Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Kepergian Rere


__ADS_3

"Ca, apa lo engga Ingin memperbaiki hubungan Lo dengan Lolita?" Tanya Caca dengan sangat hati hati.


"Memperbaiki hubungan? Setelah sejauh ini? Enggak! Gue engga akan pernah melakukan hal bodoh itu" Seru Rere sembari berdiri dan menatap tajam Caca.


"Re, itu semua sudah masalalu, kenapa lo selalu ingin membalaskan itu" Ucap Caca dengan geram dan juga merubah posisinya menjadi berdiri.


"Tapi masalalu itu menyakitkan Caca asal lo tahu" Seru Rere sembari menegaskan jari telunjuknya.


"Gue tahu, gue tahu dengan sangat jelas dan detail" Ucap Caca, kaki gadis itu tiba tiba melemas dan tubuhnya pun mulai luruh diatas tempat tidur.


"Tapi jika lo akan terus seperti ini lo akan menyesal Caca" Imbuh Caca.


"Menyesal kenapa? Engga ada yang perlu disesali" Sarkas Rere.


"Gue sangat membenci Lolita, gue bener bener membenci wanita itu, gue engga akan pernah berhenti sebelum membuat dia kehilangan semuanya seperti gue yang dulu juga kehilangan" Tegas Rere.


"Bukan hanya lo yang kehilangan Re, tapi kita semua juga merasakan kehilangan" Seru Caca. Ia kembali berdiri dan menatap tajam Rere.


"Tapi lo engga merasakan sakit yang gue rasakan bodoh" Ucap Rere tak terima dengan perkataan Caca yang mengatakan kalau semua juga merasa kehilangan.


Rere manarik kopernya yang sudah disiapkan oleh Caca dan membawanya turun kebawah. Malam ini juga ia akan berangkat ke London untuk melanjutkan pendidikannya disana, tetapi di hati Rere tetap menyimpan kebencian yang sama bahkan malah semakin bertambah kepada Lolita.


Caca yang melihat itu hanya bisa terdiam, ingin sekali ia memberitahukan kepada Rere yang sebenarnya tetapi ia juga sudah terlibat dengan perjanjian antara dirinya dan Lolita.


*****


"Ayo pa, Rere sudah siap" Ucap Rere yang baru saja turun dari lantai dua.


Melihat putrinya, mama Rere yang tadinya duduk bersebelahan dengan papa Rere kini berjanjak untuk berdiri dan berjalan menghampiri Rere kemudian memeluknya tubuh wanita itu. "Maafkan mama sayang, mama tidak bisa membantu kamu" Ucap mama Rere sembari menangis.


Rere melepaskan dirinya dari pelukan mamanya, ditangkapnya wajah sendu mamanya yang basah akan air mata. "Rere baik baik saja ma" Ujar Rere.


"Kamu jaga diri baik baik ya nak disana" Pesan mama Rere.


"Iya, mama juga baik baik disini" Balas Rere, wanita itu kemudian menghapus jejak air mata mamanya.


"Supir" Teriak papa Rere.


"Iya Tuan" Ucap supir yang baru saja datang dengan tergopoh-gopoh.

__ADS_1


"Mobilnya sudah siap?" Tanya papa Rere tanpa menoleh kearah supir tersebut.


"Sudah Tuan" Jawan supir itu dengan cepat.


"Antara dia ke Bandara!" Titah papa Rere yang kemudian beranjak berdiri dan berjalan menuju kamarnya yang berada di dekat ruang keluarga.


"Mari saya antar nona" Ucap supir itu dengan ramah sembari mengambil alih koper Rere untuk ia bawakan.


"Mama, Rere berangkat dulu. Mama jaga diri baik baik dan jangan khawatirkan Rere" Ucap Rere yang kemudian berlalu mengikuti supir yang terlebih dahulu berjalan keluar.


Caca yang melihat adegan perpisahan anak dan mama dari atas anak tangga terkahir itu pun hanya bisa diam dan menghapus air matanya yang keluar dengan jarang.


Ia kemudian berjalan menghampiri mama Rere yang kini sedang menatap kepergian putri semata wayangnya itu dengan air mata yang berlinang.


"Tante" panggil Caca pelan sembari memegang bahu mama Rere.


Mama Rere pun membalikkan badannya menatap Caca kemudian memeluk sahabat dari putrinya. "Tante jangan khawatir, Rere disana pasti baik baik saja" Ujar Caca lembut sembari mengelus punggung mama Rere.


