Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Suara Perempuan


__ADS_3

Aldi baru saja Sampai di perusahannya. Laki laki itu langsung menuju ke ruangannya yang terletak di lantai 7. Sapaan dari karyawan tak membuat langkah laki laki itu memperlambat sedikit pun.


"Mbak Viona, keruangan saya sekarang!" Pintanya saat melewati meja sekretarisnya.


"Baik Mas Aldi" Ujar sekretaris Viona. Wanita yang seumuran dengan Nara lebih tua sedikit itu langsung mengambil berkas berkas yang berasa si atas mejanya.


Tok


Tok


Tok


Mbak Viona langsung membuka pintu ruang kerja Aldi tanpa menunggu persetujuan dari sang pemilik ruangan.


"Ini laporan yang Anda butuhkan" Serunya sembari meletakan berkas berkas di hadapan Aldi.


"Terimakasih" Ujar Aldi.


Laki laki itu langsung menyahut salah satu berkas berwarna kuning, dibacanya berkas itu dengan cermat.


"Mbak, kenapa perusahaan kita bisa kehilangan dana yang sangat besar sehingga membuat saham juga sampai menurun?" Tanya Aldi sembari meletakan berkas yang baru saja di bacanya itu diatas meja.


"Maaf Mas Aldi, tapi hotel kita yang ada di pinggiran kota sekarang mulai sepi, dan pembangunan proyek di Bali yang di pegang oleh perusahaan Kusuma juga mengalami pemberhentian karena tidak adanya dana yang mengalir, belum lagi kemarin ada yang menarik sahamnya dari perusahaan kita" Terang Sekretaris Viona.


"Perusahaan apa?" Tanya Aldi.


"Dimitra Group yang sekarang sudah berpindah tangan" Jawab Sekretaris Viona.


"Dimitra Group bukannya menanamkan saham disini sampai 35%?" Tanya Aldi.


"Iya, maka dari itu kita banyak emnagalam kerugian karena saham yang di tarik cukup besar" Terang sekretaris Viona.


"Oke terimakasih" Ujar Aldi. Sekertaris Viona pun mengangguk.


"Maaf, apa masih ada yang mas Aldi butuhkan?" Tanya sekretaris Viona.


"Tidak terimakasih, kembalilah keruangan mu!" Pintanya. Sekretaris Viona pun mengiyakan dan berlalu dari ruangan kerja Aldi.


******


"Lo kok kayaknya makin lengket sih Lol sama si Felisha Felisha itu" Ujar Yolanda yang kini sedang berada di kafetaria.


"Masa sih? Perasaan kita biasa biasa saja" Ujar Lolita.


"Biasa saja apanya, apa lo nggak takut di pelakorin?" Tanya Yoldanda.


"Aku percaya dengan Aldi" Saut Lolita.

__ADS_1


"Lo sendiri gimana sama Regan?" Tanya Lolita.


"Gue sama Regan sih udah baik baik aja sekarang, kemarin kita sempat berantem habis habisan, tapi kita sudah baikan karena yang katanya sahabatnya Regan itu sudah nggak disini" Terang Yolanda.


"Bagus deh kalau gitu" Saut Lolita.


Lolita hendak kembali membuka suara tetapi niatnya terurungkan tatkala suara notifikasi telfon masuk kedalam ponselnya. Lolita segera mengambil ponselnya dari dalam tasnya.


"Siapa?" Tanya Yolanda.


"Kak Nara, kenapa ya tumben" Ujar Lolita.


"Ya engga tahu, lo angkat aja dulu" Ujar Yolanda.


"Hmm iya deh" Lolita segera menggeser icon berwarna hijau lalu mendekatkan benda berbentuk pipih itu kedekat daun telinganya.


"Hallo, iya kak kenapa?" Tanya Lolita.


"Nggak kenapa kenapa Lol, kakak hanya kangen aja sama kamu dan Aksa, kalian sudah lama tidak main kerumah"Ujar Nara di sebrang telfon.


"Iya nih kak, Loli sedang sibuk banget apalagi akhir akhir ini ada sedikit masalah di perusahaan sehingga membuat Aldi menjadi semakin sibuk" Terang Lolita.


"Emang kenapa sama perusahaan kalian?" Tanya Nara.


"Loli sendiri kurang tahu sih kak, tapi kata Aldi ada sedikit masalah" Ujar Lolita.


"Aduh, sayang sekali ya kamu nggak bisa main ke rumah, kakak juga nggak bisa kesana karena bang Satya juga belum pulang dari Dinas" Ucap Nara dengan nada sendu.


"Bener?" Tanya Nara berbinar.


"Insyaallah" Jawab Lolita.


"Oke kakak tunggu ya" Ujar Nara.


