
Malam harinya.
Lolita sedang mendudukkan dirinya didepan meja riasnya dengan balutan gaun yang sudah dipilihkan oleh Aldi.
Gadis itu kini sedang memilih anting yang cocok untuk ia kenakan. Pilihan Lolita jatuh pada anting dengan tiga mata berlian dan mutiara di bawahnya.
Lolita langsung memasang anting itu di kedua telinganya secara bergantian, setelah itu ia kembali menatap penampilannya di depan cermin.
"Kamu sudah siap?" Tanya Aldi yang baru saja masuk kedalam kamar, ia memeluk tubuh Lolita dari belakang.
Lolita menatap pantulan dirinya dan Aldi di cermin, ia kemudian memutar lehernya lalu mencium rahang tegas Aldi.
"Heem" Jawab Lolita. Aldi kemudian memutar tubuh Lolita dan membantu istrinya untuk berdiri hingga kini posisi keduanya saling berhadapan dengan Aldi yang memegang pinggang Lolita dan Lolita yang mengalungkan tangannya dileher Aldi.
"Ya udah ayo kita berangkat" Ajak Aldi. "Aksa?" Tanya Lolita.
"Aksa sudah berangkat terlebih dahulu sama Bunda, mungkin sekarang dia sedang berada di kamar hotel" Jelas Aldi, Lolita pun menganggukkan kepalanya.
Lolita melepaskan tangannya dari leger Aldi, dan mereka pun keluar bersama dengan posisi Aldi yang merangkul pinggang Lolita.
****
"Rere buruan sayang!" Teriak mama Rere.
"Iya ma sebentar" Teriak Rere dari dalam.
"Haduh pa, anak gadismu itu dandannya lama sekali" Ucap mama Rere sambil menggelengkan kepalanya.
"Mama, papa, gimana Rere udah cantik belum?" Tanya Rere yang baru saja turun dari kamarnya dengan balutan long dress yang memiliki belahan dada yang cukup terbuka.
"Anak papa memang ter the best" Ujar sang papa sambil mengacungkan jempolnya.
"Ya udah yuk Pa, Ma kita berangkat nanti telat" Ujar Rere semangat.
"Ya udah ayo" Ajak sang papa. Anak dan orang tua itu pun kemudian masuk kedalam mobil yang sama.
****
Hening, itulah suasana dalam mobil Aldi sekarang, hanya deru mesin mobil yang terdengar.
Aldi melirik kearah Lolita yang terlihat gugup, sedari tadi ia meremas remas tangannya hingga mengeluarkan keringat dingin.
Aldi menurunkan salah satu tangannya dari atas kemudi lalu menggenggam tangan Lolita.
Lolita menoleh kearah Aldi, begitu juga dengan Aldi. Aldi melemparkan senyum kearah Lolita seakan mengatakan semua akan baik baik saja. Lolita pun membalas senyuman Aldi.
****
Grand Hyatt Hotel
Aldi menghentikan mobilnya tepat di depan pintu Lobi hotel tersebut.
Ia melepaskan seatbeltnya kemudian turun terlebih dahulu dari pada Lolita. Ia kemudian berjalan ke tempat duduk Lolita dan membukakan pintu untuk istrinya.
Lolita pun turun dari mobil Aldi, dan Aldi kembali menutup pintu mobilnya. Aldi menyerahkan kunci mobilnya kepada salah satu penjaga dihotel itu. "Tolong parkiran mobil saya dan berikan kunci mobil saya kepada meja resepsionis!" Pinta Aldi. Penjaga itu pun mengangguk kemudian mempakirkan mobil milik Aldi.
Aldi menaruh tangan kanannya di pinggangnya dan Lolita seketika menggandengnya.
Mereka berjalan bersama memasuki hotel tersebut. Memasuki lift dan menekan angka 10, dan lift pun melaju membawa pasutri itu.
Ting
Pintu lift pun terbuka dan mereka berdua pun keluar dari dalam lift tersebut.
Kedatangan mereka di sambut oleh Putra dan Doni. "Kalian sudah tiba" Ujar Doni. Aldi dan Lolita pun mengangguk.
"Semua tamunya sudah datang jadi kita bisa memulai acaranya" Seru Putra.
"Oke Yah, Pa" Jawab Putra.
__ADS_1
Doni dan Putra kembali masuk kedalam ballroom, sedangkan Aldi masih diluar bersama dengan Aldi.
"Kamu ngga usah gugup okey" ucap Aldi sambil merapikan rambut Lolita. Dan Lolita pun mengangguk.
