Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Cerita Rere


__ADS_3

Rere kini sedang mengemasi pakaiannya dengan dibantu oleh Caca. Lebih tepatnya Caca yang membereskan pakaian Rere adalah Caca karena Rere sedari hanya duduk diam sembari melamun diatas tempat tidurnya.


Caca menutup koper Rere setelah semua barang barang wanita itu sudah masuk kedalam. Ia kemudian mendudukkan dirinya disebelah Rere.


"Kenapa lo masih disini? Bukannya lo tadi lebih membela Lolita karena Lolita itu lebih kaya dari gue?" Seru Rere dengan ketus.


"Karena gue temen lo" Jawab Caca.


"Lo hanya berteman dengan gue karena gue lebih kaya dari Lolita, tapis sekarang Lolita lebih kaya dari pada gue, Lo pasti lebih memilih berteman dengan Dia" Seru Rere sembari menatap Caca dengan tatapan benci.


"Gue mungkin berteman dengan lo karena lo kaya dan memberikan fasilitas yang bagus buat gue, tapi jujur saja gue juga menyesal melakukan itu semua dulu" Seru Caca.


"Terus sekarang lo mau apa?" Tanya Caca.


Caca mengambil tas slempangnya ya ia letakkan diatas tempat tidur. Ia mengambil sebuah obat dari dalam tas tersebut dan memberikannya kepada Rere. "Gue mau lo jelasin soal obat ini".


Rere manatap obat yang dipegang Caca. Ia segera merebutnya. "Lo dapat dari mana obat ini?" Tanya Caca.


"Gue dapat obat itu dibawah alamari tepatnya saat lo keluar dari dari rumah gue" Terang Caca. "Sekarang lo jelasin sama gue, apa maksud obat ini? Apakah lo yang mengkonsumsi obat ini?" Tanya Caca beruntun.


"Kalau iya kenapa? Lo kau ngadu sama papa? Atau lo mau bilang kalau gue ******?" Tanya Rere sembari beranjak berdiri.


Caca yang mendengar itu membulatkan matanya dengan sempurna, Caca memang tergolong gadis yang nakal dan juga licik sama halnya seperti Rere. Tetapi ia tidak pernah melakukan hal rendahan semacam itu. Apalagi demi uang, meskipun Rere dari keluarga yang biasa saja, tetapi ia tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu.


"Tapi kenapa lo lakuin itu?" Tanya Caca yang juga ikut berdiri.


"Gue engga pernah menginginkan itu, saat itu gue sedang dalam keadaan mabuk" Ujar Rere.


"Kapan lo melakukan itu? Dan sama siapa?" Tanya Caca lagi.


"Malam perayaan pesta pernikahan Aldi dan Lolita" Jawab Rere dengan santai.


Caca semakin dibuat terkejut. Bola matanya membulat dengan sempurna. Itu kejadian yang sangat lama, tetapi Rere tidak pernah menceritakan kepadanya, bahkan selama ini mereka berdua tinggal bersama.


"Dan dengan siapa gue melakukan itu lo engga perlu tahu" Imbuh Rere.


"Kalau lo sekarang engga mau berteman dengan gue, silahkan Lo pergi dari rumah gue" Ujar Rere lagi.


"Rere, lo sama gue itu udah berteman sejak dari SMP, kita sudah bersama sama dalam waktu yang tidak singkat. Dan masalah sebesar itu lo engga mau memberitahu gue?" Ujar Caca sembari mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur. Ia menatap Rere dengan tatapan kecewa, marah dan bercampur aduk.


"Jika Lo masih menganggap gue sebagai teman lo, maka lo ceritakan dengan detail kejadian itu!" Pinta Caca.


Rere mengembuskan nafasnya, ia kemudian mendudukkan dirinya disebelah Caca kemudian mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Flashback On


"Aku sangat benci sama Lo Lolita. Lo selalu saja mendapatkan apa yang gue inginkan" Ucap Rere, gadis itu kemudian berlari keluar dari ballroom tempat acara di adakan. Begitu juga dengan orang tua Rere dan juga Caca.

__ADS_1


Setelah mengucapkan kalimat terkahirnya, Rere langsung berlari keluar dari ballroom tempat dimana acara pesta pernikahan Aldi dan Lolita diadakan. Begitu juga dengan orang tua Rere dan Caca, mereka berusaha mengejar Rere tetapi mereka kehilangan jejak Rere karena mereka kalah cepat dengan lift yang tertutup.


Setelah keluar dari dalam lift, Rere langsung masuk kedalam taxi yang kebetulan baru saja mengantarkan tamu.


Ia meminta supir taxi tersebut untuk mengantarkannya kesebuah bar yang ada di Jakarta.


Sesampainya di bar ia berpapasan dengan Disa yang juga terlihat sangat kacau, sama halnya dengan Rere, Disa juga merasakan kecewa dan patah hati yang mendalam.


"Lo disini juga" Seru Disa kepada Rere yang sekarang sedang menatapnya.


"Iya, emang kenapa? Engga boleh" Ketus Rere yang kemudian berjalan masuk terlebih dahulu kedalam bar tersebut.


Suara musik yang memekakkan telinga dan bau alkohol yang sangat pekat itu menyambut kedatangan mereka berdua.


Rere mendudukan dirinya disebuah sofa yang terletak di pojok ruangan, dan ia pun mulai meminta pelayanan bar tersebut membawakan dua botol wine.


"Sepertinya kita sedang berada di posisi yang sama, cuma bedanya gue tidak mempermalukan diri sebelum pergi" Seru Disa yang tiba tiba datang dan mendudukkan dirinya tepat dihadapan Rere.


