
Lolita segera turun dari dalam mobil tatkala mobil yang dikendarai oleh Aldi itu sudah berhenti dengan sempurna, dengan cepat ia berjalan masuk menuju rumahnya tanpa menghiraukan Aldi yang manis menatapnya dengan tatapan penuh tanya.
"Assalamualaikum mama pulang" Seru Lolita tatkala melihat putranya itu sedang berada di gendongan neneknya di ruang keluarga.
"Waalaikumsalam, tumben pulang cepat?" Ujar Wilna.
"Iya Bun, tadi cuma ada kelas sekali terus mampir ke kantor Aldi, jadi sekarang baru sampe rumah" Lolita menduduka dirinya disebelah Wilna, ia mencium punggung tangan Wilna kemudian mengambil alih Aksa.
"Anak mama kok belum tidur siang" Serunya sembari memangku Aksa dan memberikan beberapa ciuman di wajahnya.
"Ya udah Bund, kalau begitu Loli ke atas dulu ya, sekalian mau nidurin Aksa" Serunya.
"Ya udah, kamu juga Istirahat dulu sana" Seru Wilna.
"Iya bund" Jawab Lolita, ia kemudian menggendong Aksa dan membawa bayi menggemaskan itu menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.
Tak berselang lama setelah kepergian Lolita, Aldi pun tiba, ia berjalan menghampiri Wilna dan menyalami tangan wanita yang sudah melahirkannya itu.
"Lolita sama Aksa mana bund?" Tanya Aldi kepada Wilna.
"Udah naik ke atas, katanya Loli mau nidurin Aksa" Jawab Wilna.
"O ya udah kalau gitu Aldi ke atas dulu ya bund" Ujarnya. Setelah mendapat persetujuan dari Wilna, Aldi pun melangkahkan kakinya, menaiki satu persatu anak tangga menuju ke kamarnya.
Aldi memutar knop pintu kamarnya, terlihat Lolita yang sedang tidur miring membelakangi pintu, bisa ia tebak istrinya sekarang sedang menyusui Aksa putra terkalemnya.
Aldi menutup pintu kamarnya dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara, ia menyusul Lolita, melepaskan kedua sepatu yang membalut kedua kakinya, pun jas dan juga dasinya tak lupa ia lepaskan. Ia segera merebahkan tubuhnya di dan memeluk tubuh Lolita dari belakang, menyembunyikan wajahnya itu dibalik ceruk leher Istrinya setelah sebelumnya ia menyingkirkan rambut panjangnya.
Tetapi dengan segera Lolita melepaskan tangan Aldi yang kini sedang merengkuh tubuhnya dan segera berlalu turun dari atas tempat tidurnya tatkala melihat Aksa sudah memasuki alam mimpinya.
"Aku juga minta jatah siang dong" Seru Aldi sembari merubah posisinya menjadi duduk dan menatap Lolita yang kini sedang memakai sandalannya.
"Minta saja sana sama teman masa kecil kamu yang sudah lama tidak bertemu dan semakin cantik" Serunya dengan ketus.
Mendengar perkataan istrinya, Aldi mengangkat kedua alisnya. Lolita hendak berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil pakaiannya, tetapi Aldi dengan segera mencekal pergelangan tangannya.
"Kamu marah?" Tanya Aldi, ia kini sudah berdiri berhadapan dengan Lolita.
"Marah?" Lolita berkata dengan nada bertanya, "Menurut lo?" Lanjutnya.
__ADS_1
"Sayang, kita kan sudah berteman sejak kecil, dan kita juga sudah lama tidak bertemu, wajar bukan kalau kita ketemu terus saling melepas rindu?" Seru Aldi.
"Wajar katamu?" Seru Lolita. "Lo itu sudah menikah kalau lo lupa Al" Tegas Lolita.
"Iya aku tahu aku udah nikah, terus maslahnya dimana?" Tanyanya seakan tidak peka.
Mendengar perkataan Aldi, darah Lolita seakan mendidih, bagaimana tidak? Suaminya itu pura pura tidak peka atau memang tidak peka? Bisa bisanya dia bertanya seperti itu.
"Engga ada masalah" Ketusnya yang kemudian hendak melanjutkan langkahnya menuju kedalam kamar mandi, tetapi Aldi kembali menahan pergelangan tangan Lolita hingga membuat gadis itu kembali menghentikan langkahnya.
"Terus kenapa kamu marah kaya gini?" Tanyanya.
"Lo itu memang engga peka atau pura pura tidak peka sih?" Seru Lolita. Aldi mengangkat kedua alisnya sehingga membuat dahinya itu berkerut dalam.
