Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Percayalah aku bukan dia


__ADS_3

Kevin baru saja sampai di rumahnya pada malam hari. Kepulangan di sambut oleh papa dan mamanya yang sedang duduk berdua sambil menonton televisi.


"Ma, pa Kevin pulang" Seru Kevin sambil mendudukkan diri nya di single sofa yang berada di sebelah sofa yang diduduki papa dan mamanya. Ia mengalami tangan papa dan mamanya secara bergantian.


Papa Kevin melepaskan rangkulannya tangannya pada pinggang mama Kevin sambil merubah posisinya menjadi menatap Kevin.


Beberapa detik kemudian


"Pa, Kevin tidak bisa melanjutkan perjodohan ini" Ucap Kevin sambil menundukkan kepalanya.


"Kenapa? Apa kamu masih ingin mengejar Lolita yang jelas jelas sudah berkeluarga? Jangan bodoh kamu Kevin" Ucap Papa Kevin marah.


"Sabar dulu pa" Ucap Mama Kevin sambil mengelus bahu suaminya.


"Oh kamu sudah pulang Vin, papa mau ngomong sama kamu" Ujar sang papa.


"Ngomong apa pa?" Tanya Kevin.


"Kamu sudah lihat sendiri kan? Kalau Lolita itu ternyata sudah menikah. Itu berarti kamu gagal mendapatkan dia dan kamu harus menerima perjodohan yang sudah papa atur untuk kamu" Jelas papa Kevin.


"Bukan pa, bukan seperti itu. Papa dengerin dulu penjelasan Kevin" Seru Kevin sambil menatap mata papanya.


"Sebenarnya Disa juga tidak menginginkan perjodohan ini. Jadi buat apa kita menjalin hubungan kalau kita sendiri tidak menginginkan hubungan itu ada" Ujar Kevin. Papa dan Mama Kevin tetap diam, mencoba mendengarkan apa yang akan Kevin katakan selanjutnya.


"Papa tahu kan kalau Disa itu sudah tidak memiliki mama. Itu semua membuat Disa menjadi gadis yang nakal, dia juga sering membully orang orang di kampusnya" Mendengar itu Papa dan Mama Kevin sedikit terkejut.


"Itu semua hanya bentuk pelampiasan karena Disa merasa kesepian, dia di benci oleh saudara saudaranya karena saudaranya berfikir dia sudah membunuh mama mereka......." Kevin mulai menceritakan semua yang diceritakan Disa saat dirinya sedang mabuk. Tapi Disa tidak menyadari itu semua.


Mendengar itu orang tua Kevin menjadi iba. "Ma, Pa, Kevin ngga bisa melanjutkan ini. Seperti halnya Disa yang ingin membuka lembaran baru dan memperbaiki hidupnya, Kevin juga ingin melakukan hal yang sama. Kevin ingin melanjutkan pendidikan Kevin di luar negri dan Kevin akan berganti jurusan" Jelas Kevin kepada papanya setelah menceritakan kisah hidup Disa yang kelam.


Papa Kevin terdiam untuk beberapa detik. "Baiklah kalau itu yang kamu inginkan, papa akan membatalkan perjodohan ini" Ujar papa Kevin.


"Terimakasih pa, Terimakasih banyak" Ucap Kevin sambil beranjak berdiri. Melihat itu orang tua Kevin pun ikut berdiri.


"Mau kemana nak?" Tanya mama Kevin.


"Ma, Pa, Kevin harus pergi dulu" Ucap Kevin, ia menyalami tangan kedua orang tuanya lalu berlari keluar.


Mama Kevin menggelengkan kepalanya melihat ulah anaknya. "Baru saja pulang sudah pergi lagi" Gumam mama Kevin.


"Ma, papa mau telfon sebentar" Ucap papa Kevin lalu pergi menuju keruang kerjanya untuk menelfon seseorang.


.


.


***


.


.


Kevin baru saja kembali ke apartemen miliknya. Terlihat Disa yang sedang duduk berselonjoran disofa sambil memakan keripik kentang dan menonton film.


Matanya memang menatap kearah layar berbentuk pipih itu, tapi entah kemana pikiran gadis itu sehingga ia tidak menyadari kedatangan Kevin.

__ADS_1


"Nonton TV atau di tonton TV" Ujar Kevin sambil mendudukkan dirinya di sofa sebelah Disa sambil meletakkan kresek yang dibawanya.


"Eh lo udah balik" Ucap Disa sambil menurunkan kakinya dan menatap kearah Kevin. Gadis itu meletakkan camilan yang dibawanya diatas meja.


"Apa ini?" Tanya Disa sambil membuat kresek yang ada di atas meja.


"Makan malam" Jawab Kevin.


"Oo ya udah ayo kita ke meja makan biar gue siapin makan malamnya" Ujar Disa sambil beranjak berdiri. Ia mengambil kresek itu dan membawanya ke meja makan.


Kevin memperhatikan itu dari belakang, ia kemudian beranjak berdiri dan mengikuti Disa menuju ke ruang makan.


