Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)
Tamparan keras untuk Rere


__ADS_3

"APA APA INI, INI SEMUA PEMBOHONGAN" Teriak seseorang dari belakang hingga membuat atensi semua orang tersita untuk menatap kearah gadis yang kini sedang berdiri dan menatap tajam kearah Aldi dan Loli.


Gadis itu melangkah kakinya dan berhenti tepat di hadapan Aldi dan Lolita.


"Lo" Ucap Lolita ketika gadis itu sudah berhenti tepat di hadapannya.


Gadis itu sejenak menatap kearah Lolita. "Aldi, ini semua ngga lucu, katakan kepada semua orang bahwa ini hanyalah bercandaan, ini semua bohongan. Karena hari ini kita akan bertunangan" Ucap gadis itu sambil menggoyang goyangkan lengan Aldi.


"Bertunangan?" Tanya Lolita sambil menatap kearah Rere.


Semua orang pun mulai berbisik bisik membicarakan pernyataan dari putri keluarga Kusuma yang tak lain ialah Rere itu.


"Maaf sebelumnya, tapi gue ngga pernah bilang kalau bakal bertunangan dengan Lo" Ujar Aldi. Mendengar itu Rere seketika diam, ia bungkam.


Rere kemudian mengalihkan tatapannya kearah Lolita, ia menatap sengit kearah Lolita. "Elo, gue benci sama lo" Ucap Rere sambil mendorong tubuh Lolita. Namun Aldi segera menahan tubuh Lolita agar ia tidak terjatuh.


"Kamu tidak apa apa?" Tanya Aldi, dan Lolita pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Lolita kemudian berdiri dengan tegak, ia membalas tatapan Rere. "Gue juga sangat membencimu, tapi sayang sekali waktu gue terlalu berharganya hanya untuk membenci seseorang yang sudah menjadi bagian dari masalalu" Ucap Lolita dengan tegas.


Mendengar itu Rere sangat geram, ia menggertakkan gigi dan juga mengepalkan kedua tangannya.


"Lo ingat, dulu gue bahkan bisa merebut Kevin dari Lo, maka sekarang gue juga bisa merebut Aldi dari Lo" Jawab Rere penuh dengan penekanan.


"Gue sangat ingat, dan gue tidak akan membiarkan itu" Jawab Lolita.


"Sepertinya lo sangat menyukai bekasku ya" Imbuh Lolita.


Semua orang semakin membicarakan Rere dan keluarganya. Apalagi melihat orang tua Rere yang hanya diam menyaksikan.


"Rere, Lo ternyata tidak berubah ya. Hidup Lo ternyata selalu dipenuhi dengan keiri dan juga dengkian, Lo selalu saja menginginkan apa yang Gue Miliki" Ujar Lolita sambil melipat kedua tangannya didepan dada.


"Lo tahu, dengan cara Lo yang seperti ini Lo hanya akan mempermalukan diri Lo sendiri, Lo juga mempermalukan keluarga Lo" Imbuh Lolita lagi sambil mengedarkan pandangannya.


"Wah tidak menyangka kalau putri Tuan Kusuma ternyata menyukai laki laki yang sudah beristri" Ujar salah seorang kolega bisnis Putra.


"Benar sekali, bagaimana cara mereka mendidik putrinya hingga menjadi seperti itu" Imbuh salah satunya lagi.


"Sepertinya kita harus lebih pandai menjaga pasangan kita" Saut Yolanda sambil menggandeng tangan Regan dengan mesra.


"Cinta aku hanya untuk kamu sayang" Jawab Regan sambil terseyum menatap kearah Yolanda.


"Rere, lo dengar apa yang mereka katakan. Mereka bahkan membawa bawa orang tua lo yang bahkan tidak bersalah dalam hal ini" Ujar Lolita lagi.


Namun Rere hanya diam, ia seperti sudah kehabisan kata kata, ia merasa sangat malu karena melakukan sesuatu tanpa berfikir terlebih dahulu.


"Kami memang sudah menikah, untuk apa kita membohongi semua orang dengan lelucon macam ini" Seru Lolita sambil mengangkat tangannya begitu juga dengan Aldi. Mereka memperlihatkan cincin yang tersemat dijari manisnya.


"Aku sangat benci sama Lo Lolita. Lo selalu saja mendapatkan apa yang gue inginkan" Ucap Rere, gadis itu kemudian berlari keluar dari ballroom tempat acara di adakan. Begitu juga dengan orang tua Rere dan juga Caca.


