Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Wedding Nara and Satya


__ADS_3

Malam harinya,


Lolita terlihat sedang berdiri diatas balkon kamarnya, menikmati dinginnya akibat hembusan angin malam yang menerpa kulitnya sambil menyaksikan bintang bintang dan memeluk tubuhnya menggunakan kedua tangannya.


"Sudah lama tidak berjumpa, kenapa aku tiba tiba teringat dirinya" Gumam Lolita.


Jujur saja, setelah mengobrol dengan Nara tadi Lolita menjadi kepikiran mengenai Salsa. Padahal pertemuan terkahir mereka di akhiri dengan sangat baik.


Padahal kalau dipikir pikir itu sangat tidaklah penting karena itu semua sudah terjadi sangat lama.


Dan jikalau pun Salsa masih menyimpan e terhadap suaminya, tidak mungkin Aldi juga menyimpan rasa yang sama terhadap sahabat masa SMA-nya itu. Karena apa? Karena perlakuan dan perkataan Aldi selama ini cukup membuktikan kalau Aldi sangat mencintai Lolita. Jadi tidak mungkin Aldi akan mengkhianati dirinya untuk kedua kalinya dengan orang yang sama.


"Sedang apa?" Tanya Aldi yang tiba tiba memeluk tubuh Lolita dari belakang hingga menyalurkan kehangatan bagi tubuh Lolita.


"Em tidak apa apa, hanya ingin melihat bintang saja sambil mencari angin" Jawab Lolita. Gadis itu masih tetap mendongak memperhatikan bintang bintang yang bertaburan menghiasi langit malam.


Aldi pun ikut mendongakkan wajahnya dengan bahu Lolita sebagai tumpuan dagunya.


"Apakah Aksa sudah tidur?" Tanya Lolita tanpa merubah posisinya sedikitpun.


"Sudah, aku baru saja memindahkannya kedalam box bayinya" Jawab Aldi.


"Hmmm" Lolita menganggukkan kepalanya. Ia kemudian merubah posisinya menjadi menatap Aldi sambil mengalungkan tangannya dileher Aldi.


Lolita menatap wajah tampan Aldi itu dalam diam, sepertinya Lolita hanya berniat untuk menatap tanpa ingin membuka suara.


Meskipun pandangan Lolita menatap wajah Aldi, tetapi pikiran Lolita melayang kemana mana lebih tepatnya ketempat Salsa.


Padahal seharusnya bukan Salsa yang harus ia pikirkan, tetapi Rere. Iya Rere, karena Rere terlihat masih mengingkan Aldi.


Melihat Lolita yang hanya menatapnya tanpa berniat membuka suara itu akhirnya membuat Aldi kembali mengulangi pernyataan yang sama, "Kenapa?"


"Tidak apa apa, aku hanya sedang berfikir saja" Jawab Lolita. Mata gadis masih tetap memandang dalam manik mata coklat pekat milik Aldi.


"Berfikir?" Tanya Aldi sambil mengerutkan dahinya.


"Kamu itu begitu sempurna, tampan, kaya, baik hati intinya seperti tidak ada kekurangan dalam diri kamu dan banyak orang yang lebih cantik dan lebih baik dari aku yang sekarang mengingkanmu dan menggantikan posisiku" Ujar Lolita.


Aldi sejenak diam, ia memilih memandang dalam kearah Lolita yang juga memandangnya. "Apakah kamu berfikir bahwa suatu saat aku akan berpaling darimu?" Tanya Aldi dengan nada bicara yang sangat lembut.


"Mungkin saja" Jawab Lolita.


"Kamu tahu? Aku sangat lama menyukaimu, dan sesuatu yang sudah lama disimpan itu akan sulit untuk di lupakan, dihilangkan apalagi di gantikan, begitu pula dengan perasaan aku ke kamu, tidak akan terlupakan, hilang, ataupun tergantikan" Seru Aldi masih tetap menggunakan nada bicara yang sama.


"Rasa bosan itu bisa muncul kapan saja, dan suatu saat sesuatu yang sudah lama itu akan ditinggalkan dan dan juga akan tergantikan" Sambung Lolita lagi.


"Iya, tapi bukan tentang perasaan. Apalagi cinta. Semakin lama cinta itu di jaga dan disimpan maka itu akan semakin besar dan memenuhi semua ruang yang ada dihati. Karena perasaan seseorang berbeda-beda dengan barang ataupun mainan" Aldi sejenak menjeda ucapannya, tangannya terangkat untuk menyingkirkan rambut Lolita yang menghalangi wajah cantiknya akibat angin malam yang menerpa wajahnya.


