Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Luka lama terbuka kembali


__ADS_3

40.


Sekarang sudah pukul 1.26 WIB. Dan pesta pun sudah berkahir satu setengah jam yang lalu, Namun Lolita sepertinya tidak bisa tidur. Ia masih tetap terjaga sambil menatap berdiri di depan pintu pintu balkon kamar hotel yang ia tempati sambil merangkul tubuhnya sendiri.


Pesta memang diadakan di hotel, dan semua anggota keluarga menginap di hotel tak terkecuali mbak Lili dan Bi Tuti.


Tiba tiba seseorang memeluk tubuh Lolita dari dari belakang, tapi menoleh pun ia tahu itu Aldi. Sangat jelas dari aroma tubuh khas Aldi. Dan lagian siapa yang akan kelayapan tengah malam seperti ini.


"Kamu kenapa belum tidur?" Tanya Aldi tanpa membalikan tubuh Lolita.


"Belum ngantuk" Jawab Lolita apa adanya. Ia memang benar belum mengantuk.


"Ada sesuatu yang menggangu pikiranmu?" Tanya Aldi.


Lolita membalikan badannya menatap kearah Aldi. Ia kemudian menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aldi.


Isakan kecil terdengar dari mulut Lolita. Ya, Lolita menangis. Aldi yang mendengar itu hanya diam sambil mengelus kepala Lolita. Ia membiarkan istrinya itu untuk menumpahkan air matanya di balik dada bidangnya.


Aldi memegang bahu Lolita, melepaskan gadis itu dari dekapannya kemudian menangkup kedua pipi Lolita dan menghapus jejak air mata Lolita menggunakan ibu jarinya.


Bohong jika Lolita merasa baik baik saja. Ia bahkan sudah merasa tidak baik baik saja saat wartawan terus menanyainya di tambah dengan perdebatan ia dengan Rere.


Aldi menutup pintu beserta tirai balkon yang terbuka, ia kemudian menuntun Lolita untuk duduk di tepi tempat tidur.


"Ceritakan apa yang membuatmu menangis!" Pinta Aldi lembut.


"Apakah kamu tidak senang dengan perayaan ini?" Tanya Aldi.


Lolita menggelengkan kepalanya. "Aku senang, aku juga sangat lega semua orang sudah mengetahui tentang hubungan kita" Ujar Lolita.


"Lantas?" Tanya Aldi.


"Sebenarnya Rere adalah sahabat aku saat SMP dulu, namun persahabatan kita hancur saat aku tahu kalau ternyata Rere itu punya hubungan sama Kevin di belakang aku. Dan saat itu Kevin masih menjadi kekasih aku" Lolita mulai menceritakan apa yang mengganjal di hatinya.


Flashback on


Lolita dan kedua sahabatnya yang tak lain ialah Rere dan Caca kini sedang berjalan beriringan. Mereka baru saja kembali dari kantin dan hendak pergi ke kelas.


Namun tiba tiba mereka bertiga menghentikan langkahnya. "Kenapa Re?" Tanya Caca.


Rere mengambil ponselnya dari dalam saku jas almamater yang di kenakannya. Dia membuka aplikasi chatnya dan membaca sebuah pesan yang ternyata dari kekasihnya.


"Kalian berdua duluan saja, gue ada urusan mendadak" Ujar Rere yang kemudian langsung pergi tanpa memberikan kesempatan kepada temannya untuk bertanya.


"Hmm dasar" Gumam Caca. "Ya udah Lol, ayo kita lanjut!" Ajak Caca dan Lolita pun mengiyakan. Mereka berdua kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke kelasnya.


Namun saat di depan pintu kelas, Lolita mendadak ingin buang air kecil. "Caca, lo masuk duluan gih, gue mau ke toilet bentar" Seru Lolita.


"Mau gue temani?" Tanya Caca.


"Ngga usah" Setelah itu Lolita pun berlari menuju ketoilet yang terdekat dengan kelasnya.


Sesampainya di toilet Lolita langsung masuk kedalam salah satu bilik yang ada disitu.


Dan setelah hasratnya tuntas, Lolita pun keluar dari dalam bilik toilet itu. Ia kemudian mencuci tangannya di wastafel.


