Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Keributan


__ADS_3

"Wah, ternyata ada sepasang mantan yang sedang berduaan mengingat kenangan" Ucap Rere yang tiba tiba muncul. Ia hendak menuju ke halaman belakang untuk bergabung dengan yang lainnya, tetapi malah tidak sengaja bertemu Kevin dan Lolita.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu?" Tanya Lolita sembari menatap Rere tajam.


"Kenapa? Apa kalian sedang mengenang masalalu dan ingin berbalikan?" Tanya Rere dengan senyum meledek.


"Jaga bicaramu, kita tidak sedang mengenang, apalagi mengenang masalalu dan ingin berbalikan" Sargah Kevin.


"Kevin? Lo membelanya? Apakah lo masih ada rasa sama dia wanita ****** yang berkencan dengan om om?" Ujar Rere sambil menatap Lolita rendah.


"TUTUP MULUT SAMPAH MU ITU, LOLITA TIDAK PERNAH BERKENCAN DENGAN OM OM" Teriak Kevin emosi.


Mendengar teriakan adanya keributan, semua orang pun berhamburan menyusul asal suara keributan tersebut. Mereka semua mulai membicarakan Lolita yang berkencan dengan om om.


"Bukankah itu memang kebenarannya? Lolita wanita yang sok polos dan sok suci ini berkencan dengan om om, atau jangan jangan dia bisa menikah dengan Aldi karena dia sudah menggoda Aldi dengan tubuh murahannya itu?" Ujar Rere lagi.


Plakkkk


Tangan Lolita pun mendarat dengan mulus di pipi kanan Rere.


"BERANI SEKALI LO NAMPAR GUE ******" Teriak Rere sembari memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan Lolita yang tidak bisa dikatakan pelan.


"JAGA BICARAMU DAN TUTUP MULUTMU ITU" Ucap Lolita sembari menegaskan jari telunjuknya dihadapan Rere.


"KENAPA? APA LO SEKARANG MERASA MALU KARENA TEMAN TEMAN LO MENGETAHUI YANG SEBENARNYA?" Sarkas Rere sembari tersenyum meremehkan.


"TUTUP MULUT MU ITU" Ucap Kevin sembari mantap Rere tajam dan mengeraskan rahangnya.


"Kenapa lo bela dia? Lo masih suka sama dia?" Tanya Rere kepada Kevin sehingga berhasil membuat Kevin bungkam.


"Gue tahu Lolita, Lo masih suka kan sama Kevin? Kalian berdua saling mencintai kan? Kenapa lo tidak bercerai saja dengan Aldi dan kembali kepada Kevin, dan membiarkan gue sama Aldi hidup dengan bahagia" Ujar Rere yang semakin membuat amarah Lolita memuncak.


Plakkkkkk


Lolita kembali menampar pipi Rere dengan sangat keras, bahkan lebih keras dari sebelumnya hingga menyebabkan sudut bibi Rere pecah dan mengeluarkan darah.


"Lo dengar baik baik, gue engga akan pernah meninggalkan Aldi dan membiarkan lo merebut Aldi dari gue" Ucap Lolita dengan penuh penekanan.


"Apa yang perlu lo pertahanan hah? Cinta? Lo fiikir Aldi cinta sama lo? Hahaha" Ucap Rere sembari tertawa dan menghapus jejak darah dari sudut bibirnya dengan kasar.


"Jika Aldi cinta sama lo? Mana buktinya? Dia bahkan tidak ada disini untuk membela lo lagi" Imbuh Rere dengan senyum meledek.


Lolita bungkam, ia menatap Rere dengan tajam. Sedangakan semua orang mulai membicarakan Lolita yang tidak tidak. Apalagi mereka tidak menemukan Aldi disekitar mereka untuk membela Lolita.

__ADS_1


"KALIAN SEMUA DIAM!!!" Bentak Sisi kepada semua orang yang membicarakan jelek Lolita.


"KALIAN ITU TIDAK TAHU APA APA JADI KALIAN SEMUA CUKUP DIAM!!!" imbuh Sisi lagi.


"Apa sekarang lo mau bilang apa? Lo mau bilang kalau Aldi cinta sama lo? Tapi buktinya dia engga nolongin lo" Cerca Rere lagi.


"Asal Lo tahu Lolita, semua kalimat cinta yang dikatakan Aldi adalah omong kosong" Imbuh Rere dengan menegaskan jari telunjuk dihadapan Lolita.


Melihat Aldi tidak kunjung datang membuat Lolita berfikir yang macam macam, otaknya mulai mengiyakan perkataan Rere.


"Lolita lo jangan dengerin omong kosong ****** itu" Seru Evan. Tetapi Lolita hanya diam.


"GUE DISINI" Teriak Aldi. Ia kemudian berjalan menerobos teman temannya dan berdiri disebelah Lolita sembari menatap Lolita yang kini sedang menatapnya.


"A...Aldi" Ucap Rere dengan terbata bata.


******


"Tapi kenapa dia melakukan itu?" Tanya Caca kepada Ethan.


"Entahlah, apa jangan jangan...." Ethan menggantungkan ucapannya.


