
Disa dan kedua temannya baru saja sampai di kampus, mereka baru saja turun dari mobil yang sama.
"Sudah berapa hari lo ngga ketemu sama Aldi Dis?" Tanya Devi. Mereka bertiga kini sedang berjalan beriringan masuk kedalam gedung universitasnya.
"Ngga tahu gue lupa" Jawab Disa. Ia tak mau mengingat terkahir kali ia bertemu dengan Aldi. Tapi bukan berarti ia berhenti untuk mengejar Aldi.
Suara mobil yang baru saja berhenti tepat dibelakang Disa dan teman temannya itu membuat langkah Disa dkk terhenti. Ia bertiga membalikkan badannya secara serentak.
"Mobil Aldi kan Dis, kesempatan" Ucap Stella sambil menyenggol lengan Disa.
Sedangkan Disa hanya diam menatap mobil Aldi yang kini pintunya terbuka. Aldi pun menurunkan salah satu kakinya hingga memperlihatkan sneakers yang dikenakan oleh laki laki itu.
"Cara turun dari mobil aja cool banget" Ucap Devi sambil menggigit bibir bawahnya.
Mereka terus memperhatikan Aldi hingga kini tubuh Aldi keluar dengan sempurna dari dalam mobil.
Kemeja berwarna navy dengan stelan jeans serta sneaker putih dan kaca mata hitam itu membuat penampilan Aldi terlihat semakin keren dimata ciwi ciwi.
Tidak hanya Disa dkk yang melihat Aldi dengan terpesona, semua gadis yang ada disitu pun menatap Aldi dengan terpesona.
Aldi kemudian melepaskan kacamatanya dan menyimpan di antara kerah bajunya, hingga menambah kesan cool tersendiri.
Dengan sebelah tangan yang di masukkan kedalam saku celana, Aldi berjalan menuju ke kursi sebelah kemudi. Ia kemudian membuka pintu tersebut.
Hingga keluarlah seorang wanita yang sudah tak asing dimata para perempuan yang sekarang sedang memperhatikan Aldi.
Aldi pun menutup pintu mobilnya setelah Lolita keluar dari dalam mobilnya dan memberikan senyum manisnya.
Tangan Aldi bergerak untuk merapikan rambut Lolita yang tidak berantakan sama sekali.
"Belajar yang benar" ucap Aldi lembut. Lolita pun menganggukkan kepalanya.
"Mau ku antar?" Tanya Aldi. "Tidak perlu, aku tidak akan tersesat" Jawab Lolita.
Melihat interaksi antara Aldi dan Loli, Disa menjadi panas. Ia mengepalkan kedua tangannya dan menatap tak suka kearah Aldi dan Lolita.
"Ya udah kalau gitu, aku balik dulu" Pamit Aldi kemudian mencium kening Lolita dengan penuh cinta.
Lolita pun memejamkan matanya untuk menikmati ciuman Aldi di keningnya.
Melihat itu, ciwi ciwi yang memperhatikan Aldi seketika histeris.
"Aldi sangat romantis" Ucap seorang mahasiswi A sambil menangkup kedua pipinya.
"Iya, gue ngga nyangka kalau Aldi bisa seromantis itu sama kekasihnya" Imbuh mahasiswi B.
Disa yang melihat dan mendengar itu semakin dibuat kesal. Ia menghentakkan kakinya dengan kesal lalu berjalan terlebih dahulu meninggalkan kedua temannya.
"Eh Disa tungguin" Ucap Devi sambil berlari mengejar Disa diikuti dengan Stella.
"Cemburu tuh si Disa" Ucap mahasiswi C ketika melihat Disa pergi dengan wajah yang sangat kesal.
__ADS_1
Aldi menjauhkan sedikit wajahnya, dan Lolita pun membuka matanya.
"Kamu hati hati dijalan" Ucap Lolita. Aldi pun mengangguk.
Ia memakai kemabali kacamata lalu masuk kedalam mobilnya.
Sedangkan Lolita ia memperhatikan mobil Aldi yang mulai melaju meninggalkan halaman kampus.
Lolita kemudian membalikkan badannya ketika mobil Aldi sudah menghilang dibalik gerbang.
Tanpa memperdulikan semua orang yang menatapnya ia melangkah begitu saja masuk kedalam gedung universitasnya.
***
Lolita merogoh saku celananya ketika ia mendengar notifikasi singkat menandakan bahwa ia menerima sebuah pesan.
Tanpa menghentikan langkahnya ia tetap saja berjalan sambil membuka pesan yang ternyata dari Yolanda yang mengajaknya untuk kerumahnya nanti sore.
Lolita hendak membalas pesan itu, namun tiba tiba tubuhnya terpental hingga membuat ponselnya terjatuh dengan sangat keras.
Lolita ternyata menabrak dada bidang seseorang, untung saja orang itu dengan cekatan menangkap tubuh Lolita sehingga membuat Lolita tidak terjatuh.
Karena lali laki itu menahan tubuh Lolita, posisi mereka berdua kini sangat dekat. Mata keduanya kini saling bertemu dan menatap hingga akhirnya Lolita mendorong laki laki itu dan berdiri dengan tegak.
Lolita berjongkok lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di lantai, terdapat cukup banyak retak dilayar ponsel Lolita. Tapi tidak membuat ponsel wanita itu mati.
"Lolita" Ucap laki laki itu sambil menatap Lolita yang masih jongkok.
