Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Masih perkiraan


__ADS_3

"Maaf saya terlambat" Ucap Disa setelah ia sampai di meja makan.


Semua orang pun menatap kearah Disa tak terkecuali seorang laki laki yang terlihat masih seumuran dengan Disa.


"Dia" Ucap laki laki itu pelan, bahkan hanya terlihat seperti gerakan bibir tanpa suara.


"Duduk sini sayang" Ucap papa Disa meminta putri bungsunya itu untuk duduk di sebelahnya.


Disa pun menurut, ia kemudian mendudukkan dirinya di bangku yang masih kosong.


"Putri kamu sangat cantik ya Fin" Puji Mama Kevin pada Disa.


"Terimakasih tante, tapi tante juga sangat cantik" Puji Disa.


"Ah iya, Maria ini memang paling cantik di seluruh kampus, tak heran jika Aku yang paling tampan dan paling keren ini bisa mendapatkannya" Ujar papa Kevin.


"Masih saja narsis, ingat usia" Seru papa Disa.


"Hahaha" Tawa semua orang pun pecah kecuali Disa dan laki laki yang kini sedang duduk di hadapannya sambil memperhatikannya.


Karena posisi meja makan yang melingkar itu membuat ia duduk saling berhadapan.


"Ah iya, kenalkan sayang ini Kevin putra sulung Om Davin dan Tante Maria" Seru Arfindo papa Disa.


Melihat tidak ada pergerakan diantara keduanya mama Kevin pun menyenggol lengan Kevin.


"Kevin" Ujar Kevin sambil mengulurkan tangannya.


"Disa" Ujar Disa sambil menerima uluran tangan Kevin, namun itu tidak berselang lama karena Disa buru buru melepaskannya.


"Denger denger kalian satu kampus ya?" Tanya mama Disa berbosa basi.


"Memang Kevin kuliah dimana Tante?" Tanya Disa sopan.


"Universitas Ganesha" Jawab mama Kevin.


"Ah iya" Jawab Disa canggung.


"Ah sudah sudah, itu bisa dibicarakan nanti, mending sekarang kita makan malam terlebih dahulu, perut sudah konser minta diisi" Seru papa Disa.


"Ah iya baiklah baiklah" Timpal Papa Kevin.


"Jadi dia yang mau dijodohkan dengan gue" Batin Kevin sambil menikmati makan malamnya dan diam diam memperhatikan Disa.


"Oh iya Davin, apakah keluarga kalian mendapatkan undangan dari Putra?" Tanya Arfindo papa Disa disela sela makannya.


"Iya, acarnya tidak tertulis dengan jelas diundangan, tapi kita akan tetap menghadiri nanti" Jawan Davin setelah menelan makanan.


.


.


***


.


.


"Disa Disa" Panggil teman Disa yang tak lain ialah Stella dan Devi. Tapi itu tak membuat ia mengehentikan langkahnya.


"Bagaimana pertemuan kalian semalam?" Tanya Devi penasaran.


"Biasa aja" Jawab Disa tanpa minat. Ia seperti tidak tertarik dengan topik yang akan dibicarakan teman temannya.


"Apakah dia tampan?" Tanya Stella.


"Lumayan" Jawab Disa.


"Hmm, apakah lo ada fotonya?" Tanya Devi.

__ADS_1


Disa menghela nafasnya, ia mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Kemudian membuka galerinya.


"Hmm" Disa menyerahkan ponselnya itu kepada Devi. Dan Devi pun menerimanya.


"Ini juga tampan Disa, ngga kalah tampan dari Aldi" Seru Stella. "Oh iya kalian sudah foto berdua saja, apa kalian sudah pasti" Imbuh Devi sambil tersenyum.


"Belum lah, itu juga karena gue dipaksa sama papa" Saut Disa


"Disa sayang, daripada lo ngejar ngejar Aldi yang jelas jelas sudah punya kekasih mending lo sama dia aja deh" Saran Devi sambil menyerahkan kembali ponsel milik Disa.


"Iya, itu juga tidak buruk" Imbuh Stella.


"Gue sungguh tidak tertarik" Saut Disa.


"Eh sebentar sebentar, kenapa dia seperti tidak asing ya" Pikir Stella sambil mencoba mengingat-ingat dimana dia pernah bertemu dengan Kevin.


"Apakah dia kuliah disini juga?" Tanya Stella.


"Ya, dia masih junior" Balas Disa.


"Ah iya iya, di lobi kampus, gue pernah lihat dia di lobi kampus" Ujar Stella senang ketika berhasil mengingat pertemuan pertamanya dengan Kevin.


"Ooo laki laki yang waktu itu ribut dengan mahasiswi baru yang meminta kesempatan untuk kembali itu ya" Imbuh Devi.


"Ah iya, lo bener sekali" Seru Stella.


"Mahasiswi baru?" Tanya Disa.


"Iya mahasiswi baru kekasih Aldi, waktu itu kan Aldi mengantarkan kekasihnya dan lo kan panas jadi lo pergi meninggalkan kita berdua kan. Nah saat kita hendak ngejar lo kita kehilangan jejak lo jadi kita berdua berniat untuk pergi eh malah ada kejadian ribut ribut dan ternyata itu orang yang dijodohin sama lo dan juga pacar Aldi" Jelas Stella.