"Jangan jangan apa?" Tanya Caca penasaran.


"Di rumah sepupunya katanya" Jawab Caca.


"Bohong, dia bohong dia pasti sekarang berada di Villa milik keluarganya yang ada di Garut dan mungkin sekarang dia sedang membuat masalah di sana" Terang Evan.


"Lo kenapa bisa berfikir macam itu?" Tanya Caca.


"Karena waktu itu gue sedang membicarakan masalah Reuni SMA dengan Kevin di salah satu cafe dekat kampus, dan gue seperti lihat orang dengan seragam pelayanan mirip dengan Rere disitu" Terang Ethan.


"Vanilla cafe, iya Rere kerja disitu" Ucap Caca.


"Dia pasti mendengar semua percakapan gue sama Kevin makannya dia ngechat gue seperti itu" Ujar Kevin.


"Tapi kenapa? Kenapa dia mesti kesana dan membuat keributan?" Tanya Caca.


"Karena disana ada Aldi dan Lolita" Jawab Ethan yang berhasil membuat Caca membulatkan matanya dengan sempurna.


*****


"Semuanya bubar dan kembali ke kamar masing masing!!!" Titah Aldi kepada semua teman temannya.

__ADS_1


Melihat Aldi yang ramah kini sedang marah dan terlihat berbeda, mereka semua langsung pergi dan berlalu dari tempat itu menuju kamar mereka masing masing. Kecuali, Amel, Sisi, Yolanda, Evan dan Regan. Sedangakan Andra ia segera mengajak kekasihnya masuk kedalam. Begitu juga dengan kekasih Sisi yang tahu kondisi.


"Lo ikut gue!" Kevin dengan kasar menarik tangan Rere dan mengajaknya menjauh dari Aldi dan Lolita.


"Kamu tidak apa apa?" Tanya Aldi sembari menangkup kedua pipi Lolita.


Tetapi Lolita hanya diam tak menghiraukannya. Netra coklat Lolita bertemu dengan Netra coklat pekat milik Aldi. Ia menatap dalam mata Aldi.


"Kenapa?" Tanya Aldi lembut.


"Apakah benar semua kalimat cinta yang kamu katakan itu hanyalah omong kosong? Selama ini kamu tidak pernah mencintai aku?" Tanya Lolita dengan mata yang berkaca-kaca.


"Bicara apa kamu? Tentu saja itu tidak benar, aku sangat mencintai kamu. Jika saja aku tidak mencintaimu aku tidak mungkin mau menikah dengan kamu" Terang Aldi, ia hendak menarik Lolita kedalam pelukannya tetapi dengan segera Lolita menepisnya.


"Kamu lupa? Kita menikah karena dijodohkan bukan karena cinta" Seru Lolita.


"Kamu meragukan cinta aku ke kamu? Kamu tidak ingat semua ucapanku yang mengatakan kalau aku itu sudah mencintai kamu sejak masih duduk di bangku SMP?" Ujar Aldi sembari menatap dalam manik mata Lolita.


"Jika benar, kenapa dulu kamu menolak perjodohan itu?" Tanya Lolita lagi. Hatinya sekarang benar benar merasa ragu akan perasaan Aldi.


"Itu semua hanya karena aku berfikir kalau dulu kamu menyukai Andra, kamu tidak akan bahagia kalau bersamaku" Terang Aldi.


"Apakah setelah semua ini kamu meragukan ku hanya karena omongan sampah orang lain dan aku telat datang?" Imbuh Aldi lagi.


Cairan bening pun akhirnya lolos dari pelupuk mata indah Lolita, mengalir membasahi pipi mulus Lolita. Ia menggelengkan kepalanya pelan. "Aku mencintaimu Aldi".


Mendengar itu tubuh Aldi yang menegang seketika melemas, ia takut jikalau Lolita itu benar benar meragukannya dan memilih untuk mengakhiri semuanya. Ia langsung menarik tubuh Lolita kedalam pelukannya mengelus dengan sayang rambut Lolita yang tergerai panjang. "Aku juga mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. Ku mohon jangan pernah percaya dengan omong kosong seseorang yang mengatakan kalau aku tidak mencintaimu, mereka itu tidak tahu perasaan aku ke kamu." Ujar Aldi kemudian mencium puncak kepala Lolita dengan sayang.


Lolita pun menganggukkan kepalanya, wajahnya masih tenggelam dalam dada bidang Aldi.


Aldi menjauhkan sedikit wajah Lolita, ia menghapus jejak air mata yang membasahi wajah cantik istrinya menggunakan ibu jarinya.


"Ya udah ayo kita kembali ke kamar!" ajak Aldi. "Dan ingat, jangan pernah percaya dengan kata kata orang yang mengatakan bahwa ungkapan perasaan aku ke kamu itu omong kosong, karena yang tahu perasaan aku itu hanya aku, kamu, dan Tuhan" Ujar Aldi sembari menujuk dadanya, dada Lolita dan menunjuk ke atas.


Lolita pun menganggukkan kepalanya paham.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan like, follow juga ig author @indriantika26 dan jangan lupa baca novel author yang berjudul DaRain Love Story terimakasih


__ADS_2