
Caca kini sedang duduk berselonjoran di atas tempat tidurnya setelah selesai makan malam, ia masih memikirkan soal obat yang ia temukan. "Dari pada gue mikirin obat itu dan bosan sendiri mending gue ajak Ethan bocah songong itu keluar" Ujar Caca sembari mengambil ponselnya lalu mencari kontak Ethan dan mengirimnya sebuah pesan singkat.
Ethan apakah Lo sibuk? Jika tidak kemarilah, gue sedang sendiri dan merasa bosan, maukah Lo temani gue untuk mencari angin malam? ~ Caca
Ethan yang sedang berdiri di balkon kamarnya itu segera mengambil ponselnya dari dalam saku celananya ketika ia mendengar sebuah notifikasi yang menandakan sebuah pesan masuk kedalam handphonenya.
Ia segera membuka pesan tersebut yang ternyata dari Caca, gadis yang selalu ia tunggu dari tadi chatnya.
Ethan tersenyum membaca pesan dari Caca, jari jarinya kemudian mengetik satu persatu huruf alphabet yang tertera di keyboardnya.
Sekarang ngajak, tadi nolak dasar betina sok gengsi akhirnya mau juga, oke gue otw ke rumah lo sekarang, dandan yang cantik oke ladies š ~ Ethan
Setelah mengirimkan pesan itu Ethan segera masuk kedalam kamarnya, mengganti pakaiannya setelah itu ia buru buru mengambil kunci mobilnya dan berlalu keluar.
Sedangakan Caca, ia mengeryitkan dahinya bingung dengan balasan dari Ethan. "Menolak? Maksudnya? Ah bodo amat nanti gue tanya langsung sama dia, mending sekarang gue ganti baju, dandan lalu pergi" Ujar Caca yang kemudian berjalan menuju almari untuk mengambil pakaian ganti.
*****
Lolita mengingat semua momen yang pernah ia lakukan dulu bersama dengan Rere, Caca dan juga Kevin yang lain saat mereka masih duduk di bangku SMP sembari mengayun kakinya yang ia masukkan kedalam kolam yang ada di halaman belakang.
"Dia dan dia ada disini" Gumam Lolita sembari menatap lurus ke depan.
Yang dimaksud dia dan dia adalah Kevin dan Rere. Ya Rere ada disini, ia baru saja sampai setengah jam yang lalu. Entah apa yang membuat gadis itu datang malam malam ke Villa yang jaraknya tidaklah dekat dengan Jakarta. Meskipun Lolita tahu Villa ini miliknya.
Ingatan Lolita kembali terlempar dengan kejadian beberapa tahun lalu, ia sedang berlibur di Villa milik keluarga Rere dan tentunya juga masih ada Rere.
Ia melakukan pesta barbeque disini, tepatnya di halaman belakang ini dimana teman temannya sedang melakukan pesta barbeque.
Mereka bersenang senang bersama, bercanda bersama, intinya menghabiskan waktu bersama.
Mereka bahkan saling menyuapi satu sama lain, Lolita sama Sekali tidak menaruh curiga terhadap Rere dan Kevin yang saling menyuapkan sosis bakar.
Mereka juga saling memoleskan butter cream di wajah teman teman mereka masing masing, karena saat itu juga hari ulang tahu Rere.
Ah, rasanya Lolita sangat merindukan saat saat kebersamaan mereka dulu.
Lolita terseyum getir mengigat pertemanannya dengan Rere yang ia anggap seperti saudaranya sendiri. Tapi sekarang malah berakhir seperti orang yang tidak mengenal dan saling memusuhi satu sama lain.
Kalau hanya sekedar merebut Kevin It's okey Lolita masih menerimanya, tetapi dia sudah memfitnah dirinya mengencani om om sehingga ia harus menjadi korban bullying disekolah.
__ADS_1
Sebenarnya ada satu rahasia besar yang belum diketahui oleh Aldi dan keluarganya, rahasia itu hanya Lolita, papa mama Lolita dan papa mama Rere yang tahu, Rere sendiri tidak mengetahui akan hal itu.
"Makanlah" Seru Aldi yang tiba tiba duduk disebelah Lolita sembari memberikan panggangan daging.
Lolita pun menerima daging panggang tersebut dan langsung memakannya.
"Kenapa malah duduk sendiri disini?" Tanya Aldi sembari memperhatikan Lolita yang sedang menguyah daging yang dibawakannya.
"Tidak apa apa, aku hanya sedang tidak mood untuk bergabung dengan yang lain" Jawab Lolita tanpa mengalihkan perhatiannya dari depan.
"Apa kamu tidak nyaman dengan kehadiran dia?" Tanya Aldi lagi.
Lolita menoleh kearah Aldi kemudian terseyum sembari menggelengkan kepalanya.
"Senyum palsu" gumam Aldi dalam hati.