Lolita menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Istri mana yang merasa tidak kesal, tidak marah dan tidak cemburu ketika melihat suaminya di peluk oleh cewek lain, suaminya muji cewek lain cantik di hadapan istrinya sendiri, parahnya lagi cewek itu adalah teman kecilnya, cinta pertamanya lagi" Terangnya kesal.
Mendengar itu pun Aldi menarik kedua sudutnya membentuk sebuah senyuman penuh kemenangan, ternyata istrinya itu sedang dalam mode cemburu, pikirnya.
"Jadi kamu cemburu sama Felisha?" Serunya.
Lolita mengangkat sebelah alisnya ketika melihat ekspresi Aldi yang menurutnya itu sangat menyebalkan, apa dia tidak tahu kalau sekarang dia sedang merasa kesal.
"Sayang, kamu engga perlu cemburu sama Felisha, iya dia memang teman masa kecil aku dulu, dan masalah perkataan Felisha yang mengatakan kalau kita bakal selalu bersama itu hanya biasa, bualan anak kecil saja" Terangnya
Mendengar itu Aldi seketika diam membisu, ia menatap dalam manik mata Lolita yang terlihat berkaca-kaca, ia memang belum pernah menceritakan masalalunya itu kepadanya istrinya, bukan karena ia tidak mempercayai istrinya dan tidak mau membagi kisah hidupnya, tetapi ia berfikir itu tidak penting karena itu hanya bagian bagian dari cerita lama yang tidak penting untuk di buka kembali dan hanya membuat luka lama terbuka kembali.
"Kenapa kamu engga pernah menceritakan tentang masalalu kamu ke aku? Kamu engga percaya sama aku? Engga mau berbagi soal kehidupan kamu dulu?" Tanyanya. Tetapi Aldi masih tetap diam tidak berniat untuk membuka suara.
"Kita ini sudah menikah loh Al, dan tidak seharusnya ada rahasia diantara kita" Imbuh Lolita lagi, satu tetes air matanya pun sudah lolos dari pelupuk matanya.
"Terus apa bedanya kamu yang juga menyembunyikan masalalu kamu dari aku?" Seru Aldi, tatapan laki laki itu berubah gusar dan matanya menatap tajam.
Kini giliran Lolita yang bungkam, ia menatap Aldi dalam dengan air mata yang mulai berlinangan.
"Kamu benar, kita sudah menikah dan tidak seharusnya ada rahasia di antara kita berdua, lantas kenapa kami tidak menceritakan yang sebenarnya dan memiliki menyimpannya sendiri, kenapa? Kamu tidak percaya dengan suami kami sendiri?" Aldi kembali membuka suara.
"Bukan seperti itu" Ujar Lolita dengan suara yang berat.
"Terus?" Tanya Aldi.
__ADS_1
"Aku hanya tidak mau kamu merasa khawatir dan..." Lolita mengehentikan ucapnya. Air matanya sudah membasahi wajahnya.
"Dan apa?" Seru Aldi sembari mencengkram kedua bahu Lolita.
Lolita hanya diam tak membuka suara, tanganya saling meremas dan air matanya terus mengalir menatap Aldi yang terus menatapnya seperti hendak menerkamnya.
"Aku hanya tidak mau kamu menjadi overprotektif dan membatasi semua kegiatan ku, aku ingin menjadi istri yang bebas melayani kamu" Terang Lolita.
Mendengar itu Aldi melemaskan tubuhnya, ia menurunkan tangannya dari pundak Lolita kemudian menyugar rambutnya yang tebal itu.
"Kamu itu istriku, bukan pembantuku" Seru Aldi.
"Iya karena aku istrimu makannya itu sudah menjadi kewajibanku untuk melayanimu" Seru Lolita.
Aldi tidak menganggapi perkataan Lolita, ia segera menarik tubuh Lolita dan merengkuhnya kedalam pelukannya, Lolita pun tidak menolak, ia memeluk erat tubuh Aldi dan menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang suaminya.
Setelah puas, keduanya saling melepaskan pelukannya, keduanya saling menatap dalam sebelum akhirnya Aldi mengangkat dagu Lolita kemudian membenamkan ciuman disana.
Keduanya saling melepaskan ciumannya setelah dirasa keduanya kehabisan pasokan oksigen di dalam paru parunya.
Aldi segera memindahkan Aksa kedalam box bayi miliknya, setelah itu ia kembali melanjutkan aksinya dan menuntun tubuh Lolita menuju ke tempat tidurnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Spesial merdeka ku kasih dua hehehe
__ADS_1
Kalian hanya perlu bersabar, dan ikuti aja alur ceritanya nanti apakah Aldi yang menderita atau Lolita?
pemikiran kalian belum tentu sesuai dengan pemikiran saya, so bisa saja tebakan kalian itu salah oke.