
Lolita kini sedang kumpul bersama dengan Amel, Sisi dan Yolanda di kantin kampus, sedangakan Aldi, Evan dan Regan ketiga cowok itu hari ini sedang tidak bersama ciwi ciwinya, entah apa yang sedang orang orang itu lakukan.
"Gimana lo udaj baikan belum sama Regan?" Tanya Lolita.
"Hah, baikan? Kalian lagi berantem?" Tanya Amel yang duduk disebelah Yolanda.
"Iya, Yolanda cemburu katanya Regan sekarang jadi lebih sibuk sama teman barunya yang katanya sahabatnya masa kecil" Terang Lolita.
"Ih, lo kok ember banget sih Lol" Kesal Yolanda.
"Ember apaan sih, mereka kan juga sabahabat kita, berhak tahu juga dengan masalah kita" Ujar Lolita.
"Jadi lo udah engga nganggep kita temen nih?" Seru Sisi.
"Ih engga gitu, gue engga bermaksud kok buat sembunyikan masalah ini, udah ah kalian jangan marah sama gue, gue kan lagi ada masalah sama Regan" Seru Yolanda.
"Ututututu Yolanda kita lagi sedih nihhh" Ujar Lolita sembari mencubit pipi Yolanda yang kini sedang mengerucutkan bibirnya.
Yolanda segera menepis tangan Lolita dari wajahnya.
"Gimana gue engga kesel, mereka bahkan dengan terang terangan mengumbar kemesraannya di hadapan gue" Racaunya.
"Asli ngeselin banget itu cewek, dia juga mencoba deketin gue, kayaknya dia mau jadi pelakor berkedok teman deh" Imbuh Yolanda lagi.
"Nah yang begitu tuh, harus ekstra hati hati, jaman sekarang pelakor suka nyamar sebagai teman guna untuk mendekati si cowoknya" Ujar Amel.
"Jaman sekarang itu emang cari teman yang tulus susah, kebanyakan mereka mendekati kita karena ada maunya" Saut Sisi.
"Nah, bener banget tuh" Seru Yolanda membenarkan perkataan kedua temannya.
"Oh iya Lol, lo tadi kayaknya ngobrol sama cewek siapa sih? Kayak belum pernah lihat gue" Ujar Amel sembari mengalihkan perhatiannya kearah Lolita yang sedari tadi hanya diam saja.
"Oh itu, dia Felisha" Jawab Lolita sembari mengaduk aduk jus mangga yang ada dihadapannya.
"Felisha? Temen baru lo?" Tanya Sisi.
"Engga, temenya Aldi, lebih tepatnya teman masa kecilnya Aldi yang sudah lama pergi dan kembali lagi" Terang Lolita.
"Kayaknya pasangan kalian berdua sedang dikelilingi masalalu deh" Seru Amel.
"Tau ah" Ujar Yolanda.
"Ati ati aja kalian berdua" Ujar Amel lagi.
"Apaan sih kalian, bukannya semangatin malah nakut nakutin" Ujar Yolanda yang semakin merasa kesal.
******
Lolita terlihat baru saja selesai kelas, tetapi hari ini ia tidak memiliki jam yang sama meskipun keduanya berangkat bersama.
"Lolita" Panggil seseorang di lobi.
Lolita yang merasa namanya di panggil pun menoleh kearah sumber suara.
"Sini sini!!" Pinta orang itu sembari melambaikan tangannya. Lolita pun melangkahkan kakinya menghampiri perempuan yang memanggilnya.
"Felisha" Seru Lolita ketika ia sudah menghentikan langkahnya.
"Iya, lo nyari Aldi ya?" Tanyanya.
__ADS_1
"Iya" Jawab Lolita.
"Aldi tadi sudah ke kantor setelah jamnya berakhir" Ujar Felisha.
"Ke kantor?" Tanyanya sembari mengangkat sebelah alisnya.
"Iya, oh iya gue mau ngajak lo jalan" Serunya.
