Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Malam patah hati


__ADS_3

41.


Kediaman Kusuma


"Ini sudah jam dua lebih enam menit pa, tapi kenapa Rere belum pulang juga" Ujar mama Rere yang merasa khawatir. Sejak Rere pergi dare hotel gadis itu belum juga pulang sampai sekarang.


Hans Kusuma yang yang tadinya mondar mandir kini mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu sebelah istrinya.


"Mama mending tidur aja dulu, biar papa yang tunggu kabar Rere" Seru Hans sambil merangkul bahu mama Rere.


"Ngga, mama ngga bisa tenang kalau Rere belum pulang" Ujar mama Rere.


Telfon Hans tiba tiba berdering, ia mengambil telfon itu dari dalam saku celananya. Tertera nama nama pengawal yang ia tugasnya untuk mencari putrinya dilayar hpnya.


Hans menggeser tombol berwarna hijau lalu mendekatkan ponselnya didekat daun telinganya.


"Bagaimana? Apa kamu menemukan putri saya?" Tanya Hans ketika telfon sudah tersambung.


"Maaf Tuan, tapi saya tidak menemukan nona Rere Tuan" Ujar seseorang dari dalam telfon.


"Apakah kamu sudah mencari kesegala penjuru?" Tanya Hans.


"Sudah Tuan, tapi nona Rere sangat sulit untuk ditemukan" Jawab orang itu.


Mendengar itu Hans seketika mematikan sambungan telfonnya secara sepihak.


Sama halnya dengan orang tua Rere, papa Disa pun tak kalah khawatir karena putrinya belum juga pulang.


"Papa sudah lah, mending papa istirahat saja, anak bodoh itu tidak akan pulang" Ujar Siska yang kini sedang duduk di sebelah papanya.


"Iya papa mending tidur, ini sudah hampir pagi, ngga baik buat kesehatan papa" Imbuh Alana. Alana adalah kakak kedua Disa.


Sekilas tentang Disa. Disa adalah putri keempat dari pasangan suami Istri Arfindo Samuel Gerland dan Almahuma Lucia Gerland.


Disa memiliki tiga kakak yang semuanya sudah menikah. Yang pertama adalah Siska Amelia Gerland yang sekarang sudah berganti nama menjadi Siska Amelia Zhucarlos karena mengikuti marga suaminya dan sudah memiliki dua anak.


Yang kedua adalah Alana Desfita Gerland yang sekarang sudah berganti menjadi Alana Desfita Holtra. Dia juga sudah memiliki 1 anak.


Dan yang ketiga adalah Ceacilia Ayra Gerland yang sekarang sudah berganti menjadi Ceacilia Ayra Dimitra. Dan belum mempunyai anak.


Mama Disa meninggal tepat satu detik setelah Disa lahir. Jangankan untuk digendong mamanya, mama Disa bahkan belum melihat putri terkahir yang dilahirkannya.


Kejadian itu membuat kakak kakak Disa membenci Disa karena mereka bertemu ga berfikir kalau Disa adalah seorang pembunuh.


"Coba Siska kamu telfon dulu adek kamu!" Pinta sang papa pada putri sulungnya.


"Ngga mau, Siska ngga mau telfon anak bodoh itu" Tolak Siska.


Suami Siska yang duduk disebelahnya itu memegang pundak Siska. "Telfon saja sayang!" Ujar sang suami.


"Tapi--"


"Udah telfon saja" Tukas suami Siska.

__ADS_1


"Oke Siska bakal telfon, tapi setelah ini papa tidur!" Tutur Siska.


Papa Disa pun menyetujuinya. "Baiklah, setelah kamu menelfon adek kamu papa akan tidur" putus sang papa meski sebenarnya ia tidak mengantuk.


Siska mengambil telfonnya dari dalam tas jinjingnya. Ia kemudian membuka ponselnya dan mencari kontak Disa. Setelah menemukan kontak Disa ia segera menghubungi nomor adik bungsunya itu.


"Gimana?" Tanya sang papa.


"Nomornya tidak aktif" Jawab Siska.


"Coba sekali lagi!" Pinta sang papa.


"Papa sudahlah, Disa itu sudah besar dan dia bisa jaga diri dia sendiri. Bukankan beberapa hari yang lalu papa bilang kalau Disa ngga pulang semalam. Dan paginya dia pulang kan? Berarti dia bisa menjaga dirinya sendiri. Sekarang mending Siska antar papa ke kamar dan biar Alana, Ceacil yang menunggu Disa!" Tutur Siska sambil membantu papanya berdiri.


"Baiklah" Putus sang papa yang akhirnya berdiri dan mengikuti putri sulungnya kekamarnya.


Sesampainya di kamar Siska langsung membantu papanya berbaring, memasangkan selimut sebatas perut.


