Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Tidak Asing


__ADS_3

"Gila banget ya tuh dua cewek, ganjen banget" Tutur Amel ketika Aldi sudah mengakhiri ceritanya.


"Lah belum tahu dia sama mama muda dakocan satu yang di kurung di rumah" Saut Sisi.


Ya. Mereka sekarang berada di kantin. Aldi, Evan, Amel, Sisi dan seseorang yang mungkin itu adalah kekasih Sisi. Sedangkan Regan dan Yolanda beda jam sehingga mereka tidak ikut berkumpul di kantin.


"Lagian si Rere itu ganjen tingkat Pluto tak dianggap itu ngaku ngaku jadi tunangan lo" Saut Evan.


"Rere orangnya yang mana sih?" Tanya Amel sambil mengaduk jus jambunya.


Aldi mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, lalu kembali fokus dengan teman temannya. "Lagi ngga ada orangnya" Tutur Aldi.


"Namanya Rere siapa sih? Anak fakultas apa?" Tanya Sisi sambil menyangga sebelah dagunya dan meminum jus anggur yang di pesannya.


"Rere Jovanka Kusuma, Fakultas Sastra" Jawab Aldi, Sisi yang sedang menyeruput jusnya itu pun seketika tersedak sambil membulatkan matanya sempurna.


Uhukk


"Hati hati sayang kalau minum" Ucap Seseorang yang ada di sebelah Sisi. "Ngga papa sayang, cuma terkejut aja" Balas Sisi.


"Kenapa? Lo kenal?" Tanya Amel. "Ngga cuma kaya ngga asing sama namanya" Balas Sisi. Semua orang pun manggut manggut menanggapi ucapan gadis itu.


🌼


"Re, Lo bilang Aldi udah nikah, kok lo mau tunangan sama dia sih?" Tanya Caca. Mendengar pertanyaan dari Caca, Rere seketika mengentikan langkahnya. Gadis itu kemudian memutar lehernya menatap kearah Caca.


"Lo percaya Aldi udah nikah? Kalau gue sih nggak. Soalnya ngga mungkin Aldi nikah diem diem" Balas Rere. "Tapi bisa juga Re, kayak di novel novel nikah muda karena di jodohkan" Balas Caca.


Rere sejenak diam, sebelum akhirnya tawa gadis itu pecah menggelegar memenuhi koridor. "Bwahahaha, lo ngomong ngaco deh, kebanyakan baca novel lo" Balas Rere masih dengan tertawa ngakak.


"Bukan ngaco Re, tapi bukannya lo udah di kasih lihat sendiri sama si Aldinya itu cincin yang di pakainya" Tawa Rere seketika terhenti, ia mengingat kejadian waktu Aldi memperlihatkan cincin di jari manisnya yang tersemat dengan indah.


Rere mengingat jelas cincin itu bertuliskan nama Lolita. Seketika pikiran Rere berlarian kemana mana, namun gadis itu dengan segera menepisnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa sih Re? Geleng kepala gitu? Pusing? Gue antar ke UKS ayo" Ajak Caca. "Nggak bukan pusing, cuma ingat nama di cincin Aldi, Lolita. Masa iya cewek itu" Ucap Rere dengan nada bicara tak suka.


❤️


"Aldi, Loli ayah mau bicara sama kalian berdua, ayah tunggu di ruang kerja" setelah mengucapkan kalimat itu, Putra beranjak dari kursi yang ia duduki lalu berjalan menuju ke ruang kerjanya.


"Yah, Aldo kan mau di ajarin pr sama kak Aldi" ucap Aldo yang masih mendudukan dirinya di kursi tempatnya semula.


"Nanti sama bunda aja ngerjain PR nya, kak Aldi lagi ada urusan sama Ayah" Balas Wilna. Aldo pun mengangguk mengiyakan.


"Ya udah buruan gih Kalian berdua susul ayah kalian" Tutur Wilna sambil menatap kearah Lolita dan Aldi secara bergantian.

__ADS_1


"Lolita bantu bunda dulu deh. Nanti baru ke ayah" Lolita hendak membantu Wilna untuk membereskan piring bekas makan malamnya. Namun Wilna mencegahnya.


"Udah kamu sama Aldi susul ayah aja, lagian ini bisa di beresin Bi Tuti sama Mbak Lili" Jelas Wilna.


"Iya buat apa bunda bayar Art kalau yang ngerjain Nyonya nya" Imbuh Aldi.


Jiwa sultan Aldi mode on T_____T


"Nah bener kata Aldi, udah gih buruan kalian pasti udah ditungguin Ayah, Aksa biar Bunda yang jaga" ucap Wilna sambil mengambil akih stroller Aksa.


