
Pesawat yang di tumpangi Lolita, Andra, Aksa dan juga Baby Sitter Wilda kini sudah lepas landas meninggalkan tanah Yogja.
Lolita nampak tidak tenang, hatinya gelisah, gimana jika nanti dia bertemu dengan Aldi? Bagaimana keadaan Aldi? Apakah dia sudah siap untuk bertatap muka dengan Aldi? Pikir Lolita.
Andra yang melihat itu pun segera menggenggam tangan Lolita. Melihat Andra menggenggam tangannya, Lolita menoleh kearah Andra. "Sudah jangan terlalu banyak berfikir, lebih baik lo sekarang Istirahat aja" Ujar Andra.
Lolita hanya mengangguk kemudian mencoba untuk memejamkan matanya.
Satu jam kemudian, pesawat yang di tumpangi Lolita pun mulai mendarat di apron.
Lolita segera turun dari pesawat, pun Andra yang menggendong Aksa dan juga Mbak Wilda yang membawa perlengkapan Aksa.
Keempatnya menuju Arrival sebelum akhirnya keluar dari dalam Bandar Udara Soekarno-Hatta.
******
"Eh bro, lo mau kemana pagi pagi sekali tumben sudah rapi?" Tanya Evan yang kebetulan berpapasan dengan Aldi saat hendak keluar dari kamar.
"Mencari Lolita jawab Aldi" Tanpa menoleh ke arah Evan.
"Biar gue temenin" Seru Evan.
"Hm" Jawab Aldi.
Keduanya pun menuruni anak tangga dengan beriringan, dan saat di lantai bawah keduannya berpapasan dengan Wilna yang baru saja keluar dari dapur hendak menuju kamar untuk memanggil suaminya.
"Loh kalian berdua mau kemana? Kok pagi pagi sekali tumben sudah rapi" Ujar Wilna.
"Mau temani Aldi cari Lolita bund" Jawab Evan.
"Sarapanlah terlebih dahulu, kalian kan butuh tenaga juga" Ujar Wilna.
"Aldi akan sarapan di rumah mama" Ujar Aldi yang kemudian berlalu pergi begitu saja.
"Ya udah bund, Evan ikut sama Aldi dulu ya" Ujar Evan. Laki laki itu mencium tangan Wilna kemudian berlari mengikuti sahabatnya itu.
******
Mobil yang dikendarai oleh Aldi mulai memasuki halaman rumah orang tua Lolita. Aldi segera turun dari mobilnya dan dan berjalan menuju ke pintu utama.
Tangannya terangkat keatas untuk mengetuk pintu bercat putih itu. Dan tak lama pintu pun terbuka dan menampilkan sosok wanita paruh baya yang tak lain adalah Nita.
Perempuan itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya, mungkin ia terlalu memikirkan putrinya Lolita.
"Aldi" Ujar Nita.
Aldi langsung menyalami tangan mertunya itu, pun dengan Evan.
__ADS_1
"Ayo masuk" Ujar Nita mempersilahkan.
Aldi pun masuk terlebih dahulu, diikuti dengan Evan. Nita terlebih dahulu menutup pintunya sebelum akhirnya mengikuti Aldi dan juga Evan yang sudah berjalan didepan.
"Aldi" Panggil Nita.
"Iya ma" Aldi menghentikan langkahnya.
"Kamu sudah sarapan?" Tanya Nita. Tapi Aldi menggelengkan kepalanya.
"Kamu sarapan dulu ya, biar mama siapin sama Evan juga" Ujar Nita. Ia tahu menantunya itu sama rapuhnya dengannya.
Nita kemudian berjalan mendahului Aldi dan juga Evan menuju ke meja makan, Aldi pun hanya menurut kemudian langsung mendudukan dirinya di kursi yang baru saja ditariknya.
Nita segera mengambilkan nasi dan juga lauk pauknya untuk Aldi dan memberikannya kepada membantunya itu. Pun Evan, Nita juga melakukan hal yang sama.
"Mama sudah makan?" Tanya Aldi.
"Sudah, mama sudah makan tadi sama papa dan kakak kamu" Ujar Nita yang duduk di sebelahnya Aldi.
Aldi hanya mengangguk. Ini kali pertama dia memakan nasi setelah Lolita pergi, selama ini Aldi hanya makan roti dan minum air saja.
Nita memperhatikan menantunya yang nampak tidak nafsu dalam menyantap makannya. Setiap aktifitas yang dilakukannya selalu mengingatkan kepada Lolita.
"Aldi sudah selesai ma, Aldi mau ke atas dulu" Ujar Aldi yang kemudian beranjak berdiri. Nita memaklumi keadaan menantunya itu, ia membiarkan Aldi pergi ke kamar Lolita untuk melepaskan rindunya.
"Iya Tante" Jawab Evan.
