
Memang benar apa yang dikatakan oleh Aldi, luka lama Lolita menang seperti terbuka kembali, dimulai dari munculnya Rere, Kevin, Caca. Semua itu adalah masalalunya. Tetapi ia tidak pernah menyangka kalau semua akan menjadi seperti sekarang ini, semuanya benar benar tebuka, luka di hati Lolita kembali menganga. Dari awal Lolita memang yang paling tersakiti, dan sekarang pun ia kembali menjadi orang yang tersakiti. Mungkin bedanya ia punya Aldi disebelahnya dan dulu ia tidak memiliki siapa siapa karena Kevinnya pun juga berpaling dan menghianatinya.
Lolita ingin membenci mereka semua yang sudah merusak kebahagiaan dan menghancurkan dirinya, tetapi ia tidak bisa.
Apalagi dengan Rere, mengingat ia pernah berkorban sangat besar terhadap mantan sahabatnya itu, hingga mengorbankan nyawanya. Lolita benar benar tidak bisa.
******
Orang tua Rere bersama dengan Caca dan Kevin terlihat baru saja sampai di Villa yang digunakan untuk acara reuni, mereka masuk kedalam Villa bersamaan dengan orang orang yang keluar mambawa ranselnya.
"Loh bro, lo mau kemana?" Tanya Ethan kepada Kevin yang kebetulan berpapasan di depan pintu.
"Acara reuninya kacau, dan selesai sampai disini, sekarang kita semua akan pulang" Jawab Kevin.
"Jadi benar yang semalam lo ceritakan? Rere sama Lolita berantem?" Tanya Ethan.
Ya, setelah menemui dan mengobrol dengan Rere, Kevin menelfon Ethan dan menceritakan semuanya, tentu saja Ethan langsung memberitahu Caca dan mereka berdua memberitahu kepada orang tua Caca, itu sebabnya mereka sekarang berada di Villa.
"Ya udah, Lo jangan balik dulu" Seru Ethan sembari merangkul bahu Kevin dan mengajaknya putar balik untuk menyusul orang tua Rere yang sudah terlebih dahulu masuk.
"RERE" Teriak papa Rere menggelegar di dalam Villa.
"Pa sabar pa, jangan marah marah terus" Ucap mama Rere sembari mengelus punggung suaminya agar lebih tenang.
"Anak itu sungguh tidak bisa di biarkan begitu saja ma" Ucap papa Rere dengan rahang yang mengeras.
"Tuan, Nyonya kalian datang" Ucap salah satu pelayanan.
"Dimana nona muda pak Iwan?" Tanya papa Rere kepada penjaga Villa paruh baya tersebut.
"Mungkin nona muda sedang berada di kamarnya Tuan" Jawab penjaga Villa tersebut.
"Panggilkan dia sekarang!" Titah papa Rere. Penjaga Villa itu pun langsung berlari menaiki anak tangga untuk memanggilkan anak majikannya.
"Ada apa lagi ini?" Ujar Aldi dingin yang baru saja keluar dari dalam kamar dengan Lolita dan Aksa dan beberapa pelayan yang membantu membawakan barang bawaannya.
Melihat Aldi yang seperti akan marah besar, Amel segera mengambil alih Aksa dari dalam gendongan Lolita dan dibawa keluar terlebih dahulu dengan ditemani Evan.
"Nak Aldi, saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya" Ujar papa Rere sopan kepada Aldi yang sekarang sedang menatapnya tajam.
"Tuan besar, mohon maaf tetapi Non Rere tidak ada di kamarnya Tuan" Ucap Penjaga Villa tersebut.
"Kemana anak itu pergi?" Seru papa Rere dengan kesal dan tentunya penuh dengan amarah.
******
Seorang perempuan kini sedang mendudukan dirinya di tepi pantai, muka kusut dengan mata sembab dan rambut tergerai yang acak acakan menandakan bahwa orang itu kini sedang dalam keadaan yang tidak baik baik saja. Perempuan itu tak lain dan tak bukan ialah Rere.
__ADS_1
Iya, Rere pergi ke pantai setelah kejadian di dapur dengan Aldi, ia bermalaman di pantai tanpa tidur. Ia bahkan tidak memperdulikan dinginkan angin malam yang menerpa kulitnya.
Seseorang berjalan menghampiri Rere dengan baju pantai dan kacamata hitam yang membalut kedua matanya. "Nona kenapa pagi pagi sekali sudah berada di sini? Apakah anda habis menikmati sunrise?" Sapanya.
Rere tidak menghiraukan perkataan orang itu, ia masih asik dengan pikirannya sendiri.
Orang itu pun memutuskan untuk mendudukan dirinya diatas batu karang tepat disebelah Rere, ia membuka kacamatanya, menoleh kearah Rere kemudian berkata "Kita bertemu kembali".
Mendengar itu Rere refleks memutar lehernya menghadap seseorang yang berada disebelahnya. "Lo, Lo ngapain disini?".
Bukannya menjawab orang itu malah tersenyum. "Aku hanya sedang menikmati udara pagi saja, dan kebetulan aku sedang ada tugas disini jadi sekalian mampir, tapi tidak kusangka kalau ternyata kita dipertemukan lagi untuk keduakalinya" Terang orang itu.
"Kamu sendiri ngapain disini pagi pagi sekali dan dengan keadaan yang seperti ini?" Imbuh orang itu.