"Lo ternyata kuliah disini juga" Ucap laki laki itu senang. Karena akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan Lolita.
"Hm" dehem Lolita, ia kemudian membalikkan badannya hendak pergi meninggalkan laki laki yang berdiri persis didepannya. Namun tangan laki laki itu terlebih dahulu mencekal lengan Lolita hingga membuat Lolita kembali menatap kearahnya.
"Lepaskan tangan lo" Ucap Lolita dingin.
"Lolita gue selama ini mencari lo, dan akhirnya kita ketemu juga" Ucap laki laki itu dengan senyum yang merekah.
"Buat apa lo cari gue?" Tanya Lolita tanpa merubah nada bicaranya.
"Lolita, tolong kasih gue satu kali kesempatan. Gue janji gue ngga akan mengulangi kesalahan yang sama lagi, gue sayang sama lo Lolita" Ucap laki laki itu penuh permohonan.
"Gue sibuk, ngga ada waktu buat ngeladenin omong kosong lo" Ucap Lolita sambil menepis tangan laki laki itu.
"Lolita, gue serius. Gue serius mau balik sama lo, gue cinta sama lo" Ucap Lali laki itu.
"Tapi gue nggak" Jawab Lolita datar.
"Atau gini, Lo kasih gue kesempatan buat luluhin hati lo lagi, tidak langsung pacaran tidak apa apa" Ujar laki laki itu.
"Tidak ada kesempatan untuk laki laki brengsek seperti lo, kesempatan dalam bentuk apapun itu" Ucap Lolita penuh penekanan sambil menunjuk laki laki yang ada didepannya itu menggunakan jari telunjuknya.
"Lolita please gue mohon" Ucap laki laki itu sambil mengatupkan kedua tangannya.
__ADS_1
Melihat itu Lolita rasanya tidak tega. Jujur saja, dulu ia mencintai laki laki itu dengan begitu dalam.
Tetapi ia malah menyakiti Lolita, menjatuhkan Lolita jatuh sejatuh jatuhnya hingga meninggal luka.
Tapi bagi cinta, luka itu sama sekali tidak berarti apa apa.
Tapi tidak ada yang bisa Lolita lakukan, ia sudah memiliki Aldi, dan ia juga sudah memiliki Aksa. Buah dari cinta mereka berdua.
Tapi apakah Lolita akan membuka hati kembali jika seandainya ia tidak memiliki Aldi?. Mungkin saja.
"Lolita please, gue mohon sama lo, gue bener bener cinta sama Lo, gue nyesel udah ninggalin lo, gue bener bener nyesel Lolita" Ucap laki laki itu dengan tulus. Lolita bisa melihat itu, tidak ada celah kebohongan sedikit pun dimata laki laki itu.
"Lolita lo boleh pukul gue sepuas lo untuk membayar sakit hati lo, tapi please beri gue satu kali kesempatan lagi" Ucap laki laki itu sambil memegang tangan Lolita untuk menampar wajahnya.
Laki laki itu kemudian melepaskan tangan Lolita, tubuhnya kemudian luruh kelantai.
"Kevin apa yang lo lakukan?" Ucap Lolita. Ya laki laki itu adalah Kevin.
"Gue bener bener minta maaf sama Lo Lolita, gue minta maaf tulus dari hati gue yang paling dalam" Ujar Kevin dengan suara parau.
"Gue bahkan sudah banyak berubah, dan semua itu demi Lo Lolita, gue sudah menjadi Kevin yang lembut dan tidak kasar, gue juga sudah mengurangi kebiasaan buruk gue untuk mabuk mabukkan" Jelas Kevin.
Ya benar, selama ini Kevin memang sudah banyak berubah, dan semua itu ia lakukan demi bisa mendapatkan Lolitanya kembali.
Melihat itu Lolita semakin iba, mendongakan wajahnya keatas untuk menahan agar air matanya tidak tumpah di hadapan mantan orang yang dicintainya itu. Ia kemudian berjongkok untuk membantu Kevin berdiri. Dan Kevin pun menurut, ia berdiri.
"Katakan kepadaku, apa yang harus aku lakukan agar bisa mendapatkan hati kamu kembali" Ucap Kevin sambil menatap Lolita dalam. Ia bahkan berbicara menggunakan kata aku dan kamu.
Lolita menatap kearah sekitar. Banyak yang memperhatikannya. Ia tidak ingin mereka semua salah paham dan mengatakan yang tidak tidak.
"Tidak ada yang perlu kamu lakukan Vin, Aku dulu memang cinta banget sama kamu, tapi semuanya sudah terlambat. Aku sekarang sudah tidak mencintai kamu lagi" Ujar Lolita menggunakan aku kamu juga.
"Tapi kenapa Lolita? Bukankah dulu kamu sangat mencintai aku?" Tanya Kevin.
"Iya, tapi itu dulu. Dan sekarang tempat kamu sudah tergantikan sama seseorang yang sekarang sudah memenuhi hati aku. Aku sangat mencintai dia lebih dari apapun itu" Ucap Lolita lalu pergi meninggalkan Kevin yang diam membisu sambil memperhatikannya.
.
.
.
.
.
.
Mood author lagi anjlok jadi seadanya, niatnya di ngga up hari ini. Tapi demi kalian It's okey.
Jangan lupa tinggalkan jejak, karena akhir akhir ini linknya nya semakin surut.
__ADS_1