Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Tertarik


__ADS_3

Pagi harinya,


Aldi menatap pantulan dirinya didepan cermin yang ada di ruang gantinya. Ia tersenyum melihat hasil karya istri tercintanya di punggungnya.


Aldi menggelengkan kepalanya "Karya tanda cinta" Gumam Aldi sembari memakai kemeja merah maroon yang dibelikan oleh Lolita.


Aldi mengancingkan lengan kemejanya sambil berjalan keluar menghampiri Lolita yang sedang memperhatikan penampilan dengan gaun baru yang ia beli beberapa hari yang lalu bersama dengan teman temannya dengan warna yang sama dengan kemeja yang dikenakan Aldi serta polesan make up natural dan lipstik yang senada dengan gaun yang dikenakannya.


"Bantu aku memakai dasi!" Pinta Aldi sambil berdiri di sebelah Lolita.


Lolita berjanjak untuk berdiri, ia menerima kain dasi yang diulurkan oleh Aldi dan memasangkan di kera kemeja yang dikenakan oleh suaminya.


Aldi memperhatikan Lolita yang sedang sibuk menggerakkan tangannya membuat sebuah simpul dasi.


"Sudah selesai" Ucap Lolita sambil menurunkan tangannya dari kain panjang yang sekarang sudah melingkar di leher suaminya.


Lolita hendak mundur tetapi Aldi dengan segera merangkul pinggang Lolita dan menariknya mendekat hingga membuat jarak mereka terkikis hingga kini menjadi tiga centi meter.


Seketika itu Aldi langsung menempelkan bibirnya di bibir Lolita, menyapu bersih lipstik yang menempel di bibir wanita itu.


"Warna lipstiknya terlalu mencolok" Ucap Aldi setelah melepaskan ciumannya. Mendengar itu Lolita mengedipkan matanya beberapa kali sampai akhirnya ia mendorong tubuh Aldi yang menatap penampilannya di cermin.


"Kamu menghapus lipstiknya?" Tanya Lolita masih dengan menatap pantulan wajahnya lebih tepatnya bibirnya di depan cermin.


"Iya" Jawab Aldi. Tangan laki laki itu kemudian terulur untuk mengambil lipstik yang memiliki warna tidak terlalu mencolok.


"Pakai yang ini saja" Ujar Aldi sambil menyerahkan lipstik yang baru saja ia ambil dan menyerahkan kepada Lolita.


Lolita pun menerimanya kemudian memoleskan lipstik tersebut kebibir tipisnya.


Jujur saja, Aldi tidak pernah melarang Lolita untuk berdandan. Tapi ia juga tidak menuntut Lolita untuk berdandan agar terlihat lebih cantik dimatanya. Karena Aldi mencintai Lolita apa adanya bukan karena ada apanya. Aldi menyukai semuanya yang ada pada diri Lolita tanpa terkecuali.


Setelah selesai memoleskan lipstik tersebut, Lolita kembali menoleh kearah Aldi. "Sudah" Ucap Lolita.


Aldi pun menatap wajah wajah Lolita. Ia terpana dengan kecantikan Lolita. "Cantik" Bisik Aldi.


Mendengar itu, Rona merah seketika menjalar dari pipi hingga ketelinga Lolita.


"Ya udah, yuk turun" Ajak Aldi. Terapi ia terlebih dahulu mengambil jasnya diatas tempat tidur dan membalutkan ketubuh kekarnya.


Lolita pun mengangguk. Ia menggendong Aksa yang sudah rapi dan juga wangi. Ia membawa Aksa turun untuk sarapan.


****


Bandara Soekarno-Hatta.


Kevin kini sudah bersiap di Bandara, begitu pula dengan Disa.


Kevin sudah berada di pesawat terlebih dahulu, karena lima menit lagi pesawat yang ia naiki akan segera lepas landas dan meninggalkan tanah kelahirannya.


Sedangkan Disa, gadis itu kini masih bersama papa, kakak dan juga kakak iparnya beserta kedua temannya yang mengantarkannya ke bandara.

__ADS_1


Pesawat Disa memang akan lepas landas satu jam setelah pesawat Kevin, jadi ia masih bisa mengobrol dengan keluarganya terlebih dahulu.


"Disa, kita pasti bakal sangat rindu sama lo" Ucap Devi dengan nada sedih.


"Iya gue pasti akan sangat merindukan kalian" Ujar Disa, mereka bertiga kemudian berpelukan bersama.


"Sayang" Panggil papa Disa. Mendengar panggilan papanya, Disa dan kedua temannya saling melepaskan pelukannya.


"Iya pa" Jawab Disa sambil menoleh kearah papanya.


"Kamu jaga diri baik baik ya disana, jangan lupa telfon papa atau kakak kamu untuk sekedar memberi kabar, makan yang teratur, papa akan usahakan setiap bulan terbang ke sana untuk menengok kamu disana" Ujar sang papa.


