
"Sayang, udah dapat apa yang ingin kamu beli?"
Mendengar itu Caca pun segera melepaskannya pelukannya. Dan menatap laki laki tampan yang kini sedang berdiri dihadapannya, tepatnya di sebelah Rere.
"Sayang?" Seru Rere dengan nada yang bertanya tanya, pun ekspresi wajahnya.
Rere terlihat gugup, perempuan itu terdiam untuk beberapa saat, matanya menatap sosok laki laki yang berada di sebelahnya, bergantian dengan Ethan juga Caca.
"Iya sayang, ada apa ini?" Ujar Ethan yang juga merasa penasaran.
"Ah em kenalin, ini Adrianata Arisena, kalian bisa manggil Adrian, dia pacar gue dan kita kenalan di London" Terang Rere akhirnya setelah terdiam dengan waktu cukup lama.
"Ooo jadi sekarang sudah move on nih dari Aldi dan punya cowok baru" Seru Caca menggoda Rere, dari nada bicaranya gadis itu terlihat tidak ada keraguan. Dan Rere hanya menanggapi dengan senyuman.
"Oh iya kenalin, gue Caca sahabatnya Rere" Seru Caca sembari mengulurkan tangannyanya ke arah Adrian.
"Adrian" Seru Adrian sembari menerima uluran tangan Caca, setelah itu keduanya pun saling melepaskan jabatan tangannya.
"Gue Ethan" Seru Ethan sembari melakukan hal yang sama dengan Caca.
"Adrian" Seru Adrian.
Setelah berkenalan mereka pun terlibat sedikit obrolan. "Kalian sudah berapa lama berhubungan?" Tanya Caca.
"Belum lama kok, beberapa bulan" Ujar Rere.
"Oo langgeng ya Re, jangan berpaling lagi kayak yang dulu dulu, nanti nyesel" Ujar Ethan.
"Hmmm" Seru Rere.
"Oh iya Re, kita berdua mau pergi nonton nih? Apa lo engga mau ikut gitu sekalian kita kangen kangengan mumpung lo ada di Jakarta" Ujar Caca.
"Aduh Ca, gue juga mau sih kangen kangengan sama kalian, tapi sayangnya gue nggak bisa, ada sesuatu yang harus gue urus, iya kan kan sayang?" Ujar Rere meminta pembelaan dari Adrian.
"Iya" Jawab Adrian.
"Aduh kalian ini malah ngumbar kemesraan, gue jadi iri" Seru Caca.
"Kenapa harus iri? Kan ada gue disini, gue juga bisa kok manggil lo Sayang" Goda Ethan.
"Ih apaan sih lo" Seru Caca sembari mengikut perut Ethan.
"Kalian berdua cocok kenapa engga jadian?" Ujar Adrian.
"Nggak mau gue jadian sama manusia jadi jadian" Seru Caca.
"Hilih" Seru Ethan.
"Katanya kalian mau nongkrong, ya udah kalau gitu gue sama Adrian duluan ya Ca, Than, sampai ketemu nanti" Seru Rere yang kemudian mengandeng tangan Adrian.
"Iya, gue juga mau pergi bye" Seru Caca yang kemudian berjalan menuju ke kasir untuk membayar belanjaannya.
"Ekhem" Dehem Adrian yang kini sudah berdiri di deretan keperluan wanita bersama dengan Rere.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Rere sembari melepaskan gandengan tangannya.
"Jadi sekarang lo ngakuin gue sebagai pacar lo?" Ujar Adrian.
"Nggak" Seru Rere yang kemudian mengambil salah satu pembalut yang ia butuhkan lalu membawanya ke meja kasir.
******
"Lo percaya itu tadi beneran pacarnya si Rere?" Tanya Ethan. Mereka berdua kini sedang berada di dalam mobil yang di kendarai oleh Ethan.
"Ya percaya lah, ya kali Rere bohong sama gue" Ujar Caca. "Lagian buat apa juga di bawa cowok jauh jauh dari London kalau itu bukan kekasihnya?" Imbuh Caca.
"Iya juga sih, tapi tadi si Rere kayak gugup dan kaget gitu" Ujar Ethan.
"Perasaan lo aja kali" Seru Caca.
"Iya kali ya, semoga aja mereka berdua bener bener pacaran dan Rere sudah bener bener tobat ga bakal selingkuh dan jadi pelakor lagi" Ujar Ethan.
******
Aldi terlihat sedang duduk di sofa yang berada didalam kamarnya. Laki laki itu sibuk mengamati layar komputer lipatnya.
Lolita yang baru saja menidurkan Aksa itu beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menyusul Aldi kemudian mendudukan dirinyalah di sebelah suaminya.
