
Lolita dan Felisha baru saja sampai dirumah, terlihat Wilna kini sedang menggendong Aksa di teras mereka sembari menunggu kepulangan Lolita. Dan tak berselang lama mobil Aldi pun tiba. Setelah menyimpan mobilnya, Aldi berjalan menghampiri Lolita dan Felisha yang masih setia di dekat mobil Felisha untuk menunggunya.
"Baru pulang?" Tanya Aldi. Lolita pun menganggukkan kepalanya.
Ketiga orang itu pun berjalan beriringan menyusul Wilna yang sudah menunggunya. "Hallo sayang mama pulang" Ujar Lolita. Ia terlebih dahulu menyalami Wilna, pun Aldi dan Felisha.
"Gimana, sudah puas bersenang senangnya?" Tanya Wilna sembari menatap Felisha dan Lolita secara bergantian.
"Puas banget dong tante, Lolita ternyata engga terlalu suka shopping ya tant, tapi seleranya juga bagus" Ujar Felisha.
"Iya, Loli emang tidak terlalu suka shopping, tapi dia suka jajan" Ujar Wilna.
"Yah, karena itulah aku jadi semakin cinta" Ujar Aldi sembari merangkul bahu Lolita sayang dan memberikan ciuman di puncak kepalanya hingga membuat Lolita begitu malu.
"Aldiii" Rengkeknya manja hingga membuat Aldi menjadi semakin gemas.
"Sini biar aku bawa belanjaannya" Aldi mengambil alih paper bag yang di genggam oleh Lolita.
"Makasih sayang" Ucap Lolita.
"Sini, Aksa sama mama yok, biar nenek bisa istirahat" Lolita mengambil alih Aksa dari gendongan ibu mertuanya.
Lolita memberikan beberapa ciuman diwajah Aksa yang sudah ditaburi bedak tabur hingga membuat wajah bayi kecil itu semakin imut. Pun Aldi, ia pun menciumi gemas pipi putra sulungnya itu.
Itu semua pun tak lepas dari perhatian Felisha. "Hallo Aksa, ini bibi punya hadiah buat Aksa" Felisha menyodorkan sebuah paper bag berwarna dihadapan Aksa dan Lolita.
Lolita menggerakkan tangan Aksa untuk menerima paper bag tersebut. "Terimakasih bibi Felisha" Ujar Lolita sembari menirukan suara anak kecil.
"Sama sama sayang" Ujar Felisha sembari mencubit gemas pipi Aksa.
"Ya udah, kalau gitu Feli pulang dulu ya Bund" Ujar Felisha.
"Loh, kok buru buru nak, engga mau sekalian nginep aja? Sebentar lagi malam loh, rumah kamu kan jauh" Ujar Wilna.
"Engga papa bund, Feli pulang aja soalnya Feli masih ada sesuatu yang harus di urus" Terang gadis itu.
"Ya udah kalau gitu kamu hati hati ya Fel" Ujar Wilna.
"Iya Bunda" Felisha mencium punggung tangan Wilna.
"Aldi, Lolita gue duluan ya" Pamit Felisha.
"Iya, hati hati ya Fel, dan makasih buat hadiah nya" Ujar Lolita. Felisha pun menganggukkan kepalanya. Setelah itu Felisha pun segera masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil berwarna hitam itu meninggalkan halaman rumah Aldi.
"Ya udah yuk masuk!" Ajak Wilna. Lolita pun mengiyakan dan ia pun mengikuti mertuanya itu masuk kedalam rumah, pun Aldi yang mengikuti dibelakang ibu dan istrinya.
*****
Seseorang terlihat sedang menunggu dengan lelah, terbukti karena beberapa kali perempuan itu menghembuskan nafasnya dengan kasar, dan sesekali ia melihat kearah jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Lama banget sih" Gumamnya kesal.
Ia meraih gelas yang terletak di atas meja dan berisi air berwarna orange dan meneguknya kemudian kembali meletakkannya dia atas meja. Hal itu ia lakukan berkali kali sampai akhirnya isi dari gelas tersebut tinggal setengah.
__ADS_1
Seseorang tiba tiba datang dan mendudukkan dirinya di kursi yang berada di depan sang perempuan. "Maaf gue telat tadi jalanan macet banget" Ujar orang itu.
Perempuan itu menatap kesal sosok yang berada di didepannya itu. "Lama banget sih lo, tahu engga kalau gue itu udah nunggu lo setengah jam, nih minuman gue sampai tinggal setengah" Seru gadis itu kesal.
"Ya maaf, lo kan tahu sendiri bagaimana Jakarta, macetnya luar biasa" Ujar sosok yang ada didepannya.
"Ya kalau udah tahu Jakarta kenapa engga berangkat lebih awal biar engga kejebak macet" Ujar gadis itu masih dengan wajah kesalnya.
"Iya iya, ya udah deh gue minta maaf,. perempuan emang selalu bener" Seru laki laki yang duduk didepannya itu sembari mencubit pipinya. Tetapi gadis itu langsung menepisnya.
"Jangan sentuh gue" Kesalnya.
"Iya deh iya maaf, ya udah sekarang lo mau kemana? Gue temenin deh" Ujar sang laki laki.
"Ya udah ayo!" Perempuan itu segera memakai tas yang semula ia pangku.
