Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Melakukan kewajiban


__ADS_3

Keesokan harinya Lolita benar benar menjadi istri yang baik, mereka seakan akan seperti keluarga kecil yang harmonis. Lolita terlihat sedang membuat sarapan di bantu dengan bi Tuti sedangkan Aldi ia mengajak putra kecilnya itu bermain.


Lolita terlihat sedang menumis sayuran campur daging sapi. Sedangkan bi Tuti ia terlihat sedang menggoreng tahu dan tempe karena sebelumnya ia sudah menggoreng telur.


Setelah sayuran yang ia masak sudah matang, Lolita langsung memindahkannya di piring saji dan meletakkannya di meja makan.


Hingga kini tersaji tumis sayuran, tempe goreng, tahu goreng, telur mata sapi, ayam pedas manis dan juga bubur kentang ayam giling serta nasi sudah tertata dengan rapi di atas meja.


"Sudah selesai nona kalau begitu saya kebelakang dulu" Ujar Bi Tuti, setelah mendapat jawaban berupa anggukan ia pun pergi meninggalkan dapur dan Lolita sendiri.


Lolita segera melepaskan appron yang di kenakannya, ia kemudian menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Cklek


Pintu kamar pun terbuka dan menampilkan sosok Aldi dan Aksa yang kini sedang bermain di bawah tempat tidur. "Kamu mandilah terlebih dahulu" Ujar Lolita sembari berjalan menuju ruang ganti untuk menyiapkan setelan jas karena hari ini Aldi akan berangkat kerja.


Setelah itu langsung mengambil alih Aksa dan juga memandikan bayi itu di kamar sebelah, kamar itu memang di khususkan untuk Aksa.


Setelah selesai mengurus keperluan Aksa, Lolita kembali melihat ke kamarnya, terlihat Aldi yang sedang mengancingkan lengannya.


"Bantu aku memakai dasi" Pinta Aldi sembari memberikan kain panjang berwarna biru dongker kepada Lolita.


Aldi terlebih dahulu meletakan Aksa diatas tempat tidur, ia kemudian kembali menghampiri Aldi dan mehngalungkan kain tersebut di kerah kemeja yang di kenakan Aldi. Dengan cekatan tangan Lolita membentuk simpul dasi hingga tak butuh waktu lama pun dasi itu sudah terpasang dengan sempurna di leher kerah kemeja suaminya.


"Pakailah jasmu dan turunlah untuk sarapan" Ujar Lolita sembari kembali menggedong Aksa kemudian turun terlebih dahulu.


Aldi pun segera membalutkan jas dengan warna yang senada dengan dasinya itu ketubuh atletisnya. Setelah itu ia mengambil tas kerjanya dan mengikuti istri dan anaknya yang sudah terlebih dahulu turun ke bawah untuk sarapan.


****


Aldi meletakkan tas kerja yang dijinjingnya itu di atas kursi kosong yang ada di sebelahnya. Setelah itu ia pun mendudukan dirinya di kursi utama.


"Aksa duduk disini dengan tenang ya" Ucap Lolita sembari mendudukan Aksa di kursi sebelah Aldi. Wanita itu kemudian membalikkan piring yang ada di hadapan suaminya dan mengisinya dengan nasi beserta lauk pauknya.


Setelah itu ia pun menarik kursi yang ada di sebelah Aksa dan mendudukkan dirinya, ia mengambil mangkuk yang berisi bubur kentang ayam giling kemudian menyuapi Aksa.

__ADS_1


Aldi yang hendak memasukan sendok berisi nasi dan lauk kedalam mulutnya itu mengurungkan niatnya tatkala ia melihat istrinya yang tidak ikut sarapan bersamanya.


"Kamu kenapa tidak sarapan sayang?" Tanya Aldi sembari meletakkan kembali sendok yang dipegangnya diatas piring yang terlihat masih penuh.


"Kamu sarapanlah terlebih dahulu, aku akan sarapan nanti setelah menyuapi Aksa" Jawab Lolita tanpa mengalihkan perhatian dari Aksa yang kini sedang ia suapi. Seperti itulah seorang istri, dia akan lebih mengutamakan kebutuhan anak dan suaminya dari pada kebutuhannya sendiri.


Mendengar itu Aldi kemudian menambahkan nasi dan lauk pauknya kedalam piringannya, ia kemudian beranjak dari dudukannya hingga membuat Lolita heran "Mau kemana?" Tanya Lolita sambil menatap kearah Aldi yang kini sedang berjalan di belakangnya.


Bukannya menjawab, Aldi malah langsung menarik kursi yang berada di sebelah Lolita kemudian mendudukan dirinya.


Ia kembali menyedokkan nasi dan mengulurkan kedepan mulut istrinya, "Makanlah bersama aku juga mau menjadi suami yang bener dengan tidak membiarkan istriku ini kelaparan" Ucap Aldi.


