Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Meminta maaf


__ADS_3

Keesokan harinya kampus di gegerkan dengan Disa ratu bully yang kini bertingkah tidak seperti biasanya. Semua orang kini dikumpulkan Disa di lobi kampus.


"Teman teman semua, maaf kalau selama ini gue sudah membuat kalian tidak nyaman, gue sadar gue berbuat semena mena sama kalian semua, hari ini mungkin akan menjadi pertemuan terkahir kita di kampus ini, jadi buat kalian semua terutama yang pernah gue bully gue mohon maaf yang sebesar besarnya. Semoga kalian semua bahagia" Ucap Disa sambil tersenyum menatap semua orang.


"Memang lo mau kemana Dis?" Tanya seorang mahasiswa A.


"Gue bakal melanjutkan pendidikan di luar" Jawab Disa sambil tersenyum.


"Kenapa Dis? Lo patah hati ya karena ternyata Aldi sudah menikah?" Tanya mahasiswi B. Seseorang menyenggol lengan mahasiswi itu karena berani bertanya seperti itu kepada Disa.


Namun Disa yang melihat itu hanya tersenyum. "Engga apa apa kok, ya udah gue pergi dulu ya, semoga kalian semua bisa memaafkan gue" Ucap Disa. Gadis itu kemudian pergi meninggalkan kerumunan.


Belum jauh dari tempat Disa melangkahkan kakinya dari tempatnya berdiri tadi, tiba tiba namanya di panggil. Disa pun memutar tubuhnya untuk melihat sosok yang memanggilnya. Orang itu tak lain dan tak bukan ialah Devi dan Stella.


"Dis, bener yang dikatakan orang orang kalau lo mau pindah?" Tanya Stella setelah ia sampai di hadapan Disa.


"Iya" Jawab Disa.


"Kenapa?" Tanya Devi.


"Kalian ada jam engga pagi ini?" Ucap Disa yang malah balik bertanya.


"Ada" Jawab Devi.


"Ya udah, kalian minta ijin dan gue tunggu di parkiran" Seru Disa.


"Mau kemana?" Tanya Stella bingung.


"Udah ngga usah banyak tanya, buruan kalian ijin dan gue tunggu di parkiran" Setelah mengatakan itu Disa pun berjalan menuju keparkiran dimana mobilnya terparkir. Sedangkan Devi dan Stella pergi untuk meminta ijin.


****


Disa melangkahkan kakinya menuju ketempat mobilnya berada, namun ia tidak sengaja melihat Aldi dan Lolita yang baru saja turun dari mobil yang sama.


Disa melangkahkan kakinya menghampiri Aldi dan Lolita. "Hai" Sapa Disa ketika sudah dihadapan Aldi dan Loli.


Melihat Disa yang menyapanya Lolita pun merasa sedikit heran. "Kenapa?" Tanya Lolita dengan tak suka.


Mendengar nada bicaranya Lolita yang tak ramah itu Disa malah tersenyum sehingga membuat Lolita semakin tidak suka.


"Gue engga ada maksud apa apa kok, gue cuma mau minta maaf sama lo dan Aldi. Karena gue kalian berdua jadi mengalami masalah. Gue sadar selama ini gue salah. Gue berharap kalian berdua mau memaafkan" Tutur Disa.


Mendengar itu Lolita dan Aldi dibuat terkejut. "Kerasukan setan dari mana nenek lampir kembaran Yolanda ini" Gumam Lolita dalam hati.


"Gue tahu, Lo pasti bingung kan kenapa gue tiba tiba berubah?" Tebak Disa.


"Semua orang pasti bisa berubah dan gue yakin lo sudah bener bener berubah baik dan tidak seperti dulu lagi. Semoga kesalahan lo bisa Lo jadikan pelajaran" Ujar Lolita.


"Tentu, Lo mau kan maafin gue?" Tanya Disa lagi.

__ADS_1


"Tidak ada alasan untuk gue tidak memaafkan lo" Jawab Lolita sambil tersenyum.


"Terimakasih, mulai sekarang gue engga akan ganggu kalian lagi, semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah" Ujar Disa.


"Aamiin, terimakasih doanya"Jawab Aldi dan Lolita.


"Iya sama sama, dan mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir kita karena gue akan melanjutkan pendidikan di luar negri" Imbuh Disa lagi.


"Selamat, lo pasti bisa" Jawab Lolita sambil tersenyum.


"Iya, terimakasih. Kalau gitu gue duluan" pamit Disa. Setelah itu dia pergi meninggalkan Aldi dan Loli.


Lolita menatap punggung Disa yang semakin menjauh.


"Ya udah yuk masuk!" Ajak Aldi sambil menggenggam tangan Lolita. Lolita pun membalas genggaman Aldi dan mereka masuk bersama.


"Wah wah wah itu Aldi dan Lolita" Ucap seorang mahasiswi A yang melihat Aldi dan Lolita baru saja masuk kedalam gedung kampus.


"Ah iya, mereka berdua sudah mematahkan hati kita semua" Sambung mahasiswi B dengan muka sedih.