"Ini Villa milik keluarganya, jadi wajar saja kalau dia datang kesini dengan tiba tiba" Ujar Lolita.
*****
Caca dan Ethan kini sedang berada disebuah Rooftop. Mereka saling duduk bersebelahan sembari menikmati angin malam dan ditemani dengan keheningan.
Caca menghembuskan nafasnya, ia kemudian menoleh kearah Ethan yang sedang menatapnya. "Maksud lo gue nolak apa?". Tanya Caca.
"Nolak? Nolak apa maksud lo?" Tanya Ethan sembari mengangkat sebelah alisnya.
Caca mengambil ponselnya dari dalam tasnya kemudian memperlihatkan isi percakapannya dengan Ethan. "Ini".
"Bukannya lo emang nolak ajakan ngedate gue kemaren sore" Seru Ethan.
Mendengar itu Caca mengeryitkan dahinya bingung. "Gue engga nolak ajakan lo" Sargah Caca. "Gue aja engga menerima pesan dari lo ngajakin gue ngedate" imbuh Caca lagi.
"Masa sih? Kan kemarin lo ngechat gue, lo ngajak gue keluar mumpung Kevin masih di Jakarta" Ujar Ethan.
Mendengar pernyataan Ethan, Caca semakin dibuat bingung. Ia merasa tidak mengirimkan pesan sama sekali kepada laki laki yang sekarang duduk persis disebelahnya itu.
"Engga, gue engga pernah mengirimkan pesan seperti itu ke lo" Sargah Caca.
Caca menscroll layar ponselnya, hanya ada percakapan yang sudah beberapa bulan yang lalu dan percakapan yang baru beberapa menit ia kirimkan. "Engga ada kan?".
__ADS_1
Melihat itu Ethan pun ikut merasa bingung. Ia mengambil ponsel dari dalam saku celananya, membuat roomchatnya bersama Caca dan memperlihatkan kepada gadis itu. "Nih lo baca aja sendiri!" Pinta Ethan.
Caca mengambil ponsel Ethan, ia mulai membaca pesan pesan dengannya dari ponsel Ethan dan seketika gadis itu membulatkan matanya. "Ini kenapa bisa begini, gue engga pernah mengirimkan pesan seperti ini" Seru Caca sembari mengembalikan ponsel Ethan.
"Kalau bulan lo berarti......."
"RERE" Ucap Caca dan Ethan serentak.
*****
"Beristirahatlah ke kamar, jika kamu sudah merasa lelah" Ujar Aldi sembari mengelus kepala Lolita yang kini sedang bersandar di bahu Aldi.
Lolita mengangkat kepalanya lalu menatap kearah Aldi. "Baiklah aku akan ke kamar terlebih dahulu menyusul Aksa" Ujar Lolita.
"Aku akan menyusulmu setelah acara selesai" Ujar Aldi sembari beranjak berdiri. Ia kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu istrinya itu berdiri.
"Baiklah" Ucap Lolita yang sudah beranjak berdiri. Ia kemudian berjalan meninggalkan Aldi dan juga halaman belakang.
Setelah memastikan Lolita benar benar masuk kedalam Villa, Aldi kembali bergabung dengan yang lain, tetapi sebelumnya ia pergi ketoilet yang ada di sekitar situ.
*****
"Lolita" Lolita menghentikan langkahnya ketika seseorang yang berpapasan dengannya itu memanggil namanya.
"Kenapa?" Tanya Lolita sembari mendongakan wajahnya menatap wajah sosok yang memanggilnya yang tak lain ialah Kevin mantan kekasihnya.
"Kenapa tidak bergabung dengan yang lain?" Tanya Kevin sekedar berbosa basi. Jujur saja, saat Lolita menatapnya ia merasa sangat gugup, jantungnya berdegup sangat kencang. Mungkinkah ia belum bisa melupakan mantan kekasihnya itu?.
"Gue lelah, ingin menyusul Aksa dan beristirahat" Ujar Lolita.
"Emmm apakah lo merasa tidak nyaman karena dia tiba tiba datang dan teringat akan masa masa kita bersama dulu saat masih SMP?" Tanya Kevin dengan sedikit gugup. Entah kenapa laki laki itu bisa segugup itu berbicara dengan Lolita. Padahal Lolita terlihat biasa biasa saja.
"Tidak, untuk apa gue mengingat kejadian yang sudah lama terjadi" Ucap Lolita sembari memalingkan wajahnya menghindari kontak mata dengan Kevin.
"Wah, ternyata ada sepasang mantan yang sedang berduaan mengingat kenangan"
Jangan lupa berikan dukungan kalian berupa vote, dan like juga follow Ig Indri @indriantika26 oke dear
oh iya, info nih DaRain Love Story hari ini up, jangan lupa di baca di like, di komen, di kasih rate bintang 5 di vote dan di tambahkan menjadi Novel favorit kalian semuaā¤ļø
__ADS_1