
"Maaf saya terlambat" ucap Aldi yang baru saja memasuki ruangan yang akan digunakan untuk meeting.
"Oh Tuan Aldi sudah tiba" ucap seorang laki-laki yang sepertinya masih seumuran dengan Satya.
Aldi dan laki-laki itu pun saling berjabat tangan.
"Oh iya silakan duduk Tuan Aldi" ucap laki-laki itu mempersilahkan.
Aldi pun mendudukkan dirinya di ikuti dengan laki-laki itu dan juga sekretaris Viona.
🌼
Malam hari,
"Jagoan Mama tumben belum tidur nungguin Papa pulang ya?" ucap Lolita mengajak bicara Aksa yang kini sedang tiduran di tempat tidur miliknya dan Aldi.
"Eh tangannya jangan dimasukkin ke mulut dong sayang" ucap Lolita lagi sambil menurunkan tangan Aksa dari mulut mungilnya.
"Aaa.... Uuuhh... Ooohhh..." Celetoh baby Aksa. "Apa sih Mama nggak tahu Aksa ngomong apa" Balas Lolita.
"Aaaa... uouohhh... Ohh.. hhh" Aksa terus saja berceletoh tak henti hentinya.
"Bahasa kamu terlalu Saturnus nak untuk mama yang Neptunus hahaha....." Ucap Lolita yang malah disambung dengan tawa.
"Nggak papa deh Saturnus asal jangan Pluto, sad kagak dianggap" Imbuh Lolita.
Sedangkan Aksa memainkan tangannya sambil menatap Lolita dan sesekali tertawa mendengar celotehan mamanya yang ngebucin tingkat Jupiter.
Dug
Kaki Aksa yang menendang-nendang itu tidak sengaja mengenai p******* Lolita ketika wanita itu duduk dengan posisi condong agar wajahnya dan wajah Aksa lebih dekat.
"Aduh... kok mama ditendang dikira bola apa ya" gumam Lolita.
"Hooo...haaa..haa....ooo" Celetoh Aksa.
"Aaa... Jagoan mama kode keras mau minum susu ya, kode keras segala kenapa sih, mending langsung ngomong hehe" Ucap Lolita sambil terkekeh.
"Untung mama peka ngga seperti papa" imbuh Lolita.
Lolita kemudian mengangkat tubuh mungil Aksa, merubah posisinya menjadi duduk di tepi ranjang dengan posisi membelakangi pintu sambil menyusui Aksa.
"Semangat banget ya Aksa nyusunya, tidak kalah semangat seperti Papanya" ucap Lolita ketika melihat Aksa mengedot p**** dengan rakusnya.
"Semangat apanya?" tanya Aldi yang baru saja tiba di kamar. Tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Aldi langsung saja memeluk tubuh Lolita dari belakang.
"Eh Aldi udah pulang?" tanya Lolita.
"Hmm" balas Aldi dengan berdeham. Laki-laki itu kini sibuk menciumi rambut Lolita yang tergerai dengan harum strawberry. Kemudian menyembunyikan wajahnya diceruk leher Lolita.
Aldi meringis ketika melihat Aksa yang sangat rakus menyusui itu. "Rakus banget" cibir Aldi.
"Iya soalnya Aksa takut kalau nanti kamu rebut" balas Lolita sambil terkekeh.
"Dasar bagi-bagi sama Papa, Papa juga mau dapat bagian" ucap Aldi. Lolita memutar lehernya sedikit untuk bisa menatap Aldi.
"Kamu juga mau minum susu?" tanya Lolita.
"Enggak lah tapi gue cuma mau ini" ucap Aldi sambil meremas p****** Lolita yang masih terbungkus rapi.
Kemudian turun dari tempat tidur dan berlari menuju ke kamar mandi.
"Astagfirullah sabar" gumam Lolita. Rasanya ia ingin mengeluarkan kebar barannya dan teriak sekencang mungkin. Namun itu tidak mungkin karena sekarang ia sedang memangku Aksa.
