
Lolita dan Nara kini sedang berada di pantry, mereka berdua berencana untuk membuat cheestart yang diinginkan oleh Lolita.
Lolita menerima apron yang diberikan oleh Nara dan segera memakainya. "Makasih kak Nara" Ucap Lolita sambil tersenyum.
"Kalian berduaan mau membuat apa?" Tanya Indah yang baru saja masuk kedalam dapur.
"Cheestart" Jawab Lolita sambil menalikan tali apronnya.
"Mau aku bantuin?" Tanya Indah menawarkan bantuannya.
"Engga perlu mbak Indah, biar Nara sama Loli aja yang kerjain" Seru Nara sambil menghentikan aktivitasnya menyiapkan barang barang yang ia butuhkan untuk membuat cheestart.
Saat mereka sedang mengobrol Aldi dan Satya tiba tiba masuk kedalam pantry.
"Sayang, aku balik ke kantor dulu ya karena setengah jam lagi aku harus ketemu sama clientnya papa" Ucap Satya ketika ia sudah berhenti tepat di depan Nara.
"Oo ya udah, nanti mau aku buatin sesuatu dan diantar ke kantor?" Tanya Nara sambari merapikan kemeja yang dikenakan oleh Satya.
"Engga usah deh, lebih baik kamu dandan yang cantik aja dan nanti malam aku jemput" Ujar Satya, setelah itu ia mencium kening Nara.
"Jangan nyusahin lo" Ucap Satya kepada Lolita setelah mencium kening Nara.
"Lo itu yang nyusahin" Balas Lolita dengan ketus.
"Udah jangan bertengkar, buruan gih berangkat nanti telat" Seru Nara. Satya pun mengangguk.
"Ya udah sampai ketemu nanti malam" Ucap Satya. "Gue duluan Al" Imbuh Satya kepada Aldi, laki laki itu kemudian pergi meninggalkan pantry.
Aldi pun menganggunakan kepalanya, setelah itu ia kembali menatap kearah Lolita. "Aku juga mau pergi dulu sayang, kamu engga apa apa kan aku tinggal?" Tanya Aldi sambil membantu mengikatkan rambut Lolita dengan ikat rambut yang baru saja ia ambil dari dalam tas Lolita.
"Iya engga apa apa, kamu hati hati ya" Ujar Lolita.
Aldi sudah berhasil mengikat rambut Lolita, laki laki itu kemudian berpindah posisi menjadi berdiri didepan Lolita. "Iya, nanti kamu dijemput sama pak supir ya" Tutur Aldi.
"Engga biar nanti aku naik taxi aja" Tolak Lolita dengan buru buru.
"Hm ya udah, kalau gitu aku berangkat" Pamit Aldi, ia terlebih dahulu mencium kening Lolita kemudian ia menyerahkan tas Lolita. Lolita pun menerimanya kemudian menyimpannya diatas meja
"Ya udah hati hati di jalan" Seru Lolita, Aldi pun mengangguk kemudian pergi meninggalkan pantry tersebut.
Lolita masih memperhatikan punggung Aldi yang semakin mengecil hingga kini tubuh laki laki itu sudah menghilang dibalik pintu.
"Indah yang jomblo mah pura pura engga lihat aja" Ucap Indah sambil tersenyum ketika Aldi dan Satya sudah pergi.
"Ye kamu sih, makannya buruan cari cowok" Ucap Nara sambil tersenyum menggoda Indah.
"Iya nanti, ya udah Indah mau keluar dulu bantuin yang lain" Ujar Indah, wanita yang lebih muda dua tahun dari Nara itu kemudian keluar dari pantry dan meninggalkan Lolita dan Nara yang akan berperang dengan peralatan dapur.
"Sudah siap semua ini kak?" Tanya Lolita ketika ia melihat semua yang ia butuhkan sudah tertata dengan rapi.
__ADS_1
"Iya sudah" Jawab Nara sambil mengambil wadah untuk membuat adonan.
"Kamu potong ini biar kakak yang membuat adonan" Nara meletakan wadah dihadapannya kemudian mengambil puff pastry dan memberikan kepada Lolita.
Lolita pun dengan senang hati menerimanya, "dipotong bentuk apa kak?" Tanya Lolita sambil menerima puff pastry tersebut.
"Lingkaran, dan kamu bisa mengunakan itu" Ujar Nara sambil menunjuk ke sebuah benda berbentuk lingkaran yang memiliki lubang ditengahnya dengan diameter kurang lebih 10 centi meter.
"Oke" Lolita pun mengambil ring cutter dan memulai memotong puff pastry tersebut.
Sedangkan Nara, ia mulai membuat adonan. Memasukan kuning telur yang sudah ia pisahkan dari putihnya, gula pasir, tepung maizena dan esens vanila. Setelah barang itu masuk semua, Nara pun mulai mengaduknya hingga rata.
"Setelah selesai kamu potong nanti kamu letakkan di dalam loyang ya, tapi beri margarin dulu habis itu taruh dikulkas" Instruksi Nara sambil mengaduk adonan yang ada ditangannya.
"Oke Kak" Jawab Lolita tanpa mengalihkan perhatiannya dari puff pastrynya.
Sedangkan Nara ia mulai mencampurkan whipped cream dan susu cair lalu kembali mengaduknya sampai rata.
