Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Berjodoh Sebagai Teman


__ADS_3

Lolita kini sedang mendudukan dirinya diatas sofa yang ada di kamarnya, sedangakan Aldi nampak sedang sibuk dengan laptopnya di sebelahnya.


Ia memikirkan percakapannya dengan Yolanda tadi saat dirumah Sisi.


Flashback on


"Lolita, menurut lo wajar engga sih kalah seorang lelaki yang sudah memiliki pacar itu dekat dengan cewek lain?" Ujar Yolanda.


Lolita sejenak terdiam, mencoba mencerna baik baik pertanyaan Yolanda dan mencoba menyusun jawaban yang tepat, jujur saja ia juga sedang berada diposisi Yolanda kalau dilihat dari segi pertanyaannya.


"Kalau menurut gue yah Yol, berteman dengan siapa saja itu wajar, laki laki maupun perempuan, yah meskipun itu menimbulkan kecemburuan sih" Lolita menjeda kalimatnya.


"Tapi itu juga tergantung sama yang laki lakinya, kalau hanya sekedar berteman dan tidak lebih, tau batasan juga dan sadar diri kalau sudah punya pasangan dan bisa menjaga perasaan pasangannya meskipun sedang tidak bersama itu engga masalah kok" Imbuh Lolita lagi.


"Tapi masalahnya ini teman masa kecilnya" Ujar Yolanda.


Lolita kembali terdiam, benar kini ia dan Yolanda sedang berada diposisi yang sama.


"Entah bagaimana ceritanya, tetapi teman masa kecil Regan itu tiba tiba kembali, dan mereka dekat banget banget, gue berasa tersisihkan lo tahu engga" Kesal Yolanda.


"Lo tahu kan gimana Regan, gimana dia mudah sekali akrab dengan seseorang, dan sifat ngeselinya itu bikin nyaman" Imbuh Yolanda lagi.


"Iya gue tahu, emang sih memiliki perasaan kepada seseorang yang ramah kepada orang lain itu adalah luka, terutama sesama perempuan" Ujar Lolita.


"Nah iya itu, lo tahu engga semenjak kedatangan teman barunya itu, Regan jadi jarang punya waktu sama gue, nemenin temanya itu terus, katanya gini Ya wajar lah sayang kita jalan bareng, kan kita sudah lama engga ketemu dan sekalinya ketemu ya saling melepas rindu" Yolanda menirukan gaya bicara Regan dengan wajah kesal.


"Bwhahahahaha muka lo lucu banget *****" Seru Lolita.


"Kok lo malah ketawain gue" Yolanda semakin dibuat kesal akan Lolita yang malah menertawakannya.


"Ya abis muka lo lucu banget" Ujarnya sembari meredakan tawanya.


Yolanda pun memelototkan matanya mantap Lolita.


"Iya iya udah gue berhenti ketawa, udah engga usah melotot mau lompat tuh bola mata" Ledeknya.


"Udah lo sabar aja, mungkin ini adalah ujian buat hubungan kalian, kesetiaan Regan sedang di uji begitu pula dengan kesabaran dan kepercayaan lo" Ujar Lolita.


"Gimana ya Lol, susah soalnya kan mereka pernah bersama tuh semasa kecilnya, udah pasti kalau deket nyaman kan, apalagi kalau mereka memiliki hobi yang sama, udah pasti lengket banget" Ujar Yolanda. Perempuan itu benar benar merasa frustasi dengan masalah percintaannya yang sepertinya akan dilanda badai.


Lolita membenarkan perkataan Yolanda, tetapi sebisa mungkin ia tetap percaya dengan suaminya, apalagi dulu dirinya pernah mengalami kasus yang hampir sama saat Aldi berteman dengan Salsa, tetapi mungkin ini akan sedikit berbeda ceritanya karena sudah ada Aksa di antara keduanya.


Flashback off


Lolita mengambil bantal yang ia gunakan untuk bersandar dan meletakkan di atas atas karpet tepatnya di bawah sofa, ia kemudian menurunkan tubuhnya dan duduk di bawah dengan kepalanya yang diletakkan di atas paha Aldi sebagai bantalan.


Aldi yang tadinya sibuk dengan komputer lipatnya itu sejenak menghentikan aktifitasnya dan menundukkan pandangannya sembari mengulas senyum manisnya dan mengelus puncak kepala Lolita.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Aldi.


"Engga papa, kapan selesai pekerjaannya?" Tanya Lolita sembari mendongakan kepalanya.


"Sebentar lagi" Jawab Aldi. Lolita pun menganggukkan kepalanya dan kembali kepada posisinya semula meletakan kepalanya di atas paha Aldi dengan nyaman. Sedangakan Aldi, ia kembali berkutik dengan benda berlayar pipih didepannya.


Sebentar lagi yang dikatakan Aldi ternyata tidak bisa dikatakan sebentar. Sudah satu jam berlalu dan laki laki itu masih setia dengan laptop di depannya. Sedangakan Lolita, perempuan itu kini sudah terlelap kedalam alam mimpinya.


Aldi menutup laptopnya kemudian merenggangkan tangannya yang terasa pegal. Ia menoleh kearah Lolita yang sudah terlelap berbantalkan pahanya. Ia pun mengulas senyum diwajahnya.


