
"Bunda ternyata sangat dekat ya dengan Felisha, sudah seperti anak dan ibu" Seru Lolita setelah ia sampai didalam kamarnya. Ia segera berlalu menuju ruang ganti untuk mengambil baju tidurnya.
Aldi mengikuti Lolita yang sedang memilih milih baju tidur dengan berbagai motif yang tertata rapi di tempatnya.
"Iya sih, padahal mereka jarang ketemu, tapi bisa dekat" Jawab Aldi.
"Ooo, mungkin karena bunda cepat akrab ya orangnya" Ujar Lolita sembari mengambil salah satu baju tidur dengan motif panda. Meskipun Lolita statusnya sudah menjadi seorang ibu, tetapi tetap saja ia tidak bisa menghilangkannya sisi remaja dan kekanakannya begitu saja, apalagi di usianya sekarang yang masih terbilang sangat muda.
"Iya, dia memang cepat akrab dengan anak orang lain, tetapi tidak dengan anak sendiri" Ujar Aldi.
Lolita merasa seperti salah berbicara, ia segera membalikkan tubuhnya berhadapan dengan tubuh suaminya, ia sedikit mengangkat dagunya untuk menatap manik mata suaminya yang juga menatapnya.
"Bunda itu bukannya engga bisa cepat Akrab sama kamu, tapi karena mungkin bunda merasa bersalah karena dulu tidak bisa mencurahkan kasih sayang kepada kamu layaknya ibu ibu yang selalu bisa menemani anaknya, jadi mungkin juga bunda merasa canggung saat ingin mengajak kamu untuk bercanda gurau layaknya anak dan orang tua seperti biasanya" Terang Lolita.
"Tetapi mungkin semua itu sudah terlambat, sekarang aku adalah seorang orang tua bukan lagi seorang anak kecil yang bisa bermain dan bercanda sepuasnya dengan mama dan papa mereka" Jawab Aldi.
"Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kesalahan, bukannya selama ini hubungan kamu dan ayah bunda baik baik saja meskipun tidak terlalu banyak komunikasi dan terbuka" Lolita menjeda ucapannya. Ia mengalungkan tangannya di leher Aldi.
"Sedewasa apapun seseorang, kalau di hadapan orang tua mereka, tetap saja mereka itu anak kecil" Imbuh Lolita sembari melepaskan kalungan tangannya dari leher Aldi kemudian mencubit gemas hidung Aldi dan berlalu dari sana untuk mengganti pakaiannya.
Sedangkan Aldi, ia masih terdiam ditempatnya, mencoba mencerna perkataan istrinya.
******
Lolita baru saja keluar dari dalam kamar mandi mengenakan baju tidur yang sebelumnya ia ambil dari ruang ganti. Tetapi ia tidak mendapati sosok Aldi di atas tempat tidurnya.
Terlihat pintu balkon yang terbuka, serta tirai putih tipis yang bergerak melambai lambai akibat angin malam yang menggerakkannya.
Lolita melangkahkan kakinya menuju Balkon yang pintunya terbuka, barangkali Aldi sedang berada di sana.
Dan benar saja, terlihat laki laki itu sedang duduk diatas kursi malas dengan kedua tangannya yang terlibat di belakangnya sebagai bantalan, serta tahapan matanya yang menatap kearah sembarangan.
"Kenapa?" Tanya Lolita sembari mendudukkan dirinya disebelah Aldi. Lebih tepatnya di sandaran tangan kursi.
"Cuma lagi berfikir" Jawab Aldi tanpa mengalihkan perhatiannya.
"Tentang?" Tanya Lolita sembari mengangkat sebelah alisnya.
Aldi merubah posisinya menjadi duduk bersandar, ia menarik tubuh Lolita sehingga membuat tubuh wanita itu jatuh tepat di atas pangkuannya dengan Aldi yang memeluk erat tubuh Lolita. Paha Lolita yang berada di atas sandaran tangan kursi itu membuat paha mulus Lolita terlihat sangat menggoda.
