
Keheningan kini mengisi ruangan yang terlihat sangat luas tersebut. Dua orang manusia yang memiliki jenis kelamin sama terlihat sibuk dengan pemikirannya masing masing.
"Ehem, Nona Lolita" Seru Felisha yang akhirnya memilih membuka suara terlebih dahulu.
"Iya Nona Felisha" Ujar Felisha sembari mengalihkan perhatiannya menatap kearah Lolita.
"Kemarin bukannya bunda Wilna ulang tahun ya?" Tanyanya berbosa basi.
Lolita mengangkat sebelah alisnya, kok dia bisa tahu, apa sedekat itu dulu dia dan suaminya? Pikirnya.
"Lo tidak perlu bingung bagaimana gue bisa tahu, tentu saja karena gue dan Aldi sudah berteman dari kecil" Ujarnya ketika membaca raut kebingungan di wajah Lolita.
"O" Lolita hanya menjawabnya dengan ber-oh ria kemudian memalingkan pandangannya dari Felisha.
"Lo tahu engga, gue sama Aldi dulu adalah tetangga" Seru Felisha. Lolita kembali menoleh kearah Felisha, ia seperti tertarik untuk mendengarkan cerita perempuan itu.
"Gue dan Aldi memiliki usia yang tidak jauh berbeda, bahkan kita seperti satu jiwa yang sama namun memiliki raga yang berbeda, Lo tahu? Gue dan Aldi memiliki tanggal lahir yang sama" Felisha mengulas senyum manis di bibirnya sembari mengalihkan perhatiannya menatap lurus kedepan.
"Gue sama Aldi dulu sangat dekat, setiap hari kita bermain bersama, dan kita berdua juga pernah berjanji untuk bersama selamanya" Lolita masih tetap diam menunggu kelanjutan ceritanya, meskipun ia merasa sesak di dalam dadanya, meskipun itu hanya cerita dari masalalu, tetap saja bukankah cinta pertama itu sulit untuk dilupakan meskipun kaliamat seperti itu hanyalah sekedar bualan bocah kecil saja?.
"Aldi dulu sering bermain di rumah gue, kalau engga gitu gue yang main di rumahnya, dan kita bersama sampai kelas empat SD, saat hendak kenaikan kelas kita berdua berpisah karena gue harus ikut dengan keluarganya gue ke London, otomatis gue juga melanjutkan pendidikan disana, dan saat itu kita berdua pergi kesebuah danau, danaunya sangat cantik dana dan sebuah pohon yang sangat besar, di atas pohon itu terdapat sebuah rumah pohon, disana kita sering bermain bersama, bertukar cerita hingga akhirnya saling mengungkapkan rasa" Felisha menjeda kelimat panjang lebarnya.
****
Sepasang anak kecil kini sedang berjalan bersama di pinggiran danau dengan saling menautkan tangannya hingga kini keduanya berhenti di sebuah pohon yang tidak jauh dari sana.
"Aku naik duluan ya Al" Ucap Gadis itu sembari menatap Aldi. Aldi pun menganggukkan kepalanya dan melepaskan tautan tangannya.
Gadis kecil cantik itu segera menaiki tangga menuju rumah pohonnya, pun dengan Aldi yang mengikutinya.
Kini kedua bocah kecil itu sudah berada didalam rumah pohon tersebut.
"Aldi, besok aku akan pergi ikut mama dan papa aku ke luar negri, aku harap kamu tidak akan pernah melupakan aku ya" Ujar sang gadis.
"Ke luar negri?" Tanya Aldi.
"Iya" Gadis itu pun menganggukkan kepalanya.
"Apakah kamu akan meninggalkan ku?" Tanya Aldi dengan wajah sendu.
"Aldi, aku hanya akan pergi sementara, setelah aku dewasa dan menjadi cantik, aku akan kembali kesini untuk bertemu dengan kamu" Gadis itu menjeda kalimatnya.
"Berjanjilah untuk selalu mengingatku, menungguku, dan kelak kita akan bersama sama" Imbuhnya lagi sembari mengangkat jari kelingking mungilnya.
"Feli, aku berjanji kepadamu, tidak akan pernah melupakan mu dan akan selalu menunggumu kembali, aku sayang sama kamu" Ujar Aldi sembari mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Felisha.
Felisha pun mengulas senyumnya, keduanya saling memandang dalam sebelum akhirnya kedua bocah kecil itu memilih untuk berpelukan.
__ADS_1
******
"Aldi, aku marah kepadamu" Seru Felisha sembari mengerucutkan bibirnya.
Aldi mengehentikan aktifitasnya makannya lalu menoleh kearah Felisha yang kini sedang duduk di hadapannya.
Lolita, Aldi dan Felisha kini sedang berada disebuah restauran bintang lima yang ada di Jakarta untuk melakukan makan siang.
"Lo pasti ngelupain gue kan?" Seru Felisha.
"Ngelupain? Maksud lo?" Tanya Aldi.
"Lo dulu pernah berjanji untuk selalu ingat dengan gue, tapi respon lo tadi saat melihat gue bener bener mengecewakan" Seru Felisha.