Mendengar itu Lolita pun tersenyum kemudian ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Aldi.


Lolita menyuapi Aksa sedangkan Aldi ia menyuapi Lolita dan dirinya secara bergantian hingga kini mereka selesai melakukan sarapan bersama.


****


Lolita mengantarkan Aldi sampai kedepan rumah. "Papa berangkat kerja dulu sayang" ucap Aldi yang kemudian mencium kening Aksa. Setelah itu ia mengalihkan pandangannya ke arah Lolita. "Aku berangkat dulu" Ucap Aldi. Lolita pun mengangguk dan ia mencium punggung tangan Aldi sebagai bukti bakti istri terhadap suami dan Aldi pun mencium kening Lolita sebagai bukti cinta suami kepada istri.


"Dada papa" Ucap Lolita sembari melambaikan tangannya dan tangan Aksa yang di pegangannya ketika mobil yang ditumpangi Aldi mulai berjalan meninggalkan halaman rumahnya.


Lolita kembali masuk kedalam rumah, tak lupa ia menutup dan mengunci pintu rumahnya.


"Sekarang kita main" Ucap Lolita sembari berjalan hendak menaiki tangga, tetapi tiba tiba langkah kakinya terurungkan ketika bel di rumahnya berbunyi.


"Siapa yang bertamu sepagi ini" Gumam Lolita sembari membalikan badannya dan berjalan kearah pintu, ia memutar dua kali kunci yang menggantung di pintu bercat coklat itu kemudian menariknya hingga pintu tersebut terbuka dengan lebar.


"Mama" Ucap Lolita ketikan melihat mamanya yang ternyata bertamu sepagi ini.


Nita pun tak menjawab ucapan namanya, ia langsung masuk kedalam rumah menantunya dan mendudukkan dirinya disofa, sedangakan Lolita ia terlebih dahulu menutup pintunya kemudian mendudukan dirinya di sebelah mamanya.


"Mama kesini sama siapa?" Tanya Lolita setelah tubuhnya mendarat dengan sempurna diatas sofa.


"Bareng sama papa tadi berangkat kerja" jawab Nita sambil mengambil alih Aksa dari gendongan Lolita dan memberikan ciuman di wajah cucunya itu.

__ADS_1


"Kamu udah sarapan atau belum?" Tanya Nita.


"Sudah kok mam" Jawab Lolita.


"Bagus, ada baiknya juga kamu tidak menginap di rumah mama itung itung kalian belajar menjadi sepasang suami istri yang sesungguhnya bukan tau cuma romantis aja" Ujar Nita.


*****


Aldi terlihat baru saja sampai di kantornya dan langsung mendapat sapaan selamat pagi dari para karyawannya tak terkecuali sekretarisnya yang sudah tiba terlebih dahulu dari pada Aldi.


"Selamat pagi mas Aldi" Sapa Sekretaris Viona sambil berdiri.


"Selamat pagi mbak Viona" Balas Aldi yang kemudian masuk kedalam ruang kerjanya.


Sesampainya di dalam ia langsung meletakkan tas kerjanya di atas meja dan melepaskan jasnya kemudian menggantungkan jasnya itu di tiang gantung.


Setelah itu ia pun mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya dan mulai berkutik dengan laptop dan tumpukan berkas yang ada di hadapannya.


Ketika semua orang seusia Aldi menikmati waktu liburnya dengan bersenang senang tetapi tidak Aldi yang sudah bekerja memutar otaknya untuk mencari nafkah bagi keluarga kecilnya. Ia dituntut untuk menjadi dewasa sebelum waktunya.


Tok


Tok


Tok


Suara pintu yang diketuk kemudiaan terbuka itu tidak membuat perhatian Aldi menjadi tersita untuk melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya. Karena sudah dipastikan itu adalah sekretarisnya.


"Ini ada berkas yang harus mas Aldi tanda tangani" Ucap sekretaris Viona sambil meletakkan sebuah berkas di hadapan Aldi.


Aldi pun menghentikan aktivitasnya yang berkutik dengan komputer lipatnya, ia mengambil berkas tersebut dan membacanya sekilas setelah itu ia mengambil bolpoinnya dan menandatanganinya.


"Mbak Vio apakah nanti saya ada jadwal dengan Tuan Kusuma?" Tanya Aldi sambil menyerahkan kembali berkas yang baru saja ia tanda tangani kepada sekertarisnya.


Sekretaris Viona pun menerimanya, ia kemudian membuka tap yang selalu ia bawa. "Ada mas nanti jam sepuluh untuk membicarakan proyek yang ada di Bali" Jelas sekretaris Viona.

__ADS_1


"Baiklah"


__ADS_2