Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Akhir Dari Semuanya


__ADS_3

"Happy birthday Aksa, happy birthday Aksa, happy birthday happy birthday happy birthday Aksa" Seperti itulah nyanyian yang keluar dari mulut para tamu yang sedang menghadiri acara ulang tahun Aksa.


"Prok prok prok" Tepuk tangan meriah pun Aksa dapatkan setelah laki laki yang baru saja berusia satu tahun itu meniup lilin yang berada didepannya.


Ciuman penuh cinta dan kasih sayang pun Aksa dapatkan secara bersamaan kedua orang tuanya.


"Happy birthday sayang" Ujar Lolita.


"Doa mama dan papa buat Aksa yang terbaik pokoknya, mama dan papa sayang Aksa" Ujar Lolita.


Aldi dan Lolita saling pandang, keduanya kemudian tersenyum. Aldi merangkul bahu Lolita dengan mesra hingga suara microfon mengalihkan perhatian semuanya.


"Selamat malam semua semua" Seru Putra.


"Pertama tama saya mau mengucapkan terimakasih kepada semua para tamu undangan yang sudah meluangkan waktunya untuk datang ke acara ulang tahun cucu saya yang pertama Aksa Randian Putra"


"Doa saya kepada cucu saya semoga kelak menjadi anak yang cerdas, Sholeh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi nusa dan bangsa"


"Dan untuk anak dan menantu saya, semoga pernikahannya tetap langgeng dan juga bahagia hingga mau memisahkan"


Ujar Putra, acara ulang tahun itu pun berlangsung cukup lama. Para tamu terlihat mulai berbincang bincang dan menikmati hidangan yang sudah disiapkan.


Sisi terlihat sedang berjalan menuju kearah Lolita dan Aksa yang sedang mengobrol dengan Rere dan Caca.


"Lolita" Panggil Sisi.


Mendengar namanya dipanggil seketika Lolita mengentikan aktivitas mengobrolnya. Ia menoleh kearah Sisi.


"Kenapa si?" Tanyanya.


"Bisa ikut gue sebentar nggak?" Tanya Sisi.


"Em kemana?" Tanya Lolita.


"Sudah ikut aja, Aksa dibawa aja nggak papa" Ujar Sisi yang melihat raut bingung Lolita


"Eh guys, gue pergi bentar ya sama Sisi" Pamit Lolita.


"Oke, gue juga mau nyusul Adrian" Ujar Rere.


"Iya, gue juga mau nyusul si Ethan" Seru Rere.


"Ya udah bye" Lolita pun mengikuti Sisi yang berjalan terlebih dahulu.


Keduanya pun berjalan meninggalkan tempat acara menuju ke halaman belakang rumah Aldi. Disana terlihat Yolanda, Amel, Evan, Regan, dan juga Andra.


Lolita menoleh kearah Sisi. Sisi yang bisa membaca raut wajah Lolita itu hanya tersenyum dan mengangguk.


Aldi segera mengambil Alih Aksa dari gendongan Lolita. "Hati hati" Ujar Lolita kepada Aldi.


"Lolita" Panggil Yolanda.


Lolita menoleh kearah Yolanda dengan tatapan bertanya.

__ADS_1


Yolanda mendekat ke arah Lolita, ia menggenggam tangan Lolita dengan erat.


"Gue tahu lo sekarang masih belum bisa mengingat kita semua, tapi tolong lo jangan pernah menganggap kita ini orang lain" Ujar Yolanda.


"Dari pertama kali kita masuk SMA kita sudah bersahabat, kita selalu ada disaat susah maupun senang, kita selalu bersama sama" Ujar Yolanda lagi.


"Kita bertiga nggak nuntut Lo buat ingat semua, tapi gue hanya minta lo untuk tetap menjadi sahabat kita, jujur saja melihat kedekatan Lo sama Rere itu membuat kita sedikit cemburu" Seru Amel.


"Bukan bermaksud kita melarang bersahabat kembali dengan Rere dan Caca, tapi kita yang selalu ada disaat Rere dan Caca mencoba untuk menghancurkan hubungan Lo dan Aldi, kita juga yang selalu ada saat Aldi menjalin hubungan dengan Salsa, kita yang selalu ada di samping lo"


"Oke oke, kita tidak bermaksud apa apa kok sama lo, kita cuma mau ngajak lo untuk nonton video saat masa masa kita masih bersama dulu" Saut Sisi menimpali.


Lolita segera mendudukan dirinya dikursi yang sudah disiapkan oleh teman temannya.


Terlihat si Regan yang sedang mengotak atik laptop yang terhubung dengan proyektor dan layar tancap yang ada didepan.


Tak lama sebuah video pun terputar disana, dimulai saat mouse. Dimana Lolita terlambat datang dan disuruh berdiri didepan bersama dengan Andra hingga akhirnya berkenalan dengan Amel dan Yolanda saat mereka sudah mendapatkan kelas karena Lolita sudah kenal dengan Lolita saat SMA.


Lolita terlihat dengan seksama memperhatikan Video itu. Semua terputar dengan jelas saat dirinya sedang menggila di kelas, sedang jadi gembel di luar kelas, saat manjat pagar karena telat, saat terpergok dengan Bu Arum, tabrakan dengan Aldi semuanya terputar dengan sangat jelas tidak ada yang terlewat satu video pun termasuk Lolita bertengkar dengan Sisi, Lolita dan Aldi yang seperti orang tidak kenal karena Aldi yang pacaran dengan Salsa.


