
Aldi masuk kedalam sebuah ruangan dengan pintu bercat putih dengan angka 12 tertera didepan pintu tersebut. Seorang perempuan yang hendak membuka handle pintu yang berada disebelahnya itu pun mengurungkan niatnya tatkala melihat Aldi masuk kedalam situ.
"Siapa yang sakit?" Gumam gadis itu.
Aldi masuk kedalam terlebih dahulu, sedangkan gadis itu masih setia memandangi pintu yang sekarang sudah tertutup dengan rapat itu. "Lebih baik nanti malam gue melihatnya sendiri" Gumam perempuan itu yang kemudian masuk kedalam ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Aksa.
*****
"Ini Aldi belikan ayah dan bunda teh anget" Ujar Aldi sembari meletakan kantung plastik yang berisikan dua cup teh anget diatas meja dimana Wilna dan Putra kini sedang duduk diatas sofa.
"Terimakasih sayang" Ucap Wilna.
Aldi menganggukkan kepalanya, ia Mengambil jus strawberry dan diberikan kepada Aldo, dan yang satunya lagi ia berikan kepada Lolita. "Aku belikan juga buat kamu" Ujar Aldi sembari menyerahkan gelas plastik berwarna bening yang berisikan air berwarna merah muda.
"Letakkan dulu disitu, aku akan meminumnya nanti" Ujar Lolita sembari menunjuk nakas menggunakan lirikan matanya.
"Sayang, nanti kalau sudah tidak dingin tidak enak" Ujar Aldi.
"Baiklah" Lolita pun menerimanya kemudian meneguknya.
"Kamu jangan terlalu khawatir, Aksa tidak akan kenapa napa" Ucap Aldi sembari mengacak-acak rambut Lolita.
Lolita pun menganggukkan kepalanya sembari meneguk jus strawberrynya.
*****
Malam harinya,
Lolita terlihat sedang merapikan selimut Aksa, bayi kecil itu kini terlihat sudah terlelap setelah kelelahan menangis, terlihat sangat jelas dari ujung hidungku yang masih memerah.
"Cepat sembuh sayang" Ucap Lolita lembut sembari mencium kening Aksa dengan sayang.
Pintu ruangan Aksa tiba tiba terbuka, Lolita tidak berniat untuk melihat siapa yang datang karena ia fikir itu adalah Aldi yang kambali dari depan setelah mengantarkan kedua orang tua dan adiknya, tetapi ternyata dugaannya salah setelah ia mendengar sosok itu memanggil namanya.
Lolita dengan segera membalikkan badannya. "Lo, ngapain disini?" Tanya Lolita dengan nada bicara yang tidak senang, pun dengan tatapannya.
"Gue kesini karena gue penasaran siapa yang sedang sakit, karena tadi gue tidak sengaja bertemu dengan Aldi saat di kantin" Ujar perempuan itu sembari berjalan mendekat kearah Lolita untuk melihat siapa sekarang yang sedang terbaring diatas brankar.
"Anak lo sakit? Kenapa?" Tanya perempuan itu dengan nada yang berubah menjadi khawatir.
__ADS_1
"Terkena tifus" Jawab Lolita apa adanya.
"Astaga, kasian sekali" Ucap perempuan itu sembari berjalan untuk lebih mendekatkan kearah Aksa. Tetapi tiba tiba langkahnya terhenti tatkala suara Lolita menghentikannya.
"Jangan mendekati anakku Caca" Ucap Lolita dengan tegas. Ya perempuan itu adalah Caca. Ia sedang berada dirumah sakit karena menemani mama Rere. Iya mama Rere tadi mendadak pinsan sesaat setelah mereka berdua saling bertukar suara. Karena papa Rere sedang ada urusan yang sangat penting jadi beliau tidak bisa menjaga mama Rere dan menitipkan istrinya itu kepada Caca.
"Kenapa?" Tanya Caca sembari menatap Lolita dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
"Gue engga akan biarin lo buat nyentuh putra gue, dan lebih baik lo sekarang keluar dari ruangan putra gue" Tegas Lolita sembari menunjuk kearah pintu yang tertutup dengan sempurna.
"Lolita, gue kan sudah pernah meminta maaf sama lo, apa lo masih benci sama gue?" Tanya Caca dengan suara sendu.
"Engga ada yang perlu dibicarakan, Lebih baik sekarang lo keluar" Seru Lolita.
"Lolita-"
"Sayang, kenapa?" Ucapan Caca terhenti tatkala pintu yang semula tertutup dengan rapat kini terbuka dengan lebar dan menampilkan sosok Aldi didepannya.
Tidak mendapat respon dari istrinya, Aldi mengalihkan perhatiannya, melihat apa yang sekarang dilihat istrinya. "Lo, kenapa lo bisa disini?" Tanya Aldi dengan suara tajam.
