
"Dia" Ucap Lolita ketika melihat sosok gadis yang baru saja masuk ke area kantin.
"Dia? Lo kenal Lol?" Tanya Yolanda ketika melihat respon Lolita yang seperti sudah kenal dengan sosok yang baru saja masuk kedalam kantin dengan satu cewek disebelahnya yang mungkin itu ialah sabahatnya.
"Iya gue kenal" Balas Lolita.
Gadis yang berteriak itupun masuk kedalam kantin berjalan kearah meja yang di tempati Lolita dkk dengan diikuti temannya di belakangnya.
"Eh dia kesini, mau nyamperin siapa? Aldi?" Tanya Amel.
Gadis itu menghentikan langkahnya tepat di meja Lolita dkk. "Eh Lolita, Lo disini juga?" Tanya gadis itu sambil tersenyum dan melihat kearah teman teman Lolita tak terkecuali Aldi.
"Iya, gue disini sama teman teman gue, kalau lo mau ngapain?" Tanya Lolita.
"Ke kantin ya mau makan lah bege, masa iya mau nyuci piring" Saut Sisi dengan nada ketusnya seperti biasa .
"Ya siapa tau gitu mau cuci piring, kalau bener kan sekalian ini piring gue di cuciin" Ucap Lolita sambil melirik piring kotor bekas makannya di atas meja.
"Gila, gue udah cantik gini masa iya ada tampang tukang cuci piring" Jawab gadis itu.
"Alah lo ngapain sih disini? Mau buat onar?" Tanya Regan dengan begitu sewot. "lagi cari bebeb Aldi gue juga dasar monyet Amerika" Jawab gadis itu tak terima ketika dibilang akan membuat onar.
"A***** ganteng gini dibilang monyet Amerika" Umpat Regan sambil menatap wajahnya di pantulan cermin yang sekarang ia bawa.
Jangan tanya lagi dari mana Regan mendapatkan cermin itu, udah pasti dari ayang bebnya.
"Udah ah sini balikin cermin aku" ucap Yolanda sambil mengambil paksa cermin yang di bawa Regan.
"Eh ya bentar lah beb, masa iya cowok kamu yang paling tampan bak pangeran ini dibilang monyet Amerika" Balas Regan dengan nada yang dibuat sok sedih.
"Mual gue dengernya" Balas teman gadis itu. "Sama" balas gadis itu.
"Eh bentar deh, maksudnya apa tadi lo manggil Aldi pakai beb segala?" Tanya Sisi dengan nada yang tidak bersahabat, terlihat dari intonasi dan juga wajahnya yang tak ramah.
"Karena Aldi cowok gue" Balas gadis itu dengan begitu santainya seakan tak punya dosa.
"Cowok gimana maksudnya?" Tanya Amel. "Sebentar, bukannya yang sering ngejar Aldi itu Rere ya? Dan kalian berdua Fara dan Sinta kan?" Tanya Lolita ikut menimpali.
Ya, kedua gadis itu adalah Fara dan Sinta. Mereka adalah gadis yang sempat berkenalan dengan Lolita, bahkan mereka satu kelas.
"Iya, emang kenapa?" Balas Fara dengan muka polos tanpa dosa seakan tidak tahu apa apa. "Lo bukannya tahu kalau Aldi itu kekasih gue? Kok lo manggil dia kek gitu sih?" Tanya Lolita, Nada bicara gadis itu sudah mulai tidak bersahabat.
"Apaan sih kalian nggak jelas banget deh" Balas Fara sambil mengibaskan rambutnya kebelakang. "Eh para cewek santai dong jangan ngegas" Ucap Regan, laki laki itu berusaha untuk menengahi.
"Diam lo, gue mau ngomong sama Dia" bentak Lolita sambil menatap Fara tajam.
__ADS_1
"Eh lo kenapa sih Lolita? Kok ngga jelas banget?" Sinta yang tadinya diam kini ikut membuka suara.
"Lo kan tahu gue kekasih Aldi, kenapa masih ngejar dia?" Tanya Lolita, gadis itu benar benar di buat geram.
"Maaf nih ya Lolita, mungkin lo salah paham" Ucap Fara yang sepertinya sudah memahami kemana arah pembicaraannya Lolita.
"Halah, pelakor ya pelakor aja" Celetuk Yolanda. Kini posisi mereka sudah berdiri semua tak terkecuali Aldi.
"Lolita sayang, kamu diam dulu deh biar aku jelasin" Ucap Aldi sambil memegang tangan Lolita.
"Apa? Mau jelasin kalau dia memang kekasih kamu?" Tanya Lolita.
"Bukan-" belum selesai Aldi mengucapkan kalimatnya tetapi Lolita sudah terlebih dahulu menukasnya.
"Bukan salah kan maksudnya" Bantah Lolita. "....." Suara seorang laki laki yang baru saja muncul itu membuat Aldi mengurungkan niatnya untuk angkat suara.
"Hallo sayang, kenapa pada ramai?" Tanya seseorang yang kini sudah berdiri tepat disebelah gadis yang bernama Fara.
