Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Berdebat


__ADS_3

"Jadi gimana Tuan Putra? Apakah kesepakatan ini masih tetap ingin dilanjutkan?" Ujar Adrian yang tidak ingin melihat drama ayah dan anak itu berlama lama.


Aldi hendak menyahuti tetapi suara seseorang yang terlebih dahulu menyahut dari arah pintu membuat Aldi mengurungkan niatnya.


"Itu tidak perlu karena saya yang akan menjadi penanam saham serta menyutikan modal untuk perusahaan ini" Ujar seseorang yang baru saja masuk kedalam ruang rapat.


"Lolita" Seru Rere ketika melihat Lolita berjalan menghampiri mereka semua.


"Iya, kenapa Re apa sekarang kamu merindukan ku?" Ujar Lolita menggunakan kata aku dan kamu agar terdengar lebih sopan.


"Bagiamana bisa Lo menjadi pemegang saham baru di perusahaan ini?" Seru Rere dengan kesal.


"Semuanya, bisa tolong tinggalkan tempat ini sekarang juga karena sudah tidak ada yang perlu di perbincangan lagi" Ujar Lolita dengan sopan.


Orang orang pemegang saham itu pun seketika beranjak berdiri dan berlalu keluar dari ruang rapat tersebut tanpa banyak bertanya. Kini ruangan itu hanya menyisakan Aldi, Felisha, Ayah Putra, Rere, Adrian dan Lolita.


"Apakah kamu terkejut?" Tanya Lolita sembari melipat kedua tangannya didepan dada.


"Mana buktinya jika lo sekarang menjadi pemegang saham baru disini?" Seru Rere.


Lolita hanya tersenyum, perempuan itu mengambil membuka tas yang sedari tadi dibawahnya dan menjadi sebuah berkas disana. Tanpa banyak bicara Lolita langsung memberikan berkas itu dihadapan Rere, dan tanpa banyak berbicara Rere pun langsung menyahut berkas itu dengan kasar.


Berapa terkejutnya Rere melihat berkas yang isianya adalah surat pemindahan saham itu, dan lebih terkejut lagi Rere saat melihat nama orang yang bertanda tangan, Adrianata Arisena dan Lolita Fanesya Angel.


"Apa apaan ini" Rere membentak dengan keras kepada Adrian.


"Apanya yang apa apaan?" Tanya Adrian.


"Lo ngehianatin gue?" Seru Rere sembari melempar berkas tersebut hingga mengenai dada bidang Adrian. Adrian pun dengan sigap menangkapnya dan memberikan kembali kepada Lolita.


"Gue nggak pernah ngehianatin Lo" Jawab Adrian dengan santai.


"Rere lo itu terlalu serakah tahu nggak sampai sampai Adrian bisa berbuat seperti itu sama lo" Ujar Lolita.


"Tutup mulut lo, lo nggak berhak berbicara apapun disini" Sentak Rere sembari menegaskan jari telunjuknya didepan Lolita. Dan Lolita dengan santai menyingkirkannya.


"Lo pikir, dengan lo meminta Adrian untuk membeli saham di perusahaan Aldi, terus menjadi pemegang saham baru dengan syarat Aldi harus menceraikan Lolita dan lo menjalin hubungan dengan Adrian itu bakal berhasil? Tidak Lo salah" Ujar Lolita.


"Siapa sih yang tidak tahu lo, wanita licik" Imbuh Lolita.


Mendengar pernyataan dari Lolita, emosi Rere seakan membludak, gadis itu berniat menampar Lolita tetapi Lolita dengan sigap menahannya dan melepaskannya dengan kasar.


"Gue tahu, Lo hanya manfaatin Felisha dan Adrian karena Adrian suka sama Lo dan juga sudah melakukan hubungan intim dengan lo, dan juga Lo manfaatin Felisha karena Felisha adalah sahabat masa kecil Aldi yang lo kira dia memiliki rasa untuk Aldi, tapi sebenarnya tidak, setelah lo dapetin apa yang lo mau, lo akan ninggalin Adrian dan menghianati Felisha dengan cara mengejar Aldi seperti yang lo lakukan dulu terhadap gue dan Kevin" Seru Lolita panjang lebar.

__ADS_1


Rere terdiam. Ia merasa terpojokkan sekarang.


"Dan asal lo tahu Re, Saham Aldi tidak pernah dibeli oleh Adrian, saham ini memang sengaja Aldi beli dari Dimitra's Group untuk diberikan kepadaku tapi dengan cara seperti ini karena kita semua tahu jika lo mengingkan Aldi meninggalkan gue sama Aksa" Imbuh Lolita.


"Itu sudah dibutakan dengan dendam kepada seseorang yang sama sekali tidak melakukan kesalahan terhadap lo" Lanjut Lolita.


"TUTUP MULUTMU LOLITA, JANGAN PURA PURA MENJADI ORANG YANG TIDAK PERNAH MELAKUKAN APAPUN KAMU KARENA SEBENARNYA KAMU ITU ADALAH SEORANG PEMBUNUHAN" Teriak Rere.