Disa meletakkan kresek itu diatas meja, ia mengambil dua piring dan meletakkan diatas meja. Ia memindahkan makanan yang dibawa Kevin keatas piring. Mereka berdua mengambil posisi duduk yang berhadapan lalu menaikmati makan malamnya.


.


.


***


.


.


"Gimana perasaan kalian setelah hubungan kalian di ketahui oleh publik?" Tanya Putra di sela sela makan malamnya.


"Mengeringkan Yah" Jawab Lolita setelah menelan makanannya.


"Mengeringkan kenapa?" Tanya Putra sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Ya emang gitu, menjadi seorang istri sultan itu tidak semudah yang orang orang lihat, Bunda dulu aja yang ga suka banyak, yang mau rebut Ayah kalian juga banyak" Saut Wilna.


"Tapi bunda selalu percaya sama ayah, kita saling mempercayai satu sama lain, saling menjaga cinta masing masing. Apalagi setelah kelahiran Aldi, cinta mama dan papa semakin bertambah" Imbuh Wilna.


"Iya, Kalian berdua juga harus begitu. Jangan pernah goyah kalau ada seorang yang mengaku ngaku istri muda Aldi" Ujar Putra sambil terkekeh.


"Semoga Lolita sekuat bunda" Ucap Lolita sambil tersenyum menatap ibu mertuanya.


"Kamu tenang saja sayang, aku akan selalu menjaga kepercayaan kamu" Saut Aldi sambil tersenyum menatap kearah Lolita.


"Sudah sudah, makannya diselesaikan dulu baru mengobrol" Ucap Putra mengehentikan obrolan di meja makan itu.


****


"Aldi, besok kita masuk kuliah kan?" Tanya Lolita yang kini sedang duduk berselonjoran dengan Aldi diatas tempat tidur.


"Iya" Jawab Aldi tanpa menoleh kearah Lolita. Ia masih tetap fokus dengan laptop yang sedang dimainkannya.


"Hmm" dehem Lolita, ia menatap Aksa yang sudah tertidur di pangkuannya.


"Kenapa?" Tanya Aldi sambil menoleh kearah Lolita.


"Ngga apa apa, aku cuma mikir aja seperti apa nanti respon mereka semua di kampus" Ujar Lolita.


"Gaada yang perlu kamu pikirkan, karena yang menjalani adalah kita bukan mereka, selagi aku dan kamu selalu bahagia maka tidak perlu membuat luka karena orang lain" Jelas Aldi.

__ADS_1


Lolita menoleh kearah Aldi, ia tersenyum dan mengangguk. "Aku pindahin Aksa dulu" Seru Lolita sambil beranjak dari tempat tidurnya.


Ia memindahkan tubuh Aksa kedalam box bayi miliknya dengan sangat hati hati agar tidak membangunkan Aksa.


"Aku kebelakang bentar" Ujar Lolita, ia kemudian berjalan keluar dari dalam kamarnya.


Lolita menuruni anak tangga dan berjalan menuju dapur, semua ruangan sudah gelap karena lampu yang dimatikan.


Lolita menghidupkan lampu dapur, ia kemudian membuka kulkas dan mengambil buah apel dan buah naga yang ada di dalam kulkas.


Lolita mengupas buah apel tersebut bergantian dengan buah naga kemudian memotongnya dan menaruh di piring.


Tak lupa pula ia membawa air untuk minum kemudian kembali kekamarnya dan tak lupa mematikan lampunya.


****


Lolita meletakkan air putih yang di bawanya diatas tempat tidur, ia kemudian mendudukkan dirinya disebelah Aldi sambil memangku piring yang berisi buah.


Lolita menusuk buah apel yang sudah ia potong dan menyuapkan ke mulut Aldi. Aldi pun membuka mulutnya dan menerima suapan apel dari Lolita.


Dan Lolita kembali menusuk apel lagi dan memasukan kedalam mulutnya.


"Lagi kerjain apaan sih?" Tanya Lolita sambil memperhatikan Aldi yang masih sibuk dengan laptopnya.


"Ini, proyek kerjasama dengan perusahaan papanya Rere" Jawab Aldi sambil menerima suapan buah naga dari Lolita.


Mendengar nama Rere, Lolita kemudian menghentikan aktifitas menguyahnya. Ia meletakkan garpu yang ia pegang diatas piring.


"Kenapa?" Tanya Aldi yang merasa bingung ketika ia tidak mendapatkan suapan dari Lolita lagi.


"Semua ini kebetulan atau memang disengaja ya. Dulu saat aku sama Kevin dia merebut Kevin, dan sekarang saat aku sama kamu dia juga ingin merebut kamu dari aku" Ujar Lolita sambil menatap kearah Aldi.


"Sudah, kamu tidak perlu memikirkan itu lagi, percayalah aku bukan Kevin yang akan berpaling karena rasa bosan dan sebuah godaan" Ucap Aldi sambil menyuapkan potongan buah naga kedalam mulut Lolita.


Lolita pun membuka mulutnya dan menerima suapan Aldi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2