"Jangan seperti papamu nak, kurang ajar sekali main di depan bocil" ucap Lolita sambil menatap Aksa.
🌼
__ADS_1
Kediaman Kevin.
"Kevin kamu tidak bisa menolak perjodohan ini" ucap Papa Kevin.
Tapi Pa, Kevin tidak cinta sama cewek itu lagian juga Kevin sudah punya orang yang kita cintai" bantah Kevin.
"Siapa orang yang kamu cintai?" tanya Papa Kevin.
"Lolita" Jawab Kevin dengan percaya diri.
"Lolita...?. Lolita bukannya gadis...." Mema Kevin menggantungkan kalimatnya untuk mengingat nama Lolita.
"Iya dia adalah teman SMP Kevin yang pernah Kevin aja main ke sini" saut Kevin.
"Bukannya gadis itu sudah kamu tinggal lama?" Tanya sang papa.
"Iya tapi sekarang Kevin menyesal dan Kevin cinta sama dia. Papa dan mama tolong ngertiin perasaan Kevin dong" ucap Kevin dengan kesal.
"Baiklah papa kasih kamu waktu satu minggu untuk membawa gadis yang kamu sukai itu ke hadapan papa. Jika gagal maka kamu harus mau papa jodohkan dengan gadis pilihan papa" putus papa Kevin akhirnya.
"Oke Kevin akan bawa dia ke hadapan Papa" jawab Kevin lalu pergi meninggalkan papa dan mamanya.
🌼
"Lo yakin bisa luluhin si Aldi kok gue seperti nggak yakin ya?" Tanya Devi.
Mereka bertiga kini sedang berkumpul di kamar Disa. "Gue pasti bisa dapatin Aldi dan menyingkirkan Lolita Lolita itu" Jawab Disa. "Ini adalah kesempatan buat gue bisa deketin Aldi dengan suatu Alasan yang kuat" Imbuh Disa.
"Lagian kenapa enggak lu terima aja sih, Siapa tahu cowok itu juga ganteng" saran Stella.
"Nggak mau hati gue udah terlanjur buat Aldi dan lagi gue harus bisa luluhin Aldi dan bawa Aldi ke hadapan Papa gue seperti apa yang gue janjikan" Kekeh Disa.
Ya Disa memang dijodohin sama papanya, gadis itu tidak berbohong kepada Aldi soal perjodohan itu. Makannya ia sampai nekat membuat keributan di perusahaan Aldi demi menggagalkan rencana perjodohan itu.
Flashback on
"Kenapa sih sayang, anak temen Papa ganteng kok orangnya baik juga lagi" Ucap papa Disa.
"Pokoknya Disa enggak mau
Pa, Disa itu sudah suka sama cowok lain" Disa terus saja menolak perjodohan yang direncanakan Papanya untuknya itu.
"Tapi ini wasiat dari mama kamu nak" ucap Papa Disa.
"Pokoknya Disa tetap enggak mau titik" kekeh Disa.
"Memangnya siapa sih cowok yang kamu suka? tanya papa Disa.
"Namanya Aldi Ferlando Putra" Jawab Disa dengan nada kesal.
"Seperti pernah dengar" ucap papa Disa sambil mencoba mengingat-ingat Marga Putra.
"Iya dia Putra sulung dari Om Putra, pemilik perusahaan Putra Group" Jawab Disa.
"Oh Iya Papa ingat. Oke kalau begitu papa kasih kamu waktu satu minggu kamu bawa anak itu menemui Papa, dan papa akan membatalkan Perjodohan itu"
"Tetapi kalau dalam waktu satu minggu itu kamu nggak berhasil membawa anak itu ke hadapan Papa maka kamu harus menuruti Perjodohan yang sudah Papa dan teman papa siapkan" Putus papa Disa akhirnya.
Disa yang mendengar pernyataan papanya itu pun tersenyum senang. "Oke Disaa janji akan bawa Aldi kehadapan papa" Ucap Disa senang.