"Maaf Fel, bukannya gue engga mau tapi gue harus pulang karena ada Aksa yang nunggu gue" Tolaknya dengan halus.
"Udah lo tenang aja, tadi gue udah minta ijin kok sama tante Wilna, dan dibolehin katanya biar kita saling kenal dan semakin dekat" Terangnya.
"Ooo" Jawab Lolita.
"Gimana? Lo mau kan?" Ujar Felisha lagi.
Lolita sejenak terdiam dan sampai akhirnya ia memutuskan untuk menerima ajakan Felisha. "Ya udah boleh deh, tapi jangan pulang sampe malam ya, kan lo tahu sendiri gue punya suami dan anak yang harus di urus" Ujarnya.
"Iya, lo tenang aja sebelum malam pasti kita udah pulang, ya udah ayok!" Felisha menggandeng tangan Lolita. Lolita tadinya terkejut tetapi ia tidak menolak dan keduanya pun pergi bersama menggunakan mobil milik Felisha.
*****
Felisha menghentikan mobilnya di parkiran salah satu mall terbesar di Jakarta.
Kedua perempuan itu segera melepaskan seatbelt yang masih melekat ditubuhnya, setelah terlepas dengan sempurna, kedua perempuan itu pun segera turun dari dalam mobil.
"Ya udah yuk masuk!" Ajak Felisha.
Lolita pun menganggukkan kepalanya sebelum akhirnya ia dan Felisha masuk kedalam mall tersebut.
Kedua gadis itu menaiki eskalator menuju lantai tiga dimana pakaian dan sejenisnya berada.
Sesampainya di lantai tiga, Felisha melepaskan genggaman tangannya dengan Lolita dan mulai melihat lihat pakaian yang dipajang.
Berbeda dengan Felisha yang sudah mengambil banyak sekali pakaian. Perempuan itu kemudian menghampiri Lolita dengan seorang pelayan yang membantunya membawa barang barangnya.
"Lo engga beli?" Seru Felisha membuat Lolita yang sedang melihat lihat pakaian yang berjajar rapi itu mengalihkan perhatiannya menatap Felisha.
"Engga, gue engga terlalu suka shopping" Ujar Lolita.
Felisha mengedarkan pandangan keseluruh penjuru, matanya menangkap sebuah gaun cantik berwarna biru dengan kimbisnaa brukat. Ia segera mengambil gaun tersebut dan menempelkan di tubuh Lolita. "Cocok, lo ambil ya" Ujar Felisha.
"Tapi Fel..." Lolita hendak menolak, tetapi Felisha tidak menerima penolakan.
"No, lo juga harus belanja" Tegasnya. Lolita pun akhirnya mengiyakan saja hingga akhirnya ia memilih untuk membeli beberapa gaun.
Setelah mengambil beberapa baju, Felisha dan Lolita membayar barang belanjaannya, dan mereka pun memutuskan untuk ketempat dimana sepatu berada.
"Lolita, menurut lo ini bagus engga?" Ujar Felisha sembari menunjukan heels warna hitam sederhana tetapi terkesan elegan dan memiliki hak yang lumayan tinggi.
"Iya bagus, tapi kayaknya kamu lebih cocok sama yang ini deh" Ujar Lolita sembari menunjukkan sepatu berwarna baby pink, sangat cute dan juga elegan.
"Selera lo bagus juga" Ujar Felisha. Lolita hanya menanggapi dengan senyuman saja.
"Mbak, bungkus yang ini sama ini ya!" pintanya menunjuk sepatu berwarna hitam yang sebelumnya ia pilih dan juga baby pink pilihan Lolita.
"Baik mbak" Ucap pelayan yang mengikuti mereka.
"Lo pilih sepatu yang mana?" Tanya Felisha kepada Lolita.
__ADS_1
"Gue tadi udah milih kok, gue engga suka pake hells, gue tadi udah milih beberapa sneakers sama flat" Terang Lolita.
Felisha menganggukkan kepalanya. "Ya udah kalau gitu sebelum kita pulang nongkrong dulu yuk di cafe bawah!" Ajak Felisha.