****
"Selamat malam semua" Sapa Putra pada semua tamu undangannya.
Semua tamu yang diundang pun mengalihkan perhatiannya ketempat dimana putra berdiri.
"Sebelumnya saya mau menjelaskan, sebenarnya ini adalah pesta anniversary ke 2 tahun" Ujar Putra.
Mendengar itu semua orang mulai bertanya tanya, bukankah Putra dan Wilna sudah lama menikah kenapa ini acara anniversary yang ke 2 tahun?.
"Sebelumnya saya mau memberikan pengumuman mengenai masa depan Putra sulung saya Aldi Ferlando Putra dengan pasangannya"
Mendengar itu Rere yang sedang berdiri bersama dengan mama dan papanya tersenyum senang. "Pasti om Putra mau memberitahukan kalau gue dan Aldi bakal tunangan" Pikir Rere.
"Saya minta maaf kepada semuanya karena tidak memberitahukan kepada kalian semua" Mendengar itu, semua orang semakin di buat penasaran tak terkecuali teman teman Lolita.
"Sebenarnya ini adalah pesta perayaan pernikahan sekaligus perayaan Anniversary Putra saya dan Istrinya" Jelas Putra.
Mendengar itu semua orang pun terkejut bukan main, tak terkecuali Rere, Disa, Kevin dan juga keluarganya.
"Pesta pernikahan?" Ucap Rere dengan gerakan bibir.
"Ma, pa Aldi" Ucap Rere sambil menoleh ke arah mama dan juga papanya.
"Sabar sayang, papa juga tidak tahu" Ucap sang papa menenangakan.
*:/
Sama halnya dengan Rere, Disa tak kalah syok mendengar Aldi yang ternyata sudah menikah.
"Gue ngga percaya" Ucap Disa rasanya kakinya tidak mampu lagi untuk menompang tubuhnya.
"Sabar Disa sabar, mungkin ini cuma prank" Ucap Stella menengangkan begitu juga dengan Devi.
"Kenapa lo senyum senyum Vin?" Tanya Ethan.
"Apa tadi lo ngga denger, apa kata Papa Aldi, kalau Aldi itu sudah menikah, berarti gue masih ada kesempatan buat deketin Lolita" Ucap Kevin senang.
****
Banyak orang yang bertanya tanya kenapa anak sulung Putra itu menikah muda, apakah putra kebanggaannya itu bunting anak orang sehingga ia menikahkan anaknya terburu buru dan tanpa sepengetahuan siapapun.
Berbeda dengan teman teman Lolita yang nampaknya biasa saja. Mereka malah terlihat sangat bahagia.
Tiba tiba pintu ballroom terbuka hingga membuat perhatian semua orang tersita untuk menatap kearah pintu.
Terlihat Aldi dan Lolita yang berjalan beriringan di atas red karpet dengan senyum manisnya.
Melihat itu, senyum Kevin seketika luntur dari dari muka tampannya. Matanya menatap kearah Lolita yang tersenyum bahagia dengan tatapan penuh luka dan kecewa.
Begitu juga dengan Rere, rasanya ia tertampar sangat keras ketika melihat Aldi dan Lolita sedang berjalan bersama.
"Jad--jadi dia is-istri Aldi bukan kekasih Aldi" Ucap Devi terbata bata sambil membekap mulutnya.
"Astaga Stella apakah aku sedang bermimpi?" Tanya Devi. Sedangkan Stella hanya diam membisu sambil menatap Disa yang juga hanya diam tak berkutik sedikit pun.
"Aaaa gue gak nyangka kalau ternyata ini adalah pesta perayaan Aldi dan Lolita" Ujar Amel.
"Gue juga tidak nyangka" Saut Sisi.
"Lolita dan Aldi sangat cocok" Puji Yolanda. "Cantik dan ganteng" imbuh Yolanda sambil memegang kedua pipinya.
"Seperti apa ya kira kira reaksinya cewek cewek yang ngejar Aldi" Pikir Amel.
"Ntahlah" Jawab Yolanda sambil mengangkat bahunya.
__ADS_1
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Kenapa Dia" Ucap Rere sambil menatap Aldi dan Lolita dengan tatapan penuh kebencian.
Teman teman kampus Aldi pun mulai membicarakan soal Rere yang mengaku ngaku kalau dirinya adalah tunangan Aldi. Bahkan cacian dan tawa mengejek itu sampai terdengar ketelinga Rere hingga membuat gadis itu semakin membenci Lolita.