"Kak, udah selesai dan Loli juga udah masukkan kedalam kulkas" Ucap Lolita sambil menatap kearah Nara yang sedang menganduk adonan.
"Ya udah, nih kamu aduk dulu biar kakak siapin air buat menge-tim" Seru Nara sambil menyerahkan alat yang sedang ia gunakan untuk mengaduk kepada Lolita.
Dan Lolita pun dengan senang hati menerima Kemudian mengaduknya hingga tercampur rata.
Beberapa menit kemudian Lolita akhirnya selesai dengan kegiatan mengaduknya. Ia memberikan adonan tersebut kepada Nara. Nara pun menerima kemudian memasukkan wadah yang berisi adonan itu kedalam panci stainless yang berisikan air diatas kompor yang menyala.
"Iya dong biar adonannya menjadi kental" Jawab Nara sambil mengaduk aduk adonannya.
Beberapa menit kemudian, adonan tersebut pun sudah berubah menjadi kental.
Nara memasukan adonannya kedalam cetakan pie yang sebelumnya sudah ia siapkan dibantu dengan Lolita.
Setelah selesai menuangkan adonan kedalam cetakan, Nara pun memasukan adonannya itu kedalam oven yang sudah terlebih dahulu ia panaskan. Tak lupa Nara mengatur timer pada oven tersebut.
"Nah sudah selesai, sekarang kita hanya perlu menunggu cheestart nya matang" Ucap Nara sambil membalikkan badannya menatap kearah Lolita yang sedari tadi memperhatikannya.
"Yes" Ucap Lolita sambil tersenyum senang. Ia dan Nara sama sama melepaskan apronnya dan menyimpannya di tempat yang semestinya.
"Ya udah yuk kita tunggu didepan" Ajak Nara. Lolita pun mengangguk. Ia mengambil tasnya kemudian berjalan mengikuti Nara keluar dari area pantry.
"Sudah selesai?" Tanya Indah yang kebetulan berpapasan dengan Lolita dan Nara.
"Sudah, tinggal menunggu matang" Jawab Nara.
"Loli kamu mau minum apa? Biar kakak buatkan" Ujar Nara sambil mengalihkan pandangannya menatap kearah Lolita.
"Jus strawberry kasih susu sama bawakan Red Velvet ya kak" Ucap Lolita tanpa sungkan. Bahkan gadis itu terlihat sedang membayangkan betapa nikmatnya memakan Red Velvet sekarang.
"Kamu ini ngidam apa gimana? Tadi mau cheestart sekarang mau jus strawberry sama Red Velvet?" Tanya Nara.
__ADS_1
"Hehe engga kak, Kak Nara kaya engga tahu calon adik iparnya ini yang serba doyan" Ucap Loli sambil tersenyum.
"Iya serba doyan, apalagi kalau yang mantap mantap, kaya Aldi misalnya" Ucap Nara sambil berbisik ditelinga Lolita.
"Aaa Kak Nara" Ucap Lolita dengan malu sambil memukul pelan bahu Nara.
"Hmmm ya udah, kakak buatin dulu. Kamu mau sekalian aku buatin engga Ndah?" Tanya Nara sambil menatap kearah Indah yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.
"Engga usah kak, nanti biar Indah buat sendiri kalau pengen" Tolak Indah.
"Ya udah kalau gitu sekarang kamu tunggu di depan, kakak buatin dulu jus strawberrynya" Ujar Nara.
"Siap bos" Ucap Lolita. Wanita itu terlebih dahulu mencium pipi Nara. "Sayang kak Nara" Ucap Lolita lalu berlalu pergi meninggalkan Indah dan Nara yang menggelengkan kepalanya dengan ulah Lolita.
"Sudah nikah juga kelakuan masih seperti bocah" Seru Nara.
"Mbak Nara beruntung banget ya, dapat calon adek ipar yang sayang sama mbak" Ujar Indah.
Mendengar itu senyum Nara pun mengembang. "Iya Indah, aku memang sangat beruntung karena mereka semua sangat menyayangi aku seperti keluarga sendiri, seperti aku juga menyayangi kamu, ibu panti dan adik panti, seperti itulah mereka menyayangi aku" Tutur Nara sambil mengingat keluarganya yang tidak pernah menyayanginya layaknya keluarga Satya menyayanginya.
Ia merasa bahagia ketika Lolita menganggapnya seperti saudaranya sendiri. Bahkan ia tidak pernah sedekat itu dengan Maura kakak kandungnya sendiri.
"Ya udah, mbak ke dapur dulu mau buatin Loli jus strawberry" Ujar Nara sambil memutar badannya dan kembali masuk kedalam dapur.
"Semoga kamu selalu bahagia bersama dengan keluarga barumu mbak" gumam Indah sambil menatap punggung Nara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungan vote dan like nya
mungkin bagi kalian yang cuma sekedar membaca, kalimat ini terlihat sedikit. Tetapi percayalah di balik kalimat yang kalian bilang sedikit ini ada aku yang berusaha menyusunnya, memikirkan alurnya, menatap layar berjam jam, tidak hanya 1-2 jam tapi 5-8 jam.
Jadi kalau kalian ada yang merasa upnya aja dikit tapi minta vote dan likenya banyak. Maaf tapi saya tidak memaksa. Saya hanya minta dukungan kepada mereka yang suka dan bisa menghargai saja. Terimakasih
__ADS_1