"Bukan urusan lo" Ucap Rere yang kemudian beranjak berdiri dan berjalan meninggalkan laki laki itu sendiri.
Orang itu hanya menanggapi dengan senyuman sembari memperhatikan Rere yang berjalan semakin menjauh darinya.
******
Dengan langkah gontai Rere memasuki Villa, ia hendak menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Tetapi suara familiar yang menggelegar memanggil namanya itu membuat ia mengurungkan niatnya, memutar badannya dan menatap sosok yang kini sedang berdiri dengan tatapan mata elangnya.
"Dari mana saja kamu?" Tanya orang itu yang tak lain ialah papa Rere.
"Papa" Ucap Rere.
Plaakkkkk
Semua orang yang ada disitu pun menatap tidak percaya tidak terkecuali Lolita dan Kevin.
"Papa menghukum kamu untuk menjadi anak yang lebih baik, tapi apa yang kamu lakukan semalam?" Ujar papa Rere dengan emosi yang membludak.
"Pa, kita bisa membicarakan ini baik baik, tidak perlu dengan kekerasan pa" Ujar mama Rere menenangakan.
"Tidak bisa ma, dia ini sudah keterlaluan. Bisa bisanya dia mengatakan j**ang kepada Lolita, Lolita bahkan temannya sendiri" Ujar papa Rere.
"DIA BUKAN TEMAN AKU" Teriak Rere sembari menatap Lolita dengan tajam. Matanya pun memanaskan dan mulai berkilat kilat.
"DIAM KAMU RERE" Bentak sang papa.
"PAPA MEMBELA WANITA J**ANG ITU? DIA SUDAH MEREBUT ALDI DARI RERE PAPA, DIA SUDAH MEREBUT KEBAHAGIAAN RERE" Teriak Rere yang tidak terima dibentak.
Plakkkk
Satu tamparan keras kembali mendarat di pipi mulus Rere.
"Apa yang sudah Lolita rebut dari kamu? Dia tidak pernah merebut apapun milik kamu, Aldi dan Lolita bahkan terlebih dahulu mengenal dari pada kamu" Ujar sang papa.
__ADS_1
"Asal kamu tahu, Lolita sudah mengorbankan--"
"CUKUP OM" Teriak Lolita hingga membuat Hans menghentikan Kalimatnya.
"Lolita, biarkan anak tidak tahu terimakasih ini tahu yang sebenarnya nak" Ujar papa Rere dengan suara yang merendah kepada Lolita.
"Om sudah berjanji" Ujar Lolita.
"Berkorban apa? Apa yang ia korbankan untuk aku? Dia tidak pernah berkorban untuk aku, dia sama sekali tidak pernah berkorban untuk diriku. Oh iya atau mungkin maksud papa adalah Kevin? Kalau itu yang papa maksud itu semua salah, dia tidak pernah mengorbankan apa apa, Aku dan Kevin memang murni saling mencintai, jadi dia tidak pernah berkorban selama ini" Seru Rere. Air mata gadis itu kini sudah mengalir layaknya air sungai.
"Tutup mulutmu, sekarang kita pulang dan papa akan mengirimmu ke London sekarang" Ujar sang papa.
"Enggak, Rere enggak mau, Rere mau Aldi, Rere akan memperjuangkan Aldi. Asal papa tahu, disini Rere lah pihak yang paling tersakiti, bukan j**ang itu, kenapa malah dia yang mendapatkan semuanya" Seru Rere sembari menunjuk kearah Lolita.
"RERE CUKUP, YANG BENAR ADALAH LOLITA YANG SELAMA INI BERADA DI PIHAK YANG PALING TERSAKITI" Teriak Caca yang akhirnya membuka suara.
"Caca, jadi sekarang lo juga ikut membela dia?" Seru Rere kepada Caca yang kini sudah berdiri dihadapannya.
"Lo itu seharusnya sadar Re, selama ini Lolita banyak mengalah untuk kita, dan lo selalu ingin merebut apa yang dimiliki Lolita, lo itu sudah benar benar keterlaluan Re" Seru Caca.
"Gue keterlaluan? Dia yang keterlaluan" Seru Rere tidak terima.
Entah seperti apa masalalu mereka di SMP sehingga membuat Rere sangat membenci Lolita, sepertinya tidak hanya tentang Kevin, melainkan ada yang lain.
"Regan" Aldi memanggil Regan dan melemparkannya kunci mobil miliknya.
"Kita pulang sekarang" Pinta Aldi. Ia langsung menarik tangan Lolita dan mengajaknya keluar dari Villa tersebut diikuti dengan Regan, Yolan dan Sisi. Sedangkan yang lain sudah kembali terlebih dahulu. Sisi memang memutuskan untuk kemabali dengan teman temannya, jadi ia meminta kepada kekasihnya itu untuk pulang terlebih dahulu.
Semua orang pun hanya memandangi kepergian Lolita dkk.
"Sekarang kamu juga pulang!" ucap papa Rere sembari menarik tangan Rere menuju parkiran.
.
.
.
.
.
.
.
Welcome Agustus, kita sambut awal bulan baru dengan kisah Aldi dan Loli yang masih penuh lika liku🤗
__ADS_1
semoga di bulan baru Readers nya nambah banyak, vote dan likenya meningkat, dan pandeminya juga cepat kelar Aamiin
Jangan lupa follow ig saya juga @indriantika26 oke Terimakasih