"Lihat tuh Rere, nangis nangis dia sampai rumah" Ucap salah satu teman Rere.
"Iya tuh, dengan percaya dirinya dia ngaku ngaku sebagai tunangan Aldi" Imbuh salah satu temannya.
"Hallo semua selamat malam, saya Aldi Ferlando Putra" Ucap Aldi dengan lantang saat ia sudah sampai di depan.
"Dan ini, Lolita Fanesya Angel dia adalah istri saya, dan saya juga sudah memiliki buah hati" Ucap Aldi memperkenalkan Lolita kepada semua teman kampus, SMA dan juga kolega bisnis papanya.
"Bisa dijelaskan tidak alasan kalian menikah? Atau jangan jangan kalian nikah karena hamil diluar nikah?" Tanya seorang reporter.
Aldi menatap kearah Lolita yang terlihat gugup, ia kemudian menggenggam tangan Lolita dan menatap kearah reporter tersebut. "Saya menikah dengan istri saya bukan karena ia hamil duluan, kita menikah karena perjodohan yang dilakukan oleh orang tua kita. Dan itu semua semata mata untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Dan saya sangat mencintai istri saya" Jelas Aldi tanpa ragu sedikitpun.
"Terus kenapa kalian harus menyembunyikan status kalian yang sudah menikah?" Tanya reporter itu lagi.
"Tidak ada alasan tertentu, itu semata mata hanya karena kita masih seorang pelajar di SMA" Jawab Aldi dengan tenang.
"Apakah anda punya bukti kalau kalian memang benar benar menikah bukan karena hamil duluan?" Tanya reporter itu.
Aldi menoleh kebelakang, ia memanggil pengacara keluarganya. "Ini Tuan" Ucap pengacara itu sambil memberikan dua buah buku nikah milik Aldi dan Loli.
Aldi pun menerima itu dan memberikan kepada reporter yang mewawancarainya.
"19 Maret 2018" Ujar Report itu membaca tanggal pernikahan Aldi.
"Saya menikah saat kelas 11 SMA dan memiliki buah hati yang sekarang sudah berusia 3 bulan" Jelas Aldi.
Reporter itu memberikan kembali buku nikah milik Aldi dan Lolita, Aldi pun menerima buku itu dan memberikan kembali kepada pengacara keluarganya.
"Sesi tanya jawab di tutup dan mari kita memulai acaranya" Ucap Pembawa acara.
Reporter yang hendak mengajukan pertanyaan lagi pun mengurungkan niatnya dan mundur.
Memang, keluarga Aldi sudah menyiapkan semuanya dengan matang, karena ia tahu pertanyaan semacam itu akan terlontar.
Sehingga ia sudah membuat persiapan yang sangat matang untuk menghindari omong kosong orang orang.
"Tuan muda dan Nona muda silahkan memotong kuenya" Ucap pembawa acara sambil menyerahkan pisau yang dihiasi dengan pita.
Aldi pun menerimanya dan mereka berdua memotong kue bersama sama.
"Aldi suapi Lolita" Teriak Yolanda.
"Iya Aldi ayo suapi Lolita" Imbuh Amel.
"Bener tuh ayo suapi Lolita" Teriak Regan.
Aldi pun tersenyum, ia mengambil potongan kue pertamanya dan menyuapkan kedalam mulutnya Lolita. Begitu juga dengan Lolita yang menyuapi Aldi.
Tepuk tangan meriah pun mereka semua berikan kepada pasutri muda itu.
"APA APAAN INI, INI SEMUA PEMBOHONGAN" Teriak seseorang dari belakang hingga membuat atensi semua orang tersita untuk menatap kearah gadis yang kini sedang berdiri dan menatap tajam kearah Aldi dan Loli.
.
.
.
.
.
Maaf kalau ngga sesuai yang kalian inginkan. dan mungkin untuk beberapa hari kedepan saya tidak akan up karena kuota berada di titik penghabisan 😂
dan untuk masalah Visual, kalian tidak harus mengikuti Visual yang saya berikan, kalau kalian tidak suka maka kalian bisa membayangkan dengan orang yang kalian idolakan sendiri, tidak harus mengikuti.
__ADS_1
dari sejak MCW pertama Visual selalu dikomentari ini dan itu. membuat para author jadi enggan memberikan Visual.
jadi buat kalian yang memang tidak suka bisa berhalusinasi dengan idola masing masing. terimakasih 😊