
"Hmm cucu nenek sudah wangi ya" Ujar Nita sembari mencium pipi Aksa.
"Hari ini kita mau jenguk mama sama papa" Ujar Wilna lagi.
Wilna kemudian mengalihkan perhatiannya kearah Wilda yang terlihat sedang mengemasi barang barang yang berisi kebutuhan Aksa. "Mbak apakah semua sudah siap?" Tanya Nita.
"Sudah buk" Wilda menutup resleting tas yang berisi keperluan Aksa itu.
"Ya udah yok sekarang kita berangkat ke rumah sakit" Ujar Nita.
"Baik buk" Wilda pun menyahut tas yang berisi keperluan Aksa, keduanya berjalan keluar bersama dan masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh supir.
*
Mobil yang di tumpangi oleh Nita, Aksa dan juga Wilda itu sudah berhenti tepat di depan rumah sakit. Kedua wanita paruh baya itu segera keluar dari dalamnya dan berjalan menuju ke ruang dimana Lolita di rawat. Sedangkan sopir yang membawa mobil itu menunggu di tempat parkir.
"Mbak, tolong gendong Aksa sebentar" Pinta Nita setelah mereka berada di depan ruang ICU.
Wilda pun langsung mengambil alih Aksa dari gendongan neneknya, sedangkan Nita, ia segera memakai baju khusus yang sudah disiapkan oleh rumah sakit kemudian mengambil kembali Aksa dari gendongan Wilda.
"Mbak, Saya dan Aksa masuk dulu" Ujarnya yang kemudian masuk kedalam.
Suasana didalam masih tetap sama dengan suasana sebelumnya, tidak ada yang berubah. Nita melangkahkan kakinya menghampiri brankar Aldi dan Lolita. Nita berdiri ditengah tengah tengah kedua brankar tersebut.
Aksa nampak memperhatikan mamanya yang masih setia memejamkan mata. Sesekali ia juga menoleh ke arah papanya.
"Hari ini mama datang lagi sama Aksa, apa kalian berdua nggak rindu sama Aksa?" Ujar Nita.
"Kamu lagi Aldi, baru ketemu satu hari udah langsung seperti ini" Nita mengalihkan perhatiannya kearah Aldi.
"Dua bulan lagi Aksa akan ulang tahu, apa kamu tidak ingin merayakan hari ulang tahun bersama dengan putra kalian"
Nita kemudian menunduk menatap kearah Aksa "Aksa" Panggil Nita. Aksa pun mendongakkan wajahnya menatap sang nenek.
"Ayo sapa papa dan mama, biar mereka cepat bangun" Pinta Nita.
"Hallo papa, hallo mama Aksa datang kalian cepat bangun dan temani Aksa bermain" Ujar Nita dengan menirukan suara bayi sembari melambaikan tangan Aksa kearah Lolita dan juga Aldi.
*
Satu bulan berlalu, tapi masih tidak ada tanda tanda keduanya akan membuka mata. Entah apa yang membuat keduanya itu betah terpejam.
Seorang suster terlihat sedang menyuntikan sesuatu keselang infus Aldi. Setelah melihat semuanya baik baik saja, suster itu kemudian berpindah untuk mengecek keadaan Lolita. Hal yang sama di lakukan oleh suster itu. Dan saat semuanya baik baik saja, suster itu pun keluar dari ruangan tersebut bersamaan dengan Evan dan juga Amel yang masuk ke ruang inap Lolita.
"Selamat pagi sus" Sapa mereka secara bersamaan.
"Pagi" Jawab suster itu ramah kemudian melanjutkan langkahnya untuk keluar.
Sepasang kekasih itu kemudian mendudukan dirinya di kursi masing masing yang berada disebelah sahabatnya.
__ADS_1
"Bro, lo betah banget merem" Seru Evan.
"Mana nih Aldi yang gue kenal? Aldi yang kuat dan nggak suka molor" Seru Evan.
"Lo ga kangen apa main sama kita, kencan bareng" Imbuhnya lagi.
"Iya, apa lo nggak kangen juga sama kita kita Lolita" Saut Amel.
"Apa lo nggak rindu jalan bareng? Lo nggak rindu makan? Lo kan suka banget makan" Ujar Amel.
Sedangkan Lolita. Perempuan itu serasa seperti terlempar ke tempat lain, dimana tempat itu sangat gelap dan juga berisik, ia seperti mendengar suara tangis anak kecil, suara orang yang juga memintanya untuk bangun dan masih banyak lagi.
Lolita menutup telinganya, suara suara itu terus mengganggunya tapi tidak pernah bisa ia temukan pemilik suara itu.
