Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Membuat cheestart 2


__ADS_3

Nara kembali kedalam mini cafe miliknya yang masih menyatu dengan toko kuenya. Terlihat gadis itu membawa sebuah nampan yang berisi dua gelas jus strawberry dan dua potong Red Velvet.


Terlihat Lolita yang sedang duduk sendiri di sebuah kursi yang terletak dekat dengan kaca yang menghadap langsung kearah jalan raya.


Nara meletakan gelas dan piring yang berisi cake Red Velvet yang dibawa olehnya itu di atas meja.


"Kak lihat deh, ini pasti comel kan kalau dipakai Aksa" Seru Lolita sambil memperlihatkan ponselnya dihadapan Nara.


Sebuah baby romper dengan bentuk panda lengkap dengan telinga, mata dan ekornya hingga membuat kesan lucu tersendiri bagi pakaian tersebut.


"Iya bagus, comel pasti kalau dikenakan sama Aksa" Seru Nara sambil mendudukkan dirinya di kursi sebelah Lolita.


"Aku mau membelinya untuk Aksa kak" Ujar Lolita, senyum gadis itu mengembangkan ketik membayangkan Aksa mengenakan pakaian comel itu.


"Nah selesai" Ucap Lolita, ia meletakkan ponselnya diatas meja dan mengambil cake Red Velvet yang dibawakan oleh Nara.


Lolita memotong kue tersebut kemudian memasukan kedalam mulutnya. "Kenapa enak sekali" Ucap Lolita di sela sela menikmati kue berwarna merah putih itu.


Nara menggelengkan kepalanya ketika melihat Lolita yang memakan kue seperti anak kecil.


"Kak Nara tahu, bagi Loli makanan adalah segalanya. Saat kita patah hati maka kita harus makan" Ucap Lolita sambil menguyah kue dalam mulutnya.


"Saat kita sedang mengalami mood buruk, kira harus makan, saat sedang nonton kita harus makan, saat sedang kumpul bersama juga harus makan, Bahkan saat sendiri pun kita harus makan. Lampiaskan semua kepada makanan, apalagi saat sedang pura pura bahagia, kita harus banyak banyak makan. Karena pura pura bahagia juga butuh tenaga" Oceh Lolita panjang lebar padahal kini mulutnya sedang penuh.


Sedangkan Nara menatap Lolita dengan kebingungan. Apa yang dimaksud Lolita sedang pura pura bahagia, pikir Nara.


Menyadari perkataannya yang melenceng tingkat bucin yang lebih menonjol kearah perasaannya sekarang seketika Lolita tersedak.


Nara dengan segera mengambil gelas yang berisi air berwarna merah muda dan memberikannya kepada calon adik iparnya itu.


Lolita pun menerimanya kemudian meneguknya, setelah itu ia mengembalikan gelasnya ketempat semula.


Lolita dan Nara saling memandang satu sama lain. "Pura pura bahagia kenapa?" Tanya Nara untuk mengetahui maksud dari kalimat terkahir yang diucapkan oleh Lolita.


"Maksud Lolita pura pura bahagia ala story WhatsAppnya bucin tingkat konsumen kak" Ucap Lolita sambil nyengir bagai orang ****.


"Tingkat konsumen kamu kira piramida makanan" Ujar Nara. "Kakak mau kebelakang dulu angkat cheesetart kamu" Ujar Nara sambil beranjak berdiri. Lolita pun menyahutinya dengan menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makannya.


Sesampainya di dapur Nara segera membuka penutup pintu ovennya, ia mengambil cheestart yang sudah matang itu dari dalam sebuah oven berbentuk kotak.


Nara membiarkan sampai cheestart itu dingin, setelah dingin ia pun memindahkannya kedalam sebuah kotak dan mengemasnya dengan cantik.


Nara membawa kotak tersebut dan memberikannya kepada Lolita. "Wah udah matang ya kak?" Ucap Lolita senang sambil menatap kotak yang dipegangnya itu dengan penuh minat.


"Hm" Nara hanya menjawab dengan gumaman.

__ADS_1


"Rasanya aku sangat ingin memakannya sekarang juga" Ucap Lolita sambil membasahi bibirnya.


"Baru saja makan cake Red Velvet sudah mau makan lagi, kamu itu cewek tapi kok rakus banget" Ucap Nara sambil menggelengkan kepalanya.


"Makanan adalah nomor satu" Jawab Lolita sambil nyengir tanpa dosa. Gadis itu membuka kotak tersebut dan mengambil satu kue tersebut dan memasukkannya kedalam mulutnya.


