
"Cerai?" Nita yang baru saja kembali dari kamar Lolita itu dibuat terkejut sekaligus senang dan juga bingung.
"Lolita apa maksud kamu?" Tanya Nita sembari melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
Melihat mamanya, Lolita langsung berjalan dan menghambur kepelukan sang mama.
Nita yang sudah memendam rasa rindu yang cukup lama terhadap putri bungsunya itu pun membalas pelukan Lolita dan berkata "Selama ini kamu kemana saja? Apa kamu tidak perduli dengan kita semua?" Ujar Nita.
"Maafkan Lolita ma" Ujar Lolita.
Nita melepaskan pelukannya. Ia memangkup wajah Lolita kemudian berkata "Apa maksud kamu dengan bercerai?" Tanya Nita kemudian.
"Lolita akan bercerai dengan Aldi" Jawab Lolita.
"Tapi kenapa? Bukankah kalian baik baik saja kecuali kamu yang pergi menghilang tanpa kabar selama satu bulan ini?" Seru Nita.
Lolita menurunkan tangan mamanya yang memangkup wajahnya. Ia kemudian menatap ke arah Aldi yang berdiri mematung menatapnya.
"Kita tidak baik baik saja ma, Aldi sudah menjatuhkan talak kepada Lolita" Ujar Lolita.
Nita semakin dibuat terkejut. Ia kemudian menatap ke arah Aldi dan berkata "Apakah itu benar Al? Terus selama ini keterpurukan kamu itu apa?" Tanya Nita.
Aldi menoleh ke arah mama mertunya "Itu tidak benar ma, sampai kapanpun Aldi tidak akan pernah bercerai dengan Lolita" Ujar Aldi dengan nada yang tidak bisa di bantahkan.
"Tapi kamu sudah mengatakan ingin berpisah, dan secara agama kamu sudah menjatuhkan talak kepadaku" Seru Lolita.
"Jika masih bisa diperbaiki kenapa tidak? Bukankah kita bisa menikah lagi dan memulai semuanya dari awal lagi?" Ujar Aldi.
"Maaf, tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita" Ujar Lolita. Ia kemudian berjalan mendekati Andra kemudian menggandeng tangan Andra dengan mesra seakan akan dirinya ingin memperlihatkan kepada Aldi kalau dirinya sekarang sudah menemukan orang baru yang mengisi ruang dihatinya.
Aldi yang melihat perlakuan Lolita seketika dibuat geram. Rahangnya mengeras menahan amarah. "Apa maksud mu dengan itu?" Seru Aldi.
"Kamu masih bertanya apa maksudku dengan ini?" Lolita menjeda kaliamatnya sejenak.
"Ini adalah bukti bahwa aku, Lolita Fanesya Angel sudah menemukan pengganti" Ujar Lolita.
Plakk
Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Lolita. Andra dan Aldi yang melihat itu tentu saja terkejut bukan main.
"Mama menampar Lolita?" Ujar Lolita sembari memegangi pipinya yang terasa perih dan panas akibat tamparan kuat dari mamanya.
"Iya" Jawab Nita.
"Satu bulan kamu menghilang tanpa ada kabar, dan sekarang kamu kembali lalu mengatakan sudah menemukan pengganti? Istri macam apa kamu ha?" Bentak Nita. Nafas wanita itu mulai memburu.
"Apa kamu tidak tahu bagaimana tersiksanya Aldi selama satu bulan kedepan ini? Dia terus mencari kamu, menunggu kedatangan kamu tapi ini balasan kamu?" Ujar Nita lagi.
__ADS_1
"Maaf ma, tapi ini semua mengenai hati" Ujar Lolita.
"Hati apa yang kamu bicarakan? Jika kamu mempunyai hati maka kaku tidak akan pergi meninggalkan suami kamu sendiri dengan laki laki lain" Bentak Nita lagi.
"Lolita" Ujar Andra.
Lolita menoleh kearah Andra. Dan Andra pun seketika menyerahkan Lolita ke gendongannya kemudian berkata "Gue pulang dulu, selesaikan masalah kamu dengan baik dan semoga kamu tidak akan menyesal dengan keputusan yang kelak akan kamu ambil" Ujar Andra.
"Tante, saya balik dulu Assalamualaikum" Ujar Andra yang kemudian berlalu pergi. Tetapi tidak dengan baby sitter Wilda, perempuan itu tetap disitu untuk menjaga Aksa sesuai perintah Andra.
"Waalaikumsalam salam" Jawab semua orang.
"Mbak Wilda" Panggil Lolita.
"Iya mbak" Wilda pun mendekat kearah Lolita.
Lolita memberikan Aksa kepada baby sitternya dan berkata "Mbak Wilda tolong bawa Aksa ke atas ya, kamar Lolita pintunya berwarna putih ada tulisan didepan Kamar Inces Ariana Grande" Ujar Lolita.
"Baik Mbak" Baby Sitter Wilda pun membawa baby Aksa menuju ke lantai dua. Sedangkan Lolita, perempuan itu kembali membuka suara "Jika kamu tidak mau mengurus perceraian kita, maka aku yang akan mengurus proses perceraian kita" Ujar Lolita.