Lolita mengangguk, ia kemudian berjalan menuju ruang kerja ayah mertuannya itu bersama dengan Aldi.


"Mau ngomong apa sih ayah?" Tanya Loli, Jiwa kepo gadis itu mode on. Aldi menggelengkan kepalanya tanda ia tidak tahu apa yang akan dibicarakan ayahnya itu.


Tok


Tok


Tok


Aldi mengetuk pintu bercat coklat yang tertutup dengan rapat, sautan dari dalam membuat Aldi memutar knop pintu itu sehingga terbuka menampilkan sebuah ruangan yang cukup luas berisi satu set meja kerja, rak buku dan juga terdapat sofa di ujung ruangan.


Aldi menutup kembali pintu tersebut setelah dirinya dan Lolita sudah masuk di dalam.


"Duduk dulu" Ucap Putra mempersilhkan anak dan menantunya untuk duduk. Lolita dan Aldi pun menurut, mereka mendudukkan dirinya bersebelahan.


Putra meraih berkas yang ada di atas meja yang sempat ia baca, ia kemudian menyerahkan berkas itu kepada Lolita.


Lolita yang tak tahu apa apa pun hanya menatap berkas itu penuh tanda tanya tanpa tanpa berniat untuk menerimanya.


**** mode on wkwkwk:)


"Ambil Lolita" ucap Putra gemas. "Ah iya ayah" Lolita segera menerima berkas itu. Hanya sekedar menerima tanpa berniat akan membacanya.


"Kenapa ngga di baca?" Tanya Putra. "Ayah nyuruh Lolita baca?" Tanya Lolita dengan begitu polosnya.


Sabar mode on lah kalau ngomong sama Lolita:/


"Iya" Jawab Putra, sedangakan Aldi hanya tersenyum. "Ngomong dong yah, tadi ayah bilang cuma ambil dong Lolita" Balas Lolita sambil terkekeh dan membuka berkasnya.


"Beneran polos apa ****, ibu anak satu gini amat" batin Putra.


Setelah membaca berkas yang di berikan oleh ayah mertuanya, Lolita membulatkan matanya dengan sempurna. "Omo" ucap Lolita sambil menjatuhkan berkas yang masih terbuka itu di atas meja.


Melihat respon Lolita, Putra dan Aldi di buat bingung. Aldi segera mengambil berkas itu dan membaca. "Beneran ini yah?" Tanya Aldi. "Iya" Balas Putra sambil mengangguk. Lolita mengerjapkan matanya.

__ADS_1


"Kok bisa yah?" Tanya Lolita. "Semua pasti bisa kalau ada uang" Jawab sang ayah dengan santainya.


Lolita di buat cengo. "a**** keluarga sultan gini amat" gumam Lolita dalam hati.


"Lolita lompat lompat udah kayak katak ya Yah" Ucap Lolita, Putra dan Aldi yang mendengar itu langsung memasang muka flat.


"Jadi besok kamu udah bisa masuk kuliah, satu kelas juga sama Aldi" Ucap Putra akhirnya. Ya Lolita mulai besok akan masuk kuliah.


"Kenapa di percepat yah, kan Loli mau kuliah saat nanti Aksa udah tujuh bulan" Jawab Lolita. Putra sejenak menatap ke arah Aldi.


"Nggak papa, demi masa depan rumah tangga kalian aja" Balas Putra sambil menatap kearah Lolita.


"Biar ngga ada yang ganggu aku di kampus yang" Imbuh Aldi


"Terus Loli nanti statusnya di sana apa? Mama muda? Istri Muda?" Tanya Lolita. "Kekasih Aldi, sampai nanti Anniversary kalian berdua baru kita umumkan" Jelas Putra.


Lolita pun mengangguk mengerti. "Ya udah sekarang kalian udah boleh Kembali" Tutur Putra. Lolita dan Aldi pun beranjak dari kursinya dan keluar dari dalam ruangan ayahnya.


🌼


"Pa gimana? Udah berhasil bujuk om Putra apa belum?" Tanya Rere kepada sang papa.


"Sabar, ini papa juga lagi berusaha sayang" Jawab Sang Papa.


"Pokoknya Rere ngga mau tahu, papa harus bisa buat Rere sama Aldi Jadian" Ucap Rere lalu berjalan meninggalkan sang papa menuju ke kamarnya.


.


.


.


.


.


.


Hai, Jumpa lagi dengan Loli dan Aldi


maaf baru bisa up, kemarin author kurang enak badan hehe


Selama membaca,


jangan lupa tinggalin jejaknya berupa like, vote dan juga komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2