Melihat itu, Lolita menurunkan tangannya, ia kemudian menghembuskan nafas dan memasang senyum manis di wajahnya.


"Are you okey?" Tanya Aldi sambil merangkul bahu istrinya.


"I'm okey" Jawab Lolita sambil tersenyum dan mendongakan wajahnya menatap Aldi.


"Mohon perhatian semuanya, maaf karena pesta mengalami sedikit kekacauan, sekarang kalian bisa menikmati hidangan yang sudah disiapkan" Ujar Aldi kepada semua tamu undangannya.


Semua orang pun mulai menikmati makanan yang sudah dihidangkan dan melupakan kejadian memalukan beberapa menit yang lalu.


"Gue mau pulang" Ucap Disa tiba tiba. "Disa lo okey?" Tanya Devi.


"Gue okey" Ucap Disa lalu berjalan keluar dari ballroom tersebut.


Aldi merangkul pinggang Lolita, ia berdua berjalan menghampiri Nara dan juga Satya yang berdiri di antara keluarganya.


"Sayang kamu tidak apa apa?" Tanya Wilna ketika Lolita sudah berada di hadapannya.


"Lolita tidak apa apa bunda" Jawab Lolita sambil tersenyum.


"Ya, inilah alasan ayah kenapa mengadakan pesta pernikahan ini. Karena beberapa minggu yang lalu Kusuma datang kepada Ayah dan meminta Ayah untuk membujuk Aldi untuk menjadi kekasih putrinya karena putrinya yang mengancam akan mengakhiri hidupnya" Tutur Putra.


"Terimakasih ayah" Jawab Lolita sambil tersenyum. "Tapi yah, kejadian tadi pasti akan berdampak buruk pada kehidupan bisnis papa Rere" Imbuh Lolita.


"Kenapa kamu masih memikirkan mereka yang bahkan sama sekali tidak memikirkan kamu sayang?" Tanya Nita.


"Mama, mama tahu sendiri kan kalau Rere sama Lolita itu dulu bersahabat. Dan Orang tua Rere sama sekali tidak terlibat dalam pertengkaran Lolita dan Rere" Jelas Lolita.


"Iya itu benar ayah, itu semua murni karena Rere terlalu terobsesi dengan Aldi dan juga iri dengan Loli" Imbuh Aldi.


"Kalian berdua tenang saja. Itu akan menjadi urusan ayah" Tutur Putra.

__ADS_1


"Terimakasih ayah" Ucap Lolita tulus.


"Ah Kak Nara" Ucap Lolita sambil memeluk Nara. "Kaka Nara fine?" Tanya Lolita sambil melepaskan pelukannya.


"Kenapa kamu bertanya kepada kakak, jelas jelas kakak fine dan kamu yang baru saja mengalami problem" Jawab Nara sambil tersenyum.


"Loli selalu fine" Jawab Lolita. "Iya iya, kakak juga fine. Dan kakak sangat berterimakasih sekali dengan kamu. Karena berkat kamu, Maura sudah mendapatkan pendonor" Ujar Nara sambil tersenyum lembut.


"Kak Nara itu semua bukan karena Loli, itu karena Ayah dan Aldi" Jawab Lolita sambil menatap ayah mertua dan suaminya secara bergantian.


"Iya, terimakasih ya Om Putra, Aldi. Kalau tidak karena kalian mungkin Nara sudah tidak ada di tengah tengah kalian seperti ini" Ujar Nara sambil menatap kearah Aldi dan Ayahnya secara bergantian.


"Iya nak, tidak masalah. Kalau kamu butuh apa apa kamu bilang sama om, kita semua sudah menganggap kamu seperti putri kami sendiri" Jelas Putra.


"Iya om" Jawab Nara sambil tersenyum.


"Jantung apaan sih yang kalian omongin? Jantung ayam?" Tanya Satya yang memang tidak mengetahui mengenai masalah donor jantung.


"Iya, kok papa juga ngga tahu" Imbuh Doni. "Lolita jantung apa?" Tanya Doni.


"Papa tanya aja sama Kak Nara, Loli mau ke teman teman" Pamit Lolita. Ia kemudian berjalan beriringan dengan Aldi menyusul teman temannya yang sedang mengobrol.


"Hallo" Sapa Lolita kepada semua temannya.


"Aciieeee yang sekarang hubungannya sudah diketahui publik, sudah tidak main kucing kucingan lagi" Goda Yolanda sambil menyenggol Lolita. Lolita yang mendengar itu hanya tersenyum malu.


"Oo hai, lo disini juga?" Sapa Lolita pada kekasih Sisi.