Aldi menenggang bahu Lolita, ia menatap wajah Lolita dalam kemudian berkata "Sampai kapanpun, aku tidak akan menceraikan mu" Ujar Aldi penuh penekanan. Ia kemudian menurunkan tangannya dari bahu Lolita kemudian berlalu dari rumah istrinya itu. Evan yang sedari tadi menjadi penonton pun akhirnya ikut mengikuti Aldi setelah sebelumnya berpamitan kepada Nita.
Lolita diam membisu, perkataan Aldi yang tidak ingin menceraikannya mengganggu pikirannya, air matanya meleleh melewati pipi mulusnya hingga dagu runcingnya. Tubuhnya kemudian luruh kelantai dan ia pun menangis sejadi jadinya. Sesak rasanya saat mengatakan kata cerai, kata kata yang sebenarnya tidak pernah dia inginkan.
"Kenapa kamu menangis? Bukankah ini yang kamu inginkan?" Ujar Nita.
Nita yang melihat itu dibuat terkejut main, ia langsung berjongkok disebelah Lolita. "Lolita" Panggil Nita sambil menepuk pipi Lolita berharap putrinya itu terbangun, tetapi Lolita tak kunjung membuka matanya juga.
Nita semakin di buat panik. Wanita paruh baya itu baru menyadari kalau badan anaknya sekarang terlihat lebih kurus dari terkahir ia lihat.
"BIBI" Teriak Nita. Namun tak ada sahutan dari artnya.
"BIBI" Teriak Nita lagi. Dan tak lama Bik Mina pun datang dengan tergopoh-gopoh.
"Astagfirullah Non Loli" Ujar Bi Mina yang langsung berjongkok disebelah majikanya.
"Bik, bantuin saya bawa Loli ke kamar" Pinta Nita.
"Baik Nya"
Nita dan Bik Mina pun membawa Lolita menuju ke kamar tamu yang letaknya ada di lantai satu, karena sangat tidak mungkin jika Lolita dibawa ke lantai dua.
Setelah meletakan tubuh Lolita. Nita mendudukan dirinya disebelah putrinya yang masih tak sadarkan diri itu. Wajahnya terlihat pucat, Nita baru menyadari itu.
Nita mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Lolita yang tadi sempat di tamparnya. Ia merasa menyesal sekarang. "Maafkan mama sayang" Gumam Nita.
Dibelainya wajah pipi Lolita yang semakin menirus. "Sebenarnya apa yang terjadi sampai kamu menjadi seperti ini dan memutusakan untuk pisah dengan Aldi" Gumam Nita lagi.
__ADS_1
*******
Lima menit sudah berlalu, dan Nita masih setia menemani disebelah Lolita. Tangannya bergerak mengusap usap punggung tangan Lolita yang terasa dingin.
Lolita mulai mengerjabkan matanya, perlahan namun pasti matanya itu pun terbuka dengan sempurna, matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam manik matanya hingga akhirnya wajah mamanya yang terlihat sembab itu berhasil tertangkap oleh indranya.
"Mama" Gumam Lolita dengan lemah.
"Sayang, kamu sudah bangun" Ujar Nita senang.
Lolita mencoba untuk merubah posisinya menjadi duduk. Nita yang melihat itu pun membantunya dan mengatakan bantal di belakang Lolita agar lebih nyaman.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu terlihat sangat kurus dan juga pucat dan sampai meminta untuk bercerai dengan Aldi?" Tanya Nita.
Mendengar itu Lolita kembali bersedih. Nita yang melihat itu pun menggeser duduknya agar lebih dekat dengan putrinya kemudian mengelus puncak kepala Lolita dengan sayang. "Cerita dengan mama" Ujar Lolita.
"Mama, sebenarnya Lolita tidak ingin bercerai dengan Aldi" Ujar Lolita.
"Terus tadi kenapa kamu berkata seperti itu?" Tanya Nita.
"Lolita difonis dokter sakit gagal ginjal ma, ginjal Lolita yang tinggal satu sudah tidak berfungsi dan harus sesegera mungkin untuk mendapatkan ginjal baru" Ujar Lolita.
Nita terkesiap mendengarnya. Hatinya hancur dan cairan bening kembali mengalir dari pelupuk matanya, hatinya hancur. Ibu mana yang tidak hancur ketika mengetahui kalau ternyata anaknya sakit parah.
"Sayang" Nita segera memeluk Lolita. Mencoba untuk menguatkan putrinya.
"Mama tolong janji sama Lolita untuk tidak memberitahukan ini kepada Aldi" Ujar Lolita.
Mendengar itu Nita seketika melepaskan pelukannya. "Tapi kenapa sayang? Aldi berhak tahu keadaan kamu yang sebenarnya karena dia suami kamu" Ujar Nita.
"Loli nggak mau Aldi sedih melihat keadaan Loli nanti" Ujar Lolita.
"Tapi sayang, kalau Aldi tahu tetang keadaan kamu, setidaknya kalian bisa sama sama untuk berjuang sembuh dan mencari pendonor" Ujar Nita.
"Ya kalau dapat, kalau nggak dapat dan Aldi malah yang mendonorkan ginjalnya buat Loli gimana? Mama tahu kan seperti apa keadaan Aldi?" Ujar Lolita.
.
.
.
.
.
Jan lupa like dan vote🤗
__ADS_1