
Besoknya Aldi datang kerumah Lolita. Tetapi ia tidak mendapati Lolita dirumahnya karena hari ini Lolita ada jadwal cuci darah di rumah sakit barunya. Tentu saja dengan ditemani Andra karena Nita kini sedang menjaga Aksa dengan di bantu baby sitter Wilda.
Suara ketukan pintu membuat Nita yang sedang bermain dengan Aksa itu terpaksa menghentikan aktivitasnya. "Sayang, nenek buka pintu dulu ya" Ujar Nita.
"Wilda, saya titip cucu saya sebentar ya" Pinta Wilna.
"Iya buk" Jawab Wilda.
Nita pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke pintu untama. Dibukanya pintu rumahnya, terlihat Aldi kini berdiri didepan rumahnya.
"Eh Aldi, ayo masuk" Ujar Nita mempersilahkan menantunya itu untuk masuk kedalam rumah.
"Iya ma" Jawab Aldi yang kemudian berlalu masuk kedalam rumah. Laki laki itu menyusul Aksa yang terlihat sedang asik bermain dengan ditemani oleh baby sitternya.
"Hallo anak papa" Seru Aldi. Laki laki itu kemudian menggendong Aksa dan membawanya duduk disofa.
"Aduh anak papa semakin ganteng aja" Aldi mendaratkan beberapa ciuman di wajah Aksa.
"Papa kangen banget tau nggak sih" Imbuh Aldi lagi.
Nita mendudukan dirinya di sofa yang ada di sebelah Aldi "Seneng ya Aksa main sama papa" Ujar Nita ketika melihat Aksa bermanja manja dengan Aldi.
Aldi menoleh ke arah Nita, ia melihat rumah terlihat sepi. "Oh iya ma, Loli dimana?" Tanya Aldi.
Mendengar pertanyaan menantunya. Senyum di wajah Nita seketika memudar. Perempuan parubaya itu sejenak terdiam.
"Ma" Ujar Aldi lagi.
"Ah iya kenapa Al?" Tanya Nita dengan sedikit terkejut.
"Mama kenapa? Mama sakit?" Tanya Aldi.
"Nggak kok Al, mama nggak apa apa, oh iya tadi kamu tanya apa sama mama?" Ujar Nita sembari mengulas senyum dibibirnya.
"Aldi tanya, Loli dimana?" Ujarnya mengulangi pertanyaannya.
"Lolita sedang nggak dirumah Al" Ujar Nita. Ia sengaja tidak memberitahukan kemana Lolita pergi sesuai janjinya terhadap putri bungsunya.
"Sama siapa?" Ujar Aldi.
"Tadi sih pergi sendiri, nggak tahu sekarang" Bohong Nita. Ia hanya ingin menjaga perasaan menantunya.
Aldi hendak menyahuti perkataan Nita, tetapi ponselnya tiba tiba berdering. Diambilnya benda berbentuk pipih itu dari dalam saku celananya. Nama sekretarisnya itu memenuhi layar ponselnya.
"Hallo, kenapa mbak?" Ujar Aldi setelah mendekatkan benda benda pipih itu kedekat daun telinganya.
"Hallo mas, ini ada tamu yang ingin menemui Anda" Ujar Sekretaris Viona.
"Siapa mbak?" Tanya Aldi.
"Nona Felisha"
__ADS_1
"Suruh Felisha menunggu sebentar, saya akan kesana sekarang" Ujar Aldi.
"Baik mas"
Sambungan telfon pun terputus, Aldi kembali menyimpan ponselnya kedalam saku jasnya.
"Dari kantor ya?" Tanya Nita.
"Iya ma, kayaknya Aldi harus pergi sekarang" Ujarnya.
"Iya nggak apa apa, sini Aksa sama nenek, papa mau kembali kerja dulu" Seru Nita sembari mengulurkan tangannya kepada Aksa. Aksa pun langsung menerima uluran tangan Aksa dan langsung mengambil alih Aksa dari gendongan sang papa.
"Ya udah ma kalau gitu Aldi pergi dulu ya" Pamitnya. Setelah itu Aldi pun langsung berjalan keluar dari rumah mertuanya itu, dan Nita pun mengantarkan sampai dihalaman depan.
******
Aldi masuk kedalam ruangan kerjanya sembari melepaskan jas yang dikenakannya dan disimpan di tempat yang semestinya. Laki laki itu kemudian menuangkan dua gelas air dari dalam dispenser yang berada di ruang kerjanya dan membawanya menuju ke sofa dimana Felisha sedang duduk dengan salah satu kakinya yang diatas paha dan tangannya yang sibuk membolak balikan sebuah berkas kerjasama.