Samar samar Lolita mendengar seseorang mengobrol. Ia kemudian mematikan kran air yang ia hidupkan untuk mendengar dengan jelas obrolan seseorang yang seperti tidak asing dipendengarannya.


"Asik juga ternyata main belakang" Ucap seorang laki laki.


"Kamu sih enak, tapi aku yang ngga enak. Kapan kamu tinggalin Lolita dan akuin aku didepan semua orang kalau aku adalah kekasih kamu" Jawab seorang gadis.


Mendengar itu Lolita terkejut bukan main, tetapi ia tetap diam dan mendengarkan obrolan mereka selanjutnya.


"Kamu tenang saja sayang, aku pasti akan meninggalkan dia. Apa sih yang ngga buat kamu. Kamu bahkan lebih cantik dan memuaskan. Tidak seperti dia yang membosankan" Ujar sang laki laki.


"Hmm kamu bisa aja" Ucap sang gadis sambil memukul pelan dada sang laki laki.


Sang laki laki itu kemudian merangkul pinggang sang wanita. Ia kemudian mendekatkan wajahnya lalu meminum bibir sang gadis bersamaan dengan pintu toilet yang terbuka.


Sepasang kekasih itu pun sangat terkejut hingga tanpa sengaja sang laki laki menggigit bibir sang gadis hingga berdarah.


"Awww" pekik gadis itu, ciuman itu pun terlepas.


"Lolita" Ucap laki laki dan perempuan itu secara bersamaan.


"Kenapa? Apa sudah puas?" Tanya Lolita.


"Lolita kita saling mencintai" Ucap sang laki laki sambil merangkul pinggang sang gadis.


"Iya gue dan Kevin saling mencintai" Imbuh sang gadis.


"Saling mencintai atau hanya sebagai pemuas nafsu?" Tanya Lolita dengan tenang namun penuh dengan penekanan.


"Gue bahkan ngga nyangka kalau lo bakal nikung gue" Ucap Lolita sambil menatap kearah Rere.

__ADS_1


Ia mencoba untuk tetap kuat dan tidak menangis. Ia tetao berusaha mengatur agar suaranya terdengar biasa. Padahal ia ingin sekali menangis, hatinya hancur ketika tahu bahwa orang yang sangat ia cintai dan juga sahabatnya sendiri menghianatinya.


"Gue ngga perduli" Jawab Rere dengan nada menantang hingga membuat Lolita semakin terkejut. Namun ia tetap berusaha untuk sebiasa mungkin.


"Kevin, kita berhenti sampai disini dan terimakasih untuk penghianatan ini" Ucap Lolita sambil menatap Kevin.


"Dan untuk Lo, semoga lo bahagia dengan penghianat ini. Asal Lo tahu, penghianat akan tetap menjadi penghianat. Dan hubungan yang diawali dengan penghianatan makan akan berakhir dengan penghianatan pula" Ujar Lolita lalu pergi meninggalkan toilet.


Percayalah bahwa Lolita sekarang benar benar hancur dan terluka. Tapi ia sebiasa mungkin untuk tidak kenapa kenapa.


Percayalah, bahwa luka tanpa air mata itu lebih menyakitkan. Lebih menyesakkan.


Ketika kita ingin menangis namun air mata seakan tak ingin keluar, dan ingin terseyum namun hati tersayat. Itu sungguh luar biasa sakitnya.


Lolita masuk kedalam kelasnya. Ia kemudian mengambil tasnya. "Nana bisa kita bertukar tempat duduk?" Tanya Lolita pada teman sebangku Sinta.


"Tentu" Jawab gadis yang bernama Nana. Gadis itu kemudian mengambil tasnya dan berpindah posisi menjadi duduk di tempat Lolita.


"Lo kenapa?" Tanya Sinta.


"Ngga papa" Jawab Lolita sambil mengambil salah satu buku pelajarannya.


Tak berselang lama Rere pun masuk kedalam kelas. Ia mendudukkan dirinya tanpa menoleh kearah Lolita.


"Bibir lo kenapa Re?" Tanya Sinta yang merasa heran.


"Kena gigit" Jawab Rere dengan santainya.