"Begitu pula dengan rasa cinta dihati aku untuk kamu, semakin hari semakin dalam dan terlalu sulit bahkan tidak akan pernah bisa untuk tergantikan. Perasaan itu untuk di jaga bukan untuk di mainkan layak permainan" Sambung Aldi.


Lolita pun tersenyum mendengar penuturan dari suaminya. Ia percaya bahwa Aldi akan setia bersamanya. Adanya Aksa adalah alasan terbesar untuk mereka selalu bersama setelah cinta.


"Aku percaya dan aku pun sama" Seru Lolita, ia kemudian menghamburkan tubuhnya dalam pelukan Aldi, menyandarkan kepada tepat di dada bidang suaminya itu dengan begitu nyamannya hingga hawa dingin itu seperti tidak berarti apa apa bagi mereka berdua.


.


.


.


.


********


.

__ADS_1


.


.


.


Lima bulan kemudian,


Hari demi hari berlalu berganti dengan bulan baru. Suara musik bercampur dengan obrolan orang orang menjadi bukti akan keramaian malam ini disebuah hotel bintang lima.


Hari ini, tepat malam ini adalah malam pesta perayaan pernikahan Nara dan Satya. Ucapan selamat silih berganti Nara dan Satya terima.


"Sayang, kenapa kamu mengajak Aksa kemari?" Tanya Aldi ketika Lolita menghampirinya dengan seorang bayi laki laki yang terlihat sangat menggemaskan.


Ialah Aksa Randian Putra, Bayi itu kini sudah berusia tujuh bulan.


"Kamu tenang saja, aku sudah memakaikan peredam suara pada telinga Putra kita" Jelas Lolita sambil menunjukkan alat peredam suara yang melekat dikedua telinga Aksa.


"Baiklah kalau begitu" Jawab Aldi setelah melihat alat peredam suara yang terpasang dikedua telinga putranya.


"Ayo kita menghampiri bang Satya dan Kak Nara!" Pinta Lolita. Aldi pun menganggukkan kepalanya, ia merangkul pinggang Lolita kemudian berjalan secara beriringan menyusul Satya dan Nara yang kini sedang menyambut para tamu.


"Hai kak Nara, Bang Satya" Sapa Lolita kepada kakak dan juga kakak iparnya tersebut.


"Oke kalau begitu saya permisi dulu" Seperti itulah kalimat terkahir yang diucapkan oleh tamu Satya yang kini sedang ia ajak mengobrol.


"Kau mengajak Aksa kesini?" Tanya Nara sambil mencubit pipi gembul Aksa.


"Iya Kak, tadi Loli sudah memasang peredam suara di telinga Aksa jadi aman" Ujar Lolita sembari menunjuk kearah telinga Aksa dengan lirikan matanya. Nara pun mengikuti arah mata Lolita.


"Selamat bang, akhirnya masa masa sendiri telah usai" Seru Aldi sembari menepuk bahu Satya dan memberikan pelukan singkat kepada kakak iparnya.


"Terimakasih, Jari sekarang gue engga lagi menjadi penonton hahaha" Jawab Satya dengan diiringi tawa di akhir kalimatnya. Mendengar itu Aldi pun ikut tertawa. Setelah mengucapkan kalimat itu mereka berdua sama sama melepaskan pelukannya.


"Selamat juga ya Kak Nara" Ujar Aldi sambil mengulurkan tangannya.


"Selamat, akhirnya kalian halal juga" Ucap Lolita sembari menghamburkan dirinya kepelukan Satya tak lupa Aksa berada di tengah tengahnya.


"Iya, terimakasih dek" Jawab Satya lembut.


Lolita melepaskan pelukannya dari Satya, ia kemudian beralih memeluk Nara, "Selamat ya kak, semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah" Ucap Lolita.


"Iya, terimakasih ya Lolita" Seru Nara. Setelah itu mereka pun melepaskan pelukannya.


"Bang Satya, nih Loli kasih tahu. Jadi suami itu harus peka, jangan kebanyakan gengsi kalau mau bahagiain istri dan lagi harus menjaga dan menyayangi istri dengan sebaik mungkin" Ujar Lolita sambil menatap Satya.


"Iya deh, Suara hati istri mah harus didengarkan nanti kena azab" Jawab Satya.