"Tentang bagaimana caranya malam ini aku memuaskan kamu" Jawab Aldi lembut tepat di telinga Lolita sehingga membuat si empu merasakan geli hingga menusuk ke ceruk lehernya.
Lolita menarik salah satu sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman smirk di wajahnya. "Tetapi sayangnya kamu harus menahan rencana kamu untuk memuaskan aku itu sampai minggu depan" Ujar Lolita, tangan perempuan itu sibuk bermain main didada bidang Aldi yang hanya terbalut dengan kaus putih polos.
Mendengar itu Aldi segera memudarkan senyuman di wajahnya. Raut wajahnya berubah menjadi kecewa. Ia sangat ingin melakukan saat ini juga, tetapi ia harus menunggu selama satu minggu kedepan lagi.
"Sepertinya suami ku sangat kecewa" Ujar Lolita sembari mengelus rahang tegas Aldi yang terasa sangat halus di tangannya karena laki laki itu rajin mencukur rambut rambut halus di area janggut hingga rahangnya.
Lolita semakin mendekatkan wajahnya hingga tiada jarak yang mengikisnya dan langsung membenamkan bibirnya di bibir Aldi.
__ADS_1
Mendapatkan perlakuan Lolita yang seperti tidak biasanya Aldi pun terkejut, tetapi ia segera membalas ciuman dari istrinya itu, saling menjelajahi satu sama lain. Salah satu tangan Lolita melingkar di leher Aldi, sedangakan salah satunya lagi bermain main di dada Aldi sehingga membuat laki laki itu menjadi panas.
Di tambah Lolita yang semakin memperdalam ciumannya dan tidak memberikan celah sedikitpun buat Aldi melepaskannya, Lolita terlihat lebih agresif dari sebelum sebelumnya hingga membuat hasrat Aldi seperti sudah diujung kepala dan meminta melampiaskannya sekarang juga. Nafas laki laki itu pun sudah mulai memburu dan ingin melakukan lebih dari sekedar berciuman, tetapi Lolita segera melepaskan panggutannya. Dilihatnya wajah suaminya yang sudah memerah menahan gairah dengan nafasnya yang memburu tak karuan.
Aldi menatap Lolita dengan tatapan sendu, sedangakan Lolita menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang memuaskan. Ia segera turun dari atas pangkuan Aldi. "Tidak ada lebih, puasa satu minggu" Ucap Lolita yang kemudian berlalu masuk kedalam kamarnya.
"S*it" Umpat Aldi kesal. Lolita nampaknya sedang memainkannya.
Ia segera turun dari atas kursi malas dan berjalan menuju ke kamar mandi, ia terpaksa harus melampiaskan hasratnya sediri malam ini.
Aldi berjalan frustasi sembari mengacak acak rambutnya dengan kesal, ia menutup dengan kasar pintu kamar mandi sehingga menimbulkan suara berisik akibat benturan yang terlalu keras. "Dia mempermainkan ku, awas aja nanti ku balas" Racunnya sembari memulai aktivitasnya.
*******
Sedangakan Lolita, perempuan itu merasa senang bukan main karena sudah berhasil memainkan hasrat suaminya yang terlihat polos, tetapi Sebenarnya tidak. Lolita sediri heran, Aldi yang terlihat polos dan sangat sopan seperti orang yang tidak membutuhkan belaian itu malah sangat agresif saat bermain di atas ranjang.
"Memang ya, orang kalau luarnya polos itu dalam los" Ujarnya.
"****** kan lo, tuntasin sono sendiri, abis buat gue kesel mulu sih, ona** kan jadinya, padahal gue engga datang bulan, orang belum tanggalnya xixixixi" Gumamnya lagi.
Drrtttt.....drtttt.....
Hp Lolita tiba tiba berbunyi, menandakan ada sebuah telfon masuk. Ia segera mengambil ponselnya yang di letakan di atas nakas, terlihat nama Yolanda tertera di layar ponselnya.
Ia segera menggeser icon hijau dan mendekatkan benda berlayar pipih itu kedekat daun telinganya.
