
"Lolita" Panggil Felisha.
Lolita mengalihkan perhatiannya kearah Felisha. "Iya" Jawab Lolita.
"Gue salut sama lo, lo bisa se kuat itu menghadapi semua, Lo pasti sakit banget kan waktu lihat gue dan Aldi" Ujar Felisha.
"Tentu saja, istri mana yang tidak terluka melihat suaminya bersama dengan perempuan lain meskipun hanya pura pura" Ujar Lolita.
"Iya deh maaf, sekarang kan urusan Rere sudah kelar, dan kalian sudah baikan silahkan sayang sayangan kami tidak akan menganggu lagi" Ujar Felisha.
Lolita mengalihkan perhatiannya kearah Aldi yang kini masih menatapnya dengan tatapan yang sulit di tebak.
"Aku harus pergi sekarang" Ucap Lolita tiba tiba.
"Hah pergi, emang lo mau kemana? Nggak mau kangen kangengan sama suami Lo?" Tanya Felisha.
"Urusan gue sudah selesai dan Aldi juga sudah menjatuhkan cerai maka sudah tidak ada lagi yang perlu gue pertahanan disini" Ujar Lolita. Sejujurnya ia ingin menangis saat mengatakan itu, hatinya berat untuk meninggalkan Aldi.
"Lolita lo kan tahu itu nggak sungguhan" Seru Felisha dengan cepat.
"Meskipun itu nggak sungguhan, tapi Aldi sudah mengatakan cerai maka dia sudah menjatuhkan talak, aku masih bisa menerima sandiwara saat kalian menjalin hubungan tapi tidak untuk ini" Seru Lolita yang kemudian membalikkan badannya hendak pergi. Tetapi Aldi dengan cepat menahan pergelangan tangannya.
"Jangan pergi" Ucap Aldi. Mendengar itu Lolita memejamkan matanya, air matanya pun jatuh dari pelupuk matanya tetapi dengan cepat ia segera mengusapnya.
Aldi menarikan tangan Lolita hingga tubuh mungil itu menabrak tubuhnya. Aldi langsung mendekapnya dengan erat.
Keduanya saling memejamkan mata, menikmati kehangatan dari tubuh masing masing seakan saling melepaskan rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Tetapi di tengah tengah kehangatan itu Lolita tiba tiba merasakan nyeri di pinggangnya, tetapi sebisa mungkin ia menahannya karena tidak mau membuat yang lain merasa khawatir.
"Aku mohon jangan pergi, aku melakukan semua ini untuk mu" Ujar Aldi.
Lolita melepaskan pelukannya, ia menatap dalam manik Aldi lalu berkata "Dalam agamaku, seorang suami di larang mengucapakan kata cerai, jika kalimat itu sudah keluar dari mulutnya maka sama saja ia sudah menjatuhkan talak, jadi aku harus pergi" Ujar Lolita.
"Ayo kita menikah lagi" Saut Aldi.
"Maaf, tapi aku tidak bisa aku harus pergi sekarang karena Aksa pasti sudah menungguku dirumah" Lolita segera keluar dari ruang rapat Aldi. Aldi ingin mengejar namun ia merasa salah. Tidak seharusnya ia mengatakan kaliamat cerai seperti itu.
Lolita berlari dengan air mata yang berurai, ia sebenarnya mencintai Aldi, sangat malah. Sejujurnya ia juga ingin memperbaiki hubungannya dengan Aldi, ia tidak ingin pernikahannya yang sudah berbuah manis itu berakhir dengan seperti ini.
Lolita masuk kedalam lift yang baru saja terbuka. Jarinya langsung menekan angka satu dan lift tersebut pun membawanya menuju ke lantai dasar.
__ADS_1
Tubuh Lolita seketika luruh didalam lift, perempuan itu menangis sejadi jadinya. Semuanya terasa sangat menyesakkan baginya. "Maafkan aku Aldi, tapi aku tidak ingin membebanimu lagi" Gumam Lolita dalam hati. Pinggangnya kembali terasa nyeri, Lolita meremas pinggangnya sembari mengigit bibir bawahnya guna mengalihkan sakit di pinggangnya. Tetapi hasilnya nihil, air mata Lolita semakin deras membasahi pipinya hingga lift yang membawa Lolita itu berhenti. Dan pintunya pun terbuka. Lolita langsung berlari keluar dari perusahaan Aldi. Sebuah taxi yang melintas di hadapannya itu seketika berhenti tatkala Lolita melambaikan tangannya.
Lolita segera membuka pintu bagian belakang kemudian mendudukan dirinya di bangku tepat belakang kemudi.
Tak lama taxi itu pun membawa Lolita pergi dari halaman perusahaan Aldi. Sepanjang perjalanan Lolita hanya menatap kearah jalanan. Air matanya tidak berhenti mengalir membasahi pipinya.
"Nona kita mau kemana?" Tanya supir yang mengendarai taxi yang ditumpangi oleh Lolita itu.
"Bandara Soekarno-Hatta pak" Jawab Lolita. Setelah itu pun tidak ada percakapan lagi. Sopir itu melanjutkan mobilnya menuju ke Bandara.
Sedangakan di tempat Aldi. Semua orang masih berada disana. Semua dibuat bingung dengan keputusan Lolita, jika ia tahu kalau semua ini pura pura lantas kenapa dia tidak ingin kembali kepada suaminya dan memperbaiki rumah tangganya?.