"Sudah papa ngga usah mikirin Disa. Biar kita semua yang nunggu dia pulang" Ujar Siska. Gadis itu kemudian keluar dari kamar sang papa.


Setelah kepergian Siska, Arfindo menyibakkan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya dan merubah posisinya menjadi duduk.


Ia mengambil foto istrinya yang ada di atas nakas. "Seandainya kamu masih disini, semua ini pasti tidak akan pernah terjadi" Ujar papa Disa sambil mengucapkan lembut pigura yang menampilkan sosok wanita paruh baya.


.


.


****


.


.


Disalah satu bar yang terkenal dua orang gadis sedang duduk bersama sambil meminum alkohol.


Gadis itu tak lain dan tak bukan ialah Rere dan Caca. Entah bagaimana ceritanya senior dan Junior itu bisa bersama dibar yang sama.


"Sukurin, patah hati kan lo karena Aldi sudah punya istri ternyata hahaha" Racau Disa pada Rere. Mereka berdiam sepertinya sudah benar benar mabuk.


"Elo juga hahaha, nangis lo nangis" Ucap Rere sambil tertawa.


Tiba tiba seorang laki laki datang menghampiri mereka. Rere dan Disa pun sama sama mendongakkan wajahnya.


Rere mengeryitkan dahinya untuk menatap dengan jelas wajah laki laki yang ada di depannya. "Kevin" Gumam Rere.


Tapi laki laki itu hanya diam tak menyahuti sambil menatap Rere. Sedangkan Disa, gadis itu tiba tiba berdiri sambil merangkul lengan Kevin.


Tidak ada muka terkejut sama sekali diwajah Kevin. Ia malah membalas merangkul bahu Disa.


"Ayo kita pulang" Ajak Kevin pada Disa.


"Kevin ini gue Rere kekasih lo, gue minta maaf karena sudah menduakan lo" Racau Rere. Namun Kevin masih tidak menghiraukan. Ia malah menggendong tubuh Disa dan membawanya keluar dari dalam bar.

__ADS_1


"Kevin" Teriak Rere. Namun Kevin sama sekali tidak menoleh dan terus melanjutkan langkahnya membawa Disa.


"Kenapa semua ninggalin gue, kenapa" Racau Rere sambil kembali mendudukkan dirinya.


"Aldi dan Kevin, mereka semua memilih cewek lain. Bukankan gue lebih cantik dari pada mereka" Rere terus saja meracau sampai akhirnya ia kehilangan kesadarannya. Tanpa ia sadari ada seseorang yang diam diam memperhatikannya.


***


Kevin meletakkan tubuh Disa diatas tempat tidur, ia melepaskan hells yang melekat di kedua kakinya. Keduanya ia menarik selimut sehingga menutupi sebagian tubuh Disa.


Kevin sejenak menatap Disa yang terlelap. "Kecewa yang sama" gumam Kevin.


Setelah mengatakan itu, Kevin pun keluar dari dalam kamar yang ditempati Disa dan masuk kedalam kamar miliknya.


Kevin masuk kedalam kamar mandi. Tanpa melepaskan pakaiannya ia mengguyur tubuhnya dibawah air shower.


Kevin meremas remas rambutnya, tanpa diketahui air matanya ikut mengalir bersama dengan air shower yang juga mengalir membasahi tubuhnya.


"Bodoh" Ujar Kevin sambil menampar nampar wajahnya sendiri.


"Lo bodoh Kevin. Lo bodoh" Kevin terus saja menampar tubuhnya.


"Sekarang apa yang mau lo lakukan? Dia bahkan sudah memiliki suami" Ujar Kevin Kevin.


Kevin memeluk lututnya sambil menyembunyikan wajahnya. Ia merenungkan semua kesalahan yang sudah pernah ia lakukan kepada Lolita dimasa lalu.


"Aaaa gue benci sama diri gue sendiri" Teriak Kevin.


"Kenapa gue dulu bisa sebodoh ini hanya demi memuaskan nafsu" Kevin terus saja menyiksa dirinya sendiri. Sampai akhirnya dia lelah.


Kevin pun membuka kaosnya yang sudah basah. Ia membersihkan tubuhnya. Setelah itu ia melilit tubuhnya menggunakan handuk dan keluar dari dalam kamar mandi.


Setelah Kevin memakai pakaiannya lengkap. Ia menatap pantulan tubuhnya di depan cermin. "Malam patah hati seorang pecundang" Gumam Kevin ketika melihat dirinya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


Author tadi ada urusan jadi baru bisa up.


Hari ini author agak lelah, jadi hanya segitu yang di dapat.

__ADS_1


Tandai yang typo dan kalian komen episode berapa yang bahasanya terlalu formal. Nanti diperbarui.


Jangan lupa Jejak❤️


__ADS_2