"Iya, Sisi yang ngajak lo ngga masalah kan?" Tanya orang itu.


"Tentu saja tidak" Jawab Lolita sambil tersenyum.


"Maaf gue terlambat" Ucap seseorang yang baru saja datang dengan seorang wanita cantik disebelahnya.


"Ehhh babang Andra, kemana aja bang?" tanya Lolita ketika melihat Andra tiba.


"Tadi gue ada sedikit urusan, maaf ya" ucap Andra. "Iya ngga papa" Jawab Lolita.


"Selamat ya Lolita" Ucap gadis yang bersama Andra. "Iya terimakasih" Ucap Lolita sambil tersenyum.


"Anak lo kemana Lol, kok ngga kelihatan?" Tanya Amel.


"Eh iya, gue kelupaan anak gue kemana ya" Ucap Lolita sambil celingukan.


"Aksa ada di kamar sama mbak Lili, tenang dia sudah aman jadi kita bisa membuat adek buat Aksa" Ucap Aldi. Mendengar itu rona merah seketika menjalar dari pipi hingga ketelinga Lolita.


"Pura pura ngga denger" Ucap Evan sambil menutup telinganya.


"Dedek masih polos bang, baru 10 tahun ngga boleh ngomong yang jauh jauh" Ujar Yolanda.


"Bwahahaha" Tawa semua orang pun seketika pecah.


"Hallo Tuan Aldi" suara seseorang dari belakang Aldi seketika membuat tawa semua orang reda.


Aldi pun membalikkan badannya. "Tuan Adam" Sapa Aldi, ia mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan kliennya yang sempat ada pertemuan dengannya. Laki laki tampan yang masih seumuran dengan Satya itu pun menerima jabatan tangan Aldi.


"Panggil saja Mas Adam agar lebih akrab, lagian kita juga sepertinya tidak terlalu jauh umurnya" Ujar laki laki yang masih seusia Satya itu.


"Ah iya Mas Adam, Mas juga panggil saya Aldi saja, saya masih muda mas belum tua" Ujar Aldi sambil terkekeh.


"Lo, gue aja biar lebih akrab. Lagian sekarang kita sedang tidak dalam bisnis" Ujar Adam.


"Iya Mas" Jawan Aldi sambil tersenyum.


"Gue sangat tidak menyangka kalau ternyata Lo mendahului gue dalam urusan pasangan" Ujar Adam berbosa basi sambil tersenyum dam sesekali meneguk anggur yang di bawanya.


"Gie juga tidak menyangka mas, buruan nyusul" Jawab Aldi.


"Iya kalau sudah menemukan pasangan yang pas" Jawab laki laki yang bernama Adam itu.


"Kenalin mas, ini istri gue Lolita" Ujar Aldi memperkenalkan Lolita pada rekan bisnisnya.


"Lolita" Ucap Lolita sambil mengulurkan tangannya.


"Adam" Jawab Adam sambil menerima uluran tangan Lolita. Dan setelah itu Lolita langsung melepaskan jabatan tangannya dengan Adam.


"Kamu mau minum sayang?" Tanya Aldi pada Lolita.


"Boleh" Jawab Lolita.


"Pelayanan" Panggil Aldi pada pelayan laki laki yang kebetulan melintas di hadapannya.

__ADS_1


Ia mengambil dua gelas orange jus yang berada di atas nampan dan memberikan salah satu gelas itu kepada Lolita.


"Terimakasih" Ucap Lolita sambil menerima gelas itu.


"Iri gue" Ucap Adam tiba tiba sambil tertawa.


"Mau gue ambilkan juga mas?" Tawar Aldi.


"Tidak perlu, ini saja belum habis" Ujar Adam sambil menunjukkan gelas yang ada di tangannya.


.


.


.


.


.


.


.


Hallo All👋


Sekarang sudah Senin dan jumpa lagi bersama dengan author yang suka halu sampai sampai malu😂😂


Tandai typo dan revisi akan dilakukan besok. sekarang author mau bocan dulu okey.


Bonus


Aldi



Lolita





Rere



Caca



Disa



Devi



Stella



Kevin



Ethan



Bang Satya



Nara



Jangan mengomentari Visual karena tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan. Kalian bisa membayangkan dengan model yang kalian inginkan.

__ADS_1


Bukan masalah cantik atau tampan peran utama dan pendukung. Tapi yang terlihat memiliki karakter seperti di cerita.


Jadi kalau kalian tidak suka tidak masah dan author tidak akan mengganti model.


__ADS_2