Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Songong Tapi Sayang


__ADS_3

Rere mulai mengotak atik ponsel milik Caca, jari jemarinya dengan lihai menscrol layar ponsel Caca untuk mencari kontak seseorang yang hendak ia hubungi melalui ponsel milik temannya itu.


Senyum Rere seketika mengembang ketika ia sudah menemukan kontak yang dicarinya. Ethan orang gila, itulah nama yang tertera dalam layar ponsel Caca.


Rere segera membukakan roomchat Ethan dengan Caca, jari jemarinya mulai mengetikkan satu persatu huruf alphabet yang ada di keyboardnya, setelah itu ia pun mengirimnya.


Ethan, apakah lusa Lo sibuk?~ Caca


Setelah mengirimkan pesan itu, Rere terlihat memperhatikan kembali layar ponsel yang masih menyala dan menampilkan roomchat Caca dengan Ethan.


Tak butuh waktu lama, chat darinya pun sudah dibaca Ethan dan sekarang laki laki itu sedang mengetikan balasan.


Kayaknya engga, kenapa Ca? Lo kangen ya sama gue😚😂~Ethan


Rere tersenyum ketika melihat balasan pesan dari Ethan, tetapi senyum gadis itu seketika memudar ketika melihat emoticon yang dikirim oleh Ethan.


Emot lo menggelikan 🤢 ~ Caca


Oh iya, Lusa gue mau ngajak lo sama Kevin keluar, ada Caca juga mumpung Kevin belum balik ke London~ Caca


Kalau gue bisa Ca, tapi kalau Kevin kayaknya engga bisa soalnya dia mau pergi ke acara reuni teman teman SMA nya~ Ethan


Gimana kalau kita kencan berdua saja? ❤️~ Ethan


Acara Reuni? Kenapa lo engga ikut, kan Lo dulu ketos di SMA kita~ Caca


Ogah ah pergi sama lo~ Caca


Bukan dengan teman SMA kita, tapi SMA barunya~ Ethan


Yaelah~ Ethan


Maksud lo satu reuni bareng sama Aldi dan Lolita juga?~ Caca


Iya~ Ethan


Rere tersenyum ketikan melihat jawaban Ethan sudah mulai terperangkap dengan pertanyaan jebakannya.


Dimana?~ Caca


Pondok Ks Villa, Kalau engga salah itu Villa milik Rere kan yang waktu itu kita pernah nginep disana?~ Ethan


Iya, Villa milik keluarga Rere~ Caca


Ya udah ya gue off dulu, engga usah di bales dan engga usah dibahas lagi ~ Caca


Setelah mengirimkan pesan terkahirnya dan memastikan sudah benar benar dibaca oleh Ethan dan benar benar tidak akan dibalas, Rere segera menghapus bekas chatnya kemudian mengembalikan kepada Caca.


"Nih hp lo, thanks" Ucap Caca sembari menyerahkan ponselnya kehadapan Caca.

__ADS_1


Caca pun menerimanya, "Ya udah gue ke kamar dulu" Ujar Caca sembari beranjak berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


"Jadi mereka bakal nginep di Villa milik keluarga gue" Gumam Rere sembari memasang senyum smriknya.


Ya, Rere adalah orang yang menguping pembicaraan Ethan dan Kevin saat di cafe. Karena kebetulan ia sedang membersihkan meja yang tidak jauh dari tempat Ethan dan Kevin duduk.


*****


Lolita terlihat sedang duduk diatas tempat tidur sembari mantap layar komputer lipat yang ia taruh diatas pangkuannya, wanita itu nampaknya sedang melakukan panggilan Video.


Sedangkan dibawah Aldi dan Aksa sedang bermain berdua, ayah dan anak itu terlihat dengan memainkan sebuah mobil mobilnya yang ada di genggaman Aksa.


"Bagaimana bulan madu kalian?" Tanya Lolita kepada sepasang suami istri yang baru saja menikah beberapa hari yang lalu, pasangan suami istri itu tak lain dan tak bukan ialah Satya dan Nara.


"Sangat menyenangkan" Jawab Nara dengan mata yang berbinar.


"Apakah kalian disana sangat sibuk sehingga baru sekarang menghubungi ku?" Tanya Lolita lagi.


"Iya kita berdua sangat sibuk, lo kan udah pernah jadi pengantin baru masa iya engga tahu bagaimana aksi pengantin baru" Ujar Satya meledek adiknya yang dulu menikah karena dijodohkan, tentu saja ia tahu bagiamana malam pertama seseorang yang nikah karena dijodohkan, pasti tidak seru, jaga jarak, berantem karena berbut tempat tidur apalagi model bocil kek Aldi dan Lolita, sudah pasti itu akan terjadi.


Lolita mengingat kembali masa masa dirinya menjadi pengantin baru, bukan kelelahan karena bercinta di malam pertama yang ia dapatkan, tetapi kelelahan karena berdebat dengan Aldi yang notabennya adalah musuhan.


"Cih" Lolita pun berdecih mengingat itu.


