
Lolita mengerjabkan matanya, hal pertama yang dilihatnya adalah langit langit kamarnya.
"Kamu sudah sadar sayang" Ujar Aldi yang melihat istrinya itu sudah membuka matanya.
Lolita menoleh keasal suara. Terlihat Aldi yang sedang duduk berselonjiran disebelahnya.
"Jam berapa sekarang?" Tanyanya dengan suara serak.
"Jam delapan malam" Jawabnya.
"Astaga, aku tertidur lama sekali" Gumamanya sembari beranjak duduk.
"Shhhh" Kepala Lolita kembali terasa nyeri.
"Nggak usah banyak gerak dulu makannya" Ujar Aldi sembari memegangi tangan dan bahu Lolita.
"Tadi bukannya kita sedang berada di pemakaman ya?" Tanya Lolita.
"Iya, tadi kita sedang berada di pemakaman tapi tiba tiba kamu pingsan" Ujar Aldi.
"Oh iya, tadi aku teringat sesuatu" Ujar Lolita.
"Teringat apa?"
"Kejadian beberapa tahun lalu"
*******
Seminggu kemudian. Sejak kejadian di pemakaman itu, Lolita dan Aldi terlihat semakin lebih baik. Hubungan mereka pun juga membaik meskipun ingatan Lolita belum kembali sepenuhnya.
Malam ini Aldi akan mengajaknya jalan jalan disuatu tempat, tentunya ke tempat yang istimewa. Yang bisa membantu Lolita untuk mengembalikan ingatanya meskipun pada akhirnya Lolita masih tidak bisa mengingatnya. Tetapi Aldi tidak pernah menyerah akan itu.
"Kita mau kemana sih Al?" Tanya Lolita.
"Kesuatu tempat yang pastinya istimewa" Ujar Aldi.
Dan tak berselang lama, mobil yang ditempati keduanya itu pun berhenti disebuah parkiran yang terlihat sepi. Aldi turun terlebih dahulu, ia kemudian berjalan mengitari mobilnya untuk membukakan pintu istirnya itu.
Lolita tersenyum mendapat perlakuan manis dari Aldi. Ia menerima uluran tangan Aldi dan keduanya pun berjalan beriringan.
"Wah bagus banget danaunya, cantik tapi sayang sepi" Ujar Lolita sesampainya didalam.
"Ini sengaja aku pesan buat kita berdua ngedate" Ujar Aldi.
"Ayo iku aku" Aldi kembali menuntun Lolita dan mengajaknya menuju ketengah tengah danau melewati jembatan dari kayu yang dilapisi red karpet itu.
Aldi segera menarik kursi dan mempersilahkan Lolita untuk duduk, diikuti dengan dirinya yang juga ikut mendudukan dirinya didepan Lolita.
__ADS_1
"Kamu suka nggak?" Tanya Aldi.
Lolita memperhatikan sekitar, semuanya terlihat sangat indah. "Suka banget" Jawabnya sembari menatap kearah Aldi.
"Kamu tahu, ditempat ini dulu aku melamar kamu" Aldi menggenggam tangan Lolita.
"Melamar? Bukannya kita dulu dijodohkan?" Tanya Lolita.
"Iya, kita dijodohkan tetapi saat itu aku belum melamar kamu. Jadi aku mengajak kamu kesini, aku melamar kamu disini dan menyematkan cincin yang sekarang kamu pakai itu" Aldi tiba tiba teringat kejadian saat dirinya melamar Lolita. Di tempat yang sama dan juga desain yang sama.
"Jadi sekarang aku ingin mengulang lamaran itu lagi" imbuh Aldi.
"Maksud kamu?" Aldi tidak membalas. Ia kemudian beranjak berdiri dan berjalan mendekat ke arah Lolita. Aldi mengulurkan tangannya kearah Lolita, melihat itu Lolita pun segera menerimanya. Keduanya pun berdiri saling berhadapan.
Aldi melepaskan cincin yang tersemat ditangan Lolita dan meletakkannya diatas meja. Pun cincin yang dikenakannya. Sedangkan Lolita hanya memperhatikan saja apa yang sedang dilakukan oleh suaminya itu.
Keduanya kemudian saling beradu pandang. Aldi menggenggam erat tangan Lolita sebelum akhirnya dirinya membuka suara.