Mama Rere merenggangkan pelukannya kemudian menatap dalam Caca. "Rere pergi masih menyimpan benci nak, bagaimana Tante bisa tenang" Ujar mama Rere.


"Tante percaya sama Caca, semuanya pasti akan baik baik saja, suatu saat Rere akan mengetahui yang sebenarnya" Ujar Caca.


Lolita mengerjabkan matanya ketika mendengar suara tangis Aksa yang cukup memekakkan telinga.


Setelah matanya terbuka dengan sempurna ia langsung merubah posisinya menjadi duduk untuk sekedar mengumpul nyawanya. Setelah itu ia pun beranjak berdiri dan mengambil Aksa yang kini sedang menangis dalam box bayinya.


Lolita melirik jam yang ada di atas nakas, waktu menunjuk pukul 02.15 WIB. "Aksa kenapa nangis sayang?" Tanya Lolita kepada baby Aksa. Tetapi itu tidak membuat tangis Aksa reda ataupun menjawab ucapannya.


Awalnya Aksa memang tidur bersama dengan Nita di kamar sebelah, tetapi pukul sebelas Aksa terbangun dan ingin minum asi, jadi Nita mengantarkan cucunya itu ke kamar mamanya. Aksa memang minum susu formula, tetapi ia juga terkadang masih meminum asi.


Melihat tangis Aksa yang tidak kunjung reda membuat Lolita menjadi khawatir, ia mencoba memberikan asi tetapi bayi itu terus menolak.


Lolita menyentuh dahi Aksa, dan betapa terkejutnya wanita itu ketika merasakan dahi Aksa panas. "Astaga, kamu demam sayang" Ucap Lolita dengan panik.


Lolita berjalan menghampiri Aldi yang masih terlelap. Ia menggucang tubuh Aldi agar suaminya itu terbangun. "Aldi, Aldi bangun dulu" Lolita berkali kali memanggil nama Aldi.


Dan tak lama mata Aldi pun terbuka. "Kenapa sayang?" Tanya Aldi dengan suara seraknya.


"Aksa demam" Ucap Lolita. Mendengar itu Aldi pun refleks berdiri, ia memegang kening Aksa, dan benar saja kening putranya itu terasa sangat panas.

__ADS_1


"Ya udah kita langsung ke rumah sakit aja" Ucap Aldi yang kemudian langsung mengenakan kausnya yang sempat terlepas.


Lolita pun menganggukkan kepalanya, saking khawatirnya ia bahkan terlupa tidak mengganti pakaiannya, ia langsung keluar dari dalam kamar dengan menggendong Aksa. Begitu juga dengan Aldi.


Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil dan Aldi pun langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit yang buka 24 jam.


Setelah mengendarai mobil kurang lebih satu jam dengan kecepatan yang tidak perlu ditanyakan, Aldi dan Lolita akhirnya sampai dirumah sakit.


Lolita terlebih dahulu keluar dari dalam mobil dan membawakan Aksa masuk kedalam.


"Lewat sini buk" Ucap seorang suster. Lolita pun hanya mengikuti suster tersebut hingga kini langkah keduanya berhenti didepan ruang UGD.


Aksa langsung diambil alih oleh suster tersebut dan dibawa kedalam untuk diperiksa, sedangkan Lolita menunggu diluar. Raut wajah khawatir terlihat sangat kentara diwajahnya.


"Bagaimana keadaan Aksa sayang?" Tanya Aldi yang baru saja tiba.


"Aksa sedang diperiksa" Jawab Lolita.


Aldi merangkul Lolita mencoba menenangkan istrinya itu. "Kamu tenang saja ya, Aksa pasti baik baik saja" Ujar Aldi.


Tak lama seorang dokter pun keluar, Lolita segera melepaskan diri dari pelukan Aldi dan mendekati dokter tersebut. "Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya Lolita dengan tidak sabar.


"Anak anda terkena tifus, beruntung sekali anda membawa babynya dengan cepat Nyonya,kalau tidak mungkin bayi anda akan mengalami kejang karena demamnya sangat tinggi, tetapi tadi saya sudah memberikan antibiotik dan mungkin putra anda perlu rawat inap" Jelas dokter itu.


Mendengar itu Lolita pun akhirnya lega, ia benar benar merasa takut jika Aksa kenapa napa. "Lakukan yang terbaik untuk putra saya dokter" Ujar Aldi.


"Baik Tuan, Nyonya kalian bisa menjenguk putra anda setelah dipindahkan keruang inap, kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan kalian berupa vote dan like juga follow ig @indriantika26


__ADS_2