"Iya pa, Disa akan selau ingat pesan papa" Jawab Disa sambil tersenyum.


"Ingat, di negara orang jangan membuat malu, apalagi sampai menjadi seorang pembunuh" Ucap Siska kakak sulung Disa.


"Bener, jaga image keluarga" imbuh Alana.


Mendengar itu Disa hanya menatap kedua kakaknya dengan senyum kecutnya.


"Siska, Alana kalian tidak boleh seperti itu, bagaimanapun Disa adalah adik kalian, dan seharusnya kalian itu memberikan dukungan pada adik kalian" Seru papa Disa.


"Disa tidak apa apa kok pa, kalau gitu Disa masuk dulu ya" Pamit Disa. Ia sejenak memeluk papanya.


"Drama perpisahan" Ujar Ceacil kakak ketiga Disa.


Disa segera melepaskan pelukannya, ia menatap kakaknya secara bergantian. "Disa berangkat dulu kak, kalian jaga papa baik baik ya" Ujar Disa sambil tersenyum.


"Udah pergi saja, papa sama kita lebih aman" Ucap Siska. Mendengar itu Disa pun tersenyum. "Ya udah, bye semua Disa duluan" Pamit Disa. Ia menarik kopernya masuk kedalam.


Disa mendudukkan dirinya dikursi pinggir jendela. Ia menatap keluar jendela. Seorang pramugari menghampiri gadis itu dan menawarkan beberapa camilan atau minuman ringan, namun Disa menolaknya.


"Pesawat akan lepas landas dalam lima menit, harap matikan semua alat elektronik!" Suara itu membuat Disa mematikan ponsel yang sedang ia mainkan kemudian menyimpannya.


Ia melipat kedua tangannya didepan perutnya. Tak lama pesawat yang ia tumpangi pun lepas landas membawanya meninggalkan tanah kelahirannya.


"Selamat tinggal Indonesia, semoga semua luka itu tidak akan datang kembali" Gumam Disa.


****


Lolita dan Aldi menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di kampus, selain Lolita yang tampil berbeda dan lebih cantik dari biasanya, mereka juga menjadi pasangan couple yang sangat romantis.


Lolita dan Aldi berjalan bersama dengan bergandengan tangan. Itu menambah kesan mesra bagi orang orang yang melihat mereka.


"Astaga mereka mesra banget sih" Ujar seorang mahasiswi A.


"Iya, couple cie cie" Imbuh mahasiswi B.


"Eh itu asli Lolita kan? Mahasiswi baru?" Tanya mahasiswa A kepada temannya.


"Iya lah bener, emang siapa lagi?" Tanya mahasiswa B.

__ADS_1


"Gila, cantik bener ****, lebih cantik dari hari hari biasanya" Puji mahasiswa A.


"Dandan kayaknya dia, biasanya kan dia polosan" Ujar mahasiswa C.


"Engga dandan aja cantik, apalagi saat dandan" Ucap mahasiswa A sambil menggelengkan kepalanya.


"Ingat udah jadi bini orang" Ujar mahasiswa B.


"Hah, serius lo?" Tanya mahasiswa C.


"Iya, masa lo engga tahu, seluruh mahasiswa dan dosen di kampus ini tahu kalau Lolita dan Aldi adalah pasutri" Jelas mahasiswa A.


"Nah loh, udah punya anak juga" imbuh mahasiswa B.


"What, masih muda banget kan? Hamil duluan?" Tanya mahasiswa C.


Mendengar itu, mahasiswa A memukul kepala mahasiswa C. "Jaga mulut lo, kedengaran sama orangnya habis lo" Ujar mahasiswa A.


"Lah lo bilang tadi mereka sudah punya anak dan sudah menikah" Ucap mahasiswa C.


"Iya, tapi mereka itu sudah menikah lama sejak SMA, dijodohin bukan karena bobol" Jelas mahasiswa A.


"Sudah sudah jangan suka ngomongin orang" Ujar mahasiswa B ketika melihat Aldi dan Lolita semakin mendekat kearah mereka.


Mereka bertiga seketika diam ketika Aldi dan Lolita sudah berada disebelah mereka. Aldi tiba tiba menghentikan langkahnya diikuti dengan Lolita.


"Bergosip tidak cocok untuk kalian" Ucap Aldi tanpa menoleh kearah tiga mahasiswa yang sudah membicarakannya dengan Lolita. Setelah mengatakan itu, Aldi segera menarik tangan Lolita dan mereka kembali melanjutkan langkahnya.


Ketiga orang itu seketika saling berbisik dan mengikut satu sama lain hingga akhirnya.


"KALAU GUE TERTARIK DENGAN ISTRI LO GIMANA?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukungan vote dan likenya


__ADS_2