Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Villa


__ADS_3

Aldi kembali mendudukkan dirinya di kursi kerjanya, ia mulai membuka handphonenya kemudian menghubungi temannya.


"Hallo Evan" Ucap Aldi ketika telfon sudah tersambung.


"Iya kenapa Al?" Tanya Evan diseberang telfon.


"Datanglah ke rumah ku nanti malam, e ajaklah Regan juga nanti kita akan membahas masalah reoni" Ucap Aldi setelah mendengar suara Evan.


"Oke nanti malam aku akan kerumah mu sekalian mengajak Amel dan yang lain" Ucap Evan.


"Baiklah" Ucap Aldi kemudian mematikan sambungan telfonnya.


******


Malam harinya,


Lolita dan Aldi kini sedang mendudukkan dirinya di meja dirinya di atas karpet sambil menemani Aksa yang sedang bermain dengan bolanya.


Suara bel yang berbunyi membuat Aldi yang sedang main lempar bola dengan Aksa itu mengehentikan aktifitasnya.


"Itu sepertinya Evan dan Regan, biar aku bukakan pintu terlebih dahulu" Ucap Aldi sambil meletakkan bolanya di hadapan Aksa.


"Oke sekarang kita main sama mama" Ucap Lolita yang mengambil alih posisi Aldi dan bermain dengan Aksa.


Aldi membukakan pintu dan terlihat teman temannya sudah menunggunya. Ia pun membuka lebar pintunya agar teman temannya itu bisa masuk kedalam rumahnya.


"Dimana Lolita?" Tanya Sisi yang tidak mendapati Lolita.


"Diruang keluarga sedang main sama Aksa" Jawab Aldi, ia kemudian menutup kembali pintunya.


"Duduklah" Ujar Aldi mempersilahkan teman temannya itu untuk duduk.


"Kalian bahaslah masalah reoni, aku akan menemui Lolita dan Aksa" Ujar Amel yang di angguki oleh Aldi dan yang lainnya.


"Jadi gimana? Lo udah menentukan tempatnya?" Tanya Evan yang memulai terlebih dahulu percakapannya.


"Iya sudah, kita akan reoni di villa dekat pantai nanti karena Lolita sangat menyukai pantai" Ujar Aldi.


"Villa mana yang Lo pilih? Bukan salah saru dari villa kita?" Tanya Regan.


****


"Duarrrrrr" Teriak Yolanda mengagetkan Lolita dari belakang.


"Eh kebab" Ucap Lolita sambil berjingkat karena kaget.


"Kebab kebab makanan mulu otak lo" Ucap Yolan sambil mendudukkan dirinya di sebelah Lolita dan diikuti yang lain.


"Lo nganggetin gue aja, utung gue engga gantungan" Ucap Lolita sembari menatap kesal kearah Yolanda.


"Gantungan Lo kira jemuran" Saut Amel.


"Mumpung ada kalian juga, gue titip Aksa mau ke dapur bentar bikinin minum buat kalian" Ucap Lolita sembari beranjak berdiri.


"Hmm" Jawab Sisi.


"Hallo ganteng, kita main yok sama bibi" Seru Aksa ketika Lolita sudah pergi meninggalkan mereka.


Aksa pun terlihat senang dengan kedatangan teman teman mamanya, terlihat dengan jelas bayi kecil itu yang tersenyum senang ketika di ajak bermain dengan Amel, Sisi dan juga Yolanda.


Aksa tiba tiba merangkak mendekat kearah Sisi dan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Minta gendong sama bibi ya ganteng" Ucap Sisi.


Ia kemudian mengambil Aksa dan menggedongnya, tak lupa ciuman gemas ia berikan pada pipi Aksa hingga membuat bayi itu tertawa dengan begitu lepasnya.


"Kita kedepan yuk!" Ajak Amel


"Boleh" Ucap Yolanda yang kemudian beranjak berdiri terlebih dahulu diikuti dengan Amel dan juga Sisi.


Mereka kemudian berjalan bersama dengan Aksa yang berada di gendongan Sisi menuju ke depan.


*****


"Itu bukannya villa milik keluarganya Rere ya Al?" Tanya Evan ketika mendengar Aldi menyebutkan nama pondok Ks. Villa


"Entahlah gue juga engga tahu" Jawab Aldi sambil menggidikkan bahunya.


"Iya bener, Ks artinya Kusuma" Saut Regan dengan sangat heboh.


"Ada apa sih heboh banget?" Tanya Amel yang baru saja bergabung dengan yang lain.


"Ini si Aldi, masa iya di mau nginep di Villa milik keluarga Rere" Saut Regan.


"Nginep di villa keluarga Rere maksudnya?" Tanya Yolanda sambil mengernyitkan dahinya dan menatap Aldi serta Regan secara bergantian.


"Bukan, maksudnya Aldi mau menyewa villa itu untuk acara reoni karena villa itu dekat dengan pantai" Jelas Evan.


"Ooo la terus masalahnya apa?" Tanya Amel yang kini sudah mendudukan dirinya.