Ingin Lolita mengeluarkan suara, tapi ia tidak mampu mengeluarkan suara. Ia hanya menangis sembari menutup telinganya dan memejamkan matanya. Dunia serasa berputar ketika suara suara itu terus menyerangnya. Hingga sebuah tangan kekar tiba tiba memeluk tubuhnya. Lolita membuka matanya dan tatapanya bertemu dengan sosok laki laki yang sangat tampan. Laki laki itu tersenyum ke arahnya, sangat manis.
Perlahan laki laki itu menurunkan kedua tangan Lolita yang masih setia bertengger di telinganya dan mengusap air matanya.
Bibir Lolita bergetar ingin mengatakan sesuatu, tetapi terasa sangat sulit hingga akhirnya suaranya pun berhasil keluar dengan bergetar "Re-van" Ujarnya.
Laki laki yang dipanggil Revan itu hanya tersenyum tidak membalas ucapan Lolita.
"Revan aku sangat merindukanmu" Seru Lolita mengahmburkan dirinya kedalam pelukan Revan.
Revan pun tak menolak, ia membalas mendekap tubuh Lolita dengan hangat.
"Revan maafkan aku, gara gara aku kamu-"
Perlahan Revan mengusap air mata Lolita menggunakan ibu jarinya "Masalalu itu kembali?" Tanyanya. Lolita menganggukkan kepalanya.
"Dia kembali, dia kembali, dia kembali menghancurkan semuanya, dia kembali membawa derita" Ujar Lolita.
"Kamu sudah memaafkannya?" Ujar Revan lagi. Dan Lolita hanya menganggukkan kepalanya.
"Maka sekarang kamu sudah merasa lega?" Revan kembali bertanya, dan Lolita pun kembali menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu hiduplah bahagia sekarang" Pinta Revan.
"Jangan pernah kembali ke sini seperti dulu saat dia menganggumu" Ujar Revan lagi.
"Aku tidak bisa, aku ingin bersama dengan kamu" Ujar Lolita.
"Kamu tidak bisa bersama dengan ku, karena kamu sudah memiliki cinta sejati kamu sendiri, dan itu bukan aku" Ujar Revan. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya kearah kanan, Lolita pun mengikutinya. Dan terlihat sosok Aldi yang kini sedang berjalan ke arahnya. Aldi yang menatapnya dengan tatapan sendu namun menyiratkan rasa cinta yang besar untuknya.
"Dia adalah cinta sejati kamu" Ujar Revan sambil tersenyum.
"Aldi" Gumam Lolita.
"Kemarilah" Aldi mengulurkan tangannya kearah Lolita. Lolita sejenak menoleh kearah Revan, dan Revan pun tersenyum dan mengangguk. Dengan ragu Lolita menerima uluran tangan Aldi hingga. Aldi pun menarik tubuh Lolita hingga kini Lolita berdiri disebelahnya.
__ADS_1
"Kembalilah Lolita, jangan ikut denganku, kamu masih dibutuhkan hiduplah dengan bahagian dan jangan lagi kamu datang kesini" Ujar Revan.
"Revan" Panggil Lolita.
"Aku pergi" Revan membalikan badannya. Ia perlahan melangkahkan kakinya menjauhi Aldi dan Lolita.
"REVAN" Teriak Lolita, air matanya kembali mengalir deras seiring dengan kepergian Revan yang meninggalkannya.
"Syuttt" Aldi segera memeluk tubuh Lolita dan menghadapkan kearahnya.
"Jangan tangisi dia" Ujarnya. Seketika tangis Lolita pun reda.
"Apakah kamu juga akan pergi bersama dengannya?" Tanya Lolita.
"Aku tidak akan pergi, kita akan bersama" Ujar Aldi.
Seketika tubuh Lolita pun terasa sangat lemas. Ia seperti kembali terlempar kedunia lain. Secerah cahaya mulai terlihat.
"Mau berjuang bersama?" Tanya Aldi. Lolita pun menganggukkan kepalanya.
Aldi segera mengeratkan pegangan tangannya di tangan Lolita. Keduanya berjalan beriringan hingga akhirnya gelap pun berubah menjadi terang.
Lolita tersadar. Pun Aldi, kedua pasutri itu terlihat mulai membuka matanya bersama.
"Loli, kamu bangun" Seru Amel histeris.
"Sayang Loli bangun" Ujar Amel kepada Evan.
"Aldi juga bangun" Saut Evan.
Kedua orang itu merasa sangat bahagia melihat sahabatnya akhirnya tersadar dari koma. "Cepat panggilkan dokter!" pinta Amel.
Evan pun mengangguk dan segera beranjak keluar untuk memanggil dokter.
"Astaga, kalian berdua benar benar cinta sejati" Gumam Amel.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Seneng gak? kalau seneng yuk tinggalin like sama vote sebanyak banyaknya agar tetap bertahan di 10 besar kek cinta Aldi dan Loli wkwk