Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Menghadiri pesta


__ADS_3

Kamu adalah luka dan bahagia yang beradu menjadi satu


Datang tanpa perkenalan dan sapaan namun membawa nyaman


Menciptakan sebuah lengkungan garis indah yang berupa senyuman menawan ketika teringat akan kebetulan yang menyenangkan (pertemuan) namun membawa penderitaan (perpisahan)


Mengisi ruang dihati yang kosong tiada berpenghuni


Memenuhi relung hati dengan sebuah rasa suka yang berubah menjadi cinta


Sampai akhirnya pergi tanpa adanya sapa hingga kini bahagia itu tergantikan dengan lara dan luka.


Indri Antika_-


**********************************************


Malam harinya,


Satya terlebih dahulu menjemput Nara kekasihnya di rumahnya sebelum ia menghadiri pesta pernikahan temannya yang diadakan disebuah hotel bintang lima di Jakarta.


Satya membukakan pintu mobil untuk kekasihnya itu yang baru saja keluar dari rumahnya.


"Terimakasih" Ucap Nara sebelum akhirnya ia masuk kedalam mobil milik Satya.


Satya pun ikut masuk kedalam mobilnya dan memasang seatbeltnya, menghidupkan mesin mobilnya kemudian menancapkan gas mobilnya hingga mobil yang ia tumpangi kini melaju meninggalkan halaman rumah iras toko kue milik Nara.


Jalanan yang lenggan itu membuat Satya lebih leluasa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Siapa nama temanmu yang akan menikah itu?" Tanya Nara untuk memecah keheningan dalam mobil tersebut.


"Jonathan" Jawab Satya tanpa menoleh kearah Nara.


Jonathan, seperti tidak asing Pikir Nara.


Melihat Nara yang terdiam dan tidak membuka suara kembali Satya pun akhirnya bertanya.


"Kenapa, apa kamu kenal?" Tanya Satya sembari menoleh kearah Nara sekilas kemudian kembali fokus dengan mengemudinya.


"Enggak" Jawab Nara dengan buru buru.


"Bisa jadi Jonathan yang lain" Gumam Nara lagi dalam hati.


****


Cristal Hotel, Ballroom 20.15 pm.


Nara dan Satya masuk kedalam ballroom tersebut dengan bergandengan tangan.


Hal pertama kali yang menyambut mereka adalah suara musik dan juga banyaknya orang yang menghadiri pesta tersebut.


"Wah bro, akhirnya datang juga lo" Sapa teman Satya sambil memberikan pelukan singkat.


"Sama cewek lo?" Tanya laki laki itu setelah melepaskan pelukannya dan melihat kearah Nara.


"Iya kenalin, Nara" Ucap Satya memperkenalkan Nara kepada temannya.


"Halo, Gue Adrian" Ucap laki laki itu sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Nara" Seru Nara sambari menerima uluran tangan dari laki laki yang bernama Adrian itu.


"Nara, seperti tidak asing ya" Ucap Adrian sambil melepaskan jabatan tangannya dan mengingat ingat nama Nara.


"Tentu saja, dia kan pemilk Nara Cake's" Ujar Satya sambil merangkul bahu Nara. Nara pun hanya tersenyum ketika Satya merangkul bahunya.


"Woah, benarkah? Pantas saja kue kuenya sangat enak, penjualnya aja cantik gini" Puji Adrian.


"Terimakasih" Ucap Nara sambil tersenyum kearah Adrian.


"Gue sering makan kue dari toko lo, adik gue yang beliin dan biasanya gue yang nganter tapi engga pernah ketemu sama lo" Ucap Adrian senang.


"Mungkin saat kamu datang aku sedang sibuk" Jawab Nara sambil tersenyum.


"Sibuk pacaran kan" Goda Adrian.


"Sudah sudah, gue sama cewek gue mau ketemu sama Jonathan terlebih dahulu" Ujar Satya.


"Hm" Jawab Adrian dengan muka ditekuk karena ia masih ingin mengobrol dengan Nara.


Satya memindahkan tangannya di pinggang Nara, sambil berjalan menyusul temannya yang kini sedang menyapa para tamu undangan.


Jantung Nara tiba tiba berdetak sangat kencang saat ia mendekati sepasang pengantin baru yang sedang mengobrol membelakanginya dan juga Satya.


"Astaga, kenapa jantungku tiba tiba berdetak sekencang ini" Gumam Nara dalam hati.


Langkah Satya dan Nara kini berhenti tepat dibelakang laki laki yang sepertinya ialah mempelai pria. "Jo" Panggil Satya sambil menepuk bahu laki laki itu.


Laki laki yang di panggil Jo itu pun membalikkan badannya dan menatap kearah arah Satya. "Eh bro, lo udah datang" Saut Jonatan.


Nara yang melihat itu pun terkejut, Dadanya tiba tiba merasa sesak namun ia mencoba untuk tetap sebiasa mungkin dan memasang senyum manisnya.


"Thanks buruan nyusul" Ucap Jonatah sambil tertawa.


"Sebentar lagi, ini calonnya sudah disini" Ucap Satya sambil melirik menoleh kearah Nara.