"Ya kali kita nginep di tempat dia, bisa kacau rencana karena ulah si Rere" Celetuk Regan.


"Emmm iya juga sih, secara itu anak kan reseh banget" Saut Yolanda.


"Ya tinggal bilang aja selama villa itu kita sewa tidak ada yang boleh kesitu kecuali anggota reoni" Ujar Sisi yang masih menggendong Aksa.


"Tapi kan tetep aja dia yang punya villa" Ujar Regan.


"Ya termasuk yang punya villa karena kita sudah meyenwa villa tersebut, jadi dilarang mengganggu kenyamanan tamu" Seru Sisi yang mendapat pembenaran dari yang lainnya.


"Kenapa sih? Serius banget kayaknya yang di bahas" Ucap Lolita yang baru saja muncul dari arah dapur dengan nampan di tangannya.


"Lagi bahas masalah reoni" Jawab Evan.


Lolita pun menganggukkan kepalanya, ia kemudian meletakkan nampannya dibatas meja dan meletakan cangkir yang berisi air berwarna coklat yang masih terlihat mengeluarkan uap itu di hadapan semua teman tamannya tak terkecuali Aldi.


"Pinter, coklat panas sama camilan" Ucap Yolanda senang.


"Hmm" Jawab Lolita sembari mendudukkan dirinya disebelah Sisi yang sedang memangku Aksa.


"Aksa udah ngantuk ya?" Tanya Lolita kepada Aksa yang terlihat menguap.


"Sini ikut mama yuk" ujar Lolita sembari mengulurkan tangannya untuk mengambil alih Aksa dari pangkuan Sisi, tetapi bayi kecil itu menolaknya dan malah menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada Sisi.


"Anak Lo kayaknya mau mama baru Al" celetuk Regan.


"Malah bagus" Jawab Lolita sembari mengalihkan perhatiannya kearah Regan.


"Lo kasih ijin Aldi nikah lagi?" Tanya Regan dengan bodohnya.


"Emang gue pernah larang?" Tanya Lolita.


"Kayaknya engga deh, ya udah Al ayo cari bini baru lagi" Ucap Regan sambil terseyum menatap Aldi.

__ADS_1


"Ekhemmm" Dehem Yolanda sambil menatap tajam ke arah Regan.


Melihat tatapan tajam dari Yolanda, Regan pun hanya nyengir kuda. "Aldi beb bukan aku" Ucap Regan takut takut.


"Alah modus doang, sebenarnya kamu yang mau cewek baru kan?" Ucap Yolanda dengan nada geram.


"Engga engga, emang siapa sih yang mau duain cewek secantik kamu" ucap Regan.


"Wleee jyjyk" ucap Lolita, Amel, Sisi, Yolanda dan juga Evan secara bersamaan.


"Apaan sih kalian iri aja" Ucap Regan sambil menatap teman temannya.


"Menjijikkan lo" Ucap Sisi dengan ketus.


"Iri bilang bos" Jawab Yolan dan Regan secara bersamaan.


"Cih, ga doyan gue sama gombalan kek kalian" Saut Sisi.


"Iya, lo kan doyannya sama kulkas, udah cocok deh pokoknya" Jawab Regan.


"Mendingan dia, engga alay kek lo" Saut Sisi.


"Sisi kok sekarang jadi doyan ladenin bacotan undaedah Regan ya" Celetuk Lolita.


"Lo ga tau aja Lol, Sisi sekarang banyak berubah" Saut Amel.


"Omo sepertinya inces ketinggalan jauh berita neng Sisi" Ucap Lolita sembari merapatkan duduknya dengan Sisi.


"Apaan sih Lolita, lo menggintil" Ucap Sisi sembari menggeser duduknya.


"Sisi mah sekarang berduaan terus sama bebebnya, gue mah kalah romantis" Celetuk Yolanda.


"Aku kurang romantis ya beb?" Tanya Regan sambil mencubit hidung Yolanda.


"Ga usah cubit cubit, lo kira hidung gue apaan" ucap Yolanda kesal sambil menepis tangan Regan.


"Omo omo omo, demi apa demi apa inces Lolita penguasa Neptunus ketinggalan banyak tentang kalian" Ucap Lolita dengan histeris.


"Awww" Pekik Lolita tiba tiba ketika Amel menonyor kepala Lolita.


"Bacot lo kondisikan anak lo dah molor noh" Ucap Amel.


Lolita pun menoleh kearah Aksa yang ternyata sudah terlelap dalam dekapan hangat Sisi.


"Eh iya" Ucap Lolita sembari terkekeh.


"Dasar mama muda gila" Cibir Yolanda.


"Kalian kayaknya bar barnya plus deh, disini kayaknya yang waras tinggal gue sama Aldi doang" Seru Evan yang sedari tadi hanya diam.


"Waras apanya, songong iya" Ucap Lolita dan Amel secara bersamaan hingga membuat mereka harus tutup telinga


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, author sengaja disiapin 3 part untuk tiga hari dalam semalam karena bakal engga ketemu sampai bulan depan


__ADS_2