
"Silahkan masuk tuan putri!" ucap Aldi mempersilahkan Lolita masuk kedalam mobil yang sudah ia bukakan pintunya.
"Terimakasih pengawal" Ucap Lolita sambil tertawa kecil. Namun saat Lolita hendak masuk kedalam mobil seseorang memanggil namanya.
Lolita pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil, ia menoleh kebelakang untuk melihat siapa sosok yang memanggil namanya itu.
"Kenapa?" Tanya Lolita ketika sosok yang memanggil namanya kini sudah Berhenti tepat dihadapannya.
Gadis itu tidak langsung membuka suara, ia sejenak menatap kearah Aldi yang menatapnya dengan tatapan datar. Setelah itu ia kembali menatap kearah Lolita.
"Lo kenapa tadi malam tidak datang?" Tanya gadis itu untuk mengawali percakapan.
"Gue engga ada waktu untuk menghadiri acara kalian" Jawab Lolita dengan enggan.
"Emm, lo pasti sibuk mengurus anak lo ya?" Ujar gadis yang tak lain dan tak bukan ialah Caca.
"Kenapa lo mencari gue? Apakah ada yang ingin lo bicarakan?" Tanya Lolita yang sudah tidak ingin berbosa basi.
"Lolita, maafin gue, bisakah lo melupakan semua kejadian dulu" Ujar Caca dengan sangat berhati hati.
"Lagian itu kejadian sudah lama sekali" Imbuh Caca lagi.
"Gue sudah memaafkan lo-" Seru Lolita, Lolita belum menyelesaikan perkataannya, tetapi Caca terlebih dahulu menukasnya.
"Kalau begitu apakah kita bisa berteman lagi seperti dulu?" Tanya Caca sambil melebarkan senyumnya.
"Gue memang sudah memaafkan lo. Tapi, bukan berarti gue sudah melupakan semua kejadian di masa lalu. Dan maaf gue miskin jadi tidak pantas berteman dengan orang kaya seperti lo dan Rere" Setelah mengatakan kalimat itu Lolita langsung masuk kedalam mobil yang pintunya masih terbuka. Aldi segera menutup pintu mobil tersebut ketika Lolita sudah duduk dengan nyaman. Setelah itu Aldi pun ikut masuk dan mendudukkan dirinya di kursi kemudi.
Sedangkan Caca gadis itu diam seribu bahasa, perkataan Lolita seperti tamparan keras baginya. Ia membisu sambil menatap kearah mobil Aldi yang kini melaju meninggalkannya.
****
Lolita kini sedang berada di dalam mobil, pandang Lolita tertuju kearah luar jendela. Sedangkan Aldi, laki laki itu tetap fokus dengan mengemudinya.
Aldi menurunkan salah satu tangannya dari atas tongkat berbentuk lingkaran tersebut. Kemudian ia merangkul bahu Lolita dan menyandarkan kepada wanita itu dipundaknya.
"Jangan bersedih karena orang lain, aku bahkan selalu berusaha membuatmu bahagia dan tersenyum" Ujar Aldi. Ia melepaskan tangannya yang masih di bahu Lolita kemudian menggenggam salah salah satu tangan Lolita.
Mobil Aldi tiba tiba berhenti ketika lampu merah menyala, "Mau makan apa?" Tanya Aldi sambil menoleh kearah Lolita, ia menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Lolita mengunakan satu tangannya lagi.
Lolita mengangkat kepalanya dari bahu Aldi. "Ke toko kak Nara yuk!" Ajak Lolita, senyum gadis itu tiba tiba mengembang dengan sempurna.
Aldi menatap dalam kearah bola mata Lolita, "Aku bahkan tidak tahu, mana senyum kamu yang bener bener bahagia dan mana senyum kamu yang hanya berpura pura untuk sekedar menutupi luka" Gumam Aldi dalam hati.
"Oke" Jawab Aldi, ia kemudian melajukan mobilnya ketika lampu merah sudah berubah menjadi hijau.
__ADS_1
*****
Aldi menginjak rem mobilnya hingga mobil mewah berwarna putih itu berhenti tepat didepan toko kue milik Nara calon kakak iparnya.
Lolita dan Aldi sama sama turun dari mobil. "Seperti mobil bang Satya" Seru Lolita ketika melihat mobil dengan model yang hampir sama dengan mobil Aldi yang kini terparkir didepan mobilnya.
"Mungkin bang Satya sedang disini" Saut Aldi. "Ya udah yuk kita masuk aja!" Ajak Aldi. Mereka berdua pun melangkahkan kakinya memasuki toko kue yang sekarang sedang rame pengunjung.