Kedua sejoli itu pun segera berlalu dari cafe tersebut dengan bergandengan tangan.
"Silahkan masuk nona" Ujar sang laki laki sembari membukakan pintu mobilnya.
"Hmm" Gadis itu pun segera masuk kedalam mobil dan mendudukan dirinya di kursi sebelah kemudi. Kemudian disusul oleh laki laki itu dan duduk dibelakang kemudi.
******
"Kita mau kemana ini?" Tanya sang laki laki di tengah tengah perjalanan mereka.
"Enaknya kemana?" Tanya sang gadis.
"Ya engga tahu, gue juga pusing mau kemana" Seru sang gadis.
"Nonton?" Perempuan itu sejenak berfikir. "Engga ah, gue lagi males buat ketempat yang rame rame, gue butuh tempat yang menenangkan" Lanjutnya.
"Ya udah kalau gitu ke Rooftop tempat kita biasa nongkrong aja gimana? Dan sebelum kita ke Rooftop kita mampir ke supermarket untuk membeli beberapa makanan ringan untuk menemani kita mengobrol" Ujar laki laki dibalik kemudi itu.
"Emm boleh, lagian juga gue udah lama engga nongkrong" Ujar sang perempuan.
Laki laki dibalik kemudi itu pun segera melajukan mobilnya menuju kesebuah supermarket disekitar jalanan yang ia lintasi menuju ke Rooftop.
Hingga akhirnya mobil sport mewah itu berhenti disebuah parkiran salah satu supermarket.
Kedua sejoli itu segera turun dari mobil dan masuk kedalam supermarket yang terlihat tidak terlalu rame pengunjung itu.
Kedua sejoli itu berjalan menuju rak dimana camilan disimpan dengan sang laki laki yang membawa keranjang belanjaan. Bermacam macam makanan ringan pun ia ambil satu persatu dan memasukkan kedalam keranjang belanjaan.
"Lo suka keripik kentang yang rasa apa?" Tanya si perempuan sembari memperhatikan satu persatu keripik kentang yang berderetan dengan banyak macam varian rasa.
"Gue mau yang rasa cappucino sama cheetos rasa salad avocado" Saut sang laki laki.
Perempuan itu pun mengangguk dan mengambil Keripik Kentang rasa cappucino, rasa sandwich dengan keju, paduan rasa waffle dan ayam serta cheetos rasa salad avocado.
"Udah?" Tanya sang laki laki.
"Udah" Jawab sang perempuan.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu lo ngantri dulu deh ke kasir, biar gue yang ambil minuman, lo mau yang soda apa isotonik?" Tanya sang laki laki.
"Apa aja deh" Jawab sang perempuan. Laki laki itu pun mengangguk dan berlalu menuju deretan minuman, sedangkan sang gadis berlalu untuk mengantre di kasir.
Tetapi saat hendak menuju ke kasir gadis itu tidak sengaja menabrak seseorang.
"Aww" pekik gadis itu dan juga sosok yang ditabraknya. Didengar dari suaranya itu adalah suara perempuan.
Kedua gadis itu pun segera mendongakan kepalanya tatkala merasa tidak asing dengan suaranya.
"Rere"
"Caca"
Seru kedua perempuan itu secara bersamaan. Ya, kedua perempuan itu adalah Caca dan Rere sahabat yang sempat terpisahkan itu.
Keduanya nampak syok, terutama Caca, bagaimana tidak syok? Bukankah sahabatnya itu kini sedang berada di London? Lantas kenapa sekarang ia berada dihadapannya?.
"Rere, lo di Jakarta?" Ujar Caca.
Rere terlihat gugup, ia bingung harus menjawab apa karena selamana ini tidak ada yang mengetahui keberadaannya kecuali sosok yang sekarang sedang dekat dengannya.
"Nih gue udah dapat minumannya" Ujar Ethan yang tiba tiba muncul diantara Rere dan Caca dengan membawa dua botol air putih dan juga dua botol minuman bersoda.
Ya, lelaki yang sedaritadi bersamaan seorang perempuan itu adalah Ethan.
Sama halnya dengan Caca, Ethan pun syok melihat keberadaan Rere yang sangat tiba tiba.
"Rere, lo bukannya lagi di London?" Kalimat itu pun terlontar dari mulut Ethan.
"Ah iya, gue emang di London, tetapi kemarin gue pulang dan maaf banget ha Ca, gue belum sempat ngabarin Lo" Ujar Rere.
Caca menyerahkan keranjang belanja yang dipegangnya kepada Ethan, dan Ethan pun segera menerimanya.
"Astaga Rere gue kangen banget sama Lo" Ujar Caca, gadis itu seketika menghambur kedalam pelukannya Rere. Pun dengan Rere, gadis itu membalas pelukan Caca dan saling melepaskan Rindu.
Tetapi pelukan itu pun tak bertahan lama tatkala seseorang datang menghampiri mereka dan berkata "Sayang, udah dapat apa yang ingin kamu beli?"
Mendengar itu Caca pun segera melepaskannya pelukannya. Dan menatap laki laki tampan yang kini sedang berdiri dihadapannya, tepatnya di sebelah Rere.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Draft terkahir yang ada di catatan wkwkwk😂