"Enak sekali" Ucap Lolita setelah menelan kue tersebut kedalam perutnya.


"Sekarang sudah sore, mending kamu pulang gih, Aksa kamu tinggal kelayapan mulu" Tutur Nara.


"Iya ini juga Loli sudah mau pulang" Ucap Lolita sambil beranjak berdiri. Gadis itu memasukkan ponselnya kedalam tas gendongannya kemudian memasangkan tas tersebut dipunggungnya.


Mereka berdua pun bersama sama keluar dari dalam mini cafe milik Nara. "Lah kok ini kaya mobil dari rumah" Ucap Lolita ketika melihat sedan mewah berwarna hitam terparkir didepan toko kue milik Nara.


Seorang laki laki paru baya yang sudah sangat familiar dimata Lolita turun dari dalam mobil tersebut.


"Pak Didi" sapa Lolita pada sopir keluarga itu.


"Iya non, silahkan masuk!" Ujar pak Didi mempersilahkan Lolita masuk sambil membukakan pintu mobil bagian belakang.


"Ya udah kak, Loli pulang dulu ya" pamit Lolita sebelum masuk kedalam mobil.


"Ya udah hati hati ya, salam buat mertua kamu" seru Nara. Lolita pun menganggukkan kepalanya sebelum akhirnya ia masuk kedalam mobil dan sedan mewah tersebut membawa Lolita pulang menuju kerumah mewah milik mertuanya.


Nara masuk kedalam toko kue miliknya ketika mobil yang membawa Lolita sudah tidak nampak dipenglihatannya.


"Mau kemana mbak?" Tanya Indah penasaran.


"Pesta" Jawab Nara.


"Oke" Setelah itu Indah pun tidak lagi bertanya dan Nara membantu Desi dan Mira merapikan kue kue dalam etalase.


*****


Sedangkan di perusahaan milik keluarga Lolita, Satya terlihat baru saja menyelesaikan meetingnya yang memakan waktu beberapa jam karena ada sedikit masalah dengan pembangunanan salah satu hotel di Bali.


"Alia" Panggil Satya pada sekertaris nya.


"Iya pak" Jawab Alia sambil mempercepat langkahnya supaya bisa sejajar dengan Satya.


"Hari ini saya pulang lebih awal karena akan pergi menghadiri pesta, kamu tolong kerjakan berkas yang ada di atas meja saya lalu nanti kirimkan via email!" Jelas Satya.


"Baik pak" Ucap Alia. Mereka akhirnya sampai didepan pintu Lift, Setelah pintu lift terbuka Satya masuk terlebih dahulu diikuti dengan Alia. Alia pun menekan angka 7 dan lift pun membawanya turun.


Lift pun berhenti dan pintu lift tersebut terbuka dilantai 7. "Saya duluan pak" Pamit Alia sebelum akhirnya wanita yang masih seumuran dengan Nara itu keluar dari dalam lift terlebih dahulu.

__ADS_1


****


Satya keluar dari dalam lift, ia langsung berjalan menuju parkiran mobilnya dan mengendarai mobil mewahnya tersebut pulang kerumah karena ia ingin terlebih dahulu mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.


"Mama" Sapa Satya ketika melihat Nita yang sedang menyirami tanaman didepan rumahnya.


"Tumben sudah pulang" Seru Nita setelah putra sulungnya itu menyalami tangannya.


"Iya ma, Satya mau mengistirahatkan tubuh dulu. Ma nanti bangunkan Satya jam lima sore ya karena nanti malam Satya mau pergi ke pesta pernikahan teman Satya" Ujar Satya.


"Ya udah" Jawab Nita. Setelah itu Satya pun masuk kedalam rumahnya, melepaskan sepatu dan juga jas yang ia kenakan dan menaruhnya di sembarang tempat.


Satya membaringkan tubuh lelahnya diatas tempat tidur, dan tak butuh waktu lama ia pun tertidur dengan sendirinya.


Pintu kamar Satya tiba tiba terbuka, menampilkan sosok wanita paruh baya yang sudah melahirkannya dan si bungsu Lolita.


"Astaga, kebiasaan tidak abang dan tidak adek selalu menempatkan apapun seenak hatinya sendiri" Gumam Nita sambil menggelengkan kepalanya.


Wanita paruh baya ibu dari dua anak itupun memunguti jas dan sepatu Satya dan menempatkan ketempat yang semestinya. Setelah merapikan itu, Nita pun keluar dari dalam kamar putra sulungnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Satu aja guys, kalau dua di like yang episode terakhir doang -_-

__ADS_1



__ADS_2