
Disalah satu bar terkenal di London, seorang perempuan kini sedang duduk sendiri sembari menggenggam sebuah gelas yang berisi cairan berwarna merah keunguan, perempuan itu tak lain ialah Rere Jovanka Kusuma.
"Satu bulan sudah berlalu" Gumamnya, ia mengangkat gemasnya mendekat kearah bibirnya kemudian meneguk sedikit isi didalamnya.
"Meskipun waktu telah berlalu, tapi sungguh rasa benci di hati gue engga pernah berkurang sedikit pun" Imbuhnya lagi.
Ia meletakan gelas yang digenggamnya diatas meja yang ada di hadapannya. Ia segera menyahut tas slempang kemudian memasangkan dibahunya sembari beranjak berdiri dan berjalan keluar dari bar tersebut.
Sekarang adalah pukul 20.15 di London, Britania Raya, berarti pukul 14. 15 Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
Rere melangkahkan kakinya keluar dari area bar tersebut, tiba tiba telfonnya berbunyi, ia pun mendudukan pandangan sembari mengambil ponsel dari dalam tasnya, tetapi karena tidak melihat jalanan ia jadi menabrak dada bidang seseorang hingga membuat tubuhnya sedikit terpental tetapi tidak sampai jatuh.
"Ah maaf saya tidak sengaja" Seru Rere sembari mendongakkan wajahnya menatap sosok yang ditabraknya.
"Lah, kok lo" Ucap Rere sembari menegaskan jari telunjuknya.
"Jadi sekarang lo di London juga" Ucap seseorang yang Rere tabrak.
"Bukan urusan lo" Ucap Rere dengan ketus sembari melanjutkan langkahnya meninggalkan sosok yang di tabraknya.
Orang itu adalah Kevin Arya Sanjaya. Tanpa memperdulikan Rere yang notabennya adalah mantan kekasihnya, ia langsung masuk begitu saja kedalam bar yang menjadi tujuan utamanya.
*****
Rere kembali menghentikan langkahnya tatkala ponsel yang digenggamnya kembali menyala dengan suara notifikasi serta tulisan mama tertera dilayar ponselnya.
Ia segera menggeser tombol hijau dan mendekatkan benda berbentuk pipih itu kedekat daun telinganya.
"Hallo ma" Ucap Rere.
"Hallo, Rere sayang kamu apa kabar nak? Sudah satu bulan kamu di London, Kenapa engga pernah menghubungi mama atau papa sekedar untuk memberitahukan kabar kamu disana?" ujar sang mama panjang lebar.
"Memang apa peduli mama dan papa dengan keadaan Rere disini, bukankah kalian sudah membuat keputusan untuk mengusir Rere dari rumah dengan cara mengirimkan Rere ke London" Ujar Rere.
"Maafkan mama sayang, tapi mama dan pala tidak pernah berniat untuk mengusir kamu sayang, mama dan papa sayang sama kamu, ini semua untuk kebaikan kamu" Jelas sang mama, terdengar dari suara mama Rere sendu.
"Ya" Jawab Rere singkat.
"Kamu sedang apa sekarang nak?, disini masih sore disana pasti sudah malam" Seru sang mama.
"Ya" Rere hanya membalas dengan kata Ya.
__ADS_1
"Mungkin sekarang kamu sedang sibuk ya, ya sudah kalau gitu mama matikan dulu telfonnya, kamu jangan tidur terlalu malam dan ingat untuk selalu menelfon mama atau papa walaupun sebentar ya sayang agar kita tahu bagaimana kabar kamu" Ujar mama Rere lagi.
"Hmm" Rere hanya berdehem menanggapi perkataan mamanya, setelah ia ia terlebih dahulu memutuskan panggilannya.
"Maafkan Rere ma, Tapi Rere masih merasa kecewa dengan kalian yang tidak pernah mengerti dan membela Rere" Gumam Rere pelan dengan suara yang terdengar sedikit bergetar.
******
Lolita terlihat baru saja keluar dari kelasnya, terlihat ia sedang berjalan beriringan dengan Aldi yang kebetulan mendapatkan jam yang sama.
"Apa hari ini kamu ke kantor?" Tanya Lolita kepada Aldi yang sekarang berjalan sembari menggenggam tangannya.
"Iya, aku akan pergi ke kantor karena ada beberapa dokumen yang harus aku kerjakan" Aldi sejenak menjeda kalimatnya, ia melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Mungkin sebelum makan malam aku sudah pulang" Saut Aldi lagi.
"Oke baiklah" Ucap Lolita. Kini keduanya sudah sampaikan di parkiran.
Keduanya saling mengentikan langkahnya dan berdiri dengan berhadapan. "Kamu berhati hatilah, jangan ngebut, kabari aku jika sudah sampai rumah" Ujar Aldi sebelum ia pergi.