Flashback Off.
🌼
"Aksa sudah tidur?" tanya Aldi, laki-laki itu baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
Jelas terlihat dari rambut yang masih basah dan handuk yang melilit sebatas pinggang nya.
__ADS_1
"Iya sudah baru saja aku pindahkan ke box bayi miliknya" Jawab Lolita sambil berjalan ke arah pintu kaca balkon untuk menutup tirai.
"Bagus kalau begitu" ucap Aldi sambil tersenyum smirk.
"Bagus Kenapa?" tanya Lolita sambil menutup tirai.
"Ya bagus berarti ini waktu untuk kita. Aksa pengertian banget sama Papanya tahu aja kalau Papanya sedang capek butuh energi baru" jawab lagi sambil berbisik tepat ditelinga Lolita.
Entah Sejak kapan laki-laki itu sudah berdiri dibelakangnya.
Mendengar itu Lolita kemudian memutar badannya hingga kini posisi mereka saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.
"Kalau butuh energi ya istirahat bukan malah di gas terus" ucap Lolita sambil membantu mengeringkan rambut dengan handuk yang sedari tadi dikalungkan di leher Aldi.
Aldi yang menunduk itupun membuat Lolita yang tingginya pas-pasan menjadi mudah menjangkau kepala Aldi.
"Iya tapi lelahnya itu harus dibayar dengan itu" balas Aldi sambil melirik kearah milik Lolita.
"Halah yadong mulu otaknya udahlah cepet sana ganti baju, Aku capek mau tidur" Ucap Lolita. Perempuan itu melempar handuk ke dada Aldi lalu berjalan menuju tempat tidur merebahkan dirinya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Bukannya mengganti baju, Aldi malah melempar handuk yang tadi Lolita gunakan untuk mengeringkan rambutnya kesembarang arah dan berjalan menyusul Lolita.
Aldi langsung melepas lilitan handuknya dan ikut masuk ke dalam selimut lalu memeluk tubuh Lolita yang tidur dengan posisi membelakangi nya.
"Sebentar saja" Bisik Aldi. "nggak mau. Aldi yang sekarang mesum banget ya beda sama dulu" tolak Lolita.
"ya itu karena kamu, kamu udah buat aku kayak gini" jawab Aldi.
Tangan laki-laki itu pun mulai menyusup masuk ke dalam piyama yang dikenakan Lolita lalu meremas kedua bukit kembarnya.
Tak perlu waktu lama Aldi langsung membalikkan tubuh Lolita dengan kasar kemudian menindihnya dibalik selimut.
Dan Aldi pun langsung memanggut bibir Lolita dan ********** dengan rakus layaknya Aksa yang sedang menyusu.
"Huaaaaa....." Tangisan Aksa tiba tiba pecah hingga membuat Aldi dan Lolita terkejut.
Aldi pun langsung melepaskan ciumannya yang sudah semakin memanas.
"S***" Umpat Aldi kesal. "Pending papa" ucap Lolita dengan nada mengejek dan juga tersenyum senang.
Aldi yang kesal pun langsung menyibakkan selimut yang masih menutupi tubuhnya dan tubuh Lolita dengan kasar. Ia kemudian memungut handuk yang tergeletak dilantai lalu memakainya kembali dan beranjak ke kamar mandi.
.
.
.
.
.
Hallo jumpa lagi dimalam hari....
author back dong😋
hari ini author up dua lho ya dalam sehari
harus ada jejaknya nih...
awas aja dikasih dua malah jejaknya semakin surut nanti ngga dikasih double up lagi wkwkwkwk.....
Alasan author ngga mau up banyak itu karena kalian suka lupa ninggalin jejak saking asiknya baca jadi scroll terus, kan sad jadinya nih author 😫
Pokoknya kalau author mau up banyak jejaknya juga harus banyak hehehe
Jangan lupa Jejak see you❤️
__ADS_1