari tadi hanya diam sembari menikmati camilan dan memainkan ponselnya, entah apa yang membuat gadis ceria dan banyak bicara itu berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya.


Lolita melirik kearah Amel dan Sisi yang sibuk menemani Aksa bermain. Lolita beranjak berdiri dan menyusul Yolanda yang duduk diatas sofa.


"Woy" Seru Lolita mengageti Yolanda.


"Eh monyet" Ucap Yolanda secara spontan hingga membuat handphone yang digenggamnya itu terjatuh.


"Sialan lo ngagetin gue aja" Ucap Yolanda sembari mengambil kembali handphonenya.


"Lihatin apaan sih? Seriusan banget sampe lupa kalau sekarang sedang kumpul bareng temen temennya" Tanya Lolita.


"Ah engga kok, engga lihatin apa apa, biasa diskon lipstik" Ujarnya, Yolanda segera membalikkan handphonenya itu kehalaman utama yang sebelumnya tadi membuka roomchatnya degan Regan.


"Lo bohong ya sama gue?" Tanya Lolita memastikan.


Yolanda terlihat sedikit gugup. "Engga, ngapain juga gue bohong" Ujarnya dengan senyuman di wajahnya.


Lolita menghembuskan nafasnya. Ia menoleh kearah layar televisi yang kini sedang menyala menampilkan sebuah drama korea dimana tokoh utama terlihat sedang bertengkar, terlihat jelas dari tokoh wanitanya yang menangis dan menolak untuk disentuh oleh tokoh utama laki laki yang sepertinya ingin menjelaskan sesuatu. Begitu juga dengan Yolanda yang mengikuti arah pandang Lolita.


"Lo itu berteman sama gue engga cuma satu atau dua tahun, jadi gue hapal banget dama gelagat lo" Ujar Lolita yang kembali memalingkan wajahnya kearah Yolanda.


Yolanda kembali menoleh kearah Lolita. "Lolita, menurut lo wajar engga sih kalah seorang lelaki yang sudah memiliki pacar itu dekat dengan cewek lain?"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


MCW2 ini lagi masuk konflik, lumayan panjang dan agak berat karena mau di tamatin, ga usah pada baper sampe ngejulidin authornya, cukup hujat tokohnya dan jangan lupa berikan terus dukungnya, Terimakasih 🤗


__ADS_2