"Kode keras ya Lolita" Seru Nara.


"Ehkem" Aldi pun berdehem.


"Kenapa? Merasa lo?" Tanya Satya.


"Entahlah bang" Jawab Aldi sambil menggidikkan bahunya.


"Ya udah, intinya kalian berbahagia terus dan cepat buatkan teman untuk Aksa, kalau perlu satu lusin sekaligus" Ucap Lolita lagi.


"Lo kira kita berdua mesin pembuat anak apa" Jawab Satya dengan nada nyolot.


"Loh, kok lo nyolot sih bang" Ucap Lolita tak terima.


"Lah lo minta bayi satu lusin, jebol lah gawang Nara" Balas Satya.


"Jebol tapi lo nikmati juga" Ucap Lolita yang tak mau kalah.

__ADS_1


"......-_-" Satya


"Sudah sudah, kalian ini berantem terus. Nanti di contoh sama Aksa baru tahu rasa" Ucap Nara menengahi perdebatan suami dan adik iparnya itu. Kenapa harus di tengahi? karena kalau engga di tengahi engga ada yang akan ngalah, soalnya mereka berdua sama sama bocah.


"Ya udah kalau gitu kita mau cari makan dulu, bye" Imbuh Lolita, gadis itu kemudian mengajak Aldi untuk pergi mencari makanan.


"Mam...mam...mam" Ucap Aksa tiba tiba.


Aldi dan Lolita yang mendengar itupun menghentikan langkahnya. "Anak mama lapar ya?" Ujar Lolita sambil menatap Aksa.


"Mam...mam...mam...." Ucap Aksa lagi.


Mendengar itu Lolita pun merasa sangat gemas, ia kemudian mencium pipi Aksa dengan gemas hingga membuat bayi berusia tujuh bulan itu tertawa geli.


"Aldi, tolong ambilkan biskuit yang sudah aku siapkan dari dalam tas ku ini!" Pinta Lolita sembari menunjuk kearah tas slempangnya menggunakan lirikan matanya.


Aldi pun membuka tas milik istrinya tersebut, ia kemudian mengambil dua keping biskuit dari dalam tas istrinya dan memberikan kepada Lolita.


Lolita pun menerimanya dan memberikan satu biskuit itu kepada Aksa, Aksa pun menerimanya kemudian memasukan biskuit itu kedalam mulut mungilnya.


"Ayo kita mencari tempat duduk!" Ajak Aldi. Lolita pun menurut dan mereka mencari tempat yang sekiranya kosong dan bisa ia duduki.


Lolita dan Aldi pun akhirnya mendudukkan dirinya disebuah kursi yang berada di pojok. "Kamu mau makan apa biar aku ambilkan?" Tanya Aldi sebelum ia pergi untuk mengambil makanan.


"Ambilkan aku sate ayam" Ucap Lolita dengan bersemangat.


"Baiklah kamu tunggu disini sebentar, aku akan mengambilkan sate untukmu!" Pinta Aldi yang kemudian berlalu pergi untuk mencari sate yang diinginkan oleh Lolita.


Sedangkan Lolita, wanita itu terlihat sedang duduk menunggu Aldi sambil membersihkan mulut Aksa yang terlihat belepotan karena remahan biskuit yang ia makan. "Uuu anak mama belepotan" Ujar Lolita.


"Lolita"


.


.


.


.


.


.


"iya kenapa?"


"Jangan lupa dukungan like dan votenya wokay"


"siap bos"


"pinter"


Papay kakak canteks mau bobo dulu, udah ngantuk banget ga kek biasanya jam dua atau kadang ga tidur semalaman kuat akwkwk.


Author \= Hallo Lolita


Lolita \= Eh ada si author, ngapa thor kelayapan malam malam kagak tidur?


Author \= Lagi galau gue, tadi abis lihat orang mesra mesraan di balkon, peluk pelukan lah gue kagak ada yang meluk :(


Lolita \= Sad, jadi mau di hibur gimana nih sama si Loli?


Author \= Kasih dukungan, sekalian promotin ig gue, siapa tau ada followers cogan mampir ahaaaa :)


Lolita \= Oke siap Thor

__ADS_1


Lolita \= Nah sesuai permintaan author, jangan lupa follow ig author ya zheyeng @indriantika26 namanya.


Tengkyu selamat malam dan selamat tidur semua, mimpi ketemu jodoh ya hehehe


__ADS_2