"Lolita, aku tahu ingatan kamu belum sepenuhnya kembali, tetapi aku berharap kamu akan tetap menjadi milikku seutuhnya, pun sebaliknya. Aku ingin kita terus bersama sama selamanya, tanpa ada perpisahan untuk kesekian kalinya kecuali maut yang memisahkan kita. Aku berharap setelah semua cobaan yang pernah kita lalui bersama itu akan menjadi pembelajaran bagi kita untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Mungkin rasa yang kamu miliki terhadapku sudah berbeda tidak seperti dulu, tapi aku berharap rasa itu lebih baik dan lebih besar dari pada dulu, mungkin dengan cara ini kita bisa bahagia, dengan Tuhan menghapuskan ingatanmu mungkin Tuhan ingin menguji seberapa sabar aku terhadapmu seperti kamu yang senantiasa sabar disisiku" Lolita seketika menitihkan air matanya. Perkataan Aldi benar benar menyentuh hatinya.
"Lolita, aku tidak mau mengulangi tapi aku mau memulai semuanya dari awal" Aldi mengambil Cincin yang tadi yang sempat ia lepaskan dari jari Lolita. Ia kemudian berjongkok dihadapan Lolita dan berkata "Lolita Fanesya Angel, Will You Marry Me?"
Lolita seketika menutup mulutnya tak percaya jika Aldi akan benar benar kembali melamarnya.
"Aldi" Panggilannya lembut.
"Sebelum aku menjawab lamaran kamu, aku ingin mengatakan sesuatu terlebih dahulu"
"Apa?" Tanyanya.
"Jika seandainya aku tidak berhasil untuk mengingat kamu kembali maka apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Lolita.
"Aku akan tetap berjuang untuk membuat kamu kembali mengingat kita" Ujar Aldi.
"Jujur Al, aku belum benar benar bisa mencintai kamu" Lolita menjeda ucapannya sejenak.
"Tapi kamu adalah seseorang yang layak untuk dicintai, kamu baik, kamu penyayang dan kamu juga sabar pokoknya kamu terbaik bahkan rela mengorbankan hidupmu buat aku"
"Jika seandainya aku benar benar tidak akan bisa mengingat kamu dan tidak bisa mencintai kamu lantas apa yang akan kamu lakukan?"
Aldi terdiam. Ia mendongakkan wajahnya sembari memejamkan matanya. Dadanya terasa amat sangat sesak seperti tidak ada oksigen yang melingkupi paru parunya.
"Jujur saja aku sangat menginginkan kebebasan ku" Imbuh Lolita lagi.
Aldi membuka matanya. "Aku sudah mencoba semuanya" Ujar Aldi.
"Apakah kamu tidak bahagia bersama denganku?" Ujar Aldi lagi.
__ADS_1
"Aku bahagia, sangat tapi aku merasa ada yang janggal. Aku bahkan masih tidak memercayai kalau kita suaminya istri" Ujar Lolita.
"Mau bagaimana mana lagi Lolita untuk aku membuatmu percaya, aku sudah menunjukan semua bukti pernikahan kita, bahkan mengajak kamu untuk ketempat tempat yang pernah kita kunjungi, bagaimana bisa kamu masih tidak percaya padahal itu adalah bukti nyata" Ujar Aldi.
"Tapi baiklah, jika memang kamu lebih bahagia saat tidak bersamaku" Aldi menarik dalam dalam nafasnya.
"Kasih aku waktu satu bulan untuk membantu kamu memulihkan ingatan kamu, ijinkan aku membuat kamu kenangan Indah dengan kamu, jika selama satu bulan itu kamu masih tidak mencintai aku dan tidak bisa mengingat tentang kita aku akan melepaskan mu" Putus Aldi. Nada bicaranya terdengar tegas namun hatinya terasa sangat hancur.
Aldi meletakan cincin yang tadi dipegangnya diatas meja. Ia kemudian membalikkan badannya hendak meninggalkan Lolita. Air matanya bahkan ikut tersapu bersama dengan tubuhnya yang membelakangi Lolita.
Ia hendak melangkahkan kakinya tetapi Lolita segera menahannya dengan mencekal pergelangan tangannya.
"Tunggu" Ujar Lolita. Aldi seketika membalikan badannya.
"Jangan pergi" Ucapnya. Ia kemudian menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Aldi hingga membuat tubuh Aldi terguncang tetapi tidak sampai terjatuh.
"I Will" Gumam Lolita.
Mendengar itu Aldi seketika Langsung membalas pelukan Lolita. "Aku mencintai mu Aldi" Ujarnya.
"Aku juga mencintaimu, sangat" Aldi mencium puncak kepala Lolita. Ia memejamkan matanya menikmati pelukannya dengan Lolita.
End
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku ngetiknya sampe nyesek nih bayangin Aldi yang katanya mau melepaskan Lolita wkwkkk.
Tamat, gimana nih? wkwk
__ADS_1
Mau lihat vote dulu, kalau bisa masuk 10 besar lagi ntar ku kasih beberapa episode lagi, kalau ngga 10 nggak mau ah, sampai disini saja hubungan kita wkwk
pokoknya masuk 10 besar lagi aku pertimbangin deh hehe