Lolita seketika menitihkan air matanya. Entah karena malu atau bahagia melihat kenangannya saat SMA yang begitu terlihat sangat menyenangkan tetapi juga memalukan.


Seketika kepala Lolita menjadi pusing, semua kenangan berputar layaknya dejavu, semua yang ada di video itu berputar dikepalanya tidak meninggalkan sisa. Bahkan saat pernikahannya dengan Aldi pun ikut meminta disana.


Aldi mendekati Lolita setelah sebelumnya ia memberikan Aksa kepada Andra. Laki laki itu langsung memeluk tubuh Lolita dari samping sekedarnya untuk menenangkan wanitanya.


Hingga akhirnya pusing yang mendera kepala Lolita itu akhirnya hilang bersamaan dengan kenangan yang berhenti berputar.


"Sudah lebih baik?" Tanya Aldi. Lolita menganggukkan kepalanya.


Semua orang pun membalikan badannya. Terlihat Deo dan juga Salsa yang kini sedang berjalan beriringan bersama menghampiri Lolita.


Lolita kemudian beranjak berdiri dari duduknya. Ia menatap temannya satu persatu dengan air mata yang masih mengalir dimatanya.


"Lo bisa nangis ternyata Lol" Seru Deo, tetapi Lolita tidak menanggapinya.


"Maaf, Gue sekarang sudah mengingat semuanya" Ujar Lolita.


Semua orang seketika berdiri. Suasana membahagiakan itu berubah menjadi mengharukan.


"Maaf karena gue sudah melupakan kalian, melupakan cerita bersama kalian dan semua kenangan yang sudah berlalu"


Amel, Sisi dan Yolanda mendekat ke arah Lolita. Keduanya saling menatap haru.


"Aku tidak bermaksud untuk menganggap kalian sebagai orang asing, aku minta maaf" Ujar Lolita lagi.


Amel, Sisi dan Yolanda seketika memeluk tubuh mereka, keempat bersahabat itu saling memeluk haru hingga membuat orang orang yang menyaksikan itu pun ikut terharu.


"Udah deh, drama kalian banyak bawang" Seru Regan dengan berkaca kaca.


Keempat perempuan itu seketika melepaskan pelukannya. "Beb lo kok nangis" Seru Yolanda sembari mengusap air matanya.


"Lo aja nangis beb" Ujar Regan dengan pura pura menghapus air matanya padahal tidak ada yang menetes.

__ADS_1


"Cengeng lo" Seru Evan sembari menonyor kepala Regan.


"Bodo amat" Ujar Regan.


Aldi yang tadi sempat menyingkir kini kembali mendekat kearah Lolita. Ia kemudian menggenggam tangan Lolita.


"Maaf karena aku sempat melupakan mu" Ujar Lolita. Mendengar itu Aldi segera meletakan jari telunjuknya didepan bibit Lolita.


"Kita kan sudah memperbaiki semuanya malam itu, jadi tidak ada yang perlu meminta maaf dan dimaafkan lagi" Ujar Aldi. Ia kemudian menurunkan tangannya.


"Aku berjanji aku tidak akan pernah melupakan kamu lagi, kamu akan selalu ada didalam hati ku"


Aldi langsung menarik Lolita kedalam pelukannya. Kembang api seketika menyala dengan begitu cantiknya. Menghiasi malam yang menyimpan banyak kesedihan.


Lolita melepaskan pelukannya, ia menatap kembang api yang membentuk tulisan Untuk Lolita.


"Lolita lo nggak mau war sama gue?" Seru Deo.


"Nggak kenal, emang lo siapa?" Ujar Lolita. Semua orang pun tertawa mendengar jawaban dari Lolita.


"Zhombong amat" Seru Deo.


"Ternistakan Lo Deodorant bin Dinosaurus" Seru Yolanda.


"Deodorant yang nyaris punah tapi cuma sekedar nyaris" Saut Amel.


"Wah sialan kalian berdua, udah ah gue mojok aja" Seru Deo.


"Sini nak sini mama peluk, jangan jadi sad boy di pojokan" Seru Lolita yang ikut menimpali. Sedangkan Deo yang merasa ternistakan itu hanya diam seperti orang tidak berdosa.


"Au ah ngambek" Ujarnya kemudian.


"Lolita" Panggil Andra.


Lolita menoleh ke arah Andra.


"Babang Andra" Ujar Lolita.


Mendengar itu Andra pun tersenyum. "Semoga Lo bahagia selalu, sehat sehat terus" Ujar Andra.


"Iya, makasih ya Ndra lo selama ini juga selalu ada disisi gue" Ujar Lolita.


Andra pun mengangguk. Ia kemudian memberikan Aksa kepada Lolita dan Lolita pun menerima Aksa.


"UNTUK LOLITA" Teriak semua orang bahagian sembari menghidupkan petasan dari kertas.


Suasana yang tadinya terasa sangat mengharukan kini berubah menjadi sangat membahagiakan. Tanpa mereka semua sadari ada Ayah putra, bunda Wilna, Papa Doni, Mama Nita, Bang Satya dan Juga Nara yang memperlihatkan kejadian itu semua.


Semuanya pun tertawa bahagia sembari memeluk pasangan masing masing.


~SELESAI~


Ini baru bener bener ending ya teman teman, yang kemarin mah prank wkwk.

__ADS_1


makasih buat semua yang sudah mendukung, pertahanan terus ya meskipun sudah tidak lagi dengan Aldi dan Loli, tapi nanti aku bakal kasih beberapa Ekstra Part kok, kalian tenang aja asal votenya masih berjalan lancar.


Katakan Welcome Yokkk🤗


__ADS_2