"Iya, kamu juga hati hati dijalan" Ucap Lolita.
Aldi pun menganggukkan kepalanya, ia mencium kening Lolita singkat sebelum kembali menjauhkan wajahnya.
Ya, Lolita sekarang mengendarai mobil sendiri karena dia tidak mau merepotkan Aldi dengan cara mengantarkannya pulang terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor. Lolita tahu Aldi pasti sangat lelah, karena menyetir mobil juga membutuhkan banyak tenaga, sedangakan jarak kampus ke rumah itu lumayan jauh, belum lagi jarak rumah ke kantor yang jaraknya juga tidak bisa dikatakan dekat, akhirnya Lolita memutuskan untuk mengendarai mobil sendiri.
Awalnya Aldi melarangnya dengan alasan dia tidak merasa direpotkan dan dia masih sanggup jika harus mengantar jemput Istrinya itu, tetapi Lolita terus memaksa, katanya buat apa punya mobil banyak jika hanya di jadikan pajangan di garasi saja, dan setelah susah payah akhirnya Aldi pun menyetujuinya tetapi dengan syarat Lolita harus memakai supir. Tetapi Lolita juga menolak menggunakan supir, seperti orang penting saja katanya dan dia ingin menikmati masa mudanya yang sudah tidak bisa dikatakan remaja itu seperti anak muda yang lain, dimana dia bisa tetap bersenang senang tanpa melupakan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu, Aldi pun akhirnya setuju.
Setelah Lolita melajukan mobilnya meninggalkan halaman kampusnya, Aldi pun segera masuk kedalam mobilnya, ia mulai melajukan mobilnya itu menuju ke tempat kerjanya.
******
Sesampainya di perusahaannya, Aldi langsung masuk ketempat kerjanya setelah sebelumnya ia membalas sapaan dari sekertarisnya.
Aldi mendudukan dirinya di kursi kebesarannya, ia menghela nafasnya melihat tumpukan beberapa berkas yang sudah menunggunya menjamahnya setelah sebelumnya ia meletakan ponselnya diatas meja.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Aldi segera menyahut mempersilahkan siapun itu yang mengetuk pintu ruang kerjanya untuk masuk kedalam ruangannya.
Terlihat ayahnya kini sedang berjalan menghampirinya. "Ayah, ada apa? Apa ada masalah?" Tanya Aldi kepada ayahnya yang kini sudah duduk di depannya.
"Aldi, kamu bisa menolong papa nanti?" ujar sang papa.
"Tolong apa?" Tanya Aldi.
"Tolong nanti kamu bantu ayah mengambil perhiasan yang sudah papa pesan sebelumnya di toko perhiasan langganan bunda kamu" Jelas sang ayah.
"Kenapa harus Aldi?" Tanya Aldi sembari mengangkat sebelah alisnya.
"Apa kamu lupa? Hari ini adalah hari ulang tahun Bunda kamu, dan papa berencana akan memberikan kejutan" Ujar sang papa.
Mendengar itu Aldi menepuk jidatnya, "Astaga, anak macam apa aku ini hari ulang tahun bunda sendiri lupa" Ujarnya.
"Ya udah, nanti kamu langsung simpan aja di kamar kamu, dan papa akan mengambilnya nanti malam" Ujar sang papa.
"Oke pa" Aldi pun mengiyakan.
Setelah mendapatkan jawaban dari Aldi, Putra pun beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruang kerja anaknya. Sedangkan Aldi, laki laki itu segera menyandarkan punggungnya di sandaran kursi putranya. Ia benar benar lupa jikalau hari ini adalah hari ulang tahun mamanya. Ia pun mulai berfikir hadiah apa yang akan ia berikan kepada mamanya nanti malam.
Aldi meraih ponselnya yang ia letakkan diatas meja, bersamaan dengan Lolita yang mengirimkan pesan kepadanya.
Sayang, aku sudah sampai dirumah. Tapi rumah terlihat sangat sepi, sepertinya mama sedang pergi, tapi kenapa rumah hari ini dihias ya? Apa akan ada acara nanti malam? ~ Lolita
Setelah membacanya, Aldi segera mengetikkan balasan pesan untuk istrinya.
Iya, itu memang ide papa, hari ini mama ulang tahun, dan papa berencana akan memberikan kejutan nanti malam. Menurutmu lebih baik kita memberikan hadiah apa? ~ Aldi.
Aldi mengirimkan balasan pesannya, tak lama Lolita pun membacanya.
Entahlah, aku juga bingung. Mama sudah memiliki semuanya, tetapi sepertinya paket perhiasan bagus ~ Lolita.
Papa sudah memberikan hadiah perhiasan ~ Aldi.
.
.
.
__ADS_1
.
Senin sudah lewat, tetapi jejak kalian tidak boleh terlewat ❤️