"Sibuk ngamar aja terus, jauh jauh terbang ke Paris cuma buat tidur sampai lupa engga lihat dunia luar" Ujar Lolita dengan nada mencibir.


"Kita udah jalan jalan kok, udah naik ke menara Eiffel juga" Ujar Nara sembari memperlihatkan fotonya dan Satya yang berada di puncak menara Eiffel.


"Burik" Seru Lolita.


"Halah bilang aja iri karena belum diajak Aldi keluar negri" Saut Satya.


"Bacot lo kambeng" Saut Lolita.


"Btw Lolita cantik, suami dan anak kamu mana?" Tanya Nara yang menengahi perdebatan diantara kakak beradik tersebut.


"Tuh ada, lagi main di bawah" Jawab Lolita. Ia kemudian mengambil laptopnya dari atas pangkuannya dan beranjak dari tempat tidurnya menyusu Aksa dan juga Aldi yang masih sibuk bermain.


Ia menghadapkan layar laptopnya itu tepat di hadapan Aksa dan Aldi sehingga Nara dan Satya dapat melihat ayah dan Anak itu yang sedang bermain.


"Hallo kalem" Ujar Satya.


Aksa yang mendengar suara dari pamannya itu seketika meletakkan mainanan yang dipegangnya sembarangan, ia mengalihkan perhatiannya menatap kearah layar laptop yang menampilkan wajah paman dan bibinya.


"Hallo paman, bibi" Ucap Lolita dengan menirukan suara anak kecil.


"Hallo" Jawab Nara.


Aksa yang melihat itu pun tertawa senang hingga memperlihatkan gigi susunya yang baru tumbuh beberapa sambil bertepuk tangan.

__ADS_1


"Apa kabar bang, kak?" Sapa Aldi.


"Sangat baik bro" Jawab Satya.


"Bener kata lo, kalau nonton sama praktek itu enak prakteknya hahaha" Setu Satya dengan gelak tawanya.


"Haha masih baru bang, gas terus jangan kasih kendor" Ucap Aldi.


Mendengar perkataan suaminya, Lolita langsung mengangkat tangannya dan menjitak kepala suaminya itu.


"Sakit sayang" Ucap Aldi sembari mengelus bekas jitakan istrinya.


"Gila mulutnya engga ada filter, ada bocil nih" Ucap Lolita sembari menunjuk kearah Aksa yang sibuk memukul mukul layar laptop dengan tangan kecilnya.


"Eh sayang jangan di pukul nanti tangannya Aksa sakit" Ucap Lolita sembari menurunkan tangan Aksa.


"Bocil mana paham" Jawab Aldi.


"Ini kayaknya jiwa bar bar Lolita udah nurun ke Aldi yang kalem deh" Saut Nara.


Mendengar perkataan kakak iparnya, Lolita seakan ingin muntah. "Kalem?" Tanya Lolita dengan gelak tawanya.


Nara yang melihat itu pun mengeryitkan dahinya bingung, bukankah Aldi memang kalem? Pikirnya.


"Kak Nara kayaknya salah server deh, Aldi songong gini dibilang kalem? Kalem dari mananya" Ujar Lolita, tawa gadis itu masih terdengar memenuhi seisi kamar yang kedap suara sehingga membuat Aksa yang melihatnya menjadi bingung dan bertanya-tanya. Ada apa dengan namanya, apa mamanya itu sudah gila? Pikir Aksa yang kini menatap Lolita dengan terheran-heran sembari memungkinkan kepalanya.


"Berhenti tertawa, lihat noh anak lo liatin lo sampai engga mengedipkan mata, mungkin sekarang ia berfikir mamamya sudah gila" Seru Satya dan Lolita seketika mengehentikan tawanya.


"Sat lo" Ucap Lolita.


"Songong gini lo cinta kan?" ucap Aldi membisikan kalimatnya tepat di telinga Lolita hingga membuat gadis itu merinding karena merasa geli.


"Engga, emang kapan gue bilang cinta?" Seru Lolita mencoba mengelak perkataan Aldi.


"Ah yang bener, terus yang kemarin nangis nangis dirumah sakit sambil meluk mayat siapa?" Goda Aldi.


Mendengar itu wajah Lolita seketika berubah menjadi merah merona bak kepiting rebus. "Kamu tahu?" Tanya Lolita yang sekarang benar benar merasa malu.


"Kenapa tuh pipi merah?" goda Aldi lagi yang semakin membuat wanita itu semakin salah tingkah.


"Eits, tutup dulu kalau kalian mau romantis romantisan, jangan lupa tidurin Aksa terlebih dahulu sebelum perang kita mau bersenang senang dulu" Ucap Satya yang langsung mengakhiri panggilan videonya.


Lolita melirik Aksa yang sudah kembali sibuk dengan mainannya. "Au ah yuk Sa tidur" Ucap Lolita sembari mengangkat Aksa.


"Jadi beneran mau bersenang senang?" Tanya Aldi dengan senyum yang menyeringai.


"Bersenang senang sendiri sana sama guling" Ujar Lolita sembari memalingkan wajahnya.


Jangan lupa beri dukungan kalian berupa vote dan like, terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2