"Kabar mereka pacaran aja sudah membuat kita gegana, eh ini malah kita dikejutkan kalau ternyata mereka sudah menikah dan bahkan memiliki anak" Ujar mahasiswi C dengan menatap Aldi dengan wajah kecewa.


"Yah, dah hilang harapan dah kita buat pacarin mahasiswi baru" Ujar mahasiswa A.


"Ya kan sejak awal mereka menjadi pasangan kekasih memang kita sudah tidak ada kesempatan" Ujar mahasiswa B.


"Ya tapi kan setidaknya sebelum janur kuning melengkung kita masih bisa menikung" Jawab mahasiswa A.


"Sudahlah mereka memang cocok" Saut mahasiswi B.


Aldi dan Lolita hanya diam mendengarkan itu, mereka tetap berjalan dengan memasang muka dingin di masing masing wajahnya.


Sampai akhirnya mereka tidak sengaja berpapasan dengan Rere dan Caca yang sedang berjalan bersama.


Mereka berempat saling menghentikan langkahnya. Rere dan Lolita saling beradu pandang.


Rere yang menatap Lolita dengan tatapan penuh kebencian dan Lolita yang menatap Rere dengan tatapan bodo amat.


Namun itu tidak berlangsung lama karena Aldi langsung menarik Lolita dan mereka berdua melanjutkan langkahnya menuju ke kelas.


***


"Disa, sekarang lo jelasin kepada kita semua kenapa Lo mau pindah dan kemana Lo waktu itu" Ucap Devi yang sudah merasa sangat penasaran.


Mereka bertiga kini sedang mendudukan dirinya disebuah cafe.


"Perjodohan gue sudah dibatalkan" Ucap Disa.


"What? Gimana bisa?" Tanya Stella dan Devi secara bersamaan.

__ADS_1


"Iya, itu semua berkat dia yang sudah berkali kali nolongin gue" Jawab Disa sambil mengaduk aduk coffienya.


"Dia siapa?" Tanya Stella.


"Kevin" Jawab Disa. Gadis itu kemudian menyeruput sedikit kopinya.


"Kevin bukanya laki laki yang dijodohin sama Lo?" Tanya Stella bingung.


"Iya, dia adalah orang yang waktu itu nolongin gue di bar, disaat gue mabuk berat sama kalian. Dan dia juga yang jemput gue di bar waktu gue mabuk berat saat pesta Aldi. Dia membawa gue ke apartemen miliknya" Jelas Disa.


"Jadi kalian tidur disatu apartemen yang sama?" Tanya Devi. Dan Disa menganggukkan kepalanya.


"Terus kok bisa perjodohan kalian dibatalin sih?" Tanya Stella.


"Jadi waktu itu kan gue makan malam sama Kevin di apartemen milik dia. Setelah makan malam Kevin nganterin gue pulang. Dan sesampainya di rumah....."


Flashback on


Disa hendak masuk kedalam rumahnya tetapi ia berpapasan dengan papanya yang juga hendak masuk kedalam rumah. Sepertinya papa Disa baru saja keluar.


"Sayang kamu baru pulang?" Tanya sang papa.


"Iya pa, papa dari mana?" Tanya Disa.


"Papa tadi habis keluar menemui Om Davin" jawab papa Disa.


"Oo ya udah ayo pa masuk!" Ajak Disa. Gadis itu kemudian membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci.


"Disa ada yang ingin papa bicarakan sama kamu" Seru sang papa.


"Apa pa?" Tanya Disa.


"Kita masuk saja dulu, kita ngobrol di kamar kamu" Ucap sang papa kemudian berjalan terlebih dahulu masuk kedalam rumah.


Disa pun ikut masuk kedalam rumah. Tak lupa ia menutup pintu kemudian mengikuti papanya menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya.


Disa dan papanya saling mendudukkan dirinya di sofa yang ada di kamar Disa


"Papa mau ngomong soal perjodohan?" Tanya Disa.


"Papa tenang saja, Disa sudah menerima perjodohan yang papa rencana sama Om Davin"


"Papa benar kalau putra Om Davin itu baik, papa tidak salah memilihkan pasangan untuk Disa, dan Disa menerima itu semua asal papa bahagia" Ujar Disa tanpa memberikan kesempatan untuk papanya berbicara.


"Disa papa minta maaf" Ujar sang papa.


"Papa ngga perlu minta maaf sama Disa, karena papa tidak mempunyai salah sama Disa. justru Disa yang harus meminta maaf karena Disa sudah merepotkan papa, Disa juga sudah membunuh mama, dan sekarang Disa mau melakukan apa saja asal papa bahagia" Tukas Disa. Mata gadis itu kini sudah mulai berkaca-kaca, cairan bening pun sudah siap lolos dari pelupuk mata indahnya.


Mendengar penuturan putrinya Arfindo merasakan sakit yang sama dengan yang dirasa Disa. Ia tidak pernah berfikir kalau putri yang ia anggap masih kecil itu bisa berfikir sampai sebegitu jauhnya.

__ADS_1


"Kamu salah sayang, bukan itu yang ingin papa katakan....."


__ADS_2