"LOLITAAAAA....S**LAN LO MAEMUNAHHHHHHHHH GUE TELFONIN LO SEPULUH KALI ENGGA LO ANGKAT" Teriak Yolanda di sebrang telfon hingga membuat telinga Lolita tersentak dan menjauhkan ponselnya dari dekat daun telinganya.
"Abis lo, gue telfonin lo sepuluh kali engga lo angkat" Ujar Yolanda.
"Iya maap saroh, gue engga denger kalau lo nelpon" Ujar Lolita.
"Pasti lagi mojok kan lo, makannya ga denger, mentang mentang udah halal, yadong mulu keseharian lo" Racau Yolanda.
"Iri bilang bossss" Seru Lolita.
"Dih, gue? Iri sama lo? Hahahaha ya iya sih" Jawab Yolanda.
"Yee dasar, kebanyakan nonton drakor sama drachin sih jadi pengen, tapi lo ga usah coba coba, anak kecil belum boleh nanti di pukul mama" Ejek Lolita.
"A**ir, sini lo gue timpuk mulut lo pakai parut" Kesal Yolanda.
"Dah lah lo banyak banget b**od lo, ngapain lo nelpon gue malem malem gini, ganggu orang lagi seneng aja" Kesal Lolita.
"A**ir, mentang mentang abis mojok yang belum boleh mojok dibilang ganggu, temen lucknut lo" Racau Yolanda.
"Oh iya, gue nelpon lo ini sebenarnya mau ngajak lo main besok di rumah Amel. Kan besok weekend tuh, kita juga udah lama engga main berempat juga, bawa Aksa juga sekalian" Ujar Yolanda mengatakan maksud dan tujuan menelfonnya.
"Emm oke deh boleh, sekalian gue ada sesuatu yang mau gue ceritain" Ujar Lolita.
__ADS_1
"Oke oke ditunggu ye awas lo ga datang" Ancam Yolanda.
Setelah mengatakan maksud dan tujuannya, Lolita dan Yolanda tidak langsung mengakhiri telfonnya hingga hampir satu jam lamanya, dan Lolita baru menyadari kalau Aldi sedari tadi belum juga keluar dari dalam kamar mandi.
"Lama banget semedi atau ketiduran tuh bocah songong" Seru Lolita sembari menatap kearah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat.
"Apaan? Lo ngomong sama gue?" Tanya Yolanda diseberang telfon.
"Dih geer amat lo, siapa juga yang ngomong sama lo orang gue ngomong sendiri juga" Jawab Lolita.
"Gila Lo ngomong sendiri, keknya setelah nikah dan punya anak bukan semakin waras tapi semakin gila" Seru Yolanda.
"Ah bacod lo, udah ah gue tutup telfonnya" Ujar Lolita yang kemudian langsung memutus telfonnya.
Lolita menyimpan ponselnya di tempat yang semula, ia turun dari atas tempat tidurnya dan berjalan dengan mengendap endap menuju pintu kamar mandi.
Ia mencoba menguping apa yang sedang dilakukan suaminya itu didalam. "Ga ada suaranya" Gumam Lolita.
Lolita semakin mendekatkan daun telinganya di pintu, pun dengan tubuhnya. Tetapi tiba tiba pintu terbuka hingga membuat Lolita yang tadinya bersandar di pintu kini terjatuh menimpa dada bidang Aldi yang menatapnya datar.
"Eh sayang udah selesai?" Tanya Lolita dengan cengiran kudanya.
"Ngapain disini?" Tanya Aldi dengan nada dingin.
"Emm..." Lolita menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mencoba mencari alasan.
"Perut aku sakit banget, jadi aku mau ke kamar mandi, tapi kamu lama banget" Terang Lolita. Ia segera menerobos tubuh Aldi dan masuk kedalam toilet, tak lupa menutup pintu dan menguncinya.
"Huh amannn" Ucap Lolita sembari menghembuskan nafas lega.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Buat kalian yang nunggu nunggu, alsannya udah ku tulis di story ig ya man teman, jadi buat kalian yang udah follow pantengin aja ig ku, pasti ada info seputar up, buat yang belum follow bisa segera di follow agar tahu juga alsannya @indriantika26