
"Oh iya tuh handphone kamu ada dalam tas aku" Ucap Lolita sembari menunjuk kearah tasnya yang terletak di atas nakas.
"Kok bisa sama kamu?" Tanya Aldi sembari menutup laptopnya dan meletakan diatas nakas dan menukarnya dengan handphonnya yang baru saja ia ambil dari dalam tas milik istrinya.
"Iya, tadi orang yang nelfon aku yang mengembalikan" Jawab Lolita.
"O" Aldi hanya ber oh ria sembari membuka email dari Evan.
Ia membaca email tersebut yang ternyata berisi undangan untuk melakukan reuni lusa.
"Oh iya, lusa kita berangkat ke Garut" Ucap Aldi sembari menoleh kearah Lolita.
"Ke Garut, Ngapain?" Tanya Lolita sembari mengangkat sebelah alisnya.
"Acara reuni akan di adakan di Garut, di Pondok Ks. Villa dekat pantai rancabuaya" Jelas Aldi sembari meletakkan ponselnya diatas nakas.
"Benarkah?" Tanya Lolita dengan mata yang berbinar.
"Hmm, tidurlah sudah malah" Ucap Aldi sembari merebahkan dirinya.
"Aku sungguh tidak sabar" Ucap Lolita, ia menoleh kearah Aldi yang sudah memejamkan matanya dengan salah satu lengannya sebagai bantalan.
Lolita kemudian ikut merebahkan tubuhnya dengan posisi meringkuk menatap kearah Aldi. Ia menatap lekat lekat suaminya itu.
"Aldi" panggil Lolita dengan nada pelan.
"Hmm" Aldi hanya menyahutinya dengan deheman.
"Ck" Lolita mencibirkan bibirnya yang terdengar oleh Aldi.
"Kenapa?" Tanya Aldi tanpa merubah posisinya sedikitpun.
"Apakah kamu tidak merasa bersalah?" Tanya Lolita.
Mendengar itu Aldi seketika membuka matanya dan merubah posisinya menghadap kearah Lolita.
"Merasa bersalah kenapa?" Tanya Aldi setelah ia berhadapan dengan Lolita.
"Merasa bersalah karena sudah membuatku khawatir" Jawab Lolita.
"Terus kamu mau aku bagaimana?" Tanya Aldi seakan ia sedang dalam mode tidak peka.
"Menyebalkan" Ucap Lolita sembari merubah posisi menjadi membelakangi dirinya.
Melihat itu Aldi pun menepiskan senyumnya, ia sebenarnya tahu apa yang diinginkan istrinya itu. Ia minta untuk dipeluk karena ia tidak akan bisa tidur.
Aldi menggeser tubuhnya untuk mendekat kearah Lolita, ia melingkarkan tangannya memeluk tubuh mungil Lolita, Lolita yang mendapat peluk pun tersenyum senang, ia kemudian membalikkan badannya hingga berhadapan dengan Aldi. Ia membalas pelukan Aldi.
"Bilang saja kalau mau peluk" Ucap Aldi.
__ADS_1
Lolita tidak menghiraukannya ucapan Aldi, ia asik menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aldi, mencari posisi senyaman mungkin.
"Jangan meninggalkan aku" Gumam Lolita.
"Tidak janji" Jawab Aldi sembari menciumi puncak kepala Lolita.
Mendengar jawaban Aldi, Lolita seketika merenggangkan pelukannya, ia mendongakkan wajahnya menatap wajah Aldi.
"Emang kamu mau kemana?" Tanya Lolita.
"Aku tidak bisa berjanji untuk selalu berada di samping kamu, seperti apa yang pernah kamu katakan dulu. Jangan pernah berjanji jika tidak bisa menepati. Maka dari itu aku tidak akan berjanji untuk selalu berada disisi kamu, karena suatu saat nanti aku pasti akan pergi, entah itu sekarang, besok, atau kapan tidak ada yang tahu" Ujar Aldi sembari mengelus kepala Lolita dengan sayang.
Lolita diam sambil memandang wajah Aldi, benar apa yang suaminya itu katakan, dirinya tidak akan terus berada di sisinya karena suatu saat maut pasti akan memisahkannya.
"Kalau begitu berjanjilah untuk selalu mencintai, selalu bersamaku hingga maut memisahkan" Ujar Lolita sembari memainkan dada bidang suaminya yang tidak terbalut sehelai benang pun.
Aldi pun mengangguk mengiyakan, ia kemudian mencium puncak kepala Lolita dengan sayang. "Aku berharap Tuhan mengambil nyawaku sekarang sebelum ia mengambil nyawanyamu keseoskakan harinya agar aku tidak merasakan sesak yang mendalam saat kepergianmu nanti" Gumam Lolita lagi.
"Syuuttt" Aldi menaruh jari telunjuknya di bibir Lolita, pandangan keduanya saling terkunci menatap satu sama lain.