Nita kemudian beranjak berdiri, perempuan itu menyusul Aldi. Di bukanya tanpa ragu pintu kamar Lolita yang tidak tertutup dengan sempurna. Terlihat disana Aldi yang sedang tidur telentang dengan tangannya sebagai bantalan.
Nita mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur. Merasa kasur yang ditempati itu bergerak, Aldi segera membuka matanya. Dilihatnya mertunya sedang duduk sembari menatap kearahnya. Aldi merubah posisinya menjadi duduk.
"Kangen ya?" Ujar Nita.
"Banget ma" Jawab Aldi dengan sendu.
"Kenapa Lolita meninggalkan Aldi ma? Kenapa Lolita menghukum Aldi dengan cara seperti ini" Ujarnya. Air matanya kembali mengalir membasahi pipinya. Ia menangis didepan mertunya, seakan tidak merasa canggung dan malu Aldi meletakan kepalanya di bahu Nita.
Nita yang melihat itu pun tak kuasa melihatnya, air matanya itu mengalir membasahi pipi mulusnya. Tangannya terangkat, dielusnya punggung Aldi dengan penuh sayang.
"Mama juga sangat merindukan Lolita dan Aksa, seperti apa keadaanya sekarang, apakah mereka sudah makan? Apakah mereka bahagia?" Ujar Nita.
Mendengar itu Aldi kembali menegakkan tubuhnya. Ditatapnya mama mertunya. "Mama jangan khawatir, Aldi akan lebih keras lagi untuk mencari mereka" Ujar Aldi. Ia kemudian beranjak berdiri dan keluar dari dalam kamar Istrinya itu.
Nita menatap sendu punggung menantunya yang perlahan menghilangkan dibalik pengalihannya. Aldi berjalan menuju pintu utama, Evan yang menunggu di sofa segera mengikutinya.
Tangan Aldi tergerak untuk membuka pintu yang ada didepannya. Dan betapa terkejutnya saat pintu terbuka ada sosok yang sangat dirindukannya didepan matanya.
__ADS_1
Lolita. Ya dia adalah Lolita, Lolita kini berdiri didepan Aldi. Kedua matanya saling bertemu. Tubuh Aldi seakan menengang melihat istrinya berada didepannya.
"Lolita" Ujar Aldi dengan suara yang nyaris tak terdengar.
Lolita tak menyahuti, ia sibuk memandangi wajah Aldi hingga kini tubuh Lolita terguncang hebat tatkala tubuh Aldi itu memeluknya dengan erat. Sangat erat.
Aldi air mata kembali mengalir dalam pelukan tak berbalas itu. Rasa rindu yang selama ini di tahan rasanya seketika hilang digantikan dengan rasa senang.
Aldi melepaskan sejenak pelukannya, ditangkapnya wajah istrinya. "Sayang kamu kemana saja? Aku sangat merindukanmu, apakah kamu tidak merindukanku? Kenapa kamu pergi?" Tanya Aldi dengan bertubi-tubi.
Tapi Lolita tetap diam. Matanya menelisik setiap inchi wajah Aldi, wajah laki laki yang sangat dirindukannyanya. Tentu saja sangat dicintainya juga.
Lolita meringis melihat keadaan Aldi, rambutnya yang agak gondrong, serta rambut rambut halus disekitar wajahnya yang telat di cukur itu semakin menambah kesan tidak terurus. Tubuhnya juga kurus dan kering. Apakah sehancur itu Aldi saat ia meninggalkannya. Pikir Lolita.
"Sayang? Kenapa kamu diam saja?" Aldi kembali membuka suara. Tapi tak kunjung mendapat jawaban juga dari istrinya.
Aldi tidak memperdulikan Lolita yang terus saja diam, yang terpenting sekarang adalah Lolitanya yang sudah kembali. Aldi kemudian mendaratkan beberapa ciuman di wajah Lolita yang seketika membuat Lolita merasa risi karena rambut rambut halus Aldi mengenai wajahnya.
Tapi Lolita tidak menolaknya dan lagi lagi Aldi kembali memeluknya dengan erat. Sangat erat seakan ia tidak akan membiarkan Lolita terlepas dari pelukannya.
"Aldi" Panggil Lolita.
Mendengar istrinya membuka suara, Aldi seketika melepaskan pelukannya. Ditatapnya wajah istrinya.
"Aku kembali" Ujar Lolita.
"Terimakasih karena sudah kembali" Ujar Aldi, senyum bahagian seketika melesat dibibirnya.
"Tapi untuk melanjutkan perceraian yang sudah kamu jatuhan kepadaku" Imbuh Lolita.
Duaarrrrrr
Aldi benar benar seperti merasa tersambar petir sekarang.
.
.
.
.
.
.
Kalem, ga usah pada baper ga usah pada kesel nanti dosa kalian nambah kalo kesel sama tokoh tapi hujat authornya wkwk.
__ADS_1
Paling kurleb 10 eps juga tamat nih BUDAYAKAN SABAR