"Fokus banget lihatin apa?" Tanya Lolita.
"Ini, pemasukan akhir akhir ini menurun tidak seperti biasanya, dan saham di perusahaan juga" Ujar Aldi tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar komputernya.
"Apa itu akan menjadi masalah besar?" Tanya Lolita.
"Hmmmm"
"Kenapa? Apa ada yang ingin kamu katakan?" Tanya Aldi, tatapan mata laki laki itu sama sekali tidak berubah, tetap pada layar didepannya.
"Nggak ada, hanya mau ngomongin soal Felisha saja" Ujar Lolita.
Aldi mengehentikan aktifitasnya. Ia kemudian menoleh kearah Lolita. "Felisha? Memang ada apa dengan dia?" Tanya Aldi.
"Felisha itu tipe cewek yang seperti apa sih?" Tanya Lolita.
"Entah, aku juga bertahun tahun sudah tidak bersama dengan dia, siapa tahu dia sudah banyak berubah. Tapi yang jelas dia anaknya itu baik, cepat akrab juga dan periang" Terang Aldi.
"Hmmm, aku dulu berfikir kalau Felisha itu bukan orang yang baik" Seru Lolita.
"Kok gitu?" Tanya Aldi. Laki laki itu menaikkan salah satu kakinya keatas sofa hingga kini keduanya duduk berhadapan dengan nyaman.
"Ya karena dia datang sangat tiba tiba lali membicarakan soal masalalu dan juga janji, apalagi dia seperti menegaskan kalau janji tetaplah janji dan harus ditepati, seakan dia menuntut kamu untuk menepati janji yang sudah kalian buat di masalalu" Terang Lolita.
"Dia cuma bercanda" Jawab Aldi. "Lagian dia itu hanya bagian dari masalalu, dan tidak mungkin dia akan meminta ku untuk menikahi dia, dia sendiri tahu kalau aku sudah menikah" Ujar Aldi.
"Iya, semoga kamu bisa belajar dari masa lalu" Seru Lolita.
"Iya sayang" Ujar Aldi sembari menarik hidung Lolita.
__ADS_1
Mendengar Aldi memanggilnya dengan kata sayang, wajah Lolita seketika berubah menjadi lobster rebus. Merah.
Padahal ia sudah seiring mendengar kata sayang dari mulut Aldi, lantas kenapa sekarang ia merasa malu dan juga sangat senang. Di panggil sayang rasanya ia seakan melayang. Seperti daun yang berterbangan terbawa oleh angin.
Kata yang sangat sederhana namun mampu membuat hati berbunga-bunga.
"Kenapa memerah?" Tanya Aldi menggoda Lolita. Seketika perempuan itu menangkup kedua pipi nya yang terasa hangat.
"Enggak" Sanggahnya dengan cepat.
"Ya udah ayo!" Ajak Aldi.
"Ayo kemana?" Tanya Lolita sembari memainkan salah satu alisnya.
"Membukatikan kalau aku cuma cinta dan sayang sama kamu" Ujar Aldi.
"Ha?" Lolita seperti gagal mencerna perkataan Aldi. Tetapi Aldi langsung menyerangkanya, tetapi gagal karena Lolita menahan dada Aldi menggunakan kedua tangannya.
"Eits, aku kan lagi dapat" Ujar Lolita.
"Bohong, sekarang kamu harus membayar kebohongan kemarin malam" Tidak membiarkan Lolita kabur dari cengkramannya, Aldi langsung memanggut bibir Lolita.
******
"Gue udah berhasil membuat saham mereka sedikit turun, dan pemasukan mereka juga akhir akhir ini menurun" Ujar seorang laki laki.
"Bagus" Seru sang perempuan.
"Mungkin sebentar lagi dia akan datang sama gue" Ujar sang cowok.
"Dan sebentar lagi gue akan mendapatkan dia kembali" Seru sang gadis yang satunya lagi.
"Lo jangan berhianat setelah mendapatkan apa yang lo mau" Seru sang laki laki kepada sang perempuan yang duduk disebelahnya.
"Tentu saja, gue nggak akan berhianat dan meninggal lo yang sudah mau bersusah susah membantu gue untuk membalaskan semuanya" Ujar perempuan itu.
"Lagian juga dia akan menjadi adik ipar bukan?" Imbuhnya lagi dengan senyum smirknya.
"Gue pegang omongan lo, awas sampai lo nusuk gue dari belakang" Peringat gadis yang didepannya.
"Tenang saja sayang, itu tidak akan pernah terjadi dalam kamus kita" Seru sang perempuan yang tadi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.