"Lo yang harusnya tutup mulut, lo hanya berbicara dan menilai berdasarkan apa yang kamu ketahui dan lihat sekilas tanpa tahu kebenarannya" Jawab Lolita.


"Asal lo tahu, gue dulu sama Revan nggak pernah memiliki hubungan apapun" Ujar Lolita tegas.


"LO BOHONG" Teriak Rere.


"Lolita tidak berbohong" Seru seseorang dari arah pintu.


Semua orang pun menoleh kearah pintu dan terlihat Caca bersama dengan Ethan. Kedua orang itu berjalan beriringan hingga kini langkahnya berhenti tepat disebelah Lolita depan Rere.


"Apa maksudmu Caca?" Tanya Rere.


"Gue tahu semuanya dan Lolita tidak bohong" Caca menjeda kaliamatnya. Ia menoleh sejenak kearah Lolita yang juga menoleh kearahnya sebelum akhirnya dirinya kembali menoleh kearah Rere.


"Rere asal lo tahu, Revan dan Lolita itu tidak memiliki perasaan justru malah Lolita yang sudah banyak berkorban buat Lo" Ujar Caca.


"Lo juga mau ikut ikutan bohongin gue?" Seru Rere.


Rere terdiam. Gadis itu mendengarkan dengan baik cerita yang Caca.


Flashback On


Dulu, tepatnya saat MOS Lolita berkenalan dengan seorang cowok yang bernama Revan. Dan saat itu pula Lolita bersahabat dengan Rere, Rere dan Revan pun juga saling berkenalan hingga beberapa hari kemudian MOS pun selesai. Mereka tenyata satu kelas dan dikelas itu juga mereka berkenalan dengan Kevin dan Caca.


Mereka berlima akhirnya menjalin hubungan persahabatan, Rere, Lolita, dan Revan itu sangatlah dekat bahkan tanpa diketahui disiapapun ternyata Lolita diam diam mempunyai perasaan kepada Revan.


Tetapi naasnya Rere ternyata juga mempunyai rasa terhadap Revan.


"Lolita" Panggil Rere. Kedua gadis itu sedang duduk dihalaman belakang sekolah.


"Kenapa Re?" Tanya Lolita.


"Menurut lo Revan itu orangnya gimana sih?" Tanya Rere tanpa ragu.


"Sejauh ini sih menurut gue Revan itu orangnya baik, hangat, romantis, perhatian juga" Ujar Lolita sembari membayangkan sosok Revan yang sering memberikan dirinya perhatian kecil dan juga kejutan kejutan romantis.

__ADS_1


Rere mengulas senyumnya tatkala mendengar jawaban Lolita. "Kenapa Re?" Tanya Lolita.


"Gue suka sama Revan, bukan cuka lagi malah cinta" Jawab Rere dengan malu malu.


Mendengar itu tubuh Lolita seketika membeku. Ia tidak mengira kalau ternyata Rere sahabatnnya menyimpan rasa juga dengan Revan.


"Lolita, bantuin gue dong supaya bisa dekat dengan Revan" Pinta Rere.


Lolita tak menyahuti, dia hanya diam. Mendengar tidak mendapatkan jawaban dari sahabatnya itu Rere kembali membuka suara.


"Lolita, kok diem kenapa?" Tanya Rere.


Lolita pun tersentak. "Iya Re kenapa?" Tanyanya.


"Bantuin gue supaya bisa dekat sama Revan, gue berharap sekali bisa jadian sama Revan" Ujar Rere sembari tersenyum senang.


"Baiklah nanti gue akan mencoba untuk berbicara dengan Revan" Ujar Lolita.


******


Beberapa setelah berbicara dengan Rere, Lolita mendadak berubah menjadi sosok yang pendiam. Dirinya juga sering menghindari ajakan dari Revan untuk pulang bersama, belajar bersama atau apapun itu yang berhubungan dengan Revan. Lolita lebih sering dengan Kevin. Dan hal itu justru membuat Kevin terheran heran. Kevin yang notabennya juga diam diam menyimpan rasa terhadap Lolita itu pun mencoba bertanya, ada apa dengan pujaan hatinya sekaligus sahabatnya itu.


"Lolita, lo kenapa kok akhir akhir ini menjadi lebih pendiem, biasanya lo juga ceria banget dan sering bersama dengan Revan?" Tanyanya.


"Gue nggak apa apa Vin" Jawab Lolita sembari memaksakan senyumnya.


"Lo kalau ada masalah cerita aja sama gue, siapa tahu nanti gue bisa bantu" Ujar Kevin.


Lolita sejenak terdiam sebelum akhirnya perempuan itu mengangguk mengiyakan.


.


.


.


.


.


Nah lo sudah mulai ke masalalu, dan rasa penasaran kalian akan segera terbayarkan buat kalian yang selalu sabar menunggu aku up 🤗


My Crazy Wife 2 ganti judul dan sampul ya men temen semua, dan alasannya akan kalian bisa DM di ig @indriantika26 Terimakasih.

__ADS_1


Jan lupa dukung Lolita dan Aldi, jan bosen bosen ya🤗



__ADS_2