Guru pun tiba dan menghentikan percakapan di antara keduanya. Lolita tetap mengikuti pelajaran seperti biasanya.


Sampai akhirnya jam pulang sekolah pun tiba. Lolita pun pulang seperti biasanya.


Setelah pulang sekolah Lolita tidak ada keluar dari kamarnya hingga jam makan malam tiba. Itu membuat Nita mama Lolita begitu keheranan. Kenapa dengan putrinya.


Nita mengetuk pintu kamar Lolita, namun tidak mendapat balasan sama sekali.


Apa mungkin Lolita tertidur? Pikir Nita.


Tetapi sebenarnya Lolita tidak tertidur. Ia berada di dalam kamar. Menangis sejadi jadinya. Mengeluarkan semua rasa sakit hatinya dengan air mata yang baru bisa keluar.


Pikirannya selalu teringat akan kejadian ditoilet. Dimana mantan kekasih dan sahabatnya sedang berciuman.


Ia sekan akan menjadi saksi orang yang disayanginya sedang bercinta. Percayalah itu sakit. Sangat sakit.


Hingga keesokan harinya. Lolita tetap berangkat ke sekolah. Ia tidak ingin bolos sekolah hanya karena alasan sakit hati. Itu bulan Lolita sekali.


Sampai suatu hari.


Seluruh siswa maupun siswi di gegerkan dengan foto Lolita bersama dengan seorang om om di sebuah mall sedang berbelanja membeli pakaian.


Semua orang menatap jijik dan rendah kearah Lolita. Lolita yang tidak tahu apa apa pun hanya diam dan melewati beberapa kerumanan siswa yang sedang membicarakannya.


Sampai akhirnya langkah Lolita berhenti di depan Mading. Ia menghentikan langkahnya ke didepan mading ketika melihat beberapa yang masih ribut ribut.


Lolita sangat terkejut ketika melihat foto yang di tempel di mading dengan tulisan yang sangat memalukan.


Lolita ternyata seorang penggoda, ia mengencani om om untuk mendapatkan barang barang mewah. Tidak heran jika Kevin meninggalkannya dengan gadis yang lebih baik darinya.


Setelah membaca tulisan itu, Lolita segera mencabut semua foto foto yang tulisan yang tertera di mading.


Semua orang pun seketika bubar dan meninggalkan Lolita sendiri. Mereka semua tidak ada yang mau dekat dengan Lolita.


"Lolita, gue ngga nyangka kalau ternyata Lo seperti itu" Ucap seseorang dari belakang Lolita.


Orang itu tak lain dan tak bukan ialah Rere dan Caca.


"Rere, Caca?" Ucap Lolita terkejut.


"Caca gue bisa jelasin. Ini ngga seperti apa yang Lo lihat" Ujar Lolita sambil memegang tangan Caca. Namun Caca segera menepisnya.


"Jangan pernah lo sentuh gue dengan tangan kotor lo itu" Ucap Caca. Mendengar itu. Mendengar itu Lolita sangat terkejut.


"Mulai sekarang lo bukan lagi teman kita berdua. Orang miskin seperti lo tidak pantas untuk menjadi teman kita" Ucap Rere.


"Udah miskin, pakai ngencani om om lagi" Imbuh Caca.


"Asal lo tahu, ini semua kita berdua yang melakukan. Beruntung gue waktu itu lihat lo lagi di Mall sama om om" Jelas Caca.


"Caca, jadi lo....? " Ucap Lolita menggantung.


"Iya, gue kenapa? Gue sudah tahu semuanya. Dan gue juga yang mendukung hubungan Kevin dan Rere" Jelas Caca.


Ctarrrrrrr


Bagai di sambar petir di siang hari. Lolita bener bener terkejut dengan semua kebenaran yang dikatakan oleh teman temannya.

__ADS_1


Luka Lolita saja yang kemarin belum sembuh. Dan sekarang ia harus


mendapatkan luka lagi.


Tanpa banyak bicara, Lolita langsung berlari keluar dari area sekolah sambil menangis. Ia sudah tidak bisa lagi menahan gemuruh di hatinya.