"Kita akan menua bersama dan menyaksikan anak, cucu, cicit kita tumbuh dewasa" Ucap Aldi, ia kemudian mengusap bibir Lolita menggunakan ibu jarinya kemudian **********.
*****
"Jadi lo bakal datang ke reuni itu?" Tanya Ethan yang kini sedang berada di sebuah cafe bersama dengan Kevin.
Iya, Kevin memang pulang ke Indonesia selama liburan semester. Dan ia akan berencana terbang ke Inggris lusa tapi menundanya karena ia ingin menghadiri reuni teman SMA-nya.
"Terus lo nunda jadwal lo balik ke London?" Tanya Ethan.
"Iya lah, dan setelah balik dari acara reuni gue langsung terbang ke London" Jawab Kevin sembari meletakkan cangkir yang di pegangannya itu di atas meja.
"Apa alasan lo menghadiri reuni itu, Lo juga engga banyak punya teman dari SMA Gumilang karena Lo disitu sebagai siswa baru" Ujar Ethan.
"Ya engga apa apa, gue pengen aja menghadiri pesta itu, lagian gue juga dapat undangan kok" Jawab Kevin.
"Tapi kan engga harus semua datang, apa jangan jangan lo masih suka sama Lolita dan mau lihat dia?" Tebak Ethan.
"Ya engga lah, gue emang murni pengen hadir di acara itu bukan karena Lolita" Jawab Kevin lagi.
"Engga percaya gue" Jawab Ethan sembari mengambil cnagkirnaya dan menyesap coffiee yang ada di dalamnya.
"Terserah lo, tapi gue emang sudah engga ada rasa sama Lolita, hati gue ini sudah ada yang ngisi" Jawan Kevin yang terlihat sangat serius.
"Beneran? Siapa? Kok lo engga ada cerita sama gue" Saut Ethan.
"Nanti juga lo tahu sendiri" Jawab Kevin, ia kembali mengambil cangkirnya dan menyesap air berwarna hitam yang ada di dalamnya.
Tanpa mereka berdua ketahui ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka.
__ADS_1
"Ooo jadi mereka akan mengadakan reuni" Ucap gadis itu sambil memasang senyumnya. Ia segera beranjak berdiri ketika ada seorang tamu yang memanggilnya. Ia pun menghampiri tamu tersebut.
*****
"Gue udah sebar undangannya kesemua siswa siswi angkatan kita" Ucap Evan yang kini berada di ruang kerja Aldi. Dan ada Regan juga disana.
"Lo udah urus itu masalah Villa kan?" Tanya Regan.
"Sudah gue atur, lagian dia juga masih belum pulang kerumah" Jawab Aldi dengan santai.
"Okelah kalau gitu semua sudah aman, gue udah undang semua kelas lihat aja besok berapa yang datang" Ucap Evan.
"Kayaknya bakal rame yang datang deh" Ucap Regan sambil memperlihatkan ponselnya kepada Aldi dan Evan.
"Nah kan rame banget tuh grup alumni" Ujar Regan.
"Boleh bawa pasangan engga" Ujar Regan membaca salah satu pesan di grup.
"Terserah" Jawab Aldi.
****
Rere terlihat baru saja pulang dari tempat kerjanya, iya lima bulan terkahir selama fasilitasnya di cabut oleh papanya ia bekerja paruh waktu disebuah cafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampusnya.
Meskipun awalnya ia merasa malu karena dulu dia adalah seorang tuan putri apapun yang ia inginkan pasti akan terkabulkan, tetapi ia tidak ada pilihan lain karena ia butuh uang.
Ia membuka kulkas yang dan mengambil sebuah botol yang dalamnya terdapat air mineral, ia pun langsung meneguk air dari dalam botol itu hingga tersisa setengah.
"Huhhh gue harus cari tahu dimana tempatnya" Gumam Rere sembari menggenggam botol tersebut.
"Lo udah pulang" Saut Caca yang tiba tiba muncul dari belakang hingga membuat Rere terkejut dan sedikit berjingkat.
"Iya baru saja" Jawab Rere sembari mengembalikan botol minumnya kedalam kulkas, ia kemudian berjalan menuju meja makan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri, menarik salah satu kursi makan dan mendudukkan dirinya berhadapan dengan Caca.
"Em, Ca pinjem hp lo dong" Ucap Rere sembari menyodorkan tangannya di hadapan Caca.
"Emang hp lo dimana?" Tanya Caca.
"Lowbat, pinjem hp lo bentar" Ucap Rere lagi.
Caca membuka tas slempang yang masih melekat ditubuhnya, ia mengambil ponselnya dan memberikan kepada Rere tanpa merasa curiga sedikitpun. Dan Rere pun menerima ponsel Caca dengan senang.
.
.
.
Iya terimakasih ya Reader semua 😚 Alhamdulillah author engga apa apa cuma lecet lecet sama sakit bagian punggung sampai pinggang bagian kanan, tapi engga apa apa 😊
__ADS_1
Jangan lupa berikan dukungan kalian berupa vote dan like, Terimakasih.