"Sayang?" Ucap Lolita dengan penuh tanda tanya. "Iya kenapa? Fara kan kekasih gue" ucap laki laki itu.
Bukan hanya Lolita, Sisi, Yolanda, dan jiga Amel pun di buat heran. Jika laki laki yang di sebelah Fara adalah kekasihnya lantas Aldi apanya? Apakah selingkuhnya?
"Kekasih? Bukannya Aldi-" ucapan Lolita menggantung sambil menuju ke arah Aldi.
Laki laki itu pun tersenyum "oh iya, kenalin gue Rivaldi Januar, bisa di panggil Aldi" Ucap laki laki itu sambil mengulurkan tangan kearah Lolita.
"Hallo" Ucap Aldi lagi ketika Lolita tak kunjung menerima uluran tangannya. "Eh iya" Jawab Lolita sambil menerima uluran tangan Aldi, "em gue Lolita" Balas Lolita. Aldi mengangguk dan tersenyum. Laki laki itu kemudian melepaskannya jabatan tangannya.
"Emm Fara gue minta maaf ya, gue ngga tahu, gue kira Aldi yang lo maksud adalah Aldi ini" Ucap Lolita sambil menatap Fara bergantian dengan Aldi sambil menggigit bibir bawahnya.
"Iya ngga papa" Balas Fara sambil tersenyum. "Lo sih jalannya ke sini dan berhenti di meja kami" Ucap Lolita yang malah menyalah Fara.
"Eh si Maemunah malah nyalahin orang" Ucap Evan. "Kan Aldi duduk di pojok belakang sana" balas Fara sambil menunjuk kearah meja belakang yang lumayan jauh dari tempat mereka sekarang.
"Iya tadi gue ngga denger waktu kamu manggil sayang, maaf ya" Ucap Aldi pada Fara.
"Emm ya udah kalau gitu kita duluan ya" pamit Fara. Gadis itu kemudian berjalan sambil menggandeng Aldi keluar dari kantin tak lupa Sinta juga ikut keluar.
"A**** malu gue" ucap Lolita sambil mendudukkan dirinya diikuti yang lainnya.
"Kek punya malu aja" celetuk Regan. "Salah sendiri ngga mau dijelasin tadi" Imbuh Regan.
"Iya deh iya gue ngaku salah" Ucap Lolita sambil meminum minumannya yang tinggal sedikit.
"Tumben Lo ngaku salah" Celetuk Yolanda. "Untung si Fara ngga pendendam ya, kalau pendendam udah di ajak baku hantam lo" Balas Amel.
__ADS_1
"Udah lah yuk balik, bentar lagi dosen masuk nih" ucap Aldi sambil beranjak berdiri. "Iya" balas Lolita yang ikut berdiri.
Mereka semua pun akhirnya beranjak dan keluar dari area kantin kampus.
"Eh kalian duluan deh, gue mau ke toilet dulu" ucap Aldi di tengah tengah jalan.
"Mau ditemenin ngga?" Tanya Evan. "Ngga lah lo kira gue banci" Balas Aldi, laki laki itu kemudian melenggang meninggalkan teman temannya menuju ketoilet.
*
"Eh lo lihat Aldi nggak?" Tanya Rere, gadis itu baru saja keluar dari area kantin, ia berniat akan mencari Aldi namun tak menemukan laki laki itu.
"Oh Aldi tadi udah balik sama temen temennya, sama ceweknya juga" balas gadis itu.
"Eh denger ya, gue ini satu satunya cewek Aldi" Ucap Rere yang kemudian pergi sambil mengibaskan rambutnya tak lupa diikuti Caca dibelakangnya.
Ditengah jalan mereka tiba tiba menghentikan langkahnya. "Eh Rere, anterin gue ke toilet dong, gue kebelet nih pengen pipis" Ucap Caca dengan muka yang sangat melas.
"Ketoilet sendiri, gue mau cari Aldi" Tolak Rere, "Ayo lah Re, lo kan tahu gue ngga berani sendiri, masa lo ngga kasihan sama gue, udah kebelet nih gue" Balas Caca.
"Ya udah deh iya, dasar nyusahin lo" ucap Rere sambil berjalan terlebih dahulu mendahului Caca.
*
Sementara Caca sedang membuang air kecil, Rere menunggu diluar sambil bersandar ditembok depan toilet sambil memainkan ponselnya.
Suara pintu yang terbuka itu berhasil membuat atensi Rere teralihkan untuk menatap orang tersebut.
"Aldi" Ucap Rere ketika melihat sosok Aldi yang baru saja keluar dari dalam toilet cowok.
.
.
.
.
.
Hallo semua i'm backđź‘‹
maaf nih baru up sekarang, kemarin Author ngga ada kuota, waktu ada kuota malah ada masalah sama author di ******* yang copas novel My Crazy Wife.
sekarang udah mulai rutin up sehari satu kok insyaAllah.
__ADS_1
oh iya, author udah published novelnya Sisi sesuai yang author janjikan sama kalian semua, judulnya "My Life" Kalian bisa cek di profil author.
Jangan lupa mampir dan tinggalin jejak ya sayang ❤️