Kedatangan mereka berdua langsung disambut oleh karyawan Nara yang tak lain dan tak bukan ialah Indah.
"Bang Satya disini ya mbak?" Tanya Lolita pada Indah.
"Iya, baru saja sampai" Balas Indah ramah.
"Ya udah Loli nyusul mereka dulu ya mbak, mereka di cafe kan pasti?" Tanya Lolita sebelum menyusul kakak dan calon kakak iparnya.
"Iya, ya udah kalau gitu mbak lanjutin melayani pembeli dulu ya" Tutur Indah, Lolita pun mengangguk kemudian mengajak Aldi masuk kedalam mini cafe milik Nara.
****
Lolita menarik tangan Aldi menuju kearah sudut ruangan dimana Satya dan Nara sedang duduk berdua.
"Kak Nara, Bang Sat" Sapa Lolita pada kakak dan calon kakak iparnya itu.
Mendengar namanya dipanggil, Nara dan Satya pun menghentikan obrolannya kemudian menoleh kearah sumber suara dimana Lolita dan Aldi sedang berdiri.
Aldi dan Lolita pun menarik kursi masing masing kemudian mendudukkan dirinya
"Kalian mau ngapain pakai merah merah kaya gitu?" Tanya Satya ketika melihat pakaian yang dikenakan oleh Aldi dan Lolita ternyata memiliki warna yang sama.
"Emang kenapa?" Tanya Lolita dengan ketus.
"Ya ngga apa apa, udah kek wanita penggoda aja siang siang kelayapan" Ucap Satya sambil terkekeh.
Lolita mendelikkan matanya mendengar ucapan Satya. Ia memukul kepala Satya menggunakan ponselnya. "Sembarang adik sendiri dibilang wanita penggoda" Ujar Lolita sambil mengerucutkan bibirnya.
Melihat perdebatan kakak dan adik itu Nara hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Sudah sudah, aku keluar dulu ambil pesanan kalian jangan ribut mulu" lerai Nara.
"Pesanan apa kak?" Tanya Aldi yang sedari tadi hanya memperhatikan.
"Makan siang" Ucap Nara, gadis itu kemudian beranjak dari duduknya dan keluar dari dalam mini cafenya.
Terlihat seorang graf food yang sudah menunggunya. Nara menerima pesanan tersebut kemudian membawanya masuk kedalam.
Nara terlebih dahulu memberikan makan siang kepada Indah, Desi dan Mira yang terlihat masih sibuk melayani pembeli.
__ADS_1
"Indah, Desi, Mira makanannya aku taruh di meja kasir ya" Seru Nara. Setelah itu ia kembali menyusul Satya, Lolita dan Aldi yang terlihat sedang mengobrol.
"Aku ambilkan piring dulu" Ujar Nara. "Loli bantuin ya kak" Pinta Lolita. Nara pun mengangguk dan mereka pergi ke dapur untuk mengambil piring.
"Kamu kenapa? Kayaknya lagi engga mood ya?" Tanya Nara sambil menuangkan air putih kedalam gelas.
"Engga kenapa napa kok Kak" Jawab Lolita sambil tersenyum.
"Kenapa? Berantem sama Aldi?" Tanya Nara. Namun Lolita menggelengkan kepalanya.
"Kalau ada masalah cerita aja sama kakak, jangan dipendam sendiri" Ujar Nara sambil tersenyum menatap kearah Lolita.
Lolita pun menganggukkan kepalanya. Ia membawa beberapa piring dan juga sendok untuk dibawa ke mini cafe milik Nara, sedangakan Nara membawa nampan yang berisikan gelas dan air putih.
Lolita membantu memindahkan makanan untuk Aldi kedalam piring, setelah itu mereka pun melakukan makan siang bersama di mini cafe milik Nara.
"Kak Nara, nanti buatin Loli cheestart ya" Ujar Lolita disela sela makannya.
"Iya udah selesaikan dulu makannya" Ujar Nara.
"Buat sendiri lo engga usah nyusahin istri gue" Ucap Satya dengan ketus.
"Yeee biarin aja, orang kak Naranya aja mau wleee" Jawab Lolita sambil menjelujurkan lidahnya.
"Sudah sudah, kalian ini debat mulu. Nanti kamu bantuin kakak buatin ya" Ujar Nara.
"Okey kak" Jawab Lolita dengan senyum yang mengembang.
"Bantet iya engga bisa di makan" Ujar Satya lagi, Lolita hendak menyahuti namun Aldi buru buru membekap mulut wanita itu dengan makanan.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa dukungan vote dan likenya