"Jadi dia mantan kekasih Lolita" Gumam Disa sambil tersenyum smirk.


"Apakah lo berdua punya Video kejadian waktu itu?" Tanya Disa.


"Ada ada, gue sempat merekamnya waktu itu" Seru Devi sambil mengambil ponselnya dari dalam tas gendong kecilnya.


Disa pun melihat Video itu dengan seksama.


Ya memang benar, Saat Lolita tidak sengaja menabrak Kevin dan terjadi keramaian disitu ada Stella dan juga Devi.


Mereka berdua juga sempat merekam kejadian tersebut.


Flashback


"Eh berhenti sebentar Stell" Ujar Devi di tengah tengah perjalanan mereka berdua.


"Kenapa sih?" Tanya Stella yang sepertinya belum melihat apa yang dilihat oleh Devi.


"Lihat, itu bukannya kekasih Aldi tadi kan, dia sama cowok lain. Mari kita menonton" Ajak Devi sambil tersenyum.


"Ah iya iya, rekam rekam!" Pinta Stella. "Buat apa?" Tanya Devi dengan muka bingung.


"Rekam saja dulu, siapa tahu itu bisa menjadi senjata untuk menghancurkan hubungan Aldi dan kekasihnya" Seru Stella.


"Ah iya, lo benar" Stella pun mengambil ponselnya dan mengambil video Lolita dan juga Kevin.


Flashback off


"Kirim Videonya ke gue sekarang!" Pinta Disa sambil mengembalikan ponsel milik Devi.


Devi pun menerimanya dan mengirimkan Video itu kepada Disa.


.


.


***


.

__ADS_1


.


"Gue bahkan tidak menyangka kalau cewek yang dijodohin sama gue ternyata cewek yang waktu itu gue tolong di bar" Ujar Kevin. Ia sekarang sedang berada di rumah Ethan.


"Gadis yang lo ceritakan mabuk terus pingsan itu?" Tanya Ethan.


"Ya" Jawab Kevin.


"Wah gila, dunia ternyata sangat sempit" Seru Ethan.


"Tapi bukannya lo pernah bilang kalau dia manggil Lo Aldi dan dia tidak akan membiarkan laki laki yang bernama Aldi dan kekasihnya Loli itu bahagia ya?" Tanya Ethan.


"Hmm, jadi dia menyukai cowok lain sama seperti gue yang mencintai cewek lain" Ujar Kevin.


"Eh bro, tapi lo pernah berfikir nggak kalau Loli itu adalah Lolita?" Tanya Ethan. Mendengar itu Kevin sejenak terdiam sambil mencerna baik baik perkataan Ethan.


"Gue pernah berfikir gitu juga sih" Ujar Kevin akhirnya.


"Apa jangan jangan bener Lolita mantan lo yang belum bisa lo lupain lagi" Tebak Ethan. Mendengar itu Kevin semakin merasa yakin bahwa Loli adalah Lolita.


"Bisa jadi juga, karena dulu waktu gue pindah di SMA Gumilang ada ketua OSIS yang namanya Aldi, dia juga terlihat dekat dengan Loli atau bahkan mungkin mereka adalah sepasang kekasih" Ujar Kevin sambil menatap Ethan serius.


"Hmmm atau mungkin Aldi yang dimaksud oleh cewek yang mau dijodohkan sama lo itu Aldi dia, dan Loli yang di maksud itu adalah Lolita?" Tebak Ethan.


"Ah bisa jadi" Seru Kevin.


"Eh bentar bentar, tapi nama Aldi itu udah pasaran, jadi bisa saja Aldi yang lain yang dia maksud" Tutur Ethan.


"Ye, Lo tadi ngasih harapan dan sekarang lo menjatuhkan" Ucap Kevin kesal.


"Ya bukan gitu, tapi kalau memang seandainya mereka berdua adalah orang yang dimaksud cewek lo, lo mau apa?" Tanya Ethan.


"Hmm, ngga tahu gue pusing" Jawab Kevin sambil mengacak acak rambutnya.


"Nih gue kasih saran ya bro, meskipun kalian berdua itu mencintai seseorang yang ternyata dia adalah sepasang kekasih, tapi lo jangan coba coba bekerja sama untuk menghancurkan hubungan mereka" Ethan menjeda ucapannya.


"Kenapa? Kan kita satu server?" Tanya Kevin.


"Otak lo terlalu dangkal. Lo kan anak fakultas hukum, apa baik kalau lo melakukan itu semua?. Kan ngga lucu kalau Kevin Arya Sanjaya anak fakultas hukum mendapat gelar perusak hubungan orang alias pebinor." Jelas Ethan. Kevin terdiam ia mencoba untuk mencerna perkataan Ethan.


"Ya kalau emang lo bener bener cinta sama Lolita ya udah lah man, biarkan saja dia bahagia sama orang pilihannya. Karena bersama dengan juga belum tentu dia bahagia" Jelas Ethan.


"Iya calon dokter psikiater Ethan Tria Rosandi. lagian itu juga masih perkiraan" Timpal Kevin.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2