Sesampainya di rumah Lolita langsung masuk kedalamnya kamarnya. Mengabaikan mama dan papanya yang menyapanya.


Sehari semalam Lolita tidak keluar dari kamarnya. Ia mengurung diri tanpa makan maupun minum. Ia hanya duduk sambil menangis dan memeluk kedua lututnya.


Sampai akhirnya, Nita membuka paksa pintu kamar putrinya dengan kunci cadangan yang ia miliki.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Nita sambil mendudukkan dirinya di sebelah putrinya.


"Mama" Ucap Lolita sambil memeluk mamanya erat erat menumpahkan semua air matanya.


"Kamu Kenapa?" Tanya Nita sambil mengelus puncak kepala Lolita.


Namun Lolita hanya diam, ia terus menangis tersedu sedu. Menangis pilu melepaskan semua beban dihatinya.


Setelah tangis Lolita reda, dan ia tenang. Lolita mulai menceritakan semua yang terjadi. Mulai dari penghianatan Kevin dan juga Rere hingga kejadian yang baru saja terjadi.


****


Keesokan harinya Lolita kembali masuk sekolah setelah dia hari tidak masuk. Namun ia semua orang masih tetap membiarkannya yang buruk buruk hingga membullynya.


Setiap hari Lolita melewati hari harinya dengan cacian, makian, bullyan dan ia pun dijauhi semua teman temannya.


Hingga orang tua Lolita pun datang ke sekolah untuk menjelaskan semua keslah pahaman yang telah terjadi.


Sebenarnya foto itu adalah foto Lolita saat jalan bersama dengan papanya di sebuah mall.


Memang banyak yang tidak tahu mengenai latar belakang Lolita. Termasuk Rere dan Caca. Lolita yang berdandan sederhana dan lebih sering main dirumah temannya itu membuat Rere dan Caca mengira bahwa Lolita adalah orang yang miskin dan tidak pantas berteman dengan mereka.


Namun semua itu sudah terlambat. Saat Lolita di panggil keruang BK, Lolita tak kunjung tiba. Hingga guru tersebut mencari dimana keberadaan Lolita bersama dengan orang tuanya.


Mereka begitu terkejut ketika melihat Lolita yang sudah terkapar di lantai dengan darah yang menggucur di tangannya serta silet yang masih ia genggam.


Lolita pun segera di bawa ke rumah sakit. Nita yang melihat itu sangat marah. Apalagi saat mendengar dokter mengatakan bahwa Lolita PTSD akibat terlalu sering menjadi korban bullying di sekolahnya.


Flashback Off


Lolita menyandarkan kepalanya di dada Aldi setelah selesai menceritakan luka lamanya.


"Itulah kenapa aku sangat mencintaimu" Ucap Aldi pelan.


"Kamu adalah wanita yang sangat kuat, bahkan kamu tidak pernah membalas perbuatan buruk mereka" Ujar Aldi.


"Kalau kamu suka kenapa kamu dulu menjauhi aku?" Tanya Lolita sambil menatap Aldi.


"Bukan bermaksud untuk menjauhi kamu, tapi aku dulu sedang berusaha untuk melupakan kamu" Jelas Aldi.


"Sudahlah, tidak perlu dibahas. Semua itu sudah menjadi masalalu. Sekarang ada aku yang menjadi masa depan kamu" Ucap Aldi sambil mencium kening Lolita.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Sulit buat mendeskripsikan sakit dalam bentuk tulisan:(


Tandai typo!


Revisi akan dilakukan nanti malam


Untuk kalian yang tidak paham dengan kalimat *Hallo All! Sekarang sudah Senin Jumpa lagi dengan saya* Akan saya jelaskan ya.


Maksud saya kek gitu itu menyapa kalian semua. Kalian semua tahu kan hari Senin? hari semua orang memulai aktivitasnya kembali setelah berlibur.


Bukan berarti saya itu up setiap hari Senin dan cuma satu episode doang.


Tolong dipahami bahkan saya up terkadang sehari dua kali.

__ADS_1


Kalian bisa lihat di tanggal saya publish kalau masih bilang saya Up seminggu sekali dan hanya satu episode.


Terimakasih.


__ADS_2