"Boleh" Ujar Lolita. Kedua perempuan itu pun akhirnya memilih untuk keluar dari toko sepatu tersebut, dan menaiki eskalator untuk turun ke lantai satu.
Tetapi saat di lantai dua, Lolita tidak sengaja melewati toko perlengkapan anak. Ia pun berinisiatif untuk membelikan beberapa baju dan perlengkapan yang lain untuk Aksa.
"Em Felisha, kita mampir ke toko perlengkapan anak dulu yuk, aku mau beli beberapa baju dan yang lainnya buat Aksa" Ujar Lolita.
"Oh iya boleh tuh, gue juga mau beliin hadiah buat Aksa" Ujar Felisha.
Lolita dan Aksa pun memasuki toko perlengkapan anak, dan disana Lolita mulai sibuk memilih milih pakaian yang cocok untuk Aksa.
Lolita mengambil satu set baju overall lengkap dengan topi yang memiliki mata dan antena. Baju dengan warna hitam dipadukan dengan kuning serta gambar yang lucu itu terlihat sangat cocok untuk Aksa. Lolita juga membelikan beberapa sepatu, jaket, baju tidur dan lainnya.
"Astaga, rasanya ingin ku beli semua" Gumamnya gemas melihat perlengkapan bayi yang menurutnya sangat lucu.
"Gini ya rasanya kalau belanjain anak, jadi pengen cepat cepat punya anak" Seru Felisha.
"Felisha, gue percaya suatu saat nanti lo bakal mendapat pasangan yang baik dan mencintai Lo dengan tulus, dan yang pasti dia bukanlah Aldi yang dulu pernah berjanji untuk selalu bersama dengan lo, percayalah suatu saat nanti lo pasti bakal bahagia dengan keluarga kecil lo" Ujar Lolita sembari menepuk bahu Felisha.
"Iya Lolita, itu memang hanya janji masa kecil yang mungkin tidak perlu untuk diingat lagi, tapi janji adalah janji dan harus ditepati" Felisha menjeda kalimatnya, ia menatap Lolita dengan senyuman diwajahnya.
"Sepertinya janji itu yang harus dilupakan, gue juga harus melupakan dan merelakan sahabat gue dengan orang yang sudah dipilihnya untuk menjadi pasnagannya" Lanjutnya.
"Ya, itu memang harus" Ujar Lolita.
*****
Setelah berbelanja keperluan Aksa, Lolita dan Felisha memutuskan untuk menongkrong di sebuah cafe yang masih menyatu di mall tersebut.
Keduanya saling duduk berhadapan sembari menikmati coffiee yang sudah terlebih dahulu mereka pesan.
"Lolita, lo ternyata asik juga orangnya, selera lo juga bagus" Ujar Felisha sembari meletakan cangkir coffiee yang baru saja ia minum.
Lolita hanya menanggapi dengan senyumannya.
"Oh iya Lol, lo mau engga jadi teman gue?" Ujar Felisha.
Mendengar itu senyuman di wajah Lolita seketika pudar, tiba tiba ia teringat akan percakapannya dengan teman temannya. Ia menatap dalam wajah Felisha, mencoba mencari celah bahwa gadis itu tidak tulus berteman dengannya. Tetapi nihil, Lolita hanya menemukan ketulusan diwajah cantik Felisha.
Lolita menganggukkan kepalanya. Melihat itu Felisha pun semakin melebarkan senyumnya. "Oke, mulai sekarang kita teman" Ujarnya sembari menyodorkan jemari kelingkingnya.
Lolita pun menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Felisha. "Yah, teman" Ujarnya.
"Felisha ini memang cantik, senyumnya sangat tulus, bahkan dia sangat tidak cocok jika menjadi seorang pelakor dan tokoh berwatak antagonis" Gumamanya dalam hati.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Aku ingetin lagi nih buat kalian yang belum follow ig aku @indriantika26 segera di follow agar kalian tahu informasi seputar up yang aku umumkan.