"Mengecewakan gimana? Kan gue terkejut gitu, lo juga berubah drastis banget, rambut Lo dulu hitam legam, sekarang berubah jadi pirang" Ujar Aldi.
"Cantik kan?" Seru Felisha dengan percaya diri.
"Yayaya" Jawab Aldi.
Lolita hanya dia sebagai pendengar, ia merasa terasingkan oleh suami dan teman masa kecil suaminya itu. Keberadaan seperti tidak terlihat dan tidak dianggap.
Srek
Lolita segera berdiri dengan kasar sehingga menimbulkan suara dari kursi yang bergeser kebelakang. "Aku ke toilet dulu" Serunya yang kemudian langsung berjalan meninggalkan Aldi dan juga Felisha tanpa menunggu persetujuan.
****
Lolita segera masuk kedalam salah satu toilet tak lupa menguncinya, ia menatap pantulan wajahnya di depan cermin yang ada di hadapannya. Matanya berkaca kaca dan dadanya terasa sesak seakan ada seseorang yang merenggut paksa oksigen dari paru parunya.
"Kenapa sesak sekali, padahal mereka berdua hanya sebatas teman masa kecil" Ujarnya.
"Aldi tidak akan pernah mungkin menghianati aku dan bersama dengan Felisha, Lolita apa sih yang lo fikirkan" Imbuhnya lagi.
"Tapi tetap saja, yang namanya janji tetaplah janji, apalagi Aldi pernah memiliki rasa, bukan tidak mungkin untuk jatuh cinta lagi kan?" Lolita terus saja berfikir yang tidak tidak, Apalagi melihat keakraban suaminya dengan teman masa kecilnya.
Tangan Lolita terulur untuk membuka kran kemudian menengadahkan tangannya untuk menampung air yang mengalir kemudian membasahi wajahnya.
"Positif thinking oke" Gumamanya, Lolita segera mematikan kran yang dibukanya. Ia mengambil tisu dan mengelap wajahnya, setelah itu ia kembali menuju meja yang tadi ditempatinya, tetapi ia tidak mendapati Felisha disana, hanya ada Aldi yang sekarang sibuk dengan ponselnya.
"Dimana Felisha?" Serunya sembari mendudukan dirinya.
"Felisha sudah balik terlebih dahulu, katanya dia ada urusan" Jawab Aldi sembari menyimpan ponselnya dan menatap Lolita.
"O" Jawabnya.
"Ya udah kalau begitu ayo kita pulang" Ajak Aldi.
__ADS_1
Lolita pun tak menjawab dan ia langsung mengambil tasnya dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan Aldi yang menatapnya dengan penuh tanya.
*****
Selama di perjalanan, hanya keheningan yang menemani keduanya dalam perjalanan pulang. Lolita tidak membuka suara, ia sibuk menara keluar jendela, pun Aldi, ia juga tidak membuka suara.
Lampu hijau pun berganti dengan warna merah, Aldi pun segera menginjak rem mobilnya hingga mobil yang dikemudikannya itu berhenti dengan sempurna.
"Kenapa sih? Tumben diam aja?" Tanyanya sembari menoleh kearah Lolita.
"Engga papa" Jawab Lolita dengan singkat tanpa menoleh kearah Aldi sedikit pun.
Melihat sikap Lolita yang tidak seperti biasa, Aldi pun mendekatkan tubuhnya ke tubuh Lolita, memegang dagu istrinya agar menatap ke arahnya, tetapi setelah keduanya berhadapan Lolita kembali memalingkan mukanya.
"Kenapa? Kamu marah sama aku?" Tanya Aldi lagi.
Tetapi Lolita hanya diam tidak memperdulikan. Tidak bisa pungkiri kalau Lolita merasa cemburu, istri mana yang tidak cemburu melihat suaminya sendiri akrab dengan perempuan lain yang notabenenya adalah teman dekat masa kecilnya?.
Aldi hendak menarik dagu Lolita lagi supaya menatapnya, tetapi suara klakson mobil yang memekakkan telinga memintanya agar segera melakukan mobilnya. Aldi pun mengurungkan niatnya, ia kembali menancap gas mobilnya dan melajukan mobil mewahnya itu menuju rumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah hari Senin ya man teman dan kita ketemu lagi sama Loli dan Aldi, dan bertepatan juga dengan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 75.
Semoga, di ultah bangsa Indonesia yang ke 75 ini wabah corona yang sedang melanda tempat tinggal kita cepat berlalu dan negara Indonesia pun semakin maju, rakyatnya juga hidup dengan aman, nyaman dan juga damai. Aamiin.
SEKALI MERDEKA, TETAP MERDEKA 🇮🇩 DIRGAHAYU BANGSA INDONESIA 🇮🇩💪💪💪
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak kalian, dan buat kalian yang sudah follow ig aku pasti tahu kan sw yang kemarin aku buat, nah kalian tunggu aja semoga keinginan kalian bisa terkabul nanti sore hehehe😂