Dengan hati hati Aldi menurunkan kepala Lolita, ia segera menggendong Lolita dan merebahkannya diatas tempat tidur yang biasa ditempatinya dengan perlahan.


Ia menyibakkan beberapa helai rambut Lolita yang menutupi wajah cantiknya dan tak lupa memakaikan selimut di tubuh istrinya dan juga memberikan ciuman singkat didahinya sebelum akhirnya ia kembali kesofa untuk menyimpan ponselnya sebelum akhirnya melepaskan kaus yang membalut tubuh kekarnya dan ikut merebahkan tubuhnya disebelah Lolita.


******


Keesokan harinya, Lolita terlihat sedang duduk diatas sofa kamarnya dengan tangannya yang menggenggam sebuah telfon yang menempel di dekat daun telinganya.


"Gimana keadaan nenek ma?" Tanya Lolita. Dilihat dari cara memanggilnya sepertinya perempuan itu sedang menelfon dengan mamanya yang kini sedang berada di Amsterdam.


"Alhamdulillah nenek sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya sayang" Jawab Nita diseberang telfon.


"Syukurlah kalau begitu" Ujar Lolita.


"Terus Aksa gimana?" Tanya Nita.


"Ya udah kalau gitu, kalian baik baik ya, mama akhir dulu telfonnya" Seru Nita di sebrang teflon sebelum akhirnya panggilan antara ibu dan anak itu terputus.


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, dan menampilkan sosok Aldi dengan handuk yang melilit pinggangnya dan rambutnya yang masih basah.


"Baju aku mana?" Tanyanya pada Lolita.


"Belum aku siapkan, bentar" Ujarnya, Lolita segera beranjak berdiri dan mendudukkan Aksa di atas tempat tidur kemudian ia berlalu menuju ruang ganti untuk mengambilkan pakaian untuk Aldi.


"Ini" Lolita menyerahkan sebuah kemeja berwarna hitam dan juga celana hitam. Aldi pun menerimanya dan segera mengenakannya.


******


Setelah keduanya siap, Mereka bertiga pun segera turun kebawah untuk sarapan seperti biasanya.


dan setelah sarapan pun keduanya berangkat ke kampus bersama.


"Kita satu mobil aja ya Al" Pinta Lolita.


"Satu mobil?" Tanya Aldi.


"Iya" Jawab Lolita sembari menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Tumben banget" Ujar Aldi.


"Kenapa? Engga mau satu mobil sama aku? Mau satu mobil sama cewek lain?" Seru Lolita.


"Engga engga, tumben aja gitu, kan biasanya kamu engga mau berangkat satu mobil, ya udah ayo masuk tuan putri ku" Seru Aldi sembari membukakan pintu mobil.


Lolita pun tersenyum penuh kemenangan dan langsung masuk kedalam mobil.


Pun dengan Aldi yang segera masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil mewahnya itu menuju ke kampusnya.


*****


Aldi membukakan pintu untuk Lolita tatkala mobilnya itu sudah sampai di tempat tujuannya.


Lolita pun segera turun dari dalam mobil dan mengulas senyuman manis di wajahnya. Keduanya pun berjalan beriringan menuju ke kelasnya.


"Aldi, Loli" Teriak seseorang dari belakang Loli dan Aldi. Merasa di panggil kedua sejoli itu pun segera membalikkan badannya. Terlihat Felisha yang kini sedang berdiri dengan memasan senyuman manis diwajahnya.


Perempuan cantik berambut pirang itupun segera melangkahkan kakinya menghampiri Aldi dan Lolita yang masih setia berpijak ditempatnya.


"Eh kebetulan ketemu disini" Ujar Felisha.


"Iya" Jawab Lolita, ia membalas senyuman Felisha.


Felisha memperhatikan penampilan Aldi pagi hari ini. "Eh, hari ini kayaknya kita berjodoh ya Al, bajunya sama sama hitam" Ujarnya dengan senang.


Ya, Felisha memang hari ini mengenakan tantpop berwarna putih dengan di balut jaket kulit berwarna hitam serta celana hitam. Sama dengan Aldi yang mengenakan kemeja hitam dan celana bahan hitam.


"Oh iya kebetulan banget ya" Ujar Aldi memperhatikan pakaiannya.


"Yah, kalian memang berjodoh, tapi hanya sebagai teman" Seru Lolita dengan senyuman diwajahnya.


Felisha mengalihkan perhatiannya kearah Lolita, pun dengan Aldi. "Iya Lolita, tentu saja teman, ya kali gue jadi istri kedua" Ujarnya.


.


.


.


.


.


.


PENGUMUMAN Buat semua Reader yang pernah masuk ke GC Indri Antika dan kena kick bisa masuk kembali bagi yang berminat, karena kemarin ada pembersihan GC. Jadi tolong yang kena kick jangan salah paham atau sampai repost karena itu mencemarkan nama baik owner GC. Kecuali yang membuat kesalahan akan di kick dan tidak di verivikasi buat masuk lagi. Untuk lebih detailnya bisa kalian lihat di Instagram saya, Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2