Pelayanan tiba tiba datang dengan membawa dua botol wine dan satu cawan.


"Tolong satu cawan lagi" Ujar Disa kepada pelayan berjenis kelamin laki laki tersebut.


"Baik nona" Ujar pelayan itu yang kemudian berlalu untuk mengambilkan cawan untuk Disa.


Rere menungkan wine yang kedalam cawan kemudian mengangkatnya dan memperhatikan cawan yang berisikan air berwarna putih.


"Jadi?" Tanya Rere sembari mengalihkan perhatiannya kearah Disa.


Disa menungkan wine yang sama kedalam cawannya kemudian mengangkatnya dihadapan Rere. Mereka berdua pun bersulang kemudian meneguk wine tersebut dalam satu tegukan.


Dan itu mereka berdua lakukan berulang kali sehingga membuat mereka menghabiskan banyak wine dan membuat mereka berdua mabuk. Itu terlihat dari beberapa botol wine kosong yang berjajar diatas meja dan cara berbicara mereka yang mulai melantur.


"Sukurin, patah hati kan lo karena Aldi sudah punya istri ternyata hahaha" Racau Disa pada Rere. Mereka berdiam sepertinya sudah benar benar mabuk.


"Elo juga hahaha, nangis lo nangis" Ucap Rere sambil tertawa.


Tiba tiba seorang laki laki datang menghampiri mereka. Rere dan Disa pun sama sama mendongakkan wajahnya.


Rere mengeryitkan dahinya untuk menatap dengan jelas wajah laki laki yang ada di depannya. "Kevin" Gumam Rere.


Tapi laki laki itu hanya diam tak menyahuti sambil menatap Rere. Sedangkan Disa, gadis itu tiba tiba berdiri sambil merangkul lengan Kevin.


Tidak ada muka terkejut sama sekali diwajah Kevin. Ia malah membalas merangkul bahu Disa.


"Ayo kita pulang" Ajak Kevin pada Disa.


"Kevin ini gue Rere kekasih lo, gue minta maaf karena sudah menduakan lo" Racau Rere. Namun Kevin masih tidak menghiraukan. Ia malah menggendong tubuh Disa dan membawanya keluar dari dalam bar.

__ADS_1


"Kevin" Teriak Rere. Namun Kevin sama sekali tidak menoleh dan terus melanjutkan langkahnya membawa Disa.


"Kenapa semua ninggalin gue, kenapa" Racau Rere sambil kembali mendudukkan dirinya.


"Aldi dan Kevin, mereka semua memilih cewek lain. Bukankan gue lebih cantik dari pada mereka" Rere terus saja meracau sampai akhirnya ia kehilangan kesadarannya. Tanpa ia sadari ada seseorang yang diam diam memperhatikannya.


Rere pun menyandarkan kepalanya di atas meja, dan seseorang tiba tiba menghampiri dirinya. "Gadis yang menarik" gumam laki laki itu sembari menepiskan senyumnya.


Ia kemudian menggendong Rere yang sudah tidak sadarkan diri dan membawanya keluar dari dalam bar tersebut dan membawanya kesebuah hotel.


Sesampainya di hotel laki laki itu meletakkan tubuh Rere dengan sangat hati hati dan ia pun membantu Rere melepaskan high heelsnya. "Aldi" Gumam Rere dengan mata yang masih terpejam.


Mendengar itu laki laki itupun mengehentikan aktivitasnya setelah kedua high heels milik Rere terlepas.


Ia menepuk pelan wajah Rere. "Nona" Panggil orang itu pelan.


Rere pun mengerjabkan matanya, samar samar matanya menangkap sosok laki laki berwajah tampan. Melihat itu Rere pun tersenyum senang.


"Aldi, aku tahu kamu pasti akan memilihku" Gumam Rere hingga membuat laki laki itu mengeryitkan dahinya.


Rere langsung merubah posisinya menjadi duduk, ia dengan cepat menarik tengkuk laki laki yang ia kira adalah Aldi dan dengan cepat ia ******* habis bibir laki laki itu.


Awalnya laki laki itu terkejut, tetapi ia merasakan tubuhnya merespon hingga membuat laki laki itu tidak menolak ciuman Rere dan membalasnya.


Rere yang mendapatkan balasan itupun merasa senang bukan main, hingga mereka berdua kehabisan nafas.


"Aldi, jika dengan cara seperti ini aku bisa mendapatkan kamu, maka lakukanlah sekarang" Ujar Rere sembari kembali mencium mulut laki laki yang ia anggap Aldi. Dengan bruntal Rere menurunkan ciumannya dan turun ke leher, memberikan jejak merah disana hingga akhirnya kejadian panas itupun terjadi.


Flashback off


"Sekarang lo udah tahu kan, jadi lo mau apa?" Seru Rere setelah selesai menceritakan kejadian beberapa bulan yang lalu.


"Re, apa lo engga Ingin memperbaiki hubungan Lo dengan Lolita?" Tanya Caca dengan sangat hati hati.


.


.


.


.


Mampir juga ke karya saya yang berjudul "DaRain Love Story" Buat kalian yang mencintai tapi tidak dicintai, buat kalian remaja yang suka uwu uwu pokonya harus baca, ini mewakili perasaan banget dong



Apa kalian engga penasaran dan mau baca? ceritanya se narutal dan se uwu ini?

__ADS_1


Yuk buruan cek dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa vote dan like.


wajib baca ya guys, maksa dikit gpp ya😂 follow juga ig aku @indriantika26


__ADS_2