"Aldi" Panggil Ayah Putra.
"Ceritakan kepada ayah, darimana kamu tahu kalau Lolita memiliki masalalu itu sehingga membuat kamu merencanakan ini semua?" Titah Putra tegas.
"Aldi tidak bisa cerita sekarang ayah, yang jelas sekarang Aldi harus mengejar Lolita untuk memperbaiki semuanya" Ujar Aldi. Ia kemudian yang kemudian segera beranjak pergi dari ruang rapat tersebut.
Aldi berhadap Lolita masih berada di perusahaannya. Aldi berlari ke arah lift, tapi ternyata harus menunggu, Aldi yang tidak sabar jika harus menunggu akhirnya memilih untuk lewat tangga darurat.
Pikirannya sekarang benar benar kalut. Ia berlari menuruni satu persatu anak tangga demi mengejar Lolita tetapi naasnya saat sampai di lantai bawah dirinya tidak mendapati sosok istrinya.
Sedangkan Lolita. Perempuan itu baru saja sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah membayar tagihan taxinya, Lolita kemudian berjalan memasuki Bandara tersebut. Tempat pertama yang ia tuju adalah ruang tunggu. Terlihat Andra yang kini sedang menggendong Aksa. Laki laki itu tersenyum sembari memegang pergelangan tangan mungil Aksa untuk digerakkan melambai ke arah Lolita.
"Hai anak mama, lama nunggu ya? Betah sama om Andra?" Ujar Lolita bertubi tubi. Lolita mengambil alih Aksa dari gendongan Andra. Ia mendaratkan beberapa ciuman di wajah Aksa.
"Lolita" Panggil Andra.
Lolita mengalihkan perhatiannya kearah Andra, gadis itu melemparkan senyum manis kepada teman laki lakinya itu dan berkata "Thanks ya Ndra, Lo selalu ada buat gue, Lo selalu bantuin gue setiap ada masalah, dari SMA hingga sekarang lo tetap mau bantuin gue padahal gue udah buat lo kecewa sama gue" Ujar Lolita.
"Sudahlah, jangan bahas soal itu lagi. Lagian kan kita sekarang adalah teman, mana mungkin gue membiarkan Lo sudah sendiri, sampai kapanpun gue bakal bantuin lo" Ujar Andra.
Mendengar itu Lolita hanya tersenyum dan mengangguk.
"Lo yakin dengan keputusan lo?" Tanya Andra. Mendengar itu senyum di wajah Lolita seketika memudar, tatapannya berubah menjadi sendu.
"Yakin sih, tapi berat" Jawab Lolita dengan getir.
"Kenapa lo ngga memperbaiki hubungan kalian? Bukankah semuanya hanya kesalahpahaman dan sudah di rencanakan Aldi untuk melindungi lo?" Ujar Andra.
__ADS_1
"Saat Aldi menjalankan rencananya, Aldi menjatuhkan talak sama gue Ndra" Ucap Lolita dengan suara yang bergetar.
"Tapi gue yakin, bukan itu kan alasan Lo pergi, pasti karena suatu hal yang lain kan? Atau karena hasil pemeriksaan kemarin?" Tanya Andra.
"Andra, gue harus pergi sekarang, sebentar lagi pesawat gue bakal lepas landas. Aku titip Aksa ya, tolong lo berikan Aksa kepada Aldi, bilang pada Aldi untuk menjaga Aksa dengan baik" Ujar Lolita sembari memberikan kembali Aksa kepada Andra.
"Ndra, satu permintaan gue, jangan pernah lo kasih tahu dimana keberadaan gue sama Aldi ataupun yang lain, cukup Lo yang tahu" Ujar Lolita dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya.
"Tapi Lolita"
"Andra please, gue nggak mau kalau sampai Aldi malah sedih dan khawatir sama gue, gue nggak mau kalau harus nyusahin dia lagi" Ucap Lolita dengan nada memohon.
"Lolita, bukannya lo selalu berkata kalau kuncinya sebuah hubungan adalah kejujuran dan keterbukaan?" Tanya Andra.
"Itu benar Ndra, tapi keadaannya sekarang berbeda, gue memiliki alasan untuk itu semua" Ucap Lolita.
Tidak ada pilihan lain selain memenuhi permintaan Lolita. "Baiklah, gue akan merahasiakan hal ini dari Aldi, dan gue akan mengunjungi Lo setiap seminggu sekali" Ujar Andra.
"Terimakasih Andra, tapi itu tidak perlu" Ujar Lolita.
"Tidak ada penolakan atau gue kasih tau kepada Aldi yang senebarnya" Ancam Andra.
"Baiklah, kalau begitu gue pergi dulu, gue titip Aksa" Ujar Lolita. Ia menyeka air matanya kemudian mendaratkan ciuman yang cukup lama di kening Aksa sebelum akhirnya Lolita menarik kopernya menuju ruang check out.
.
.
.
.
.
.
Masih ada loh, belum penyelesaian ini wkwkwk
SEKALI LAGI BUDAYAKAN SABAR YA MAN TEMAN, dan kalian juga bisa pantengin ig aku @indriantika26 disitu ada info sekitar up, dan juga jumlah aku up berapa setiap harinya. Terimakasih 🤗
__ADS_1