"Iya, ya udah ya kak Loli matiin dulu karena Loli mau ada kelas" Ujar Lolita.


"Iya" Setelah mendapat jawaban dari Nara, Lolita langsung mengakhiri panggilan telfonnya dan kembali menyimpan ponselnya.


"Kenapa?" Tanya Yolanda.


"Kak Nara kangen sama Aksa" Jawab Lolita.


"Ooo" Yolanda pun mengangguk anggukan kepalanya.


*******


Malam harinya, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam tetapi Aldi belum juga menampakkan batang hidungnya.

__ADS_1


"Aldi tumben lembur nggak ngasih kabar terlebih dahulu" Gumam Lolita.


Lolita terlihat mondar mandir di kamarnya. Perempuan itu terlihat sangat gusar. "Apa lebih baik aku telfon aja ya" Pikirnya.


Lolita sejenak berfikir, sampai akhirnya perempuan itu pun memutuskan untuk menelfon Aldi, Lolita segera mengambil ponselnya yang disimpan di atas nakas, dicarinya kontak Aldi dan di telfonya nomor dengan nama My Hubby ❤️ itu.


Tak perlu waktu lama, dering telfon pun tersambung. "Hallo sayang" Ujar Aldi dari sebrang telfon.


"Hallo Al, kamu kenapa belum pulang ini sudah jam sembilan malam" Ujar Lolita.


"Iya maaf sayang, hari ini aku lembur karena ada yang harus aku urus, maaf tidak mengabari kamu" Terang Aldi.


"Iya nggak papa, syukur kalau kamu baik baik saja, kamu udah makan malam belum?" Tanya Lolita.


"Al makan dulu nih nasinya sudah datang" Seru seseorang wanita dari sebrang Telfon.


"Seperti suara Felisha" Gumam Lolita pelan.


"Sayang aku matiin dulu, nanti ku telfon lagi" Ujar Aldi.


"Hal-" Belum sempat Lolita berbicara tetapi Aldi sudah mematikan sambungan telfonya.


"Felisha, apa mereka sekarang sedang berdua?" Gumam Lolita sembari memandangi telfonya yang masih menyala menampilkan wallpaper fotonya, Aldi dan juga Aksa.


"Ngapain ya mereka berduaan semalam ini" Pikirnya lagi.


Lolita mendudukan dirinya dia pinggiran ranjang. Ponselnya masih ia genggam, tetapi gadis itu terlihat sedang berfikir. Lolita mencoba menerka nerka apa yang sedang di lakukan Aldi disana.


Suara Aksa yang tiba tiba menangis membuat lamunan Lolita buyar, perempuan itu segera menepis pikiran buruknya lalu menghampiri Aksa yang masih diatas box bayinya.


"Haus ya sayang" Ujar Lolita sembari mengangkat tubuh Aksa.


Lolita meletakan Aksa di tempat tidur, disusul dirinya yang juga ikut merebahkan dirinya dengan posisi miring menghadap Aksa untuk memberikan asi.


*******


Lolita merasa pegal dengan posisinya, ia mencoba merubah posisinya tapi ia teringat Aksa yang tidur dengannya. Ia kemudian membuka matanya dan mendapati Aldi yang sudah terlelap di sebelahnya.


"Jam berapa sekarang?" Gumamanya. Ia kemudian beranjak duduk dan merapikan bajunya yang sempat sedikit terbuka saat memberikan asi kepada Aksa.


Ternyata waktu sudah menunjukan pukul 01.15 dini hari. Lolita menutup mulutnya yang menguap, ia kemudian memperhatikan Aldi yang terlelap. Wajahnya terlihat sangat lelah bahkan laki laki itu masih mengenakan kemeja kerjanya.


Perlahan Lolita menuruni tempat tidurnya. Ia kemudian berjalan menghampiri Aldi, menyugar rambut suaminya dengan sayang lalu mendaratkan ciuman di kening sang suami.


Ia kemudian melepaskan kaus kaki yang masih membaluti tubuh Aldi, memunguti sepatu, jas, dasi dan tas kerja yang tidak pada tempatnya lalu menyimpannya di tempat yang semestinya.


Lolita menuju ke ruang ganti untuk mengambil selimut dari dalam almari, ia kemudian membentangkan kain berbulu tersebut menutupi Aldi.

__ADS_1


Lolita pun menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman, melihat anak dan suaminya yang terlelap dalam tenang itu seakan meredakan kecemasan dalam dirinya serta menghangatkan hati dan juga jiwanya.


Tetapi tiba tiba ia teringat akan suara perempuan yang ia kira adalah Felisha, seketika itu senyuman di wajah Lolita pun pudar.


__ADS_2