"Gue engga bermaksud apa apa, gue cuma penasaran kenapa lo ada dirumah sakit dan kebetulan ruangan inap anak kalian bersebelahan sama ruang inap tante Kanaya, jadi gue mampir untuk melihat" Terang Caca.
"Tidak kenapa kenapa, beliau hanya kelelahan dan sedikit stres karena terlalu memikirkan Rere" Terang Caca.
"Oiya Lolita, kabar baik buat lo. Rere sekarang sudah tidak tinggal di Indonesia, om Hans sudah mengirimnya ke London semalam, jadi sekarang lo, Aldi dan Aksa bisa manjadi satu keluarga yang utuh dan tenang" imbuh Caca. Setelah mengatakan kalimat panjang lebar tersebut ia memutuskan untuk pergi dari ruangan itu, melewati Lolita yang diam membisu dan Aldi yang setia didepan pintu.
Setelah kepergian Caca, Aldi segera menutup pintunya, ia berjalan mendekati Lolita dan merangkul bahu istrinya. "Sayang, sudah tidak perlu kamu pikirkan soal wanita itu, sekarang yang terpenting adalah kesehatan Aksa dan juga kita bisa tenang karena" Ujar Aldi lebih sembari merapikan beberapa surai Lolita yang menutupi sebagian wajahnya.
"Lebih baik sekarang kamu tidur, karena kamu juga butuh istirahat. Pasti lelah kan seharian jagain Aksa" Imbuh Aldi lagi.
"Mending kamu aja yang istirahat, aku akan begadang dan menjaga Aksa malam ini" Tolak Lolita dengan lembut.
"Kamu tidurlah dengan Aksa, biar Aku yang akan menjaganya" Seru Aldi.
"Tapi-"
Belum selesai Lolita mengatakan kalimatnya, Aldi sudah terlebih dahulu mengendong tubuh Aksa dan membaringkan perempuan itu diatas tempat tidur tepat di sebelah Aksa yang terlihat masih sangat luas.
"Kasur ini sangat besar, ikutlah tidur disini" Ujar Lolita setelah ia berbaring dengan nyaman.
__ADS_1
"Tidak, kamu dan Aksa saja, aku akan beristirahat disofa" Ucap Aldi yang kemudian mencium kening Lolita dan merapikan selimut istrinya.
Setelah itu Aldi pun berjalan menuju sofa, merebahkan dirinya yang terasa sangat lelah.
*****
Sekarang pukul 02.15 a.m
Lolita kini terlihat sedang menggendong Aksa yang sedang menangis sembari mencoba untuk menenangkan baginya itu. Ia bingung apa yang membuat si kecil terus saja menangis. Padahal demamnya sudah turun meskipun belum sepenuhnya. Infus di tangan Aksa pun sudah dilepas karena anak itu terus saja menangis.
"Sayang kenapa nangis terus, apa kamu merasa pusing" Ucap Lolita dengan nada khawatir.
Ia melirik Aldi yang masih terlelap, laki laki itu sepertinya benar benar merasa sangat lelah hingga tidak mendengar tangisan Aksa yang lumayan kencang.
Sunyi, itulah sekarang yang tergambar dalam suasana rumah sakit itu sekarang. Bagiamana tidak sunyi? Sekarang adalah dini hari, semua pasien pastinya sedang tertidur. Mungkin juga para dokter yang mendapat tugas shift malam, pastinya mereka sedang beristirahat. Tetapi tidak dengan Lolita yang mencoba terus menenangakan Aksa. Mungkinkah bayi itu merasa takut? Lapar? Atau kenapa?.
Lolita merasa sangat lelah, ia akhirnya memutuskan untuk membangunkan Aldi. "Aldi" Ucap Lolita sembari menggoyang goyangkan tubuh suaminya itu agar terbangun.
"Aldi bangunlah, Aksa sedari tadi menangis" Ucap Lolita dengan nada yang sedikit lebih tinggi.
Aldi pun akhirnya membuka matanya. "Aksa kenapa nangis lagi?" Tanya Aldi dengan suara serak khas bangun tidur.
"Aku juga tidak tahu, sekarang kan Aksa sedang sakit, mungkin ia merasa tubuhnya sakit semua, panggilah dokter dan minta ia memeriksa Aksa" Pinta Lolita.
"Baiklah" Aldi pun beranjak berdiri untuk memanggil sang dokter.
.
.
.
Lolita takut Aksa diapa apain wkwkwk
Maafkan karena kemarin ada kesalahan sampe double up
dan buat kalian yang tanya tanya masalah novel sisi udah Author buat pengumuman di ig ya, jadi buat kalian yang udah follow ig @indriantika26 dan udah baca histori aku pasti tahu
Jangan lupa dukungannya, Terimakasih.
__ADS_1