"Gue sudah mempelajari semuanya dan mungkin lusa kita sudah bisa memulai pembangunannya" Ujar Felisha sembari meletakan berkas yang di bawahnya tadi di atas meja yang ada didepannya.
Aldi terlihat sedang sibuk menikmati air dari dalam cangkir yang dipegangnya. Ia sepertinya tidak tertarik untuk membahas pekerjaan dengan Felisha.
"Aldi" Panggil Felisha.
"Dia sudah kembali" Seru Aldi. Tatapan yang tadinya lurus kini beralih menatap kearah Felisha yang menatapnya dengan tatapan bertanya tanya.
"Dia? Lolita maksud lo?" Ujar Felisa.
"Bagus dong, jadi lo nggak perlu susah susah mencari keberadaan Lolita lagi dan bisa segera memperbaiki hubungan kalian karena kesalah pahaman kemarin" Terang Felisha.
"Dia kembali kesini, tapi tidak kembali kepadaku" Saut Aldi.
******
"Apa tidak lebih baik lo menginap saja? Keadaan lo semakin hari sepertinya semakin memburuk" Ujar Andra.
"Gue masih kuat Ndra" Jawab Lolita dengan senyuman yang dipaksakan.
"Lo serius?" Ujar Andra memastikan.
"Iya" Jawab Lolita mantap.
Keduannya pun berjalan beriringan menuju ke tempat dimana mobil Andra diparkirkan. Keduanya langsung masuk kedalam mobil dan Andra pun segera melajukan mobilnya menuju ke rumah Lolita.
Sepanjang perjalanan hanya diisi dengan keheningan, Andra sibuk dengan kemudinya sedangkan Lolita sibuk dengan pikirannya. Sampai akhirnya keduanya pun sampai di rumah Lolita.
Andra yang terlebih dahulu turun dari mobilnya itu membantu Lolita untuk membukakan pintu untuknya.
Keduanya berjalan beriringan dengan masuk kedalam rumah yang pintunya tidak terkunci.
"Assalamualaikum ma, Loli pulang" Seru Lolita.
__ADS_1
"Waalaikumsalam" Jawab Nita sembari berjalan menghampiri si bungsu.
Lolita dan Andra bergantian mencium punggung tangan Nita. "Mending sekarang kamu langsung ke kamar gih istirahat!" Titah Nita.
"Iya ma" Lolita pun berlalu menuju ke kamarnya, tetapi sebelumnya ia minta maaf kepada putranya karena tidak bisa menemaninya untuk bermain.
"Silahkan duduk nak Andra" Ujar Nita mempersilahkan Andra untuk duduk.
"Iya Tante terimakasih, tapi Andra harus balik sekarang Tan karena ada sesuatu yang harus di urus" Tolaknya secara halus.
"Oh begitu ya, ya sudah hati hati ya" Ujar Nita.
"Iya Tante" Andra segera berlalu dari rumah Lolita.
Nita yang melihat kepergian Andra itu kemudian berjalan menuju ke kamar putrinya. Pintu kamar yang tidak tertutup dengan sempurna itu membuat Nita tanpa ragu langsung membukanya.
"Sayang" Panggilnya kepada Lolita yang kini terlihat sedang duduk bersandar disandaran ranjang.
"Iya ma" Lolita yang tadinya menatap kesembarang arah itu mengalihkan tatapannya kearah mamanya yang sekarang sudah duduk tepat didepannya.
Senyuman manis Lolita lemparkan kepada Aksa putranya "Hai sayang" Sapanya.
"Bagaimana keadaan kamu?" Tanyanya.
"Ya seperti ini" Jawabannya dengan senyum di bibirnya.
"Lolita" Panggil Nita lagi.
"Ijinkan papa kamu mendonorkan satu ginjalnya buat kamu sayang" Imbuhnya.
*******
Angin malam terasa sangat dingin ketika menerpa tubuh ringkih Lolita yang kini sedang asik di balkon kamarnya. Matanya menatap bintang bintang yang bertebaran dengan indahnya.
Lolita memeluk tubuhnya menggunakan kedua tangannya. Bayangan Aldi ketika memeluknya saat malam hari seperti ini tiba tiba melintas diingatnya.
Senyum getir pun melesat dari bibir pucatnya, Lolita kemudian memejamkan matanya hingga cairan bening ikut tersapu disana.
"Aldi, aku merindukanmu" Gumamnya dengan suara pelan. Cukup lama mata Lolita terpejam hingga akhirnya tubuhnya tiba tiba menengang tatkala sebuah tangan kokoh memeluk tubuhnya dari belakang kemudian membisikkan kaliamat yang mampu menyengkan hati namun terasa sangat menyesakkan "Aku juga sangat merindukanmu"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1