Jonathan pun ikut menoleh kearah Nara, sama halnya dengan Nara yang terkejut ketika melihat Jonathan. Jonathan pun terkejut ketika melihat kehadiran Nara.


"Beri ucapan selamat sayang" Ucap Satya pada Nara. Nara pun mengangguk dan memberikan ucapan selamat kepada Jonathan.


"Selamat, semoga bahagia dan cepat diberikan momongan" Ucap Nara dengan begitu berat sambil mengulurkan tangannya kearah Jonathan.


Jonathan tidak langsung menerima uluran tangan Nara, ia terlebih dahulu menatap dalan wajah Nara terutama bola mata gadis itu. "Terimakasih, kamu juga" Ucap laki laki itu sambil menerima uluran tangan Nara.


Nara buru buru melepaskannya jabatan tangannya dengan laki laki hang bernama Jonathan itu, kemudian ia menoleh kearah Satya. "Sayang, aku mau ketoilet sebentar ya" Bisik Nara.


"Mau ku antarkan?" Tanya Satya.


"Tidak perlu" Jawab Nara yang kemudian pergi meninggalkan Satya dan Laki laki yang bernama Jonathan yang kini sama sama menatapnya.


"Kemana istri lo?" Pertanyaan Satya berhasil mengalihkan atensi Jonathan untuk menatap kearah Satya.


"Lagi kumpul sama sahabatnya tadi" Jawab Jonathan. Satya pun menggunakan kepalanya dan mereka kemudian melanjutkan mengobrolnya.


*****


Nara memasuki salah satu bilik yang yang ada di dalam toilet wanita. Ia mengunci pintunya terlebih dahulu sebelum dirinya menatap pantulan wajahnya didepan cermin.

__ADS_1


"Padahal sudah sangat lama dan aku juga sudah melupakannya, kenapa rasanya masih begitu menyesakkan" gumam Nara pada dirinya sendiri.


Nara membuka kran yang ada disitu hingga membuat percikan suara air terdengar bersama dengan keluarnya air dari dalam. Ia menengadahkan tanganya untuk menadah air yang mengalir itu untuk membasuh mukanya. Tetapi tiba ia malah membuang air tersebut dan menutup kembali kran tersebut hingga suara percikan air pun tak terdengar lagi bersamaan dengan air yang berhenti mengalir.


"Tidak mungkin aku membasuh muka ku dan menghilangkan riasan di wajahku" Gumam Nara lagi. Gadis itu kemudian menarik beberapa lembar tisu untuk mengeringkan tangannya.


Nara membuang bekas tisu tersebut lalu keluar dari dalam toilet. Ia berjalan sambil mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Satya.


Mata Nara akhirnya menangkap sosok yang dicarinya masih mengobrol dengan Jonathan. Tetapi kini ada seorang wanita disebelah laki laki yang bernama Jonathan itu. Itu pasti istrinya, pikir Nara. Tetapi Nara tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu karena tertutup oleh punggung beberapa tamu.


Nara melangkahkan kakinya hendak menghampiri Satya, tetapi seseorang tidak sengaja menabrak bahunya hingga membuat gaunnya tepat dibagian dada itu basah karena tersiram oleh minuman.


"Maaf maaf saya tidak sengaja" Ucap seseorang yang menabrak tubuh Nara. Nara pun akhirnya mengangkat wajahnya untuk melihat siapa orang yang sudah menabraknya hingga mengotori pakaiannya.


"Lo" Ucap Nara dan orang itu secara bersamaan.


"Lo kenapa ada disini?" Tanya gadis itu dengan nada tinggi.


Melihat seperti ada keributan, Satya, Jonathan dan Istrinya pun berjalan menghampiri keributan tersebut.


Satya begitu terkejut ketika melihat gaun kekasihnya itu basah hingga menerawang bagian depan. Satya segera melepaskan jas yang ia gunakan dan memakaikan kepada Nara.


"Kamu tidak apa apa sayang?" Tanya Satya, dan Nara pun menggelengkan kepalanya.


"Lo ngapain disini?" Tanya seorang wanita yang memakai gaun pengantin


Satya menoleh kearah wanita yang bertanya kepadanya itu. "Dia datang kesini karena gue yang menanjaknya" Jawab Satya.


"Oh, bagus dong sekalian Lo bisa lihat dengan mata kepala lo sendiri kalau kita berdua sekarang sudah menikah jadi lo engga perlu ganggu kita lagi" Ucap gadis itu dengan ketus dan kepada Nara.


"Apa maksudmu?" Tanya Satya sambil menatap mempelai wanita bergantian dengan mempelai pria dan juga Nara yang kini sedang menundukkan pandangannya.


"Lo tanya saja sama kekasih lo itu" Ucap wanita itu sambil menegaskan jari telunjuknya kearah Nara.


"Sayang ada apa?" Tanya Satya sambil menatap kearah Nara yang masih tidak bergeming sedikitpun.


"Ada apa ini?" Tanya seorang laki laki paruh baya yang baru saja bergabung bersama dengan beberapa orang yang mengikutinya.


"Kak Nara"


"Nara"


"......."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hallo!


Sudah Senin, buat kalian yang suka dengan novel ini Jangan lupa dukungannya berupa like dan vote. Karena dukungan dari kalian sangat berarti buat Author. Terimakasih


__ADS_2